Share

Bab 44

Penulis: Mrs.Jeon
last update Terakhir Diperbarui: 2025-07-02 02:50:02

Ruangan itu sunyi seketika. Scarlett mengambil pakaian dan menuju ke kamar mandi.

Setengah jam kemudian, saat Scarlett keluar dari kamar mandi, Tristan sudah tidak ada. Ia mengeringkan rambutnya dengan handuk, merasakan sedikit lega.

Scarlett meletakkan handuk, mengisi ketel dengan air untuk direbus, lalu membuat mi instan dari atas meja. Sambil makan, ia memikirkan berbagai kekecewaan dan pengorbanan yang telah ia lalui selama dua tahun terakhir, dan ia tak bisa menahan tawa getir atas semua yang terjadi padanya.

Tristan bahkan sempat menyebut nama Helen malam itu—mengenangnya tepat di hadapan Scarlett. Kini ia bisa melihat siapa Tristan sebenarnya. Saat ia setuju untuk menikahi Scarlett hanya demi menyenangkan keluarganya.

Namun jika Tristan berpikir ia bisa terus memperlakukan Scarlett sesuka hatinya, maka Tristan salah besar.

Setelah menghabiskan mi-nya, Scarlett mencoba mengalihkan pikiran dan mulai menelaah informasi yang telah ia kumpulkan hari itu dengan alat perekam. Namun pi
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Peluklah aku Seperti Dulu   Bab 108

    Amarah Tristan yang meledak tiba-tiba, disertai hentakan keras ke dinding, membuat Scarlett merasa seolah dadanya dihantam hingga napasnya nyaris terputus.Ia mencengkeram pergelangan tangan Tristan dengan sekuat tenaga. Wajahnya memerah saat ia meronta dan terengah-engah. “Tristan… lepaskan aku…” katanya dengan suara terputus-putus.Scarlett sadar ia tidak bisa mengalahkan Tristan, perbedaan kekuatan mereka terlalu besar. Ia sama sekali tak sebanding dengannya.Tatapan Tristan penuh amarah. Ia tak melepaskannya—justru cengkeraman di leher Scarlett semakin menguat. Udara di paru-paru Scarlett menipis, pandangannya mulai mengabur, bahkan sosok Tristan di depannya perlahan memudar.Tangannya masih mencengkeram pergelangan tangan pria itu, tetapi tenaganya terus terkuras. Ia ingin berbicara, ingin memohon, namun tak satu pun kata mampu keluar.Nathan… Nathan…Nama itu terlintas di benaknya. Nathan tak memiliki ayah, dan mungkin sebentar lagi juga akan kehilangan ibunya. Air mata menggena

  • Peluklah aku Seperti Dulu   Bab 107

    Nathan menyimak instruksi dari Scarlett dengan serius. Tatapannya tertuju lurus ke arah Audrey ketika ia mengumpulkan seluruh keberaniannya dan memanggil, “Nenek.” Suaranya terdengar lantang dan jelas, seolah-olah ia takut panggilan itu tak sampai ke telinga Audrey.Begitu kata “Nenek” terdengar, Audrey refleks mencengkeram dadanya, seakan sebuah anak panah menembus jantungnya. “Astaga, Scarlett, suruh dia berhenti memanggilku Nenek. Itu benar-benar menusuk hatiku. Ibu bersumpah, Ibu bisa langsung pingsan hari ini gara-gara kalian berdua.”Sebutan 'Nenek' adalah sesuatu yang terlalu berat untuk diterima Audrey. Ia bahkan takut, beberapa kali lagi dipanggil seperti itu oleh Nathan, usianya akan berkurang beberapa tahun.Melihat reaksi Audrey yang kelewat dramatis, Scarlett nyaris tertawa.Saat Nathan melihat Audrey terengah-engah sambil memegangi dada, ia justru memeluk leher Scarlett lebih erat dan kembali bersuara manja, “Nenek.”Hati Audrey berdenyut nyeri. Pemandangan Scarlett bers

  • Peluklah aku Seperti Dulu   Bab 106

    Menanggapi pertanyaan Helen, Tristan tetap tenang dan berkata dengan nada datar, “Aku bisa meninggalkan apa pun yang tidak disukai Scarlett.”Helen tidak pernah menyangka Tristan akan mengatakan hal seperti itu. Ia menatap Tristan cukup lama sebelum akhirnya berkata, “Tristan, jangan lupa, Scarlett pernah ingin kamu mati.”Dengan ketenangan yang membuat merinding, Tristan menjawab, “Aku bisa memaafkan dan melupakannya.”Meski hal itu sebenarnya sangat mengganggunya, Tristan tidak ingin Helen melihat kelemahannya. Ia tidak mau memberinya kesempatan untuk memanfaatkannya.Tristan kembali menatap Helen dan melanjutkan, “Helen, alasan aku bisa menikahi Scarlett dan sampai sejauh ini dengannya adalah karena aku peduli padanya. Kau seharusnya tahu itu lebih dari siapa pun. Jadi, tolong jangan lakukan hal-hal yang tidak kusukai.”Meskipun ia tahu Scarlett pernah memiliki niat membunuhnya, Tristan tetap ingin bersamanya dan memilih untuk menikah. Dalam benaknya, ia sudah kalah dalam permainan

  • Peluklah aku Seperti Dulu   Bab 105

    “Sayang!” Scarlett melangkah masuk ke dalam rumah sambil mengenakan masker. Dalam hitungan detik, Nathan yang sebelumnya murung langsung berubah ceria, seolah disuntikkan energi. Ia bangkit dari lantai dan berlari ke arah Scarlett dengan kaki kecilnya yang berderap cepat. “Ibu, Ibu!”“Ibu!” Nathan langsung menubruk ke dalam pelukan Scarlett, seakan mereka sudah berpisah selama berabad-abad.Scarlett mengangkat tubuh kecil itu ke atas. Tak ada sedikit pun tanda bahwa ia baru saja sakit. Wajahnya terlihat cerah.Sebelum pulang kerumah keluarga Wilson, Scarlett lebih dulu mampir ke Celestial Manor untuk mandi dan membersihkan diri, lalu mengenakan masker dengan rapat sebelum masuk ke rumah.Melihat Scarlett yang begitu hati-hati, Summer tak bisa menahan senyum. “Dokter bilang kamu sudah sembuh, sayang. Kamu akan baik-baik saja. Tidak merasa sesak napas?”“Aku tidak apa-apa,” jawab Scarlett. Suaranya teredam oleh masker, tetapi terdengar tegas.Saat Nathan mengulurkan tangan kecilnya, ber

  • Peluklah aku Seperti Dulu   Bab 104

    Dia sama sekali tidak terlihat berusaha menghindari kecurigaan saat bersama Bruce, jadi mengapa sekarang dia justru begitu sembunyi-sembunyi hanya untuk menelepon?Tristan menyelipkan kedua tangannya ke dalam saku dan menatapnya dengan pandangan curiga. Saat mendekat, dia langsung meraih dan merebut ponsel Scarlett dari tangannya.Scarlett segera berdiri dan merebut kembali ponselnya dengan kesal. “Hentikan, Tristan! Dengan kondisi hubungan kita sekarang, kamu tidak punya hak untuk mengutak-atik ponselku.” Dulu, ketika dia belum meninggalkan Woodland, bahkan pada saat pembicaraan tentang perceraian belum muncul, kecemburuan Tristan justru terasa manis baginya—sesuatu yang bisa ia goda dan balas dengan menggodanya kembali. Namun sekarang semuanya berbeda. Dia sudah menjadi seorang ibu, dan bermain-main seperti ini dengan Tristan adalah hal terakhir yang ia inginkan.Wajah Tristan langsung menggelap. Dia mencengkeram wajah Scarlett dan menariknya mendekat. “Kita masih suami istri, Scarl

  • Peluklah aku Seperti Dulu   Bab 103

    “Aku sudah dengar soal itu. Tristan masih belum menemukan siapa pelakunya? Aneh, itu tidak seperti dirinya yang biasanya cepat,” kata Scarlett.Nicole menghela napas panjang, terdengar kesal. “Selama bertahun-tahun aku bekerja mendampingi Tristan, dia tidak pernah membahasnya. Bahkan saat aku baru-baru ini menyinggung soal Helen yang bertanya tentang kebakaran itu, dia juga tidak menjelaskan apa pun. Kamu pengacara. Bisakah kamu menyelidikinya?”Belum sempat Scarlett menjawab, wajah Nicole sudah berubah dingin. “Lagipula, kebakaran itu benar-benar menghancurkan hidupku.”Scarlett tersenyum tipis. “Kamu ingin memintaku menjadi pengacaramu?"Nicole mengernyit. “Aku tidak punya uang untuk membayar pengacara.”Scarlett tertawa kecil sambil melirik jam di meja. “Sudah malam, dan demamku juga sudah turun. Aku akan menyuruh sopir mengantarmu pulang.”“Tidak apa-apa. Aku bawa mobil sendiri,” jawab Nicole sambil berdiri.Scarlett menyilangkan tangan dan menatap Nicole. Melihat reaksinya, Nicol

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status