Beranda / Urban / Pembalasan Tuan Muda Terkuat / Bab 2082 - Melawan Peter Chuck

Share

Bab 2082 - Melawan Peter Chuck

Penulis: Rianoir
last update Tanggal publikasi: 2025-09-11 06:14:11
"Tidak heran mereka mengaku memiliki guru yang sama. Mereka sebenarnya adalah orang yang sama! Hmph!" Mike Hellheim mendengus dingin. "Namun, itu tidak masalah. Lagipula dia akan mati hari ini!"

"Benar, dia harus mati hari ini!"

"Awalnya saya khawatir Arthur Pendragon akan bersembunyi dan membalas dendam pada kami di masa depan, tetapi karena mereka berdua orang yang sama, membunuh Ryan akan menyelesaikan semuanya," kepala Keluarga Warlock berkata dengan dingin.

Saat dia berbicara, dia tiba-t
Rianoir

Ini bab kedua pagi ini. Selamat beraktivitas (⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆

| 68
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3738 - Merobek Tawanan World Palace

    Ryan mengangguk pelan. Ia tidak membantah perintah Cyrus. Dalam keadaan seperti ini, memaksa bertahan di tempat yang sama hanya akan membuat dirinya menjadi sasaran berikutnya. Kecepatannya langsung meledak sampai batas tertinggi. Dalam beberapa tarikan napas, Ryan berhasil menarik jarak dari Tawanan World Palace. Namun di saat yang sama, Cyrus Whitlock memuntahkan segumpal darah. Dadanya remuk terbenam ke dalam. Ketika Ryan mundur, Tawanan World Palace sempat menendangnya dengan kekuatan yang mengerikan. Tendangan itu membuat luka Cyrus bertambah parah. Wajah Ryan mengeras. Tawanan World Palace memang hanya berada di puncak Ranah Star Seed. Namun kekuatan yang ia tunjukkan jelas melampaui tingkatan itu. Bahkan Kultivator Ranah Star Sealed tingkat awal pun belum tentu bisa menekannya dengan mudah. Melihat kondisi Cyrus, mata Ryan perlahan memerah. Energi iblis hitam mulai merambat di sekujur tubuhnya, seperti kabut hidup yang melilit kulit dan tulangnya. Kalau bukan kar

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3737 - Tebasan yang Hampir Membelah Takdir

    Wajah para kultivator di sekitar formasi persegi berubah pucat.Mereka menatap medan pertempuran tanpa berani berkedip, seolah setiap gerakan Tawanan World Palace bisa menentukan hidup dan mati mereka. Tidak ada yang bersuara. Bahkan napas pun terasa tertahan.Wajah Ryan juga tidak lebih baik.Kini, tidak ada lagi yang benar-benar bisa berdiri di luar masalah. Semua orang berada di kapal yang sama. Jika Tawanan World Palace tidak bisa dihentikan, mereka semua akan mati di tempat ini.Serangan para tawanan semakin ganas.Setiap kali goloknya terayun, angin dan awan seolah ikut terguncang. Gelombang energi yang menyebar dari tebasannya membuat tanah retak dan udara bergetar. Banyak Kultivator Ranah Star Seed sudah tumbang, dan mereka yang masih hidup pun tidak berada dalam kondisi baik.Beberapa Kultivator Ranah Star Seed mulai kehilangan keberanian.Mereka tidak lagi peduli pada Anu

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3736 - Tak Terbendung

    "Membunuh Tawanan World Palace akan memberimu Anugerah Dunia!" Suara dingin seperti mesin itu kembali bergema di seluruh area. Ryan langsung memahami situasinya. Para kultivator berzirah kuno yang tadi menyerbu keluar dari istana kecil hanyalah pembuka. Musuh sesungguhnya adalah sosok di hadapan mereka ini. Tawanan World Palace. Dialah inti ujian yang harus mereka hadapi. Bram Herstone berjalan mendekati Ryan dengan wajah tegang. Ia tahu betul dirinya sama sekali tidak memenuhi syarat untuk ikut dalam pertarungan seperti ini. Dengan kekuatannya sekarang, Tawanan World Palace bisa membunuhnya hanya dengan satu gerakan kecil. Dalam pertarungan ini, hanya kultivator di atas Ranah Star Seed tingkat delapan yang punya hak untuk maju. Itu pun hanya batas paling rendah. Mereka yang lebih lemah hanya akan mati sia-sia. Cyrus Whitlock menoleh kepada dua Kultivator Ranah Star Seed tingkat puncak lainnya. Kedua orang itu juga sudah bersiap menyerang. Mereka semua memahami nilai An

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3735 - Tawanan World Palace

    Formasi persegi itu bergerak perlahan. Kecepatannya tidak bisa disebut cepat, tetapi jarak tiga ribu meter bukanlah jarak yang terlalu jauh bagi para kultivator. Dalam waktu kurang dari sepuluh menit, formasi tersebut sudah membawa mereka sampai di sisi istana kecil. Begitu formasi berhenti, sebagian kultivator langsung tidak mampu menahan diri. Mereka menyerbu masuk ke dalam istana dengan mata penuh keserakahan, seolah takut harta karun di dalamnya akan direbut lebih dulu oleh orang lain. Ryan tidak ikut bergerak. Ia tetap berdiri di tempatnya, menunggu dengan tenang. Berdasarkan pengalaman sejak memasuki World Palace, tempat ini jelas bukan lokasi yang bisa dimasuki sembarangan. Apa pun yang tampak mudah didapat biasanya menyembunyikan bahaya. Benar saja. Sekitar satu menit kemudian, para kultivator yang tadi menyerbu masuk mendadak berhamburan keluar. Wajah mereka pucat. Sebagian tampak panik, sebagian lagi berteriak tidak jelas sambil berlari menjauh dari pintu istana.

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3734 - Menuju Istana Kecil

    Ryan berdiri di atas formasi teleportasi. Detik berikutnya, rasa pusing hebat menyerang kepalanya. Pandangannya berputar singkat, dan ruang di sekelilingnya seperti tertarik oleh kekuatan tak terlihat. Ketika ia kembali membuka mata, ia sudah berada di tempat lain. Banyak kultivator berdiri di sekitarnya. Ryan segera mengedarkan pandangan, mencari sosok yang dikenalnya. Namun setelah beberapa saat, ia tidak menemukan Bram Herstone di antara kerumunan itu. Ia tidak langsung panik. Bram mungkin dikirim ke tempat berbeda, atau belum berhasil keluar dari ruang ujiannya. Ryan melangkah maju dan mengamati keadaan di depan. Di kejauhan, berdiri sebuah istana kecil. Istana itu tidak terlalu besar, tetapi memancarkan kesan kuno dan misterius. Di sekelilingnya mengalir sebuah sungai panjang yang memutari seluruh bangunan, seperti parit alami yang sengaja memisahkan istana itu dari dunia luar. Sekitar tiga ribu meter dari istana kecil tersebut, terbentang sebuah formasi berbentuk

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3733 - Anugerah Dunia Setelah Jenderal Kuno Tumbang

    Sang jenderal kuno kembali menyerang.Golok di tangannya terayun bertubi-tubi, setiap tebasan membawa tekanan berat yang memaksa Ryan terus menahan dengan serius. Meski mata jenderal itu kosong, gerakannya tetap cepat dan mematikan.Bang!Pedang Iblis Darah bertabrakan dengan goloknya.Bunyi logam beradu menggema tajam di ruangan sempit itu. Percikan api menyebar ke udara, menerangi dinding beku yang dipenuhi retakan.Ryan tidak berhenti di sana.Tombak Gungnir di tangannya langsung menghunjam ke depan.Namun sebelum mata tombak itu mengenai sasaran, sang jenderal mengulurkan tangan kirinya dan mencengkeram batang tombak dengan kuat.Ryan mengernyit.Ia segera mengangkat kaki dan menendang tubuh lawan.Boom!Tendangan itu mendarat telak, tetapi jenderal kuno itu sama sekali tidak bergeming.Tubuhnya tetap berdiri kokoh di tempat, seolah yang baru saja ditendang Ryan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status