Share

33. Pulang

last update Petsa ng paglalathala: 2025-11-03 22:06:17

"Hari ini kita pulang."

Darrel terlihat ceria setelah 3 hari dirawat karena terserang demam. Hari ini, tiba waktunya untuk pulang. Arsa menyiapkan semua keperluan putranya.

"Mama masih di rumah sakit. Aku nggak boleh nemenin Mama sebentar aja, Pa?" tanya Darrel izin kepada ayahnya.

"Mama ada yang menemani. Kakak Zeya." Bukan Arsa yang menjawab. Tapi Mira.

"Aku mau ikut temani Mama juga, ya Nek?"

"Tidak boleh." Mira menatap wajah Darrel dengan tegas.

Darrel cemberut. "Kenapa tidak boleh?"

M
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Pembalasan Istri Yang Terluka    69. Saran Untuk Berhenti

    “Lebih baik kamu berhenti saja dari pekerjaanmu ini,” kata Demian sambil meletakan cangkir kopi susu ditangan.Andika mengerutkan keningnya. “Kenapa harus demikian?”“Demi keamanan mu,” kata Demian.“Sayang sekali harus begitu. Aku bersusah payah membangun karier ku,” sahut Andira dengan lesu.Saran dari Demian yang memintanya berhenti dari pekerjaan sebagai praktisi hukum, sama sekali tidak disetujui oleh Andira. Ia cinta dengan pekerjaan itu. Bagaimana mungkin harus berhenti begitu saja.Sebelum menikah, Andira merintis karir sebagai jaksa muda. Dan wanita itu harus merelakan pekerjaannya setelah menikah dan punya anak. Dan setelah anak-anaknya sudah bisa ditinggal, ia beralih profesi menjadi pengacara dan membangun firma hukum sendiri. Sekarang harus berhenti, sungguh disayangkan."Aku menemukan indikasi bahwa suamimu ada rencana ingin menjebak mu. Dia menginginkan kamu berhenti dari pekerjaanmu dengan cara menjebloskan kamu ke penjara.

  • Pembalasan Istri Yang Terluka    68. Jebakan

    Andira merasakan tubuhnya diangkat sosok yang membekap mulutnya. Kepala Andira bahkan ditutup menggunakan kain hitam, tangan diikat, dan mulut dilakban. Ia menyadari bahwa dirinya pasti diculik. Dan gudang tadi, adalah tempat untuk menjebak dirinya. Sosok yang menggendong tubuhnya itu menurunkannya. Ia bisa merasakan bahwa dirinya berada di dalam mobil. Dalam keadaan terbelenggu, Andira hanya bersikap pasrah walau hati diserang rasa takut. Cukup lama Andira berada di dalam mobil. Bahkan tak ada suara sepatah katapun yang berinteraksi dengannya. Dari pendengaran, terasa mobil telah berhenti. Kemudian, kain hitam yang menutup kepalanya dibuka.Ia terkejut melihat seorang pria yang berada di hadapannya kini. Dengan perlahan, lakban yang menutup bibir Andira, dilepas. Tak lupa belenggu ditangan jua. Kemudian, pria itu tersenyum kepadanya."Demian?!" gumam Andira.Ya. Pria itu adalah Demian. Dia membawa Andira dengan cara yang ekstrim. Seketika, Andira bingung dengan semuanya."Ya. Ini a

  • Pembalasan Istri Yang Terluka    67. Permintaan Tolong

    Andira 3 hari berada di Korea Selatan bersama anak-anaknya. Ia kini telah pulang ke Indonesia. Saat ia baru saja turun dari pesawat sebuah telepon masuk menghubungi dirinya. Dan itu dari calon mantan suaminya--- yang lebih tepatnya ayah anak-anaknya. Andira merasa heran mengapa Arsa menghubunginyaApakah pria itu mengetahui dirinya yang pergi ke Korea menjumpai anak-anak mereka? Atau ada hal penting yang akan mereka bicarakan? Jika misalkan Mereka ingin membicarakan mengenai perceraian, Andira berharap bahwa perceraiannya tidak dipersulit lagi oleh pria itu.Di Korea Selatan, ia berkomunikasi dengan Cindy bahwa gugatan perdata mengenai perceraian mereka sedang diproses oleh pihak pengadilan. Yang nantinya, ia akan menjalani sidang lagi. Karena sebelumnya sidangnya ditangguhkan. Arsa tidak mau menceraikan dirinya dengan alasan ingin rujuk. Sekarang Apapun alasannya, ia akan membuat pria itu tidak mampu untuk melawan dirinya lagi"Kenapa dia telepon aku?" gumam Andira memandang layar p

  • Pembalasan Istri Yang Terluka    66. Rencana Arsa

    "brengsek!" ... Arsa membanting ponselnya hingga hancur berkeping-keping. Orang yang menipunya sampai saat ini belum ditemui di mana keberadaannya. Ia bahkan memarahi asistennya yang tidak becus mencari satu orang saja. "Tega dia menipuku! Di mana dia sekarang?" Arsa terlihat dendam dan marah. "Mas ... Kamu kenapa marah-marah sih?" Jenna yang mendengar suara gaduh, memilih masuk ke ruangan kerja Arsa sambil membawa secangkir teh hangat. "Siapa suruh kamu masuk ke dalam ruangan kerjaku?" bentak Arsa membuat Jenna berjingkat kaget. "Aku ke sini mau mengantarkan teh hangat buat Mas. Biasanya aku juga bebas kan masuk ke ruangan ini?" Arsa mendekati Jenna dana"Keluar. Aku tidak mau melihat wajah kamu!" "Tapi---" "Aku bilang keluar. Kamu dengar tidak?" Mata Arsa memerah karena emosi. "Baik." Jenn dengan wajah sedihnya menunduk dalam dan berjalan dengan lesu. Ia membuka pintu dan keluar dari ruangan kerja sang suami. Setelah berhasil keluar ruangan, ia mengintip wajah Arsa yang t

  • Pembalasan Istri Yang Terluka    65. Bertemu

    Arsa masih memeriksa barang pesanannya. Kali ini ia membeli sabu dari penjual yang lain. Karena penjual yang sebelumnya kehabisan stok. Tetapi ia merasa aneh dengan aroma dan juga bentuk barang yang dikirimkan oleh orang baru tersebut kepadanya. Bentuk kristal putih yang ia pegang saat ini berbeda dari biasanya. Ia menggunakan sarung tangannya dan memeriksa setiap butiran itu menggunakan mikroskop. Dan ternyata benar. Bentuk kristal itu tidak rapi dan tidak sesuai dengan standar pada umumnya. Ia kemudian menimbang berat tiap kemasan yang ia pesan. Ia menghela napas berat sekaligus mengepalkan tangannya. Timbangan itu tidak sesuai dengan apa yang ditransaksikan. Arsa mengambil ponsel untuk menghubungi anteknya. "Joe ... kamu cari orang yang menjual sabu kepadaku!" "Memangnya kenapa pada masalah?" tanya Joe. "Timbangannya tidak sesuai dan juga bentuk serta warnanya tidak sesuai standar pada umumnya," jelas Arsa dengan geram. "Jadi kamu ditipu?" tanya Joe penasaran. "Di man

  • Pembalasan Istri Yang Terluka    64. Terbang Ke Korea

    "Kamu yakin akan berangkat sendirian?" tanya Demian pada wanita disampingnya."Tentu saja aku sudah menantikan hari ini untuk bertemu dengan anak-anakku. Aku sudah sangat merindukan mereka," jawabnya.Hari ini adalah jadwal Andira akan berangkat ke Korea Selatan, untuk menemui kedua anaknya. Ia juga sudah memberikan kabar kepada Zeya dan Darrel akan kedatangannya. Mereka bahkan saling berjanji akan bertemu di suatu tempat. Tentunya secara sembunyi-sembunyi. Sebentar lagi Andira akan melakukan boarding pass dan ditemani oleh Demian beserta Cindy. Demian mengantarkan wanita itu sampai ke bandara dan untuk melepas keberangkatannya. Andira sebenarnya menolak. Tetapi Demian yang memaksa ingin ikut mengantarkan. Andira berangkat ke Korea, ingin bertemu dengan kedua anaknya. Rasa rindu yang dipendam oleh wanita itu, tidak bisa dibendung lagi. Ia tidak sabar untuk datang memeluk mereka. Zeya juga sangat antusias dan sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Andira. Tentu saja Andira merasa ba

  • Pembalasan Istri Yang Terluka    50. Sidang

    Aiman masuk ruang sidang bertepatan dengan masuknya Arsa ke ruangan itu. Arsa terlihat menyeringai tajam menatap Aiman dengan tatapan mengejek. Pria itu terlihat ingin sekali mengibarkan bendera perang."Kamu terlihat cerah sekali!" cibir Arsa.Aiman yang sedang dibantu lepaskan borgolnya, tak mena

  • Pembalasan Istri Yang Terluka    49. Perlawanan Terhadap Sang Suami

    "Bu! Ini ada seseorang klien yang menghubungi kita, meminta kita untuk membantunya." Beri tahu Cindy sembari memberijan berkas kepada Andira.Andira membuka berkas yang diberikan oleh Cindy kepadanya. Ia mulai membaca, mencoba memahami dan mempelajari berkas dari orang yang akan meminta jasanya unt

  • Pembalasan Istri Yang Terluka    48. Bermuka Dua

    "Maaf karena aku lancang berbicara demikian," ucap Demian pada Andira. Demian menemui Andira ke ruang kerja wanita itu. Ia ingin meminta maaf tentang dirinya yang berbuat lancang. Karena merasa telah melakukan konferensi pers tentang hubungan mereka di masa lalu tanpa persetujuan dari wanita itu.

  • Pembalasan Istri Yang Terluka    47. Klarifikasi

    "Sidang selanjutnya adalah, mendengarkan nota pembelaan dari saudara terdakwa, dan akan diadakan satu minggu ke depan. Sidang kami tutup!" Tok... Tok... Tok... Suara ketukan palu hakim menutup agenda sidang hari ini.Andira bangkit dari duduknya dan mengajak kliennya yang duduk di kursi pengunjung

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status