MasukDewa berjuang demi ibunya. Selain sebagai IT, dia juga merangkap sebagai bartender di sebuah kafe. Tak lama, tawaran datang dari bos cantiknya tentang sebuah proyek. Sejak menerima tawaran tersebut, hidup Dewa berubah. Dengan uang yang didapatnya, dia merintis usaha sendiri dan menjelma menjadi eksekutif muda yang sukses. Banyak wanita yang ingin menjadi pendamping hidupnya. Bahkan wanita yang dulu menghinanya, sekarang mengejarnya!
Lihat lebih banyak“Jangan lupa buah dan camilannya dimakan,” ucapan Lidya membuyarkan lamunan Dewa. Pria itu menggeleng pelan. Tidak percaya bahwa tadi dia membayangkan hal mesum bersama Lidya.Tanpa menunggu jawaban dari Dewa, Lidya keluar dari kamar pria itu. Sepeninggal Lidya, Dewa menghempaskan bokongnya di kasur. Dia mengusap wajahnya kasar. Mengapa setiap berdekatan dengan Lidya dan Silvia, otak kotornya langsung bekerja?Apakah ini karena dirinya terlalu lama menjomblo?Untuk mengusir pikiran buruknya, Dewa melanjutkan pekerjaannya tadi sambil menikmati makanan yang disediakan wanita itu.Tak terasa, dua jam berlalu. Dewa menghentikan pekerjaannya lalu bersiap untuk ke kampus. Hari ini dia masih harus mengikuti ujian akhir di kampusnya.Dengan tergesa, Dewa menuruni tangga dengan tas ransel tersampir di bahunya. Di ruang tengah, dia berpapasan dengan Lidya. “Kamu mau ke mana?” tanya Lidya begitu melihat Dewa.“Aku mau ke kampus. Hari ini masih ada ujian.”“Kalau gitu biar diantar Pak Wawan,” uja
Belum hilang rasa terkejut Dewa karena Silvia muncul tiba-tiba, sekarang wanita itu sudah menempelkan bibirnya di bibir Dewa. Bibir kenyal Silvia mulai memagutnya dengan lembut.Untuk sesaat tubuh Dewa membeku. Dia masih tidak tahu harus melakukan apa. Namun, hebatnya permainan bibir Silvia tak ayal membuat Dewa membalas ciuman wanita itu. Karena Dewa membalas ciumannya, Silvia semakin memperdalam ciumannya.Tangan Dewa mulai bergerak dan berhenti di bokong Silvia. Dia meremas bokong itu layaknya squishy.Sadar bahwa apa yang mereka lakukan bisa berakhir di atas ranjang, Silvia segera mengakhiri ciumannya. Dia memeluk leher Dewa, kemudian berbisik pelan di telinga pria itu.“Aku sangat ingin membawamu ke ranjang. Tapi sampai kamu menjadi pendonor, kita tidak bisa melakukan itu. Aku akan menunggumu.”Silvia menggigit kecil telinga Dewa, membuat tubuh Dewa meremang.Setelah itu, Silvia berenang menuju tepian. Wanita itu segera keluar dari kolam. Dewa yang masih berada di tempatnya, mema
“Apa hasil tesku sudah keluar?” tanya Dewa tak sabar.“Sudah. Sesuai prediksi, hasil tesmu baik. Kamu sehat dan tidak terdeteksi mengidap penyakit berbahaya.”“Syukurlah,” jawab Dewa senang. Setelah menjalani dua pemeriksaan, akhirnya Dewa bisa menjadi pendonor sperma.Sama seperti Dewa, Silvia juga senang mendengar hasil tesnya tidak mengecewakan. Bukan hanya Dewa yang akan mendapat bayaran sebagai pendonor sperma, Silvia juga akan mendapat bayaran yang cukup besar.“Kamu akan langsung tinggal di rumah Pak Hendri mulai hari ini,” ujar Silvia membuyarkan lamunan Dewa. “Sampai waktu inseminasi buatan terjadi, kamu akan tinggal di rumahnya. Dia ingin memastikan sendiri asupan gizimu terpenuhi dengan baik.”“Apa tidak masalah kalau aku tinggal di rumahnya? Bagaimana kalau para tetangga tahu?”Silvia tidak bisa menahan tawanya mendengar pertanyaan polos Dewa. “Kamu pikir tempat tinggal Pak Hendri sama seperti tempat tinggalmu? Nggak usah mengkhawatirkan hal yang tidak perlu.”Dewa melem
Tepat pukul tujuh pagi Dewa sudah berada di halte dekat gang rumahnya. Tak berapa lama kemudian mobil yang dikendarai Silvia berhenti di depan halte. Tanpa disuruh, Dewa segera masuk ke dalam mobil.Dari kursi samping, Dewa terus memperhatikan cara Silvia menyetir. Diam-diam Dewa mengagumi Silvia. Bukan hanya cantik, tapi Silvia juga perempuan yang pintar, berwawasan luas, dan mandiri. Wanita itu terlihat semakin keren saat mengemudikan mobilnya.Perjalanan menuju rumah sakit, diisi dengan perbincangan ringan. Dewa akhirnya tahu bahwa Silvia bekerja sebagai konsultan bisnis secara independen. Dia banyak mengenal orang penting di kota ini. Salah satunya adalah klien yang membutuhkan donor sperma dari Dewa.Di usianya yang sudah mencapai 30 tahun, Silvia masih betah hidup melajang. Dia tidak percaya dengan pernikahan karena kedua orang tuanya bercerai saat dirinya masih kecil. Setelah itu, kedua orang tuanya kembali menikah, tetapi bercerai lagi.Pengalaman pahit kedua orang tuanya memb






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.