Home / Urban / Pembalasan Tuan Muda Terkuat / Bab 1311 - Bertemu Wendy

Share

Bab 1311 - Bertemu Wendy

Author: Rianoir
last update publish date: 2025-05-06 05:44:16
Ryan dan Xiao Yan berjalan meninggalkan panggung dengan langkah ringan.

Ryan mengedarkan pandangan ke sekeliling, namun tidak menemukan sosok Shirly Jirk di mana pun.

Dia tidak tahu ke mana tetua wanita itu membawanya, tetapi untungnya, wanita itu tampaknya tidak memiliki niat buruk terhadap Shirly. Jadi Ryan tidak perlu terlalu khawatir.

'Shirly Jirk mungkin akan muncul saat pertarungan terakhir untuk sepuluh besar dimulai,' pikir Ryan. 'Bagaimanapun, selain seorang juri dia juga seorang
Rianoir

Ini bab kedua pagi ini. selamat berkativitas (⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆ Bab Bonus: 0/3. Bab Reguler: 2/2

| 86
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (4)
goodnovel comment avatar
Bening Sumarsono
kenapa klw rianoir muncul ceritanya lenyap yaaaa kekuatan macam apa yg bisaa melenyapkan cerita dlm novel
goodnovel comment avatar
Bubun Burhanudin
eh nunggu bab 1312 ya untuk mengetahui lanjutannya
goodnovel comment avatar
Bubun Burhanudin
nunggu lagi bab 1311 ya
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3464: Pusaran di Langit

    Alaric Whitmore baru melangkah beberapa langkah sebelum berhenti. Tanpa menoleh, dia melanjutkan bicaranya dengan nada yang sama tenangnya."Kalau kau mau bergabung dengan klan-klan asing, kau tidak hanya akan mendapat dukungan dari Sekte Moon Flower saja.""Kami pun akan berkontribusi dalam pengembanganmu. Termasuk menyediakan banyak esensi darah." Sebuah jeda kecil. "Dan satu lagi, aku punya hadiah untukmu. Jangan lupa datang menemuiku."Ryan menatap punggung jubah putih itu dengan pikiran yang sudah bergerak sebelum kalimat itu selesai.Esensi darah. Dalam jumlah besar. Teknik Reinkarnasi Dewa Iblis yang sudah ia kultivasi memerlukan itu lebih dari bahan apa pun yang bisa ia dapatkan sendiri. Dan di seluruh Benua Valorisia, tidak ada sumber yang lebih melimpah dari klan-klan asing.Keputusan itu tidak perlu waktu lama untuk terbentuk."Mengerti," katanya. "Aku akan datang menemui Senior Alaric dalam tiga tahun."Alaric Whitmore mengangguk tanpa menoleh dan melanjutkan langkahnya.

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3463: Hari Kehancuran

    Beberapa saat kemudian, formasi Gunung Roh Abadi bergetar dan mengaktifkan dirinya. Ryan, Serena, dan semua yang tersisa meninggalkan lembah dalam kesenyapan yang berbeda dari sebelum ujian dimulai.Tidak ada yang berbicara. Lembah yang beberapa jam lalu penuh dengan teriakan dan ledakan kini hanya menyisakan langkah-langkah yang tergesa meninggalkannya.Rindy berjalan di samping Yuriel yang sudah tidak berkata apa-apa sejak tadi. Jari-jarinya yang sempat mengepal sudah mengendur, tapi tatapannya kosong, tertuju ke suatu titik di depan yang bukan lagi bagian dari lembah ini."Guru." Suaranya pelan. "Kau berjanji.""Lupakan janji itu." Yuriel tidak memperlambat langkahnya. "Hari ini aku memang kalah. Tapi itu karena liontin itu. Kalau tidak ada benda itu, hasilnya sudah berbeda."Suaranya kembali ke nada dingin yang biasa. "Dan soal kau bertemu dengannya, itu tidak akan terjadi. Fokus pada Kompetisi Rising Dragon. Kau d

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3462: Aku Tunggu

    "Semuanya bisa dibicarakan," kata Kian Theron dengan nada yang berusaha terdengar ramah tapi gagal menjangkau telinganya sendiri."Klan Unicorn Naga pasti punya banyak simpanan esensi darah Unicorn Naga." Ryan menatapnya datar. "Cade Aurin berhutang sebagian dari itu kepadaku."Kening Kian Theron berkerut.Memang benar. Klannya menyimpan banyak esensi darah, tapi semuanya dikelola ketat dan tidak bisa diambil tanpa persetujuan dewan tetua. Dan untuk menyelamatkan Cade Aurin yang sudah kehilangan seluruh garis darahnya dan tidak lagi berguna bagi klan, tidak akan ada satu tetua pun yang mau menyetujuinya. Dewan tetua tidak pernah menyetujui hal seperti ini. Terutama untuk seseorang yang sudah tidak punya nilai bagi klan."Tidak bisa?"Kian Theron mengatupkan bibirnya.Hening selama beberapa detik. Matanya bergerak sebentar ke arah Ryan, lalu ke Ketua Aliansi di sampingnya, dan sesuatu yang sempat berk

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3461: Maaf Mengecewakan

    Raungan itu mengoyak seluruh lembah. Dari celah debu yang terbelah, kepala raksasa dengan rahang terbuka lebar muncul lebih dulu, diikuti badan yang terus mengembang semakin besar, semakin panjang, memenuhi arena yang sudah porak-poranda. Naga Darah. Panjangnya tidak bisa langsung dihitung dengan mata. Seluruh tubuhnya memancar merah darah yang berdenyut seperti jantung yang berdetak terlalu cepat. Dari sekitar tubuhnya, sisa energi iblis dari bilah raksasa tadi masih mengepul pekat. Naga itu telah menelan bilah iblis raksasa itu. Bulat. "I... ini..." Yuriel mundur setengah langkah. Untuk kedua kalinya hari ini, kakinya bergerak ke belakang tanpa menunggu perintah dari pikirannya. BOOOMMM! Naga Darah menukik lurus ke arah Patung Seratus Binatang yang masih berdiri di tengah lembah. Benturannya mengirimkan getaran ke seluruh permukaan tanah sekaligus, dan semua orang yang berdiri di sana terpaksa mencengkeram apa pun yang bisa dijangkau agar tidak terpelanting. Debu menge

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3460: Tiga Tetes Darah

    Liontin giok itu melesat keluar dari balik baju Ryan. Dalam hitungan detik, benda kecil itu meledak menjadi perisai raksasa yang mengembang di antara Ryan dan senjata maut yang meluncur dari langit. Bilah iblis menghantam permukaan perisai dengan tenaga penuh. KRAAAK! Perisai bertahan. Bilah berhenti. Jarak antara ujungnya dan tubuh Ryan hanya selebar satu jari. Di atas tebing, darah menyembur dari bibir Yuriel Leviathan sebelum ia sempat menahan diri. Pfft! Serangan balik. Sambungan antara dirinya dan teknik yang ia kendalikan putus paksa, dan harganya ditagih langsung dari dalam tubuhnya sendiri. Tulang-tulangnya seperti ditekan dari dalam. Napasnya tersengal. Matanya melebar menatap perisai itu. Dia kenal benda ini. 'Itu... liontin yang pernah kuberikan kepada Shirly.' Tangannya mengepal. Shirly dan Rindy sudah ia awasi ketat dari jarak dekat. Tidak ada celah bagi mereka untuk mendekati Ryan. Lalu bagaimana liontin itu bisa berakhir di tangan bocah itu? Yuriel me

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3459: Turunnya Iblis

    Orang tua berjubah putih itu merasakan sesuatu yang tidak beres dan melirik ke arah tebing.Sudah cukup jelas baginya bahwa seseorang dari Istana Roh Abadi sedang menyerang Ryan. Tapi ia memilih tidak bertindak. Pasti ada alasan di balik langkah Istana Roh Abadi. Yuriel tidak pernah bergerak tanpa perhitungan yang matang, dan sekte yang sudah bertindak jarang bisa dihentikan dengan mudah tanpa harga yang lebih besar dari yang sepadan.Kalau ia ikut campur sekarang, urusannya hanya akan menjadi jauh lebih rumit dari yang perlu.Jadi ia memilih tetap di tempatnya.**Ryan menatap energi iblis yang menggeliat di udara, matanya menyempit. Aura ini bukan milik Cade Aurin.'Ada yang mengendalikan ini dari belakang.'Sebelum ia selesai menganalisis, energi iblis itu bertransformasi menjadi ribuan anak panah yang menutupi langit. Semuanya meluncur deras ke arahnya sekaligus.Kekua

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 1510 - Tujuan Asli Monica

    "Hei, kurasa aku tidak setuju dengan ini." Sebuah suara santai memecah ketegangan. Ryan, yang berdiri di belakang Monica, melangkah maju dengan tenang. "Aku tidak takut pada Xing Yingji," lanjutnya dengan nada ringan. "Mengapa aku membutuhkan seorang wanita untuk menyelamatkanku?" Dia berhenti se

    last updateLast Updated : 2026-03-27
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 1487 - Menghadapi Tiga Faksi Berbeda (III)

    Darah menyembur bagaikan air mancur, menodai tanah di sekitarnya. Wajah Tetua Keluarga Sith masih menampakkan ekspresi tak percaya bahkan setelah kematiannya. Jika dia tahu bahwa semuanya akan berakhir seperti ini, dia pasti tidak akan menyerang. Sayangnya, sudah terlambat. Hembusan angin ding

    last updateLast Updated : 2026-03-27
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 1546 -  Terdesak

    Ekspresi Chester Fauss berubah drastis. Setelah mundur beberapa langkah akibat benturan serangan tadi, tanpa ia sadari tubuhnya gemetar, dan pedang di genggamannya terasa aneh—getaran halus merambat dari gagang hingga ke ujung bilahnya. Kemudian, tanpa peringatan— KRAK! Pedang di tangan Chester

    last updateLast Updated : 2026-03-27
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 1541 -  Mengunjungi Lokasi Pembantaian

    Derrick Hodge memperhatikan perubahan ekspresi tetua itu dan bertanya dengan nada tenang namun penuh selidik, "Tetua Chester, mengapa wajah Anda begitu pucat? Apakah terjadi sesuatu?" Chester Fauss berusaha mengendalikan dirinya. Ia mengepalkan tinjunya kuat-kuat, menekan amarah yang bergolak di da

    last updateLast Updated : 2026-03-27
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status