MasukMalam Semua ( ╹▽╹ ) Terima Kasih Kak Lola Ayu, Kak Chen Thomson, Kak Pengunjung5804, Kak Eny Rahayu, Kak Herman Muhammadamin, Kak Patricia Inge, Kak Alberth Abraham Parinussa, Kak Elly Mawar, Kak Hari, dan Kak Pengembara Senja Bayu atas hadiah Koinnya (. ❛ ᴗ ❛.) Terima Kasih juga kepada para pembaca yang telah mendukung novel ini dengan Gem (◍•ᴗ•◍) karena jumlah koin telah mencapai target, maka akan ada bab bonus hadiah(≧▽≦) Ditunggu (◠‿・)—☆
Ryan menarik napas panjang lalu melangkah menaiki undakan altar yang sudah retak. Setiap langkahnya menimbulkan gema berat di dalam gua yang sunyi.Sesampainya di tengah altar, Ryan mengulurkan tangan dan menyentuh rune kuno di permukaannya.Dari kedalaman altar, suara iblis itu langsung terdengar penuh kegembiraan.“Bocah, aku semakin mengagumimu. Tidak lama lagi kau akan meraih kemuliaan tertinggi.”Rune di bawah ujung jari Ryan awalnya terasa sedingin es. Namun sesaat kemudian, suhunya berubah menjadi panas membara.Energi iblis yang tak berujung langsung menyembur keluar.Seluruh Hutan Polaris berguncang hebat. Pohon-pohon tua tumbang satu demi satu, sementara burung-burung yang masih tersisa terbang menjauh dengan panik.**Di luar hutan, Lina Jirk segera merasakan perubahan tersebut.Wajahnya tetap tenang, tetapi ia tahu sesuatu yang besar sedang terjadi di dalam gua.“Adik kecil, sebenarnya apa yang terjadi di dalam?” tanya Zane Stern ketika melihat Lina keluar.Ia melanjutkan
“Di zaman kuno, Ranah Great Void bukanlah ujung dari jalan kultivasi.”Suara dari dalam altar terdengar penuh kesombongan.“Meski begitu, dengan kultivasimu yang secuil itu, bagaimana mungkin kau bisa bertemu sosok yang berada di atas Ranah Great Void?”Nada suaranya berubah membujuk.“Bocah, kalau kau mau membantuku membuka segel ini, aku bisa melindungimu seumur hidup.” “Kau tahu apa artinya mendapat perlindungan dari sosok perkasa Ras Iblis?”“Bahkan Kerajaan Ilahi pun akan gentar padamu!”Ryan melipat kedua tangan di dada.“Kalau begitu, kenapa tidak kau ceritakan dulu berapa tingkat kultivasimu di zaman kuno?”Ia tersenyum tipis. “Katakan, dan aku akan membuka segelmu.”Kedalaman altar mendadak sunyi.Beberapa saat kemudian, suara itu kembali terdengar.“Bocah, di atas Ranah Great Void masih ada Ranah Disaster Slaying.”Ryan langsung memusatkan perhatian.“Ranah Great Void adalah tahap yang sangat penting dalam jalan kultivasi. Begitu seseorang menginjak ranah itu, dia mulai mem
Debu dan pecahan batu berhamburan ke segala arah.Dari dalam altar, raungan murka menggema begitu keras hingga telinga terasa ditusuk. Sosok yang tersegel di sana bukan iblis biasa, melainkan klon dari keberadaan yang kekuatannya berkali-kali lipat melampaui pemuda bengis yang baru saja dibunuh Ryan.Pada zaman kuno, iblis itu disegel oleh beberapa sosok perkasa. Setelah waktu yang sangat lama, segelnya akhirnya hampir runtuh.Namun tepat ketika kebebasan sudah berada di depan mata, Ryan muncul dan menghancurkan seluruh rencana.Bawahannya mati, formasi yang dipersiapkan selama berbulan-bulan hancur, dan semua usaha itu berakhir sia-sia.“Ryan, yang ini bagaimana?” tanya Lina Jirk sambil menunjuk ke arah altar. “Mau kubantu membunuhnya?”Ryan tidak langsung menjawab.Ia justru melirik Emmett Huxley yang masih terkapar tidak jauh dari sana, lalu berjalan mendekatinya.Kesadaran Emmett memang sudah kabur, tetapi ia belum benar-benar pingsan. Matanya masih terbuka dan dipenuhi ketidakpe
Detik berikutnya, sebuah daya tak kasatmata menyembur dari kening Ryan.“Pedang Jiwa, tebas!”Energi jiwa yang tajam langsung melesat menuju kultivator Ras Iblis yang sedang menerjangnya.Ryan memang belum benar-benar menguasai Pembunuh Penyegel Dewa. Namun setelah terus berlatih, ditambah Jiwa Primordial miliknya yang sangat kuat, ia sudah mampu meniru sebagian prinsip teknik itu dalam bentuk lebih sederhana.Serangan ini belum bisa disebut teknik jiwa sejati.Ryan menamainya Pedang Jiwa karena daya yang dilepaskan memadat seperti sebilah pedang tak terlihat dan langsung menembus kesadaran lawan.Kelemahannya jelas. Teknik ini sangat membebani Jiwa Primordial Ryan, sehingga dalam kondisi normal ia hanya bisa menggunakannya sekali. Kalau sedang terluka parah, bahkan satu kali pun mungkin tidak sanggup.Selain itu, terhadap lawan dengan Jiwa Primordial yang jauh lebih kuat, dampaknya akan sangat berkur
Ayunan kapak itu mengguncang seluruh gua. Angin yang terdorong ke depan begitu keras hingga serpihan batu di lantai terlempar ke dinding dan menancap di sana. Cahaya hitam membuncah dari mata kapak, lalu energi iblis bergolak dan memadat menjadi seekor naga iblis hitam yang melilit bayangan kapak raksasa. Bayangan itu jatuh menghantam Ryan. Serangan ini jauh lebih kuat daripada tebasan Emmett Huxley tadi. Dari tekanannya saja, Ryan bisa merasakan bahwa inilah teknik terkuat kultivator Ras Iblis tersebut. Teknik itu jelas bukan warisan biasa dari Benua Valorisia. Kekuatan yang terkandung di dalamnya membawa jejak Ras Iblis dari zaman ketika mereka masih berkuasa. Ryan mengangkat alis. Ia memang sempat meremehkan lawannya. Namun hanya sebatas itu. Pedang Feralrot kembali bergerak. Cahaya pedang menyala dari bilah hitam tersebut, lalu menerjang naik dan menghantam bayangan kapak yang turun dari atas. Boom! Lantai batu retak seperti kaca, sedangkan udara di titik benturan ber
Lebih dari itu, Emmett Huxley sebelumnya sempat menahan kultivator Ras Iblis selama beberapa saat. Jeda itulah yang memberi Ryan cukup waktu untuk membebaskan Xander Jett dan teman-temannya. Karena itu, Ryan tetap mengakui satu hal. Ia berutang budi kepada Emmett. Kalau bukan karena pertolongan tersebut, Ryan tidak akan membiarkan pria itu tetap hidup setelah memilih berkhianat dan menyerangnya. Tidak jauh dari sana, pemuda bengis yang sejak tadi memasang wajah penuh ejekan kini terpaku. Emmett memang bukan lawan yang sebanding dengannya, tetapi pria itu tetap seorang Kultivator Ranah Star Sealed sejati. Namun Ryan menjatuhkannya hanya dengan satu tebasan. Pemuda itu bahkan mengingat kembali benturan tadi. Emmett mengerahkan seluruh kekuatannya, cahaya pedangnya memenuhi gua, lalu serangan itu dihancurkan Ryan dalam sekejap. Tidak ada tipu daya tersembunyi maupun artefak yang tiba-tiba muncul. Hanya satu tebasan. Hal seperti itu seharusnya mustahil dilakukan seorang Kultiv







