Home / Romansa / Pelukan Sang Majikan di Malam Hari / 58. Tak Ingin Terlihat Lemah

Share

58. Tak Ingin Terlihat Lemah

last update publish date: 2025-11-29 20:56:27

Sera menghela napas panjang, lalu menggeleng berulang kali, berusaha mengenyahkan bayangan sikap Raven tadi pagi dari kepalanya.

Kehangatan telapak tangannya, sentuhan di dagu, dan bibir mereka yang nyaris menempel, terus berputar di benak Sera membuatnya sulit untuk fokus bekerja hingga siang ini.

“Sebenarnya dia kenapa?” gumam Sera pada dirinya sendiri.

“Sera, kamu dipanggil Bu Celine,” ucap Ayu yang baru saja masuk, mengeluarkan Sera dari lamunannya.

Sera mengalihkan tatapannya dari mesin cu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (6)
goodnovel comment avatar
lullaby dreamy
setuju bgt kak ^^ mknya ibu sm ank kelakuannya sm . sama² murahannya .
goodnovel comment avatar
Gita
Yaampun sera.
goodnovel comment avatar
Valenka Lamsiam
kak ocha, boleh request gak ?. semoga fakta sebenarnya kalo si celine cuma anak pungut atau ibunya dulu adalah seorang wanita penghibur yang beruntung dipungut sama suami kaya raya. biar dia ada yang merendahkan juga, seperti yang sudah dia lakuin ke sera. belagu banget. perlu dapet balasan kejam
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pelukan Sang Majikan di Malam Hari   Extra Chapter 4

    “Biar aku yang memakaikan baju mereka. Kamu duduk saja,” ucap Raven lembut sambil memegangi bahu Sera dan mendudukkannya di tepian ranjang.Sera tidak menolak. Dia selalu merasa senang setiap kali Raven mengambil alih tugasnya.“Louis pakai yang biru ya, Mas. Leon yang putih.”Raven mengangguk. “Aku tahu.”Lalu pria itu menundukkan badan di hadapan kedua bayinya yang baru selesai dimandikan. Raven mengambil popok terlebih dulu.Sera hanya duduk sambil memperhatikan pemandangan di hadapannya yang membuat hatinya terasa penuh. Dia melihat Raven yang begitu hati-hati dan lembut saat memakaikan pakaian di tubuh Louise.Wajah Raven tampak serius. Namun sorot matanya terlihat lembut dan hangat.Tapi ada yang aneh. Sera mengerutkan keningnya. Lalu detik berikutnya Sera mengulum senyum.“Mas?”“Hm?” sahut Raven yang tetap fokus pada bayinya.“Mas salah pasang popoknya,” ucap Sera sambil terkekeh geli.Kening Raven berkerut dan tangannya berhenti bergerak. “Tidak. Aku benar,” timpalnya dengan

  • Pelukan Sang Majikan di Malam Hari   Extra Chapter 3

    “Mas, jangan ganggu mereka terus,” tegur Sera setengah berbisik.Namun Raven tidak menghiraukannya. Raven tetap memandangi kedua bayinya yang terlelap sambil menekan-nekan lembut pipi tembem atau sesekali mencolek hidung mancung mereka.Seolah-olah Raven ingin meyakinkan diri bahwa dua bayi mungil di hadapannya itu nyata. Bukan hanya sekadar ilusi.Padahal ini sudah hari ke delapan bayi kembar itu lahir ke dunia. Tapi Raven masih belum percaya bahwa kini dia benar-benar sudah menjadi seorang ayah.“Sayang,” ucap Raven pelan seraya mengambil selembar foto seorang bayi yang sejak tadi terletak di samping bayi kembar itu.Sera yang sedang bersandar di headboard ranjang sambil makan buah, menoleh. “Kenapa, Mas?”“Louis dan Leon benar-benar mirip aku.” Raven mendekat dan menunjukkan foto tersebut pada Sera. “Saat aku melihat mereka, aku seperti melihat diri sendiri waktu masih bayi.”Sera menatap foto Raven ketika masih bayi–yang sebenarnya sudah sering dia lihat sejak Raven menunjukkannya

  • Pelukan Sang Majikan di Malam Hari   Extra Chapter 2

    Beberapa menit kemudian, seorang perawat keluar dan berkata, “Suaminya boleh masuk seka… rang”Raven langsung masuk tanpa menunggu kalimat perawat itu selesai. Dia membeku saat melihat Sera terbaring di ranjang pasien dengan napas terengah.Ketika melihat Raven, Sera seketika membulatkan matanya. “Mas?”Raven bergegas menghampiri Sera. “Kenapa kamu tidak menelponku?” tanyanya dengan wajah tegang, tapi suaranya tetap terdengar lembut.“Aku nggak mau mengganggu rapat Mas Raven.”“Kamu pikir rapat jauh lebih penting daripada kamu?”Sera tertegun. Tapi belum sempat dia menanggapi, gelombang rasa nyeri itu kembali menyerangnya. Sera meringis dan mencengkeram sprei kuat-kuat.Raven semakin menegang. “Apa yang terjadi?” Dia menatap perawat dengan ekspresi panik yang tidak disembunyikan.Perawat itu tersenyum sabar. “Itu kontraksi, Pak.”“Saya tahu itu kontraksi,” timpal Raven cepat. “Tapi kenapa dia sampai kesakitan seperti itu?”Sera masih menahan nyeri sambil tetap meringis. “Mas… kontraks

  • Pelukan Sang Majikan di Malam Hari   Extra Chapter 1

    Sera meringis, menahan rasa nyeri di perutnya yang datang secara berkala. Perutnya mengeras seperti batu, membuatnya harus menahan napas beberapa detik sampai gelombang nyeri itu perlahan mereda.Sera menghela napas panjang, lalu tangannya terulur berusaha meraih ponsel dari atas meja. Tapi dia terlalu sulit menjangkaunya.Ratna yang sedang melintas menuju dapur, terkejut melihat pemandangan tersebut.Cepat-cepat Ratna mendekat dan membantu mengambilkan ponsel untuk Sera.“Bagaimana sekarang? Perutnya sakit lagi?” tanya Ratna dengan tatapan khawatir.“Iya, Mbak. Makin ke sini nyerinya makin sering. Tadi pagi sekitar tiga puluh menit sekali. Sekarang hampir tiap sepuluh menit.”Mata Ratna melebar. “Sera, sepertinya kamu benar-benar akan melahirkan. Lebih baik ke dokter sekarang. Saya antar kamu.”Sera mengerutkan keningnya, bingung. “Tapi kata dokter, hari perkiraan lahirnya minggu depan, Mbak.”“Itu ‘kan cuma perkiraan, bukan tanggal pasti. Kadang HPL itu suka meleset.” Ratna tampak c

  • Pelukan Sang Majikan di Malam Hari   270. Ending

    “Kamu gugup?” tanya Raven lembut seraya menatap Sera dengan lekat.Sera mengangguk. Menatap pintu yang menjulang tinggi di hadapannya dengan perasaan tak menentu. Jari-jari tangannya terasa dingin.Berbagai pikiran negatif kini memenuhi benak Sera.Bagaimana jika orang-orang di dalam sana menghujatnya, melemparinya, dan menganggap dirinya sebagai wanita murahan?Sera masih ingat dengan jelas bagaimana dunia menyudutkannya di masa lalu.“Sayang,” panggil Raven seraya meremas tangan Sera dengan lembut, membuat Sera seketika keluar dari lamunannya. “Apa perlu kita kembali ke kamar?”Sontak Sera mendongak, menatap Raven gamang. “Acaranya akan segera dimulai,” gumamnya.Raven menggeleng pelan. “Kita bisa menundanya kalau kamu belum siap.”Selalu seperti itu. Raven selalu mengedepankan kenyamanan Sera. Hati Sera terenyuh. Dia tidak ingin membuat Raven kecewa.“Nggak, Mas.” Sera balas menggenggam tangan Raven erat. Menghela napas berat. “Kita masuk saja sekarang.”“Kamu yakin?” Raven menatap

  • Pelukan Sang Majikan di Malam Hari   269. Pesta Pernikahan

    Sera menatap pantulan dirinya di cermin. Terpana. Dia seolah tidak mengenali diri sendiri.Tubuhnya kini dibalut gaun pengantin putih berbentuk putri duyung. Bagian atas hingga pinggang dan pinggul dibuat ketat mengikuti lekuk tubuh. Lalu melebar mulai dari lutut ke bawah hingga membentuk ekor yang menjuntai di lantai.Bahunya berbentuk off shoulder, sehingga leher dan bahunya terbuka. Mahkota kecil menghiasi kepalanya. Rambutnya terurai bergelombang. Sementara veil tipis menjuntai jatuh ke belakang punggung.“Aku benar-benar nggak percaya kalau wanita di depanku ini adalah diriku,” gumam Sera.Seorang wanita yang sedang memasang sarung tangan tipis di tangan Sera, seketika terkekeh kecil. “Bu Sera terlihat cantik sekali.”Sera tersenyum kecil mendengar pujian itu. “Semua ini karena tangan ajaib kamu, Mbak. Make up-nya benar-benar bagus. Aku hampir nggak mengenali diriku sendiri.”“Pada dasarnya Bu Sera-nya yang sudah cantik.” Wanita itu tersenyum bangga. “Saya cuma perlu memoles sedi

  • Pelukan Sang Majikan di Malam Hari   49. Tidak Akan Membuangmu

    Sera merasakan suasana di antara mereka semakin mencekam dan tegang. Aura kelam yang terpancar dari Raven membuat Sera diserang rasa gugup dan takut.Meski Raven tidak bicara langsung padanya, tetapi Sera sadar bahwa pria itu tengah menyuruhnya agar menjauhi Bastian.Dan sebelum semuanya menjadi ka

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Pelukan Sang Majikan di Malam Hari   61. Mimpi Buruk

    Malam itu, rasa kantuk tak kunjung menyerang Raven.Bunyi desis halus Air Conditioner dan desiran angin yang menyapu dedaunan di luar sana, terdengar seperti teriakan yang memekakkan telinga di tengah kesunyian malam.Membuat Raven kesulitan untuk terlelap.Sial.Raven akhirnya bangkit, keluar dari

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Pelukan Sang Majikan di Malam Hari   53. Foto Sera

    “Rajin-rajinlah memberi hadiah untuk istrimu. Perempuan akan senang kalau sering diberi hadiah,” ucap Prabu.Raven tidak memberi respons apapun. Dia hanya duduk tegak sembari bersedekap dada. Raut mukanya tenang seperti laut tanpa ombak yang sulit ditebak kedalamannya.“Perhatikan toko perhiasan it

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Pelukan Sang Majikan di Malam Hari   54. Hair Pin

    Tanpa sadar kaki Raven melangkah memasuki toko tersebut. Raven tidak tahu apa yang mendorongnya untuk masuk, dia hanya mengikuti instingnya.Pelayan toko terkejut melihat seorang pria berwajah dingin masuk ke tokonya yang didesain serba pink itu.“Selamat siang. Ada yang bisa saya bantu?” tanya si

    last updateLast Updated : 2026-03-20
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status