홈 / Urban / Pembalasan Tuan Muda Terkuat / Bab 2020 - Kelompok Misterius

공유

Bab 2020 - Kelompok Misterius

작가: Rianoir
last update 게시일: 2025-08-31 13:01:49
Mata Ryan menyipit berbahaya. Niat membunuh terpancar dari sekujur tubuhnya seperti aura iblis.

Ia melangkah maju dengan tekanan yang mencekam. "Sudah kubilang. Aku di sini untuk mencari seseorang."

"Aku tidak tahu siapa kau, tapi kalau kau ingin hidup, ceritakan padaku apa yang terjadi pada Keluarga Pendragon. Kalau tidak, aku tak akan ragu membunuhmu dengan cara yang menyakitkan."

Suara Ryan tidak menunjukkan kehangatan sedikitpun, tetapi terdengar sangat menggelikan di mata keempat penjaga
Rianoir

ini bab kedua siang ini. Selamat beraktivitas (⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆

| 62
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4076: Peti Pedang Six Paths

    Pedang Ulric Fenwick hampir mencapai Ryan ketika cahaya dari Pedang Caelterra tiba-tiba menyala.Esensi Pedang Abadi menyelimuti bilahnya. Ryan mengayunkan pedang itu sekali, tanpa gerakan berlebihan.Boom!Serangan Ulric langsung terbelah. Cahaya pedang Ryan menerobos dan melesat tepat ke arahnya.Ulric yang semula menyeringai kini kehilangan seluruh kepercayaan dirinya. Ia baru saja mengerahkan kekuatan Ranah Star Seed, tetapi tebasan lawannya bahkan tidak melambat."Apa?!"Ulric berusaha menghindar, tetapi kedua kakinya seperti terpaku ke tanah. Sekuat apa pun ia memaksa tubuhnya bergerak, sudah terlambat.Sinar pedang menghantam pinggangnya.Brak!Tubuh Ulric terbelah dua. Bagian atas tubuhnya terlempar, sementara kedua kakinya roboh sesaat kemudian. Darah membasahi bebatuan di antara pedang-pedang yang tertancap.Dua rekannya membeku. Salah seorang sempat melangkah maju untuk membantu Ulric, tetapi langsung menarik kembali kakinya ketika melihat darah mengalir di bebatuan."Ulric

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4075: Makam Myriad Sword

    Sepuluh tahun.Ryan menghabiskan hampir seluruh waktunya di Alam Pedang untuk berkultivasi dan berlatih pedang.Dari fajar hingga larut malam, Pedang Caelterra nyaris tidak pernah lepas dari tangannya. Telapak tangannya berkali-kali melepuh dan pecah sebelum akhirnya dipenuhi kapalan tebal.Namun Ryan tidak pernah menyesali waktu yang dihabiskannya.Selama berkultivasi di dunia luar, ia selalu dikejar berbagai masalah. Bahkan ketika memperoleh teknik pedang baru, Ryan jarang memiliki kesempatan untuk mempelajarinya secara mendalam.Sepuluh tahun di Alam Pedang mengubah semua itu.Bukan hanya kultivasinya yang kembali mencapai Ranah Creation tingkat enam, pemahamannya tentang Dao Pedang juga meningkat pesat. Esensi Pedang Abadi di dalam tubuhnya bahkan telah bangkit sepenuhnya.'Sekarang aku tidak harus selalu bergantung pada Demon Emperor dan Kuburan Pedang.'Ryan menggenggam Pedang Caelterra sambil tersenyum.Dengan kekuatannya sekarang, ia yakin mampu menghadapi kultivator yang ti

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4074: Sepuluh Tahun di Alam Pedang

    Ryan membuka mata dan mendapati dirinya berada di sebuah sel bawah tanah. Dinding batu mengurungnya dari segala sisi, sementara niat membunuh yang memenuhi udara membuat kulitnya merinding.Ia hendak berdiri, tetapi kedua tangannya tertarik ke belakang.Trang!Ryan menunduk. Sepasang rantai hitam membelenggu pergelangan tangannya. Ia mencoba mengerahkan tenaga, namun rantai itu bahkan tidak bergeser. Lebih buruk lagi, pusat energinya juga tersegel.'Apa-apaan yang dilakukan Jarvis Halden?''Katanya aku akan memasuki Alam Pedang. Kenapa malah jadi tahanan?'Krieet!Pintu lorong terbuka. Seorang wanita cantik berjubah megah masuk bersama dua murid."Kau murid Divine Sword Palace yang baru memasuki tanah terlarang?" tanyanya."Benar. Tapi boleh aku tahu tempat apa ini?"Wanita itu memperhatikannya. "Aku tidak menyangka Jarvis Halden benar-benar mengizinkan orang masuk lagi.""Jadi, kau me

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4073: Alam Pedang

    Kata-kata Ryan membuat Jarvis Halden terdiam cukup lama. Jemarinya yang sejak tadi mengetuk sandaran singgasana akhirnya berhenti, sementara aula itu tenggelam dalam kesunyian. Ryan tidak mendesak. Ia berdiri dan menunggu keputusan Kepala Istana. Akhirnya, Jarvis menghela napas. "Baiklah. Aku tidak akan menyelidiki asal-usulmu lebih jauh." "Selama kau tidak mengkhianati Divine Sword Palace, itu sudah cukup." Ryan diam-diam mengembuskan napas lega. Setidaknya, ujian yang satu ini berhasil dilewatinya. 'Untung semua yang kukatakan tadi memang bukan kebohongan. Orang tua gemuk itu benar-benar membuatku betah di tempat ini.' Jarvis bangkit dari singgasananya. "Waktumu di Tanah Terlarang Pedang tidak banyak. Berangkatlah sekarang." "Hari ini mungkin juga menjadi hari terakhirmu di Divine Sword Palace." Ryan yang baru hendak berbalik langsung berhenti. Alisnya sedikit terangkat mendengar kalimat terakhir itu. 'Hari terakhirku?' Namun setelah dipikir lagi, ucapan itu masuk akal.

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4072: Pengakuan Ryan

    Divine God Frost Sword menghampiri murid penjaga gerbang Divine Sword Palace. "Aku Divine God Frost Sword dari Myriad Sword Palace. Aku mencari seseorang bernama Ryan. Apakah dia berada di sini?" "Kalau dia ada, tolong beri tahu aku. Ada urusan penting yang harus kubicarakan dengannya." Kedatangan Divine God Frost Sword bersama Ilya Northpalace dan rombongannya bukan tanpa alasan. Beberapa hari sebelumnya, Ilya membawa seorang pria dan seorang wanita ke Myriad Sword Palace untuk mencari Ryan. Dahulu, setelah kejadian yang melibatkan Klan Aetheren, Ryan pernah memberi tahu Ilya bahwa dirinya berniat pergi ke Myriad Sword Palace. Ilya pun menjadikan tempat itu sebagai tujuan pertama pencariannya. Mencari satu orang di tengah luasnya Benua Valorisia jelas tidak mudah. Menurut Ilya, hanya fakai sebesar Myriad Sword Palace yang memiliki peluang menemukan jejak Ryan. Namun sesampainya di sana, mereka justru mengetahui bahwa Keluarga Celestedragon sedang memburu Ryan di seluruh Benua

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4071: Identitas Ryan Terbongkar

    Boom! Wajah Ryan tetap tenang ketika pedang Malcolm Tidewell mendekat. Ia mengangkat pedang kayunya dan menyambut serangan itu secara langsung. Begitu kedua bilah beradu, dentuman mengerikan mengguncang arena. Lantai batu di bawah kaki mereka langsung ambles membentuk cekungan, sementara retakan menjalar ke segala arah seperti jaring laba-laba. Para murid yang menonton terpaku. Untungnya, dua belas kepala puncak sudah memasang tabir pelindung. Tanpa perlindungan itu, gelombang kejut dari benturan tadi saja cukup untuk mencelakai banyak orang. "Domain Pembantaian!" Ryan tiba-tiba melepaskan domainnya. Aura pembantaian yang mengerikan seketika menyelimuti arena dan membuat wajah semua orang berubah drastis. Seorang Kultivator Ranah Creation ternyata mampu menguasai kekuatan domain. Bagi mereka, pencapaian seperti itu sama sekali tidak masuk akal. "Sebenarnya siapa kau?" seru Malcolm tak percaya. Untuk pertama kalinya, wajah dingin Malcolm menunjukkan keterkejutan. Ryan ha

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status