Beranda / Romansa / Pelukan Hangat Musuh Keluarga / BAB 45. Tempat yang Layak

Share

BAB 45. Tempat yang Layak

Penulis: depdep
last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-26 13:19:26

Rambut yang diikat tinggi itu kini berayun kiri dan kanan saat Nathalie berjalan cepat. Perempuan berusia enam belas tahun itu tampak bersemangat sore ini.

Tangan Nathalie terangkat dan melambai, sebelum berlari kecil agar mengurangi jarak diantara mereka. Alisia baru saja keluar dari kamarnya dan menutup pintu.

"Hai, Nath." Alisia lah yang menyapa lebih dulu setelah Nathalie berdiri dihadapannya. "Apa yang menarik sore ini sampai-sampai kamu terlihat begitu senang?"

Pulang sekolah, Nathalie sempat tidur sebentar. Setelah bangun, dia mandi lalu segera menuju rumah sang kakak. Tujuannya jelas untuk bertemu Alisia dan ingin menikmati sore hari bersama.

Sementara Alisia, tadinya berpindah ke kamar setelah mendengar cerita Emma. Baru beberapa menit merebahkan badannya diatas kasur, Emma memberitahu tentang kedatangan Nathalie.

Karena itu Alisia segera keluar kamar setelah menghabiskan beberapa menit di kamar mandi. Tepat keluar kamar, Nathalie langsung tertangkap di matanya dengan raut wa
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pelukan Hangat Musuh Keluarga   BAB 49. Ingin Menjadi Pelayan

    Menyadari keberadaan Ken, Nathalie lebih dulu menyambut lelaki itu dengan suara yang terdengar antusias. "Oh, kamu sudah pulang ya? Tumben sekali mau mampir kesini dulu?"Alisia mengernyit heran. Pertanyaan Nathalie seakan menunjukkan kalau Ken jarang mengunjungi adiknya. Meski dari suaranya itu tidak ada kekesalan yang terdengar dari Nathalie.Alisia pikir, mungkin karena itu lah Nathalie lebih sering mengunjungi Ken ke rumahnya. Karena lelaki itu memang jarang untuk bisa mampir kesini. Apa karena kesibukan Ken kah? Alisia rasa sepertinya memang begitu."Kenapa? Apa aku tidak boleh mampir ke tempatmu?" tanya Ken sambil menarik salah satu kursi dari dua yang tidak ditempati.Mata Nathalie terus mengikuti pergerakan Ken hingga lelaki itu duduk dan bergabung dengan kegiatan minum tehnya bersama Alisia. "Tentu saja boleh. Tapi tidak biasanya kamu seperti ini. Jangankan tiba-tiba mampir, sengaja diundang saja alasannya selalu sibuk."Ternyata Alisia benar. Kesibukanlah yang menyita waktu

  • Pelukan Hangat Musuh Keluarga   BAB 48. Adu Nasib

    Taman rumah Nathalie benar-benar terlihat indah. Selain bunga-bunga yang tampak terawat dengan baik, rapi dan juga sedang bermekaran, tempat mereka duduk sambil menikmati teh pun terasa nyaman.Hanya sebuah bangunan kecil dimana semua sisinya terbuka, tanpa ada dinding yang menghalangi pandangan. Meski begitu, mampu untuk melindungi mereka dari panasnya matahari dan basahnya hujan jika seandainya tiba-tiba turun.Nathalie memiliki tempat pribadi yang membuat suasana hati berubah menjadi menyenangkan. Atau mungkin karena sejak datang kesini Alisia belum pernah keluar dari rumah Ken sehingga perubahan suasana dan pemandangan mata membuat Alisia merasa senang."Apa kamu menyukai bunga, Nath?" tanya Alisia memperhatikan bagian kanannya. Tepat dimana bunga berwarna merah sedang mekar dengan cantik. "Karena semua yang ku lihat disini benar-benar indah."Nathalie tersenyum sebelum mengangguk. "Aku suka bunga dan tentunya senang setiap kali melihat pemandangan seperti ini. Tapi aku tidak gema

  • Pelukan Hangat Musuh Keluarga   BAB 47. Kepercayaan Diri yang Tinggi

    Kegagalan terbesar yang pernah Alexander dapatkan sepanjang hidupnya adalah saat dimana dia tidak menyadari kalau Reed Kensington berada tepat di bawah atap rumah keluarganya.Dua tahun lamanya salah satu keturunan Kensington itu berada di rumah keluarga Patel. Namun tidak seorang pun yang curiga soal itu terutama Alexander yang sudah mengenal Reed sejak lama. Mereka baru menyadarinya setelah Reed berhasil meninggalkan rumah keluarga Patel.Padahal selama dua tahun itu, Alexander pasti pernah melihat wajah Reed. Mungkin mereka juga pernah berbicara meski hanya saat itu Alexander hanya memberikan perintah dan Reed menurutinya.Namun sepertinya penyamaran yang sempurna membuat Alexander tidak mampu untuk mengenali Reed. Lelaki itu memotong rambut panjangnya dan menutupi luka di wajahnya. Padahal kedua hal itu sejak dulunya seolah dianggap sebagai ciri khas dari seorang Reed Kensington.Entah apa tujuan Reed menyusup ke dalam keluarga mereka saat itu, tidak ada yang ta

  • Pelukan Hangat Musuh Keluarga   BAB 46. Tugas Berat

    Dulu saat kematian ibunya, semua orang bersikeras kalau Natasya, ibu kandung Reed meninggal dunia karena sakit. Wanita itu terpaksa meninggalkan suami yang sangat mencintainya, anak sulung yang menjadikannya sebagai pengajar kebaikan, serta si kembar yang masih belum paham bagaimana caranya kehidupan.Tapi saat itu hanya Reed lah yang kesulitan untuk mempercayai semua yang mereka katakan mengenai penyakit yang diderita sang ibu. Lelaki itu memiliki keyakinannya sendiri bahwa sang ibu meninggal bukan karena penyakit.Reed percaya kalau ada campur tangan Patel dalam kematian ibunya, seiring dengan penemuan beberapa orang mata-mata Patel dalam lingkungan keluarganya beberapa minggu sebelum kemalangan itu terjadi. Sehingga beberapa hari setelah pemakaman Natasya, Reed pun memutuskan untuk meninggalkan rumah.Dua tahun lamanya lelaki itu menghilang dari keluarganya. Tapi bukan berarti Kensington tidak mengetahui dimana keberadaannya.Para tetua Kensington tau kalau Reed berada didalam kelu

  • Pelukan Hangat Musuh Keluarga   BAB 45. Tempat yang Layak

    Rambut yang diikat tinggi itu kini berayun kiri dan kanan saat Nathalie berjalan cepat. Perempuan berusia enam belas tahun itu tampak bersemangat sore ini.Tangan Nathalie terangkat dan melambai, sebelum berlari kecil agar mengurangi jarak diantara mereka. Alisia baru saja keluar dari kamarnya dan menutup pintu."Hai, Nath." Alisia lah yang menyapa lebih dulu setelah Nathalie berdiri dihadapannya. "Apa yang menarik sore ini sampai-sampai kamu terlihat begitu senang?"Pulang sekolah, Nathalie sempat tidur sebentar. Setelah bangun, dia mandi lalu segera menuju rumah sang kakak. Tujuannya jelas untuk bertemu Alisia dan ingin menikmati sore hari bersama.Sementara Alisia, tadinya berpindah ke kamar setelah mendengar cerita Emma. Baru beberapa menit merebahkan badannya diatas kasur, Emma memberitahu tentang kedatangan Nathalie.Karena itu Alisia segera keluar kamar setelah menghabiskan beberapa menit di kamar mandi. Tepat keluar kamar, Nathalie langsung tertangkap di matanya dengan raut wa

  • Pelukan Hangat Musuh Keluarga   BAB 44. Melenyapkan Hingga ke Akarnya

    "Apa kamu dalam kondisi tidak sehat sekarang?"Damian tidak tau apakah dirinya terlihat lemah atau pucat sehingga pertanyaan seperti itu keluar dari bibir Reed. Padahal Damian merasa segar hari ini karena suasana hati Reed pun tampak cukup baik.Sejak pagi tadi hingga sekarang sudah hampir waktunya jam pulang kerja, Damian tidak menghadapi Reed yang emosi. Entah apa yang terjadi sebelumnya di rumah sehingga Reed menjalani sepanjang hari tanpa kemarahan."Saya sehat dan tentunya baik-baik saja, Tuan. Anda tidak perlu khawatir. Dan terima kasih atas perhatiannya."Reed bertanya bukan karena khawatir pada lelaki dewasa yang satu ini. Dan dirinya pun tidak sedang memberikan perhatian dalam bentuk apapun pada Damian.Tapi karena berkas di tangannya membuat Reed berasumsi bahwa Damian mungkin sedang tidak baik-baik saja. Sepertinya makan siang yang tidak lancar sudah mempengaruhi kinerja sekretarisnya itu."Yang dibutuhkan dalam berkas ini hanya tanda tangan ayahku."Reed mengangkat tinggi

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status