Share

111. Bukti Nyata

last update Last Updated: 2025-12-26 21:50:45

“Melihat rekaman CCTV?” tanya Raven seraya menatap Puspa dengan kerutan samar di keningnya.

“Benar. Mami ingin memastikan apa yang sebenarnya terjadi.” Puspa kembali melirik Sera dengan tajam.

Sera mengepalkan telapak tangannya lalu bertanya dengan suara rendah, “Apa Nyonya… mencurigai saya telah mendorong Bu Celine?”

“Karena kamu sedang mengobrol dengan anak saya, jadi kamu satu-satunya orang yang patut dicurigai,” timpal Puspa.

Sera seketika terdiam. Dia sama sekali tidak menduga bahwa dirinya akan menjadi orang yang dicurigai. Dan dia tidak pernah memperkirakan hal itu sebelumnya.

Akan tetapi Sera tidak gugup dan takut, karena dia merasa tidak bersalah.

Raven menatap Sera lama, lalu mengembuskan napas kasar. “Daripada berdebat di sini, bukankah lebih baik Mami melihat kondisi Celine lebih dulu?”

“Raven benar,” timpal Arga, “kondisi anak kita yang paling penting sekarang. Ayo kita masuk.”

Puspa akhirnya mengikuti saran suaminya. Mereka menghampiri Celine di dalam sana.

Raven sempat
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Valenka Lamsiam
fitna jingga terulang. apa raven bakalan menuduh sera juga? hati sera bakalan hancur untuk kesekian kalinya jika raven percaya dengan bukti yang tak jelas itu.
goodnovel comment avatar
fauziah Zie
waaahhhh seru neyy,, oke sera pergi laahh kau terlalu berharga
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pelukan Sang Majikan di Malam Hari   149. Bukti Nyata

    Sera menutup kotak bekal di hadapannya sambil menarik sudut-sudut bibirnya ke atas tanpa sadar. Lalu mengusap kotak itu dengan lembut, dengan penuh perasaan.Itu bekal makan siang untuk Raven yang Sera masak sendiri.Dan sesuai permintaan Raven kemarin, hari ini Sera akan mengantarnya sendiri ke kantor pria itu.Sera melepas apron dan menggantungnya di kapstok. Dia rapikan ikatan rambutnya yang sedikit berantakan.Setelah itu Sera bersiap-siap sebentar, kemudian menenteng paper bag berisi kotak makan itu ke luar rumah.Membayangkan dirinya sebentar lagi akan bertemu Raven, membuat debaran di dalam dada Sera tiba-tiba berdetak cepat.Bima sudah menunggunya di halaman rumah, dia yang akan mengantarkan Sera ke kantor Raven.Namun pada saat yang sama, sebuah mobil yang cukup asing bagi Sera tiba-tiba memasuki kediaman majikannya itu.Lalu berhenti tepat di samping mobil yang akan dikendarai Bima.Seorang wanita berpakaian formal turun dari sana, lalu menghampiri Sera.Sera mengenali wanit

  • Pelukan Sang Majikan di Malam Hari   148. Penuh Kesadaran

    Sejak hari itu, kebersamaan Raven dan Sera menjadi jauh dari kata dingin. Pertemuan mereka pun semakin intens.Setiap kebersamaan tidak lagi dipenuhi ketegangan. Sebaliknya, setiap pertemuan dan kebersamaan selalu terasa mendebarkan.Siang ini Sera sedang istirahat makan siang di kamarnya.Setelah menghabiskan makanan di piring, sebuah pesan tiba-tiba masuk ke ponselnya.Tanpa sadar, senyuman Sera tersungging di bibirnya kala melihat nama Raven terpampang di layar.[Makanan buatanmu tidak pernah gagal.]Itu pesan dari Raven, yang dikirimkan bersama sebuah foto kotak makan yang sudah kosong. Raven tidak memuji secara terang-terangan, tetapi Sera tahu kalimat sederhana itu adalah pujian untuknya.Sudah beberapa hari ini Sera selalu membuat bekal makan siang untuk Raven, lalu meminta Bima untuk mengirimnya ke kantor majikannya.Itu bukan karena inisiatif Sera sendiri, melainkan Raven sendiri yang meminta dibuatkan makanan setiap hari.Dan tentu saja, Sera senang melakukannya.[Terima kas

  • Pelukan Sang Majikan di Malam Hari   147. Pagi Yang Mendebarkan

    “I-Iya, pagi,” sahut Sera sambil menggenggam sprei dengan jari-jari tangannya yang tiba-tiba dingin.Bukan karena udara yang dingin di ruangan itu, tapi karena rasa gugup yang tiba-tiba menyerangnya.Sera merasakan kehangatan tubuh pria itu kini melingkupi punggungnya.“Bagaimana kondisimu sekarang?”“Sudah merasa lebih baik. Sepertinya efeknya sudah benar-benar hilang.”Sera seketika lupa bagaimana caranya bernapas saat Raven menciumi lehernya. Pria itu juga mengeratkan pelukannya, yang membuat Sera merasa sedikit sesak.Tetapi hati Sera terasa tenang dan dia tidak ingin memberontak.Sera selalu tahu apa yang mereka lakukan ini adalah salah, tetapi Sera tak bisa membohongi hatinya sendiri, bahwa dia ingin menghabiskan waktu lebih lama bersama pria itu.“Saya… harus bekerja,” gumam Sera ketika ditampar realita. “Sudah jam sembilan, saya harus cepat-cepat pergi. Tolong lepaskan saya.”Namun, alih-alih mendengarkan permintaan Sera, Raven malah mendekatkan wajahnya ke dekat wajah wanita

  • Pelukan Sang Majikan di Malam Hari   146. Sisa-Sisa Tadi Malam

    Kamar itu luas dan sunyi. Tetapi kini udara di dalamnya terasa memanas, sesak oleh gairah yang tak terucap.“Aaahhh… Pak Raven….”Sera semakin tak bisa menahan bibirnya untuk tidak mendesah.Tubuhnya bergetar saat dia merasakan sesuatu yang lembab dan dingin menyapu miliknya di bawah sana, bergerak memutar dengan rakus.Jari-jari lentik Sera terselip di sela-sela rambut Raven, menjambak rambutnya untuk melampiaskan perasaannya di sana.Dia menekan kepala pria itu seolah ingin Raven menguasainya lebih dalam. Kini, lidah itu melesak, lebih dalam dan lebih menggoda.Sera merasakan seluruh tubuhnya lumpuh. Tumit-tumit kakinya bergerak menendang sprei seolah hanya itu satu-satunya cara untuk melampiaskan kenikmatannya.“Pak Raven….”Nama itu terus keluar dari mulut Sera, merdu dan menggoda, terasa seperti cambuk yang membuat Raven semakin terpacu.Hingga beberapa detik berikutnya, rintihan Sera terdengar di kamar itu bersamaan dengan sesuatu yang meledak di dalam dirinya. Dia merasa tak me

  • Pelukan Sang Majikan di Malam Hari   145. Cara Lain

    Raven menerima satu setel pakaian wanita lengkap, dari David. Tadi Raven memang sempat menyuruh sekretarisnya itu agar membeli pakaian wanita.Raven juga mendapat laporan dari David mengenai pria yang memberi minuman pada Sera di club malam itu.Menurut penyelidikan David, pria itu tidak memiliki motif khusus. Dia hanya tertarik pada Sera. Dan itu membuat amarah Raven semakin besar.“Beri dia pelajaran,” titah Raven, tegas. “Dan buat dia menyesal.”David mengangguk. “Baik,” jawabnya patuh.Raven menutup pintu. Dia kembali ke dalam sambil menenteng paper bag berisi pakaian untuk Sera. Lalu menghampiri kamar yang ditempati wanita itu.Kemungkinan Sera sudah terlelap saat ini, tapi Raven akan tetap meletakkan pakaian itu di dalam. Supaya ketika Sera bangun besok pagi, wanita itu bisa langsung mengenakannya.Raven mendorong pintu hingga terbuka lebar.Seketika itu juga, dia tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya saat melihat Sera berbaring di lantai tanpa sehelai benang pun.“Apa yang

  • Pelukan Sang Majikan di Malam Hari   144. Menghilangkan Penderitaan Sera

    Sera berusaha bersabar dengan kondisi tubuhnya. Namun, detik demi detik yang berlalu terasa bagai siksaan baginya.Dia bergerak-gerak, mencari posisi duduk yang nyaman. Tetapi dia tidak menemukan kenyamanan dalam posisi apapun.Belum pernah dia merasakan kegelisahan hebat sampai seperti ini.“Tolong,” lirih Sera lagi, berharap pria di sampingnya dapat mengeluarkannya dari penderitaan. “Ini… benar-benar menyiksa.”Raven mencengkeram kemudi dengan erat. Dia tidak ingin melihat Sera menderita lebih lama lagi.Akhirnya, Raven membelokkan kendaraannya ke hotel terdekat. Dia mereservasi sebuah kamar tipe presidential suite. Lalu membawa Sera ke ruangan tersebut.Di dalam lift yang hanya ditumpangi mereka berdua, Raven berdiri tegak dengan raut muka mengeras. Tapi sorot matanya menyiratkan kekhawatiran.Sementara itu, Sera semakin kehilangan kendali atas tubuhnya. Dia terlihat lemas seperti kehilangan tenaga. Napasnya pendek dan tidak teratur.Jemari Sera mencengkeram kemeja Raven, seolah me

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status