MasukPagi Semua ( ╹▽╹ ) Ini bab pertama Pagi ini. Selamat membaca (◠‿・)—☆
Pria tua itu tidak menjawab amukan pria berjubah hitam.Ia hanya menatap Ryan, lalu berkata dengan suara tenang, “Pergilah. Tak seorang pun bisa merebut sesuatu yang memang menjadi milikmu.”Ryan mengangguk pelan.Tanpa menunda, ia melesat ke udara dan tiba tepat di atas Piringan Enam Jalan Reinkarnasi.Ia tidak tahu seberapa kuat pria tua itu sebenarnya. Namun orang tua ini jelas mengetahui rahasia di dalam tubuhnya. Itu saja sudah cukup membuktikan bahwa ia bukan sosok biasa.Anehnya, sejak awal pria tua itu tidak langsung menyerang pria berjubah hitam. Seolah ada aturan tak terlihat yang menahannya, atau mungkin ia memang sedang menunggu Ryan bergerak sendiri.Ryan belum sempat memikirkan alasannya lebih jauh.Begitu ia sampai di atas piringan, pria berjubah hitam langsung bergerak.Sosoknya menerjang ke arah Ryan dengan kecepatan mengerikan. Ia tidak tahu apa yang hendak Ryan lakukan, tetapi firasa
Melihat Cyrus dan dua Kultivator Ranah Star Seed tingkat puncak lainnya bergerak, para kultivator yang tersisa mulai menaruh harapan.Di antara semua orang yang hadir, hanya mereka bertiga yang tampak masih memiliki peluang untuk melawan pria berjubah hitam itu. Jika bahkan mereka gagal, tidak ada lagi yang bisa menahan bencana ini.Mata Ryan juga tertuju pada mereka.Namun di dalam hati, ia tidak berharap terlalu tinggi.Pria berjubah hitam itu berani muncul secara terbuka, bahkan berani menguras Anugerah Dunia semua orang di hadapan begitu banyak kultivator. Itu berarti ia pasti punya keyakinan untuk menghadapi Cyrus dan dua kultivator puncak lainnya. Orang seperti itu tidak mungkin bertindak tanpa persiapan matang.Benar saja.Begitu Cyrus dan yang lain mendekat, pria berjubah hitam hanya mundur setengah langkah.Piringan hitam di tangannya tiba-tiba melesat ke udara.Wung! Wung!Piringan i
Ryan menoleh ke arah suara serak itu.Orang yang berbicara ternyata pria berjubah hitam.Semua kultivator ikut menatap ke arahnya. Jika bukan karena ucapannya barusan, sebagian besar dari mereka mungkin sudah lupa bahwa sosok itu masih berada di tempat ini.Dulu, saat berada di depan gerbang World Palace, saripati darah pria berjubah hitam itu membuktikan bahwa ia memiliki bakat mengerikan. Bahkan bisa disebut sebagai genius tanpa tanding. Kesan itu sempat menekan hati banyak orang.Namun setelah memasuki World Palace, ia hampir tidak menunjukkan keberadaan.Ia seperti bayangan yang sengaja menyingkir dari keramaian.Ryan menyipitkan mata.Ia tidak menjawab seketika.Zirah Ilahi Kosmik baru saja ia peroleh setelah melewati pertarungan hidup dan mati. Anugerah Dunia di tubuhnya juga didapat dengan darah, luka, dan nyaris kehilangan nyawa.Adapun jiwa Naga Emas Sembilan Cakar sudah menyatu dengan pusat energinya. Jika ia ingin menyerahkannya, sama saja ia harus merusak kultivasinya sen
Setelah ledakan besar itu mereda, tubuh Darius Dragvine terpental jauh ke belakang.Sinar pedang Ryan terlalu cepat.Darius baru saja terluka oleh tusukan Tombak Ilahi Gungnir, sehingga reaksinya terlambat setengah napas. Dalam pertarungan setingkat ini, keterlambatan sekecil itu sudah cukup untuk menentukan hidup dan mati.Ia jatuh keras di arena, lalu perlahan memaksa tubuhnya berdiri.Darah mengalir dari sudut bibirnya. Di dadanya, sebuah luka mengerikan menganga lebar sampai memperlihatkan tulang yang retak di balik dagingnya. Aura yang sebelumnya menekan seluruh arena kini tampak kacau.Melihat keadaan itu, musuh-musuh Ryan langsung diliputi firasat buruk.Darius gagal membunuh Ryan saat pemuda itu berada di ambang kematian. Sekarang, setelah Ryan pulih sebagian berkat perlindungan Naga Emas Sembilan Cakar, membunuhnya tentu menjadi jauh lebih sulit.Apakah Ryan benar-benar akan membalikkan keadaan?Pikiran itu membuat wajah mereka menegang.Sebelumnya, mereka menganggap keber
Darius Dragvine tertawa lepas.Akhirnya, Ryan akan mati juga.Begitu ia kembali ke Keluarga Dragvine, nama ini bisa ia banggakan di hadapan semua orang. Membunuh Ryan bukan sekadar kemenangan biasa. Itu berarti ia telah menyingkirkan ancaman besar yang selama ini membuat banyak faksi di Wilayah Barat gelisah.Pandangan Ryan perlahan mengabur.Kesadarannya hampir tenggelam. Bahkan jika ia meminta para kultivator di dalam Kuburan Pedang mengalirkan energi kepadanya, hasilnya tetap tidak akan cukup untuk membalik keadaan.Tubuhnya sudah terlalu jauh melampaui batas.Setiap tarikan napas terasa seperti menyeret bara panas ke dalam dada. Luka di sekujur tubuhnya terus mengirim rasa sakit yang tajam, sementara tenaga yang tersisa nyaris habis seluruhnya. Jangankan menyerang, sekadar mengangkat senjata pun terasa seperti memindahkan gunung.Darius melangkah pelan mendekatinya.Lalu, ia meninju tubuh Ryan.Pfft!Darah menyembur dari mulut Ryan.Tubuhnya tidak lagi mampu dikendalikan. Ia rob
Wajah Darius Dragvine berubah perlahan.Namun ia tidak berbicara. Ia hanya mengeluarkan sebilah golok tajam dan menggenggamnya erat, bersiap menerima serangan yang mungkin turun kapan saja.Di atas kepala Ryan, Mata Iblis yang sehitam malam mulai bergetar.Tekanan dari mata itu berbeda dari teknik Ryan sebelumnya. Bukan sekadar energi iblis biasa, melainkan hawa dingin yang seolah bisa menatap langsung ke dasar jiwa. Bahkan para penonton di luar arena ikut merasakan dada mereka sesak, meski kabut hitam telah menghalangi pandangan mereka dari arena.Energi iblis dari Pedang Iblis Darah terus mengalir ke kedua mata Ryan, membuat pandangannya berdenyut sakit. Wajahnya semakin pucat, dan urat-urat gelap muncul di sekitar matanya.Ryan tahu serangan ini masih membutuhkan umpan terakhir.Ia memaksa keluar setetes saripati darah dari tubuhnya.Setetes darah itu melesat ke arah Mata Iblis di langit.







