Share

bab 113 Rionaldo Bimbang.

Author: Pita
last update Petsa ng paglalathala: 2026-01-12 06:03:18

Rionaldo Xaviero berdiri di serambi perpustakaan istana, jari-jarinya menyentuh punggung buku-buku tua yang berjajar rapi,Ia tidak benar-benar membaca,sejak pagi, pikirannya melayang di antara nama-nama yang semakin sering terdengar seperti gema di dinding batu Aethelgard.

Jagatra.

Lucas.

Michael.

Kaesar.

Dan kini… Rafka.

Ia menghela napas pelan,Rionaldo bukan yang paling vokal,bukan juga yang paling diperhitungkan,namun ia cukup cerdas untuk memahami satu ha
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota   bab 271 Jagatra menang besar.

    Fajar datang perlahan ke Aethelgard.Kabut pagi masih menggantung di antara menara-menara istana. Cahaya matahari yang pucat mulai menyentuh dinding batu yang rusak akibat perang.Namun pagi itu... seluruh kerajaan bergerak lebih cepat dari biasanya.Karena hari ini...sidang Dewan Bangsawan akan dilaksanakan.Dan seluruh Aethelgard tahu siapa yang akan hadir.Jagatra.Balai Agung kembali dipenuhi orang.Para bangsawan duduk berjejer di sisi kanan dan kiri aula.Jubah-jubah mewah memenuhi ruangan.Bisikan-bisikan pelan terdengar di mana-mana.Sebagian gugup.Sebagian marah.Sebagian berharap.Namun satu hal sama,tidak ada seorang pun yang bisa mengabaikan tekanan yang memenuhi aula pagi itu.Di ujung ruangan...Audina berdiri di bawah pengawalan.Tidak dirantai.Namun tetap berstatus tahanan sementara.Wajahnya masih pucat.Meski begitu...tatapannya tetap tenang.Nara berdiri tidak jauh darinya.

  • Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota   bab 270 Rionaldo menangis.

    Di taman belakang...Rafka masih duduk diam di bangku batu.Sementara Jagatra tetap berada di sampingnya.Tidak ada percakapan lagi.Karena malam itu, kesunyian terasa lebih jujur daripada kata-kata.Namun di bagian lain istana...seseorang akhirnya mencapai batasnya.Setelah meninggalkan balkon bersama Justin...Rionaldo tidak kembali ke ruang pengobatan.Ia berbelok sendiri ke koridor timur.Langkahnya pelan.Tanpa tujuan jelas.Tanpa sadar.Ia hanya berjalan.Melewati aula kosong.Melewati lorong panjang.Melewati jendela-jendela tinggi yang memperlihatkan langit malam kelabu.Sampai akhirnya...langkahnya berhenti di depan sebuah pintu kayu tua.Rionaldo membeku.Karena ia mengenali tempat itu.Kamar Cristian.Sunyi.Pintu itu sudah tertutup sejak pemiliknya pergi.Tidak ada penjaga.Tidak ada pelayan.Tidak ada siapa-siapa.Hanya sebuah ruangan kosong yang ditinggalkan se

  • Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota   bab 269 Rafka diam.

    Malam masih menyelimuti Aethelgard.Kabut tipis mulai turun perlahan di halaman-halaman istana. Obor penjaga berkelip pelan diterpa angin dingin, sementara suara langkah prajurit malam terdengar samar dari kejauhan.Di balkon sayap barat...Justin dan Rionaldo masih berdiri dalam diam.Tak ada lagi yang perlu dikatakan malam itu.Karena beberapa luka memang tidak bisa dijahit dengan kata-kata.Akhirnya Justin mengembuskan napas panjang."Ayo balik."Rionaldo mengangguk kecil.Mereka berdua mulai berjalan kembali menuju ruang pengobatan.Namun saat tiba di depan pintu...keduanya berhenti.Karena seseorang sudah tidak ada di sana.Rafka.Pria itu menghilang tanpa suara.Justin mengernyit."Mana dia?"Rionaldo melirik ke dalam ruangan.Jagatra masih duduk dekat ranjang Lucas.Para tabib sibuk bekerja.Namun memang...Rafka tidak terlihat.Di sisi lain istana...Rafka duduk sendirian di taman be

  • Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota   bab 268 justin yang terlupakan.

    Malam semakin dalam di Aethelgard.Hujan di luar perlahan mereda, meninggalkan suara tetesan air dari atap batu istana. Ruang pengobatan mulai sedikit tenang setelah Lucas akhirnya sadar kembali.Para tabib masih sibuk mengganti ramuan dan membersihkan racun dari tubuhnya.Namun ketegangan yang tadi memenuhi ruangan…belum benar-benar hilang.Rionaldo duduk di lantai dekat dinding sambil menundukkan kepala. Rafka berdiri diam di dekat jendela. Jagatra masih berada di sisi ranjang Lucas tanpa banyak bicara.Sementara Justin…perlahan berjalan keluar ruangan sendiri.Tidak ada yang menghentikannya.Karena semua orang mengira ia hanya butuh udara.Koridor istana terasa panjang dan dingin malam itu.Langkah Justin bergema pelan melewati obor-obor redup.Tatapannya kosong lurus ke depan.Isi kepalanya masih dipenuhi Michael.Cristian.Lucas.Dan semua orang yang hampir hilang satu per satu.Namun semakin lama ia berjalan

  • Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota   bab 267 Michael yang diingat sebagai iblis.

    saat Lucas dibawa menuju ruang pengobatan kerajaan. Para tabib berjalan cepat melewati koridor sambil membawa ramuan dan kain hangat.Sementara di belakang mereka…tidak ada satu pun yang bicara.Jagatra berjalan paling depan.Tatapannya lurus.Dingin.Rionaldo mengepalkan tangannya sejak tadi. Justin menunduk sambil mengusap wajah kasar berkali-kali. Dan Rafka terus menatap bercak darah kecil yang tertinggal di lantai batu tempat Lucas jatuh tadi.Semuanya terasa terlalu mirip.Terlalu dekat dengan kehilangan lain yang belum sempat mereka kubur.Pintu ruang pengobatan terbuka keras.BRAKK!Tabib segera membaringkan Lucas di atas ranjang besar.“Cepat, siapkan penawar!”“Air panas!”“Bersihkan lukanya lagi!”Suara para tabib memenuhi ruangan.Namun Lucas sendiri hanya memejamkan mata sambil menahan napas berat.Racun hitam samar mulai terlihat jelas di bawah kulit lehernya sekarang.Dan itu membuat suasana ruang

  • Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota   bab 266 Lucas tersungkur.

    Hujan kecil belum berhenti sejak ruangan penghormatan itu ditinggalkan. Lorong-lorong istana dipenuhi cahaya obor redup dan langkah pelan para pelayan yang berbicara nyaris berbisik.Namun setelah keluar dari ruangan Cristian…tidak ada seorang pun yang benar-benar merasa bisa bernapas lega.Jagatra berjalan paling depan di koridor utama.Tatapannya lurus.Diam.Sementara di belakangnya, Justin menunduk sambil memasukkan tangan ke saku jubah. Rafka berjalan pelan dengan wajah pucat. Rionaldo masih memegang gelas kecil kosong sejak tadi.Dan Lucas…langkahnya mulai terasa berat.Sangat berat.Awalnya tidak ada yang sadar.Sampai....BRUKK!Tubuh Lucas tiba-tiba oleng keras menghantam dinding batu.“Lucas!”Rafka langsung bergerak cepat menangkap bahunya sebelum pria itu jatuh sepenuhnya ke lantai.Rionaldo membeku.Justin langsung mendecak panik.“Anjir.!”Lucas tertawa kecil sambil menahan napas kasar.“

  • Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota   bab 186 justin yang terluka.

    Di Balai Arsip Kerajaan, lampu minyak masih menyala.Meski matahari sudah tinggi.Di tengah ruangan yang dipenuhi dokumen tua, Pangeran Justin Stewart Andrian masih berdiri di depan meja.Tangannya membuka satu gulungan.Membaca.Menutup.Lalu beralih ke yang lain.Seo

  • Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota   bab 185 michael yang tertawa.

    Pagi di Kerajaan Aethelgard Silvanus terus berjalan.Namun bagi sebagian orang,Hari ini bukan tentang terang. Melainkan tentang siapa yang masih berdiri di bawahnya. Di balai latihan militer, suara logam kembali terdengar. Clang! Dua pedang beradu keras.

  • Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota   bab 184 Lucas yang dikhianati.

    Pagi di Kerajaan Aethelgard Silvanus semakin terang.Namun cahaya tidak selalu berarti kejelasan.Kadang,Ia justru membuat bayangan terlihat lebih tajam.Di salah satu menara yang jarang digunakan, seorang pria berdiri menghadap halaman istana.Pangeran Lucas Zander Maxime.Ta

  • Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota   bab 180 audina terancam.

    Fajar akhirnya tiba di Kerajaan Aethelgard Silvanus.Langit perlahan berubah dari hitam menjadi abu-abu pucat. Cahaya pagi menyentuh menara-menara tinggi istana, membuat bayangan panjang jatuh di halaman batu.Istana mulai hidup kembali.Para pelayan berjalan membawa air dan makanan.

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status