تسجيل الدخولDanastri merupakan gadis yang hidup sendirian untuk memenuhi kebutuhannya dirinya menjadi penari di kraton, sampai suatu hari sebuah pagelaran yang diadakan di kraton berhasil menarik perhatin seseorang setelah melihatnya menari. Dia adalah Kaningrat, salah satu pangeran yang hidupnya sangat tertutup. Kehidupan Danastri mulai sedikit berubah setelah bertemu dengan Kaningrat, laki-laki bangsawan dekat dengan seorang penari merupakan hal yang tidak wajar. Namun, kedekatan mereka membuat Danastri tidak nyaman berbeda dengan Kaningrat yang merasa nyaman di dekat Danastri. Sampai akhirnya suatu peristiwa membuat Danastri harus pergi dari desanya dan berpisah dengan Kaningrat.
عرض المزيدMataku menyipit saat melihat Atma dan Raden Airlangga pulang dengan membawa sesuatu di tangan mereka. Ku pandangi Atma yang mengajakku masuk ke dalam rumah, wajah anak itu lebih cerah dari terakhir kalinya ku temui. Dia memberikan mangga kepadaku entah dari mana anak itu mencurinya."Makan ini, Pakdhe Asmoro membaginya untukmu," ujar Atma sambil tersenyum dan menyodorkannya di depan mulutku."Nah, ini beberapa makanan yang bisa ku berikan padamu," timpal Raden Airlangga dan aku menolaknya."Bagaimana bisa aku memakan ini?""Tentu saja kamu kunyah dengan mulutmu," ujar Raden Airlangga enteng."Bukan, maksudku... ini makanan dari keraton, tidak mungkin aku memakannya begitu saja.""Aku membawanya dengan susah payah tahu, kamu tidak menghargainya sama sekali," keluh Raden Airlangga dan memunggungiku."Padahal aku tadi mengurangi jatah porsiku dan mengambil makanan lagi di keraton sampai kena pukul juru masuk," gumam Raden Airlangga sambil memakan roti isi ayam."Raden Airlang
Di sela-sela kegiatan kami, tiba-tiba pikiranku terpaku pada suatu hal dan dengan cepat aku sedikit mendorong tubuh Raden Kaningrat yang langsung refleks mundur dan dari wajahnya muncul tanda tanya. Aku memiringkan tubuhku tidak ingin melihat wajahnya."Ada apa, Danastri?" tanyanya masih di posisinya."Tidak... aku hanya merasa ini tidak benar," ucapku, "Maksudku di situasi seperti ini kita masih bisa seperti ini dan...."Raden Kaningrat membungkam mulutku dengan bibirnya, "Aku tidak peduli, Danastri. Bahkan jika semua orang mengutuk diriku aku tidak peduli. Aku hanya ingin menikmati waktuku bersamamu," ujarnya dengan sorot mata teduh."Tapi Raden, kita ini berbeda. Mau dilihat dari sisi manapun kita tidak bisa bersama, kehidupan kita, strata kita, semuanya sangat bertolak belakang.""Masalahnya apa?""Masalahnya kita tidak bisa bersama," jawabku sedikit bergetar dan aku bisa merasakan hatiku seperti disayat sesuatu.Raden Kaningrat memperbaiki posisinya dan terduduk, hela
Mataku mengerjap beberapa kali, setelah keributanku dengan Raden Kaningrat tadi pagi tidak lama Wardi dan Raden Airlangga berhasil membawa seorang tabib yang dengan cepat mengobati lukaku. Bahkan aku tidak sadar sudah tertidur cukup lama. Pandanganku beralih ke seberang dan ku temukan wajah dengan serius menatapku lurus."Sudah bangun?" tanyanya dan ku miringkan tubuhku ke arah lain. "Makan, aku sudah menyiapkan makanan untukmu.""Aku tidak lapar," balasku cepat. "Harus makan dari semalam pasti kamu tidak makan," perintahnya yang bergerak ke arahku dan duduk di tepi kursi panjang."Danastriku...""Apa?""Bangunlah, kamu harus makan agar cepat sembuh," ucapnya dengan nada suara lebih lembut. "Jangan mengurusku, Raden benci melihatku di sini, kan?" tanyaku masih di posisiku."Sejak kapan aku benci melihat gadisku pulang menemuiku," jawabnya membuatku berhasil menatap ke arahnya."Tadi! Raden Kaningrat seperti membenciku untuk pulang!" Raden Kaningrat mencondongkan tubuhny
Mataku sayup-sayup bisa melihat seseorang yang tidak asing, aku tersenyum tipis "Atma," panggilku yang berhasil membuat suasana rumah itu cukup ramai."Danastri, bagaimana dia bisa ada di sini?" tanya Atma pada Raden Sembada yang meletakkan tubuhku di kursi panjang."Ada apa Mas Sembada? Apa yang terjadi?" tanya seseorang yang suaranya sudah cukup lama tidak ku dengar."Gawat, Kaning. Danastri datang kemari dengan keadaan seperti ini." Wajah lelah milik Raden Kaningrat langsung terlihat jelas di netraku tangannya memegang tanganku, mencoba menerima di depannya adalah diriku yang sedang kesakitan. Rasa khawatir mereka membuatku merasa bersalah kali ini, aku yang tidak sabar menunggu Atma kembali berujung seperti ini."Danastri, bagian mana yang sakit? Tabib! panggilkan tabib sekarang!" panik Raden Kaningrat melihatku pucat pasi."Apa yang terjadi, Danastri? Bagaimana bisa kamu ke sini sendirian?" timpal Atma yang sama paniknya."Aku akan menyusul Wardi, tunggu sebentar!" Raden Air
Ku rebahkan diriku di atas ranjang setelah pulang dari sungai, pikiranku melayang cukup jauh untuk mencerna semua peristiwa hari ini. Seorang penari tiba-tiba makan bersama seorang ningrat dan cukup akrab untuk berbicara. Selama memikirkan itu semua tidak terasa mataku cukup berat sampai akhirnya t
Sepanjang jalan aku masih mengomel sendiri karena tidak percaya apa yang terjadi sampai akhirnya seseorang muncul begitu saja di depanku, menatapku seperti aku melakukan kesalahan fatal. Aku mencoba mengingatnya sebentar dan astaga sejak tadi aku berjalan di depan seorang Raden.“Maaf...maafkan aku
Sore ini aku menikmati pemandangan belakang rumah, sawah yang terhampar luas warna kemerahan di langit sangat indah sekali, aku juga ditemani oleh Atma yang datang ke rumah. Hari ini benar-benar menguras energiku aku yang sedari tadi diam membuat Atma menyenggol lenganku dan menanyakan kea
Emosiku seperti tidak ingin pergi padahal aku sudah mengatakan apa yang ingin ku katakan selama ini pada mereka. Memuakkan sekali jika diingat, tapi sebisa mungkin aku harus meredam emosiku sendiri jika tidak hanya akan menghambat pekerjaanku. Ku tatap langit biru karena hari ini sangat cer












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.