LOGINMengikuti bau darah yang masih segar, Ryan dan Ina berjalan hati-hati menembus hutan.Mereka terus menyusuri arah bau itu selama sekitar sepuluh menit sampai akhirnya melihat sosok Kakek Sherman.Begitu melihat keadaan lelaki tua tersebut, amarah langsung meledak di dada Ryan.Kakek Sherman memang tidak memiliki kekuatan besar dan hidup sederhana di wilayah pelayan. Namun orang tua inilah yang menyelamatkan nyawa Ryan dan Luna ketika keduanya berada dalam kondisi paling buruk.Sekarang, Kakek Sherman justru diikat pada sebatang pohon besar.Pakainya dipenuhi noda darah. Wajahnya lebam, bibirnya pecah, dan napasnya sudah sangat lemah.Di kiri dan kanannya berdiri dua Kultivator Ranah Creation tahap awal.“Pak tua, cepat serahkan Tanaman Api Merah itu!” Salah seorang dari mereka membentak tanpa sedikit pun rasa kasihan.Kakek Sherman tampak hampir tidak memiliki tenaga untuk menjawab.“Berhenti!
Sehari berikutnya, Ryan dan Luna masih tinggal di pondok beratap ilalang milik Kakek Sherman. Kakek Sherman membawakan beberapa obat untuk merawat luka Ryan. Khasiatnya tidak terlalu besar, tetapi Ryan tetap menerimanya. Pemulihan utamanya tetap bergantung pada tubuhnya sendiri. Ryan sama sekali tidak menyangka setelah lolos dari wilayah Keluarga Celestedragon, dirinya justru berakhir di tempat sederhana seperti ini. Ia memiliki gambaran kasar mengenai Wilayah Timur Benua Valorisia. Dibandingkan wilayah lain, kekuatan keseluruhan Wilayah Timur tergolong besar dan jauh melampaui Wilayah Barat. Ryan berniat tinggal beberapa hari untuk memulihkan diri. Setelah kondisinya benar-benar pulih, ia akan kembali ke Sekte Moon Flower dan mencari kabar terbaru mengenai Keluarga Celestedragon. Ia perlu mengetahui apa yang terjadi setelah dirinya pergi, termasuk nasib para tawanan hukuman mati yang berhasil keluar dari alam rahasia. Namun sekarang bukan saat yang tepat untuk pergi. Keluarg
Wendy menatap Ryan yang masih tidak sadarkan diri dengan raut bingung. “Ryan adalah variabel terbesar? Seperti apa masa depannya?” Sebelum pikirannya melangkah lebih jauh, Wendy tiba-tiba merasakan riak aura dari kejauhan. Sorot matanya seketika berubah dingin. “Karena aku tidak bisa memusnahkan Keluarga Celestedragon sekarang, setidaknya hari ini akan kuberi mereka pukulan telak.” Sebilah pedang es terbentuk di tangannya, bening dan tipis, dengan hawa dingin yang mengepul dari bilahnya. Wendy mengangkat satu tangan lalu merobek ruang di depan. Celah hitam terbuka, dan tanpa ragu ia mengirim Ryan bersama Luna ke dalamnya. Ke mana tepatnya mereka akan tiba tidak penting. Yang terpenting, keduanya tidak boleh tetap berada di wilayah Keluarga Celestedragon. Kalau mereka masih di sini, akibat yang menyusul pasti sangat berbahaya. Setelah memastikan Ryan dan Luna menghilang, angin kencang menyapu langit. Wendy menggenggam pedang es lalu berjalan mantap ke satu arah. Sebelum pergi,
Finn Miles merasakan ujung panah-panah es menembus dadanya satu demi satu. Jantungnya dihujani tusukan, sementara darah yang seharusnya menyembur langsung membeku di dalam luka. Mata Finn membelalak penuh keterkejutan. Beberapa detik kemudian, seluruh kekuatan di tubuhnya lenyap. Ia tewas di tempat. Pada saat yang sama, di aula utama Keluarga Celestedragon, Tristan Miles tiba-tiba merasakan sesuatu. “Celaka!” Wajahnya langsung berubah. Tristan berdiri tergesa dan menatap Henry Celestedragon. “Ini gawat! Sesuatu terjadi!” Begitu kata-kata itu keluar, dua sosok langsung melesat meninggalkan aula menuju istana samping. Henry tidak punya pilihan selain ikut. Wajahnya berubah gelap. Ia tahu masalah ini sudah berkembang terlalu jauh. Kebenaran yang sejak tadi ingin disembunyikan tidak mungkin lagi ditutup-tutupi. ** Di tengah reruntuhan istana samping, Wendy tidak langsung menghampiri Ryan. Ia justru mengalihkan pandangan ke salah satu sudut yang tampak kosong. “Senior, kau sudah
Tetua Keluarga Celestedragon itu menatap gadis bercadar yang sudah memasang tabir di sekeliling area. Barulah ia sadar bahwa keadaan mereka jauh lebih buruk daripada dugaan sebelumnya. Selama tabir itu masih ada, orang-orang di aula utama Keluarga Celestedragon tidak akan mengetahui apa yang sedang terjadi di sini. Tetua tersebut mundur selangkah tanpa sadar. Namun sebelum ia sempat bergerak lebih jauh, sebuah suara dingin menusuk udara. “Kau yang membuat Ryan terluka?” Langkah tetua itu langsung berhenti. Mulutnya terbuka, tetapi tidak ada satu pun kata yang keluar. “Baiklah. Kalau kau memilih diam, akan kuanggap kau yang bertanggung jawab.” Begitu kalimat itu selesai, Wendy mengepalkan tangannya. Ekspresi tetua itu langsung berubah. Ia sadar ada yang tidak beres dan mencoba melarikan diri, tetapi kedua kakinya seolah membeku menempel pada tanah. Sret! Sebatang tiang es menyembur dari bawah dan menembus tubuhnya sampai keluar dari ubun-ubun. Tubuh tetua itu langsung teran
“Tak kusangka panenku sebesar ini!” “Orang ini membawa aura Tuan Muda Elias. Sepertinya kematian Tuan Muda Elias benar-benar berkaitan dengannya!” Gelombang energi menyapu area itu dan langsung menahan Tetua Keluarga Celestedragon yang hendak membunuh Ryan. Seorang pemuda tampan muncul di depan Ryan dan Luna. Aura pemuda itu luar biasa kuat. Jubah putihnya disulam benang perak, sedangkan sikapnya begitu santai seolah sedang memeriksa barang miliknya. Dia adalah Finn Miles, anggota Keluarga Miles dari Kerajaan Ilahi. Pergerakan Keluarga Celestedragon terlalu besar untuk terus disembunyikan. Karena itulah Tristan Miles memerintahkan putranya menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi. Namun Finn sama sekali tidak menyangka akan menemukan kekacauan sebesar ini. Lebih penting lagi, Ryan membawa aura Elias Miles. Tetua yang memegang golok langsung mengenali Finn. Bahkan Henry Celestedragon memperlakukan pemuda itu dengan sangat hormat. “Selamat siang, Tuan Muda Miles.” Tetua itu







