Share

55. Saya Mencintainya

last update Last Updated: 2025-11-28 21:31:14

Sera memanfaatkan waktu istirahatnya dengan duduk di gazebo taman. Kedua tangannya bergerak-gerak di udara, melakukan gerakan memasang dasi yang tak kasat mata.

Sesekali dia menunduk pada ponsel di atas pangkuannya, yang tengah memutar video tutorial cara memasang dasi yang benar.

Sejak Raven menyuruhnya untuk memasang dasi pagi itu, Sera menjadi rajin berlatih. Entah mengapa dia ingin menunjukkan pada pria itu, bahwa dirinya bisa melakukan pekerjaan itu dengan benar.

“Sera, mau lihat gak?” seru Ayu yang tiba-tiba berjalan cepat menghampirinya.

Sera langsung menurunkan kedua tangannya dan mengunci layar ponsel. “Lihat apa?”

“Ini aku lagi nonton siaran langsung wawancara Pak Raven sama Bu Celine.” Ayu duduk di samping Sera sambil menunjukkan layar ponselnya. “Kamu harus lihat ini. Majikan kita benar-benar cocok, ya!”

Sera terdiam sejenak. Sebelum akhirnya memutuskan untuk melihat video siaran langsung itu, karena jauh di dalam hati dia merasa penasaran bagaimana sosok Raven ketika di d
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Siti Nur janah
makin rumit aja nih ntar masalahnya
goodnovel comment avatar
Valenka Lamsiam
celine bakalan makin curiga jika dia melihat seralah yang memakai hair pinnya
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pelukan Sang Majikan di Malam Hari   128. Ide Romantis

    [Temui saya di taman. Sekarang.]Sera menatap pesan masuk dari Raven, dengan tatapan kosong.Saat ini sudah hampir pukul sepuluh malam, dan Sera sudah merebahkan tubuhnya di kasur. Akan tetapi kantuk tak kunjung menyerang sejak tadi.Perlahan Sera bangkit, menurunkan kedua kakinya ke lantai yang dingin. Lalu melangkah menuju jendela. Disingkapnya sedikit gorden coklat itu, mengintip ke arah taman.Sera seketika terdiam kala melihat seseorang sedang berjalan mondar-mandir di dekat gazebo taman.Meski dari kejauhan, tapi Sera sangat mengenali sosok jangkung itu.Raven.Apa yang sebenarnya pria itu inginkan malam-malam begini?Jauh di lubuk hati, Sera ingin menemuinya. Namun Sera sadar, bahwa mulai saat ini dia harus menjaga jarak dari majikannya itu.Sera tidak ingin perasaannya jatuh terlalu dalam dan berujung menyakitkan.Jadi, detik itu juga Sera kembali merebahkan dirinya di atas kasur dan mematikan ponsel.Lalu menarik selimut sambil berusaha memejamkan mata, meski Sera tidak yakin

  • Pelukan Sang Majikan di Malam Hari   127. Amarah

    Mulut Sera sedikit ternganga mendengar kata maaf yang terlontar dari mulut Celine.Dia sama sekali tidak menduga bahwa wanita sosialita yang selama ini selalu mengingatkan Sera akan status sosial mereka, kini meminta maaf padanya di hadapan semua orang.“Bu Celine,” gumam Sera.“Aku nggak punya maksud apapun,” lanjut Celine dengan tatapan sedih. “Itu murni karena awalnya aku pikir kamu mendorong aku, tapi aku salah paham. Aku benar-benar minta maaf. Aku menyesal.”Celine sedikit menunduk sambil terisak-isak. Sesekali dia mengusap air matanya menggunakan tisu.Sera kembali membeku. Lalu menatap Raven. Tatapan Sera yang semula tampak kecewa, kini berubah menjadi tatapan yang serba salah.Sera berpikir, ternyata maksud Raven menciptakan momen ini adalah untuk mengklarifikasi semuanya. Bukan untuk menyudutkan Sera.Ternyata pria itu tidak seburuk yang Sera pikirkan tadi. Sera jadi merasa sedikit bersalah, karena sempat berpikir negatif tentangnya.“Jadi aku berharap, Mami nggak menyalahka

  • Pelukan Sang Majikan di Malam Hari   126. Pengakuan

    Semua orang telah berkumpul. Sera berdiri di hadapan mereka dengan perasaan bingung sekaligus sesak.Sera tidak tahu apa yang akan mereka bahas kali ini mengenai dirinya. Tapi dia merasa itu adalah sesuatu yang kurang menyenangkan.Melihat kedatangan Sera, Puspa melirik dengan tatapan tidak suka.Sementara Cantika tampak jauh lebih tenang seraya menyesap teh hangatnya.“Sore ini aku sengaja memanggil semua orang ke rumahku,” ucap Raven dengan ekspresi datar, yang baru saja memasuki ruangan tengah.Raven melirik Sera yang masih menunduk, sejenak. Sebelum akhirnya duduk di single sofa dengan dingin.Mendengar suara Raven dan merasakan sosoknya ada di ruangan yang sama dengannya, membuat dada Sera semakin terasa sesak.“Kamu bilang, ada sesuatu yang sangat penting, Rav,” ucap Cantika setelah menaruh cangkir ke meja. “Mama jadi penasaran apa yang terjadi sampai kamu memanggil Sera ke hadapan kami?”Raven tidak menjawab. Mulutnya mengatup membentuk garis lurus.Sementara itu, Sera sedikit

  • Pelukan Sang Majikan di Malam Hari   125. Makan Siang Untuk Sera

    Sera mengangkat selimut yang masih setengah basah, sebelum akhirnya membentangkannya pada jemuran yang berada di belakang kediaman Raven.Ya, pada akhirnya Sera memilih tetap bekerja. Bukan karena dia suka berada di tempat ini, melainkan karena dia tidak punya pilihan lain.Mendapatkan uang dalam jumlah banyak yang harus dia kembalikan pada Raven, bukanlah perkara mudah.Setelah memastikan selimut itu terpasang, Sera mundur dua langkah, tapi tiba-tiba punggungnya membentur sesuatu yang cukup keras.Sera terhenyak.Dia langsung memutar tubuhnya, lalu tertegun kala melihat Raven tengah berdiri di hadapannya. Entah sejak kapan.Bukankah saat ini seharusnya pria itu ada di kantor?Tanpa banyak bicara, Sera langsung meraih keranjang cucian kosong, dan membawanya pergi dari hadapan Raven.Sera tidak mau berhadapan terlalu lama dengan pria itu.“Tetap di sini,” kata Raven seraya menahan lengan Sera, membuat langkah Sera seketika terhenti.“Maaf. Tapi saya harus bekerja,” timpal Sera, dingin.

  • Pelukan Sang Majikan di Malam Hari   124. Terungkap

    Sorot mata Raven seketika berubah tajam mendengar ucapan Celine. Tangannya mencengkeram gagang pintu kuat-kuat.Tetapi Raven tetap diam, mendengarkan ucapan Celine selanjutnya.Di pinggir balkon, Celine duduk di kursi roda sambil menatap ke kamar pembantu sesaat. Sambil mendengarkan ucapan Gerald di seberang sana.“Sayang, itu terlalu beresiko. Bisa saja Raven lebih percaya pada pengakuan wanita itu.”“Tidak,” sanggah Celine, “dia orang yang logis. Dia lebih percaya bukti.”Gerald menghela napas berat. “Tapi tetap saja kamu harus berhati-hati. Aku nggak mau kamu mendapat masalah akibat tindakanmu sendiri. Tindakan kamu cukup kejam buat pembantu itu.”Celine memutar bola matanya malas. Gerald memang pria yang dicintainya, tapi terkadang lelaki itu membuatnya jengkel dengan nasihat-nasihatnya.“Aku punya alasan kenapa sampai melakukannya,” ucap Celine, “lagi pula aku berdiri di tempat yang tepat, jadi orang yang melihat rekaman itu nggak mengira kalau Sera akan menolongku, tapi justru t

  • Pelukan Sang Majikan di Malam Hari   123. Jangan Pergi

    “Saya… merindukanmu.”Pengakuan Raven membuat Sera tertegun.Sera merasa pendengarannya bermasalah, karena pria dingin dan kejam seperti Raven mustahil merindukan seorang wanita seperti dirinya. Dia bukan siapa-siapa bagi Raven.Namun, deru napas pria itu terdengar nyata. Pelukannya pun jelas bukan mimpi.Jadi, bisa Sera pastikan bahwa Raven benar-benar mengakui rasa rindunya.Tetapi Sera tidak ingin terbuai. Dia mengepalkan tangannya kuat-kuat.“Bukankah Bapak percaya saya seorang penjahat yang sudah mendorong Bu Celine?” ujar Sera dengan suara dinginnya.Raven diam.“Bapak seharusnya membenci saya.”“Saya tidak membencimu.” Suara Raven rendah dan tegas.Sera seketika mengatupkan bibirnya.Dia bisa merasakan pelukan Raven semakin mengencang, membuat dadanya dikuasai rasa sesak.Sesak bukan hanya karena pelukannya, melainkan karena sikap Raven malam ini benar-benar bertolak belakang dengan ucapannya, yang menganggap Sera hanyalah pembantu dan pemuas hawa nafsunya selama ini.“Mengenai

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status