แชร์

Extra Chapter 3

ผู้เขียน: Rosa Uchiyamana
last update วันที่เผยแพร่: 2026-03-17 22:14:48

“Mas, jangan ganggu mereka terus,” tegur Sera setengah berbisik.

Namun Raven tidak menghiraukannya. Raven tetap memandangi kedua bayinya yang terlelap sambil menekan-nekan lembut pipi tembem atau sesekali mencolek hidung mancung mereka.

Seolah-olah Raven ingin meyakinkan diri bahwa dua bayi mungil di hadapannya itu nyata. Bukan hanya sekadar ilusi.

Padahal ini sudah hari ke delapan bayi kembar itu lahir ke dunia. Tapi Raven masih belum percaya bahwa kini dia benar-benar sudah menjadi seorang ay
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (2)
goodnovel comment avatar
NING
Lanjut dunk
goodnovel comment avatar
fauziah Zie
wkwkwkwk lanjut ka ocha
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Pelukan Sang Majikan di Malam Hari   Last Chapter

    Setelah puas bermain di pantai sampai sore, Louis dan Leon akhirnya mau kembali ke resort. Raven memandikan mereka setibanya di kamar. Sementara Sera menyiapkan makan malam.Selesai makan malam yang dipenuhi celotehan anak-anak beberapa saat kemudian, mereka beralih ke kamar.“Kalian pasti lelah. Lebih baik langsung tidur,” kata Raven sambil naik ke ranjang lalu menyelimuti Louis dan Leon yang sudah berbaring di tengah.“Hm!” Louis mengangguk patuh. Lalu memejamkan mata dengan erat.“Pa, aku nggak ngantuk,” ucap Leon polos.“Kalau begitu Papa akan menceritakan dongeng buat kamu.”Leon langsung tersenyum lebar. Kemudian Raven mulai menceritakan dongeng yang dia hapal sebagian dari buku cerita milik anak-anaknya.Sera yang baru keluar kamar mandi langsung bergabung di kasur dan berbaring di samping Louis. Dia memperhatikan Raven yang tampak sungguh-sungguh mendongeng walaupun nada suaranya terdengar kaku.“Hey, kenapa kamu belum juga tidur?” tanya Raven beberapa saat kemudian karena Leo

  • Pelukan Sang Majikan di Malam Hari   Extra Chapter 10

    Setibanya di pantai yang tak jauh dari resort yang mereka tempati, Louis dan Leon langsung melepaskan tangan mereka dari genggaman orang tuanya, lalu berlari sambil tertawa.“Aku duluan!” teriak Louis.“Nggak! Aku yang duluan!” Leon tak mau kalah.Raven menghela napas panjang. “Hati-hati. Jangan terlalu ke tengah.”Sementara itu Sera berusaha menahan rok lilit dan cardigannya yang diterpa angin. Rambut hitam panjangnya melambai-lambai.Raven menoleh, menatap penampilan Sera dengan mata disipitkan. Lalu Raven mengedarkan pandangannya ke sekeliling pantai yang tidak terlalu ramai itu.Kehadiran beberapa pria asing yang tak jauh dari mereka membuat Raven langsung menoleh kembali pada Sera.Tanpa banyak bicara, Raven segera merapatkan cardigan istrinya lalu mengikat kedua bagian ujung bawahnya. Cardigan itu memang tidak memiliki kancing.“Mas? Apa yang kamu lakukan?” tanya Sera bingung.“Aku sedang berusaha menutupi tubuhmu.” Raven menatap singkat tubuh Sera yang dibalut tank top di bagia

  • Pelukan Sang Majikan di Malam Hari   Extra Chapter 9

    “Selamat pagi,” sapa Raven dengan suara serak khas orang bangun tidur, sambil menggenggam pinggang Sera dan mencium tengkuknya.Sera yang sedang membuat omelet, sempat menahan napasnya sesaat karena ciuman itu.“Pagi, Mas,” balas Sera sambil menoleh dan tersenyum tipis.Raven memanfaatkan kesempatan itu untuk mencium bibir Sera, mengulum bibir bawahnya, menggigitnya pelan hingga membuat jantung Sera berdebar-debar. Lalu menyesapnya sampai akhirnya ciuman itu terlepas.Sera berdehem pelan dan meluruskan kembali pandangannya pada omelet di atas teflon untuk menyembunyikan pipinya yang panas.Meski sudah lebih dari lima tahun mereka menikah, tapi ciuman Raven selalu membuat Sera salah tingkah.“Kenapa meninggalkan aku?” Raven menggerakkan kedua tangannya memeluk perut Sera dan menumpukan dagu di bahu wanita itu. “Bukankah sudah kubilang aku ingin melihat kamu saat aku membuka mata setiap pagi?”Mendengarnya, Sera terkekeh kecil. “Aku harus bikin sarapan buat kita sama anak-anak, Mas.”“K

  • Pelukan Sang Majikan di Malam Hari   Extra Chapter 8

    [Sayang, aku sudah di depan kampus.]Sera tersenyum kecil saat membaca pesan yang baru saja masuk dari Raven. Dia menggerakkan ibu jarinya untuk membalas pesan tersebut.[Iya, Mas. Aku sudah selesai, kok. Tunggu sebentar.]Kemudian Sera merapikan buku-bukunya di atas meja. Sebelum akhirnya meninggalkan ruang kelas yang sudah hampir sepi itu.Dari kejauhan Sera sudah bisa melihat mobil hitam Raven yang paling mencolok di antara deretan mobil lainnya di parkiran universitas tempatnya kuliah.Sera bergegas mempercepat langkah, tapi tiba-tiba….“Sera!” seru seseorang, membuat langkah kaki Sera seketika terhenti.Sera menoleh dan mendapati seorang laki-laki muda berpenampilan kasual yang menggendong ransel di salah satu bahunya, sedang menghampirinya.“Maaf? Kamu manggil aku?” tanya Sera memastikan saat laki-laki itu sudah berdiri di hadapannya.“Kamu… Sera, ‘kan?”Sera mengangguk. “Iya. Ada apa, ya?”Laki-laki itu tersenyum kecil dan terlihat salah tingkah. “Em… itu….” Dia berdehem pelan,

  • Pelukan Sang Majikan di Malam Hari   Extra Chapter 7

    Raven membuka pintu dan mendapati dua monster kecil yang sedang bersedekap dada sambil menatapnya tajam dengan bibir cemberut.Raven mengerjap. Dia seolah melihat diri sendiri yang sedang kesal di dalam wajah dua bocah kecil itu. Raven lalu melirik dua perempuan di belakang si kembar yang merupakan nanny mereka, lalu menyuruh kedua perempuan itu pergi.“Kenapa kalian menatap Papa seperti itu?” tanya Raven seraya mengusap puncak kepala dua putranya bersamaan.“Kenapa Mama lama sekali buka pintunya?” tanya Leon.“Mama sedang di kamar mandi, Boys.”“Terus kenapa nggak Papa yang bukain pintu?” Kali ini Louis yang bertanya.Raven mengusap tengkuk. Bagaimana dia harus menjelaskannya pada anak-anak yang gemar bertanya ‘kenapa?’ dan ‘bagaimana?’ itu?“Tadi Papa sedang ada urusan penting di dalam. Jadi Papa tidak bisa cepat-cepat membuka pintu.” Raven menarik pelan tangan Louis dan Leon agar masuk ke dalam ruangan.Kening Louis berkerut, mendongak menatap ayahnya. “Urusan apa?”“Um… urusan pek

  • Pelukan Sang Majikan di Malam Hari   Extra Chapter 6

    Sera hanya memutar bola matanya, lalu kembali ke pembicaraan dengan Lala.“La, layer paling bawah dark chocolate ganache. Di atasnya vanilla bean dengan raspberry. Terus layer ketiga pistachio cream–”Sera seketika berhenti bicara. Napasnya tertahan saat dia merasakan gerak jari Raven yang memutar pada lembah hangatnya. Sera menelan saliva dengan berat, debaran di dalam dadanya meningkat dua kali lebih cepat.Sera menjauhkan ponsel dan berbisik, “Mas?”Raven tidak menjawab. Dia mengecup bibir Sera sesaat, lalu melesakkan jarinya masuk ke dalam milik istrinya.“Kamu basah,” bisik Raven di telinga Sera dengan nada menggoda, yang membuat napas Sera mendadak berat.Sera menggigit bibir bawah, jemari tangannya yang terbebas kini menyusup di sela rambut Raven dan menjambaknya.“Halo? Lanjut, Bu?” Suara Lala di seberang sana membuat Sera menempelkan kembali ponselnya.“Iya, La.” Sera berdehem pelan, berusaha menormalkan suara dan napasnya yang berat. “Oke. Layer ke empat pakai lemon sponge d

  • Pelukan Sang Majikan di Malam Hari   67. Uring-Uringan

    David menatap bosnya dengan penuh kebingungan. Hari ini suasana hati sang CEO itu terlihat buruk.Raven yang biasanya dingin tapi stabil, kini terlihat seperti versi terbaru dari dirinya. David belum pernah melihat Raven sampai seperti ini selama dia bekerja di Maheswara Corp.Di kursi kerja itu, R

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-21
  • Pelukan Sang Majikan di Malam Hari   50. Parfum Yang Samar

    Sera menyentuh bibirnya sendiri dengan jari yang bergetar. Ciumannya dengan Raven beberapa saat yang lalu menyisakan getaran di dada yang sulit diredakan hingga detik ini.Sera merasakan ciuman Raven kali ini benar-benar berbeda dari biasanya. Itu bukan ciuman penuh nafsu, tetapi ciuman yang lembut

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-20
  • Pelukan Sang Majikan di Malam Hari   58. Tak Ingin Terlihat Lemah

    Sera menghela napas panjang, lalu menggeleng berulang kali, berusaha mengenyahkan bayangan sikap Raven tadi pagi dari kepalanya.Kehangatan telapak tangannya, sentuhan di dagu, dan bibir mereka yang nyaris menempel, terus berputar di benak Sera membuatnya sulit untuk fokus bekerja hingga siang ini.

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-20
  • Pelukan Sang Majikan di Malam Hari   61. Mimpi Buruk

    Malam itu, rasa kantuk tak kunjung menyerang Raven.Bunyi desis halus Air Conditioner dan desiran angin yang menyapu dedaunan di luar sana, terdengar seperti teriakan yang memekakkan telinga di tengah kesunyian malam.Membuat Raven kesulitan untuk terlelap.Sial.Raven akhirnya bangkit, keluar dari

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-20
บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status