LOGINSaat melihat mobil Alexander sampai di vila mereka, Adrian tau kalau dirinya harus bersiap untuk mendengar amukan kemarahan dari sang kakak.Apapun yang dilakukan Alexander, dirinya tidak boleh menunjukkan perlawanan. Sebab hanya lelaki itu yang bisa membantunya untuk menyelesaikan masalah yang menimpanya.Akhir pekan memang biasanya Adrian manfaatkan untuk bersenang-senang dengan teman-temannya. Sebab lima hari kerja sudah dia lalui dengan penuh tekanan sehingga tubuhnya merasa lelah baik secara fisik maupun mental.Adrian merasa dirinya sudah bekerja dengan baik. Tapi di mata Alexander, dia selalu dianggap tidak becus atas apapun yang dilakukannya. Dan sang ayah yang selalu mendengarkan apa kata Alexander malah menyetujui hal itu dengan santai.Bagaimana Adrian tidak merasa akan gila karena harus menghadapi kedua lelaki itu selama lima hari dalam seminggu?Jadi hanya bersenang-senang seperti itu lah yang bisa dia lakukan untuk memperbaiki suasana hatinya agar b
Apa yang sudah aku lakukan?Pertanyaan itu terngiang-ngiang di kepalanya saat Alisia terbangun dalam pelukan Ken.Keduanya berada diatas tempat tidur yang ada di dalam kamar. Ken yang kini memeluk Alisia tampak masih tidur di belakangnya.Tidak butuh bermenit-menit lamanya untuk Alisia mengingat semua yang sudah dia lakukan bersama Ken. Dimulai dari lelaki itu menjemputnya untuk makan siang, ciuman, seks diatas sofa hingga akhirnya Alisia tertidur karena kelelahan.Katanya penyesalan akan selalu datang paling akhir. Ketika semua sudah terjadi dan tidak ada yang bisa diperbaiki lagi, perasaan itu akan muncul untuk menyiksa pemiliknya.Dan mungkin itulah yang dirasakan Alisia sekarang.Dia menyesal karena sudah mengikuti keinginan tubuhnya tanpa memikirkan dengan baik apa yang akan dia hadapi setelah semuanya terjadi.Alisia juga menyesal karena sudah menaruh harapan pada Ken. Bahwa lelaki itu yang akan menghentikannya dari keinginan untuk mendapat sentuhan
Tanpa Alisia melarangnya pun sudah pasti Reed tidak akan berhenti. Melakukan itu hanya lah suatu bentuk kebodohan yang tidak akan pernah dia lakukan.Terutama disaat Reed bisa merasakan betapa hangatnya tubuh Alisia sedang melingkupi dirinya saat ini.Bagaimana Alisia meremasnya dan memberikan rangsangan yang memusingkan kepalanya hanya karena gairah yang terus meningkat.Dan betapa nikmatnya penyatuan mereka sekarang yang bisa membuat Reed menggila jika dihentikan secara paksa.Rasanya begitu luar biasa mendebarkan. Alisia mampu mengobrak-abrik benteng pertahanan Reed sejak perempuan itu berada dalam jangkauan tangannya.Reed tidak tau apa alasan yang membuatnya bisa berakhir diantara kedua paha Alisia selain gairah dan ketertarikan fisik. Tapi ada satu hal yang pasti dia ketahui. Bahwa semua yang dia pelajari selama ini seolah tidak berguna setelah dihadapkan pada seorang Alisia Patel.Sejak kecil Reed sudah diberikan pengetahuan tentang seks. Hal itu merupakan salah satu materi pel
Erangan dan juga rengekan Alisia terus terdengar seiring dengan sentuhan Ken di bagian kewanitaannya.Lelaki itu masih mengusap dan mengelusnya dengan ibu jari, juga menjilatnya menggunakan lidah hingga Alisia merasa seperti akan gila dibuatnya.Rasanya seluruh tubuh Alisia seperti mengeluarkan hawa panas. Kepalanya pusing karena gairah. Perutnya pun menegang karena sibuk menahan diri agar tidak membasahi Ken.Alisia pikir dirinya benar-benar sudah kehilangan akal sehatnya sekarang. Karena rasanya dia tidak mau menghentikan semua ini.Satu hal yang diinginkan Alisia sekarang. Sesuatu yang pasti akan membuatnya menggelepar karena kenikmatan. Dan Ken pasti akan memberikan hal itu padanya beberapa saat lagi jika lelaki itu tidak berhenti.Namun Ken tiba-tiba menarik kepalanya menjauh, membuat Alisia memanggilnya tidak terima. "Ken?"Lagi-lagi Ken berhenti disaat Alisia akan mendapatkan apa yang dia nantikan. Apa yang dilakukan Ken jelas tidak menyenangkan.Namun berhentinya Ken bukan den
Tentu saja Alisia sadar bahwa tidak ada untungnya bermain-main dengan ketertarikan dan gairah dari seorang lelaki.Tidak ada gunanya pula menguji sebatas mana pengendalian diri dan batas kesabaran seorang lelaki.Terlebih lelaki itu adalah Ken, yang Alisia tau memiliki ketertarikan secara fisik terhadapnya. Lelaki yang bahkan bisa memanfaatkan situasi disaat Alisia mabuk, apalagi ketika Alisia bertindak dalam kondisi sadar.Dan Alisia pun tentu tau apa yang dilakukannya sekarang bisa membuatnya menyesal beberapa saat lagi. Terutama jika ciuman mereka bisa berlanjut pada kegiatan yang tidak seharusnya terjadi.Tapi bolehkah Alisia menikmatinya untuk sebentar saja? Disaat akal sehatnya masih bisa berjalan dengan baik dan tau kapan waktunya dia harus berhenti.Orang-orang bilang, tidak butuh cinta agar dua orang bisa berhubungan badan. Jangankan rangsangan, hanya dengan kesediaan masing-masing saja, seks bisa terjadi.Tanpa peduli yang melakukannya adalah pasangan yang bersama karena ter
Ini ciuman yang kasar dan menggebu-gebu. Rasanya seolah bibir Alisia akan dimakan oleh Ken.Gerakannya persis sama seperti pagi tadi, hanya saja Alisia merasa berbeda.Entah pengaruh suasana pembicaraan mereka beberapa saat lalu atau apa, Alisia pikir ciuman kali ini bukan sebagai bentuk gairah Ken yang tiba-tiba bangkit karena dirinya.Melainkan seperti pelampiasan frustasi, meski Alisia tidak tau kenapa Ken harus merasakannya. Tidak ada yang salah dari pembicaraan mereka beberapa saat yang lalu.Alisia tidak bisa membayangkan bagaimana situasi bibirnya kini saat dikuasai oleh Ken. Tarikan, hisapan bahkan gigitan Ken berikan secara bergantian pada kedua bibirnya.Tidak sakit, tapi membuat Alisia merasa takut akan terlena.Ken masih tidak melepaskannya bahkan setelah Alisia berusaha untuk mendorong dadanya menjauh.Cengkraman Ken di kedua lengannya pun bertambah kuat setiap kali Alisia memberikan perlawanan.Ken menggigit bibir bawahnya saat Alisia dengan sengaja menutup rapat kedua b
Setelah mereka selesai sarapan, Ken masuk ke dalam ruang kerjanya. Lelaki itu akan menunggu kedatangan sang sekretaris disana sambil memulai pekerjaan, sehingga Alisia tentunya tidak dibutuhkan.Karena itu Alisia diminta untuk menunggu Emma di dalam kamar agar bisa memulai pekerjaan lain yang sudah
Dari pintu ruang kerja yang tiba-tiba terbuka, Ken muncul dengan penampilan yang tak serapi pagi tadi. Meski begitu, Ken masih terlihat tampan seperti biasa.Kedatangan Ken tentu saja mengejutkan Alisia dan Emma. Keduanya sudah mengakhiri pelajaran mereka beberapa saat lalu dan hampir selesai merap
Mendesah panjang, Alisia menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi. Kepalanya menengadah agar bisa memperhatikan langit-langit ruang kerja yang akan menjadi milik calon istri Ken di masa depan nanti.Alisia sengaja meminta jeda pada Emma selama sepuluh menit untuk mendinginkan kepalanya.Padahal b
Semalam Alexander benar-benar tidak pulang ke rumah ayahnya. Lelaki itu memutuskan untuk menginap di salah satu apartemen miliknya yang tak jauh letaknya dari kantor.Sementara waktu, Alexander putuskan untuk tidur di apartemen. Suasana hatinya sedang tidak baik-baik saja sehingga saat melihat ibu







