แชร์

bab 187 Rafka diselamatkan.

ผู้เขียน: Pita
last update วันที่เผยแพร่: 2026-03-27 06:09:19

Di bawah tanah Kerajaan Aethelgard Silvanus, udara tetap dingin.

Tidak berubah.

Tidak peduli seberapa terang dunia di atas sana.

Di lorong penjara, langkah penjaga terdengar pelan.

Ritmenya teratur.

Seperti biasa.

Namun,Pagi ini, ada satu hal yang tidak biasa.

Di ujung lorong paling gelap, Pangeran Rafka Narendra Afsar masih duduk bersandar pada dinding batu.

Tubuhnya lemah.

Napasnya berat.

Matanya setengah terpejam.

Seolah setiap detik terasa lebih
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota   bab 265 Mengantar Cristian ke peristirahatan terakhir.

    Malam turun perlahan di Aethelgard.Hujan tipis kembali membasahi halaman istana. Cahaya obor memantul di lantai batu yang masih menyisakan retakan perang. Dan di tengah kerajaan yang sedang mencoba bangkit kembali…nama Cristian kembali memenuhi udara.Karena besok pagi… pemakamannya akan dilaksanakan.Di ruang persiapan kerajaan, beberapa pelayan berjalan pelan sambil membawa kain putih dan lambang bahrasta.Tidak ada suara keras.Tidak ada percakapan panjang.Semua orang bergerak hati-hati…seolah takut merusak kesunyian yang menyelimuti istana malam itu.Di ruangan paling ujung…tubuh Cristian terbaring tenang.Pakaiannya sudah diganti dengan jubah kerajaan berwarna hitam dan emas. Luka di dadanya ditutupi kain kehormatan perang.Dan untuk pertama kalinya sejak perang dimulai…wajah pria itu terlihat benar-benar damai.Pintu ruangan terbuka perlahan.KREEKK…Jagatra masuk lebih dulu.Di belakangnya ada Lucas, Ju

  • Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota   bab 263 Ellisha memberi jalan.

    Balai Agung Aethelgard berubah sunyi.Namun sunyi itu… bukan ketenangan,Melainkan tekanan yang membuat udara terasa berat.Jagatra masih berdiri di tengah aula.Tatapannya dingin mengarah lurus ke depan.Prajurit yang tadi melapor bahkan tidak berani mengangkat kepala lagi.Lucas mengusap wajahnya kasar.“…dewan bangsawan mulai gerak.”Justin mendecakkan lidah keras.“Mereka takut kehilangan kuasa.”Rafka mengepalkan tangannya kecil.“Dan mereka pakai Audina.”Rionaldo langsung berbalik menuju pintu aula.“Gue ambil dia sekarang.”Namun...“Berhenti.”Langkah Rionaldo langsung terhenti.Semua mata berpindah ke Jagatra.Pangeran mahkota itu perlahan berjalan turun dari tangga aula.Langkahnya tenang.Terlalu tenang.Dan justru itu yang membuat semua orang semakin waspada.Lucas menyipitkan mata kecil.“…lo mau apa?”Jagatra berhenti beberapa langkah dari mereka.Tatapannya tidak berubah.

  • Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota   bab 262 Audina menjadi tawanan.

    Pagi di Aethelgard mulai bergerak perlahan.Balai Agung kembali dibuka.Para pelayan membersihkan sisa reruntuhan. Prajurit berjaga di setiap lorong utama. Dan untuk pertama kalinya sejak perang saudara pecah…kerajaan mulai terlihat hidup kembali.Namun kedamaian itu… tidak bertahan lama.Di sayap utara istana, Audina sedang duduk di ruang pemulihan kecilnya.Lukanya masih belum benar-benar sembuh. Bahunya masih diperban tebal. Namun dibanding beberapa hari lalu…warnanya sudah jauh lebih baik.Di dekat jendela, sinar matahari pagi masuk lembut menyinari ruangan.Nara berdiri di samping meja sambil menuangkan air hangat.Meskipun Putri Ellisha sudah meninggalkan Aethelgard… Nara masih tinggal sementara untuk membantu pemulihan para korban perang.“Audina, kau harus istirahat lebih lama,” katanya pelan.Audina tersenyum kecil.“Aku bosan terus di kamar.”Nara menghela napas kecil pasrah.Namun sebelum ia sempat menjawab—

  • Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota   bab 261 Jagatra menembus balai agung.

    Fajar belum benar-benar muncul saat langkah Jagatra kembali terdengar di koridor utama istana.Sepanjang lorong batu Aethelgard…obor-obor masih menyala redup.Beberapa pelayan yang berjaga malam langsung menunduk hormat saat melihatnya lewat.Namun tidak ada yang berani bicara.Karena seluruh istana mulai sadar:setelah perang selesai… Jagatra berubah semakin diam.Langkahnya tenang.Terlalu tenang.Seolah semua emosinya sudah terkubur jauh di bawah luka dan kelelahan.Di belakangnya…Lucas berjalan sambil memasukkan tangan ke saku jubah.Rionaldo menyusul beberapa langkah lebih belakang sambil menguap kecil meski matanya jelas belum tidur sama sekali.Rafka ikut berjalan diam.Sementara Justin…baru muncul dari ujung koridor dengan wajah pucat dan mata sembab.Tidak ada yang mengomentari keadaan satu sama lain.Karena semua orang di sana sama-sama hancur. Dan pagi itu… mereka berjalan menuju tempat yang belum dise

  • Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota   bab 260 Rionaldo yang terus bertahan.

    Malam semakin larut di Aethelgard.Sebagian besar istana akhirnya mulai tenang setelah hari panjang yang melelahkan. Para tabib beristirahat bergantian. Prajurit yang berjaga duduk bersandar di dekat obor sambil menahan kantuk.Namun di salah satu atap tertinggi istana…Rionaldo masih belum tidur,Ia duduk di tepi genteng batu dengan satu kaki menggantung santai. Perban di bahunya sudah sedikit memerah lagi karena luka panahnya belum benar-benar kering.Angin malam meniup rambutnya pelan.Tatapannya lurus ke langit gelap.Kosong.Di sampingnya ada botol minuman yang bahkan belum disentuh sejak tadi.Biasanya…Rionaldo pasti sudah mengeluh soal luka. Atau bercanda keras sampai seluruh penjaga istana pusing mendengarnya.Namun malam ini…tidak ada suara apa pun darinya.Karena semakin malam berjalan…semakin sulit baginya mengabaikan kenyataan bahwa Cristian benar-benar sudah tidak ada.“…brengsek.”Gumamannya pelan hilang ter

  • Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota   bab 259 rafka menyerah.

    Hujan sudah berhenti sejak beberapa jam lalu. Namun udara dingin masih menempel di seluruh istana. Obor-obor menyala redup di sepanjang koridor batu, memantulkan bayangan panjang yang membuat istana terasa semakin kosong.Dan malam itu…sejak perang selesai, Rafka Narendra Afsar merasa dirinya tidak sanggup berdiri lagi.Ia berada di halaman belakang istana. Tempat yang jauh dari aula utama. Jauh dari para bangsawan. Jauh dari semua orang yang sibuk memperbaiki kerajaan.Pedangnya tergeletak di samping anak tangga batu.Tidak disentuh.Rafka duduk diam sambil menundukkan kepala. Tangannya saling menggenggam erat sampai buku-buku jarinya memutih.Tatapannya kosong.Karena sejak tadi… ia terus melihat wajah pria yang ia bunuh di lorong perang malam itu.SWUK.Darah.Tatapan tidak percaya.Dan tubuh yang jatuh tepat di depannya.Napas Rafka mulai terasa berat lagi.“…gue benci ini.”Suaranya sangat kecil.Namun cukup jelas di t

  • Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota   bab 166 Justin menikam dari belakang.

    Pagi belum benar-benar terang ketika Justin berdiri di ambang Balai. Ia tidak masuk. Ia menunggu hingga orang-orang yang terburu-buru lewat berhenti berlari,saat itu, keputusan terasa paling ringan untuk digeser.Seorang penghubung menghampirinya dengan senyum administratif. “Ada pembaru

  • Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota   bab 164 lucas menjadi bayangan.

    Setelah langkah pertama Kaesar diambil, istana memasuki jeda yang sunyi. Di sela-sela sunyi itulah Lucas Zander Maxime bergerak,tanpa tanda, tanpa jejak. Ia tidak datang sebagai pangeran; ia datang sebagai celah.Lucas memahami satu hal yang Kaesar abaikan: kekuasaan paling efektif adala

  • Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota   bab 163 kaesar semakin haus takhta.

    Di aula timur, Kaesar berdiri menghadap jendela tinggi. Kabut belum sepenuhnya turun dari bukit, tetapi dadanya sudah penuh oleh sesuatu yang lebih tebal dari udara dingin: ketidaksabaran. Ia membenci jeda-jeda memberi orang lain waktu untuk bernapas, dan bernapas berarti bertahan.Ia me

  • Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota   bab 162 Cristian menyelamatkan.

    Pangeran Cristian Bahrasta mengangkat wajahnya ke arah kisi-kisi jendela, menghitung bayang yang bergerak satu denyut lebih lambat dari jadwal jaga.Di dalam, Putri Ellisha sudah bangun. Ia merasakan perubahan udara sebelum suara muncul. Perubahan itu halus,seperti lilin yang hampir pad

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status