หน้าหลัก / Urban / Pembalasan Tuan Muda Terkuat / Bab 2027 - Rencana Keluarga Pendragon (IV)

แชร์

Bab 2027 - Rencana Keluarga Pendragon (IV)

ผู้เขียน: Rianoir
last update วันที่เผยแพร่: 2025-09-01 13:06:34

"Ujian kedua?" Will Pendragon bertanya dengan mata berbinar penuh antusias.

"Tunggu dulu, Kepala Keluarga," Will melanjutkan dengan nada tidak sabar. "Seharusnya akulah yang menangani ketiga ujian itu!"

Franchoir Pendragon tersenyum tipis, tatapannya misterius. Sejak cabang keluarga Ryan dan William Pendragon musnah, kekuasaan telah beralih ke tangannya. Garis keturunan utama kini digantikan dengan miliknya, menjadikan Will sebagai keturunan terdekat yang tersisa dari Ryan dan William.

"Kamu sa
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (5)
goodnovel comment avatar
Pengembara Senja Bayu
...... Hehehehehee
goodnovel comment avatar
Pengembara Senja Bayu
Semakin bosan... ... Byk sangat bab rencana...
goodnovel comment avatar
Narimo Apa Adanya
4 bab rncna
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3322: Kolam Langit

    Divine God Beast Tamer jarang memuji siapa pun.Itu yang membuat kata-katanya kali ini terasa beda."Perolehanmu kali ini memang tidak kecil." Suaranya naik dari kedalaman Kuburan Pedang dengan nada yang tidak biasa, ada sesuatu di dalamnya yang bukan sekadar penilaian teknis. "Kau sudah menyentuh hukum. Energi Gao-mu dan Immortal Divine Body-mu keduanya melompat secara signifikan." Jeda. "Bakat semacam ini... memang mengkhawatirkan."Dari seseorang yang jauh lebih sering berkomentar dingin daripada memberi pengakuan, kalimat itu sudah cukup. Ryan mengerti maksudnya.Dia melangkah keluar dari pintu asrama sambil tersenyum tipis. Tidak perlu dijawab lebih jauh.Tapi di dalam Kuburan Pedang, Divine God Beast Tamer berdiri diam setelah Ryan pergi. Tidak bergerak. Tidak bersuara.Pikirannya berputar ke Myriad Sword Palace. Ke pemandangan yang tidak mudah dilupakannya, seorang pemuda Ranah Primordial Chaos yang mem

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3321: Satu Hari Satu Malam

    Suara itu naik dari kedalaman Kuburan Pedang, berat dan tidak terburu-buru."Logam Gao dulu. Esensi Kristal Ungu Surgawi bukan sesuatu yang bisa kau sentuh dengan kondisi tubuhmu sekarang.""Kalau dipaksakan, kau tidak akan sempat merasakan manfaatnya dan pergi ke akhirat."Ryan menatap Esensi Kristal Ungu Surgawi itu. "Seseram itu?""Lebih dari itu." Jeda. "Logam Gao dulu. Perkuat fondasi. Baru setelah itu kita bicara soal yang satu ini."Ryan menyimpan kembali Esensi Kristal ke dalam tas simpanannya. Lalu ia duduk bersila di tengah kamar, mengatur napas, dan membiarkan energi spiritual dari kabut di sekelilingnya mulai mengalir masuk. Perlahan, satu demi satu, setiap helaan napas menarik lebih banyak dari kabut itu ke dalam tubuhnya.Logam Gao melayang ke udara di depannya, berputar pelan, memancarkan dingin yang tidak pernah mencair.**Satu hari satu malam berlalu.Cahaya keemasa

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3320: Urat Nadi Surgawi

    Sergio Moras berhenti di depan sebuah bangunan yang berdiri di antara pepohonan tua.Kabut tujuh warna mengambang di sekelilingnya, padat dan diam, tidak terusik angin sedikit pun. Bukan kabut biasa yang akan tersapu saat seseorang berjalan melewatinya. Kabut ini seolah sudah memilih tempatnya dan tidak akan bergeser ke mana-mana."Ini tempatmu." Sergio membuka pintu pagar dengan gerakan santai. "Silakan masuk."Ryan melangkah masuk dan berhenti begitu tangannya menyentuh lapisan kabut itu.Energi spiritual yang meresap ke dalam pori-pori kulitnya bukan energi yang biasa dia rasakan. Lebih bersih, lebih padat, dan ada sesuatu di dalamnya yang terasa seperti hidup, seperti bukan sekadar energi yang mengalir masuk dari luar.Dia mengangkat tangannya dan mengusir kabut itu pelan. Lapisan demi lapisan bergerak mengikuti gerakan tangannya, merekah seperti tirai yang disingkap.'Energi spiritual ini sudah mengkristal di udara.' Penilaian itu jatuh pelan di benaknya. 'Bukan energi yang ma

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3319: Logam Gao

    Ryan belum sempat menjawab ketika suara lain memotong duluan."Tentu saja mau, Guru!" Jessica Neuro melangkah ke depan dengan wajah bersinar, nyaris tanpa ragu. "Ambil saja dia."Ryan menatap Jessica dengan ekspresi datar.'Kau memutuskan ini untuk siapa?'Jessica menangkap tatapannya. Ia memiringkan kepala sedikit ke arah Ryan, lalu berbisik dengan volume yang secara teknis seharusnya tidak terdengar siapapun, tapi anehnya tetap sampai ke telinga semua yang berdiri di sekitar mereka."Guruku baru keluar dari pertapaan. Ini kesempatan yang tidak akan datang dua kali." Jeda sedetik. "Dan soal benda itu... jangan sebut di sini."Benda itu.Ryan mengerti seketika. Tablet Reinkarnasi.Dia melirik sekali lagi ke arah Tetua Agung kurus itu, lalu mengangguk.Tetua Agung itu tidak terlihat senang. Juga tidak terlihat tidak senang. Wajahnya datar seperti batu, tidak berubah sama sekali."Baik."Tangannya bergerak dari belakang punggung ke depan, dan sebuah benda kecil melayang pelan ke arah R

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3318: Dua Tetua Agung

    Pandangan Xavier Dragvine menyapu ketiga tetua di hadapannya, pelan dan penuh perhitungan.Tetua Quincy berdiri tenang dengan rambut putih dan wajah yang tidak mengungkapkan apa-apa.Elgar Stroud menatap balik dengan mata biru yang tidak lazim itu, tanpa berkedip.Dan Tetua Jorvath, yang berdiri setengah langkah lebih maju dari dua rekannya, tubuhnya seperti tembok batu memancarkan aura yang paling dekat dengan sesuatu yang mengalir dalam darah Xavier sendiri.Xavier tidak perlu lama.Matanya berhenti di Jorvath.Perubahan di wajah tetua itu langsung terlihat. Kerutan dalam di sekitar mata emasnya mengendur. Garis rahang yang biasanya keras itu melembut.Sudah bertahun-tahun dia mencari murid dengan garis darah yang cukup serasi dengannya. Dan sekarang, akhirnya ada yang berdiri di depannya.'Anak ini.' Tekadnya sudah bulat sebelum langkah pertamanya selesai. 'Aku akan mewariskan semuanya padanya.'Dia

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3317: Tiga Tetua

    Eren Carster mengembuskan napas panjang. Dia berdiri dan menghadap ke aula. "Ryan Pendragon dan Xavier Dragvine resmi menjadi murid sejati Sekte Moon Flower!"Sesaat kemudian, siluet dari mural itu berubah menjadi kepulan asap hijau yang mengalir turun, melingkari Ryan dan Xavier sebelum kembali ke mural. Sesuatu yang sangat ringan hinggap di pikiran Ryan, seperti sentuhan jari yang bahkan tidak meninggalkan bekas tapi tetap terasa, dan sedetik kemudian sudah hampir hilang.Divine God Beast Tamer yang berdiri di sisi aula miring ke arah Ryan. Suaranya rendah. "Berhenti mencarinya. Dengan kultivasimu sekarang, kau tidak akan bisa merasakannya."Ryan menoleh."Leluhur Elgin Brance sudah lama melampaui batas dunia ini." Divine God Beast Tamer menyipitkan matanya. "Yang tadi itu bukan tubuhnya. Hanya sisa jejaknya. Tapi bahkan sisa jejak itu cukup untuk menitipkan sepotong berkah Dao kepada kalian berdua.""Berka

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 167 - Ke Toilet Lagi

    Di pintu masuk Hotel Century, Ryan dan Rindy berjalan beriringan, dengan Angelica mengikuti di belakang dalam diam. Suasana di antara mereka terasa sedikit canggung. Ryan, yang berjalan di depan, tiba-tiba teringat sesuatu. Ia menoleh ke belakang, menatap Angelica. "Kamu pulang menggunakan apa?" ta

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-18
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 190 - Keadaan Berbalik

    Ryan mendengarkan percakapan antara Franklin Pierce dan ibu Rindy Snowfield dengan saksama, bibirnya melengkung membentuk senyum tipis. Ia harus mengakui ketajaman intuisi Franklin Pierce–pria tua itu tanpa ragu memilih berpihak padanya alih-alih Keluarga Snowfield.Dengan gera

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-18
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 158 - Kekurangan Uang

    Lidya Lark secara alami mendengar percakapan antara Rindy dan Ryan. Awalnya, ia mengira wanita itu seperti dirinya, seseorang yang penasaran dengan identitas misterius Ryan. Namun, seiring berjalannya percakapan, menjadi jelas bahwa mereka berdua saling mengenal dengan baik. Terlebih lagi, isi

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-18
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 193 - Rencana Ryan Pada Perusahaan (II)

    Ruang pertemuan diliputi keheningan. Para peserta rapat terpaku menatap dokumen di hadapan mereka, berusaha mencerna informasi yang baru saja mereka terima. Setelah beberapa saat yang terasa seperti selamanya, salah seorang dari mereka akhirnya bersuara, "Ini pasti palsu, kan? Mana mungkin ada prod

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-18
บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status