Share

bab 112 Rafka yang terjebak.

Penulis: Pita
last update Tanggal publikasi: 2026-01-11 06:19:39

Rafka Narendra Afsar berdiri di balkon kecil sayap timur, memandangi halaman bawah dengan dahi berkerut,sejak fajar, dadanya terasa sempit,ada sesuatu yang tidak bisa ia beri nama bukan firasat, bukan pula ketakutan,lebih seperti perasaan bahwa langkah-langkahnya sedang diarahkan tanpa ia sadari.

“Yang Mulia,” ucap seorang pelayan, menunduk hormat. “Anda dipanggil ke Balai Konsultasi. Ratu Elean menunggu.”

Rafka menoleh cepat.

“Ibu?”

“Ya, Yang Mulia. Segera.”
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota   bab 269 Rafka diam.

    Malam masih menyelimuti Aethelgard.Kabut tipis mulai turun perlahan di halaman-halaman istana. Obor penjaga berkelip pelan diterpa angin dingin, sementara suara langkah prajurit malam terdengar samar dari kejauhan.Di balkon sayap barat...Justin dan Rionaldo masih berdiri dalam diam.Tak ada lagi yang perlu dikatakan malam itu.Karena beberapa luka memang tidak bisa dijahit dengan kata-kata.Akhirnya Justin mengembuskan napas panjang."Ayo balik."Rionaldo mengangguk kecil.Mereka berdua mulai berjalan kembali menuju ruang pengobatan.Namun saat tiba di depan pintu...keduanya berhenti.Karena seseorang sudah tidak ada di sana.Rafka.Pria itu menghilang tanpa suara.Justin mengernyit."Mana dia?"Rionaldo melirik ke dalam ruangan.Jagatra masih duduk dekat ranjang Lucas.Para tabib sibuk bekerja.Namun memang...Rafka tidak terlihat.Di sisi lain istana...Rafka duduk sendirian di taman be

  • Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota   bab 268 justin yang terlupakan.

    Malam semakin dalam di Aethelgard.Hujan di luar perlahan mereda, meninggalkan suara tetesan air dari atap batu istana. Ruang pengobatan mulai sedikit tenang setelah Lucas akhirnya sadar kembali.Para tabib masih sibuk mengganti ramuan dan membersihkan racun dari tubuhnya.Namun ketegangan yang tadi memenuhi ruangan…belum benar-benar hilang.Rionaldo duduk di lantai dekat dinding sambil menundukkan kepala. Rafka berdiri diam di dekat jendela. Jagatra masih berada di sisi ranjang Lucas tanpa banyak bicara.Sementara Justin…perlahan berjalan keluar ruangan sendiri.Tidak ada yang menghentikannya.Karena semua orang mengira ia hanya butuh udara.Koridor istana terasa panjang dan dingin malam itu.Langkah Justin bergema pelan melewati obor-obor redup.Tatapannya kosong lurus ke depan.Isi kepalanya masih dipenuhi Michael.Cristian.Lucas.Dan semua orang yang hampir hilang satu per satu.Namun semakin lama ia berjalan

  • Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota   bab 267 Michael yang diingat sebagai iblis.

    saat Lucas dibawa menuju ruang pengobatan kerajaan. Para tabib berjalan cepat melewati koridor sambil membawa ramuan dan kain hangat.Sementara di belakang mereka…tidak ada satu pun yang bicara.Jagatra berjalan paling depan.Tatapannya lurus.Dingin.Rionaldo mengepalkan tangannya sejak tadi. Justin menunduk sambil mengusap wajah kasar berkali-kali. Dan Rafka terus menatap bercak darah kecil yang tertinggal di lantai batu tempat Lucas jatuh tadi.Semuanya terasa terlalu mirip.Terlalu dekat dengan kehilangan lain yang belum sempat mereka kubur.Pintu ruang pengobatan terbuka keras.BRAKK!Tabib segera membaringkan Lucas di atas ranjang besar.“Cepat, siapkan penawar!”“Air panas!”“Bersihkan lukanya lagi!”Suara para tabib memenuhi ruangan.Namun Lucas sendiri hanya memejamkan mata sambil menahan napas berat.Racun hitam samar mulai terlihat jelas di bawah kulit lehernya sekarang.Dan itu membuat suasana ruang

  • Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota   bab 266 Lucas tersungkur.

    Hujan kecil belum berhenti sejak ruangan penghormatan itu ditinggalkan. Lorong-lorong istana dipenuhi cahaya obor redup dan langkah pelan para pelayan yang berbicara nyaris berbisik.Namun setelah keluar dari ruangan Cristian…tidak ada seorang pun yang benar-benar merasa bisa bernapas lega.Jagatra berjalan paling depan di koridor utama.Tatapannya lurus.Diam.Sementara di belakangnya, Justin menunduk sambil memasukkan tangan ke saku jubah. Rafka berjalan pelan dengan wajah pucat. Rionaldo masih memegang gelas kecil kosong sejak tadi.Dan Lucas…langkahnya mulai terasa berat.Sangat berat.Awalnya tidak ada yang sadar.Sampai....BRUKK!Tubuh Lucas tiba-tiba oleng keras menghantam dinding batu.“Lucas!”Rafka langsung bergerak cepat menangkap bahunya sebelum pria itu jatuh sepenuhnya ke lantai.Rionaldo membeku.Justin langsung mendecak panik.“Anjir.!”Lucas tertawa kecil sambil menahan napas kasar.“

  • Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota   bab 265 Mengantar Cristian ke peristirahatan terakhir.

    Malam turun perlahan di Aethelgard.Hujan tipis kembali membasahi halaman istana. Cahaya obor memantul di lantai batu yang masih menyisakan retakan perang. Dan di tengah kerajaan yang sedang mencoba bangkit kembali…nama Cristian kembali memenuhi udara.Karena besok pagi… pemakamannya akan dilaksanakan.Di ruang persiapan kerajaan, beberapa pelayan berjalan pelan sambil membawa kain putih dan lambang bahrasta.Tidak ada suara keras.Tidak ada percakapan panjang.Semua orang bergerak hati-hati…seolah takut merusak kesunyian yang menyelimuti istana malam itu.Di ruangan paling ujung…tubuh Cristian terbaring tenang.Pakaiannya sudah diganti dengan jubah kerajaan berwarna hitam dan emas. Luka di dadanya ditutupi kain kehormatan perang.Dan untuk pertama kalinya sejak perang dimulai…wajah pria itu terlihat benar-benar damai.Pintu ruangan terbuka perlahan.KREEKK…Jagatra masuk lebih dulu.Di belakangnya ada Lucas, Ju

  • Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota   bab 263 Ellisha memberi jalan.

    Balai Agung Aethelgard berubah sunyi.Namun sunyi itu… bukan ketenangan,Melainkan tekanan yang membuat udara terasa berat.Jagatra masih berdiri di tengah aula.Tatapannya dingin mengarah lurus ke depan.Prajurit yang tadi melapor bahkan tidak berani mengangkat kepala lagi.Lucas mengusap wajahnya kasar.“…dewan bangsawan mulai gerak.”Justin mendecakkan lidah keras.“Mereka takut kehilangan kuasa.”Rafka mengepalkan tangannya kecil.“Dan mereka pakai Audina.”Rionaldo langsung berbalik menuju pintu aula.“Gue ambil dia sekarang.”Namun...“Berhenti.”Langkah Rionaldo langsung terhenti.Semua mata berpindah ke Jagatra.Pangeran mahkota itu perlahan berjalan turun dari tangga aula.Langkahnya tenang.Terlalu tenang.Dan justru itu yang membuat semua orang semakin waspada.Lucas menyipitkan mata kecil.“…lo mau apa?”Jagatra berhenti beberapa langkah dari mereka.Tatapannya tidak berubah.

  • Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota   bab 145 justin membakar istana.

    Justin berdiri di ruang peta saat matahari tenggelam. Lilin-lilin dinyalakan satu per satu, memantulkan cahaya pada garis-garis rute, gudang, dan pos jaga. Ia tidak menggeser pin. Ia mengganti urutan membaca.“Mulai dari barat,” katanya pada perwira yang menunggu. “Lewati selatan.”

  • Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota   bab 144 Michael menjual rahasia.

    Michael melintasi lorong-lorong sempit di sisi utara kota, mengenakan mantel gelap yang terlalu biasa untuk dicurigai, terlalu rapi untuk disebut pengemis. Langkahnya terukur, Ia tahu ke mana ia pergi, dan lebih penting lagi, ia tahu apa yang akan ia tinggalkan.Di sebuah rumah minum kec

  • Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota   bab 140 Ellisha yang tersiksa.

    Ellisha duduk di kursi dekat jendela, punggungnya tegak karena kebiasaan istana tak pernah benar- benar pergi. Gaunnya sederhana, warna gading tanpa hiasan. Rambutnya dikepang rapi oleh Nara, setiap pagi, dengan tangan yang selalu sedikit gemetar. “Udara hari ini cerah,

  • Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota   bab 139 audina memberi harapan.

    Malam belum sepenuhnya reda ketika Audina terbangun,karena perasaan itu,tarikan halus di dada, seolah sesuatu yang lama tertahan akhirnya bergerak,udara kamar kecilnya terasa berbeda, lebih ringan, meski jendelanya masih tertutup rapat.Ia duduk perlahan, menyibakkan selimut tipisnya.

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status