Beranda / Urban / Pembalasan Tuan Muda Terkuat / Bab 2530 - Kurang Maksimal

Share

Bab 2530 - Kurang Maksimal

Penulis: Rianoir
last update Tanggal publikasi: 2025-11-29 06:53:49
Suasana di sekitarnya berubah menjadi sunyi mencekam.

Lebih dari dua ratus tetua dari Seratus Sekte menatap Ryan dengan kaget, tak mampu menyembunyikan keterkejutan di wajah mereka.

Mereka semua tahu Arthur Pendragon kuat, tapi tidak sampai segini cepatnya mengalahkan ahli Ranah God King tingkat dua!

"Seperti yang diharapkan," gumam seorang tetua dengan nada kagum bercampur takut, "Arthur Pendragon jauh lebih kuat dari sebelumnya setelah menerobos di reruntuhan."

Keenan Law mengepalkan tinj
Rianoir

Pagi Semua (⁠ ⁠╹⁠▽⁠╹⁠ ) Ini bab pertama pagi ini. Selamat beraktivitas (⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆

| 55
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (4)
goodnovel comment avatar
Ajis Mustolih
telat update nih thor...
goodnovel comment avatar
rifaldoyahyar
update nya tambah dong ... pagi 2 siang 2sore 2... karna cerita perbabnya termasuk pendek
goodnovel comment avatar
Edwin Teddy Sangi
Kasaya adalah jubah para biksu dan biksuni Buddha yang telah ditahbiskan penuh. Jubah ini dikenal dengan warnanya yang khas, yaitu cokelat kekuningan atau jingga, yang berasal dari nama pewarna yang digunakan.
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3998: Dua Lawan Terakhir (II)

    Dua Kultivator Ranah Star Sealed tingkat satu itu menatap Ryan seolah sedang berhadapan dengan dewa kematian.Ryan mengangkat kepala. Senyum dingin tersungging di bibirnya.Kedua lawannya tahu melarikan diri tidak akan menyelesaikan apa pun. Mereka sudah melihat sendiri kecepatan Ryan ketika membantai para Kultivator Ranah Star Seed tadi.Keduanya saling pandang, lalu menyerang bersamaan.“Aku tidak mau membuang terlalu banyak energi spiritual.”Ryan sedikit membungkukkan tubuhnya.“Masih ada urusan penting yang harus kuselesaikan. Jadi, sudah waktunya mengakhiri ini!”Energi pedang langsung berputar di sekelilingnya.Salah satu lawan datang dari kiri dengan tombak berujung kait, sementara yang lain menyerang dari kanan menggunakan sepasang cakar besi.Ryan tidak menahan keduanya secara langsung.Tubuhnya mendadak lenyap dari tengah kepungan.Wush!Detik berikutnya,

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3997: Dua Lawan Terakhir

    Ryan tidak panik melihat para musuh yang menerjang. Napasnya tetap teratur, sementara Pedang Feralrot di tangannya tidak bergeser sedikit pun. Sebaliknya, sudut bibirnya justru terangkat. Inilah saat yang ia tunggu. “Teknik Pedang Pemenggal Langit!” Esensi pedang yang bengis langsung membungkus bilah Pedang Feralrot. Ryan mengibaskan tangan, lalu cahaya pedang menyapu ke arah para lawannya. Weng! Weng! Ruang seolah ikut bergetar. Badai pasir tersibak, membawa debu dan serpihan batu ke segala arah. Tekanan dari tebasan itu membuat udara di depan Ryan seperti dipotong menjadi dua. Clara Celestedragon terpaku. Tangannya yang masih menggenggam sisa pita merah muda terkulai di sisi tubuh. Seberapa kuat sebenarnya Dewa Pembantaian Pendragon? Apakah pemuda ini benar-benar hanya Kultivator Ranah Creation tingkat empat? Boom! Cahaya pedang menghantam salah seorang Kultivator Ranah Star Sealed tingkat satu. Tubuh orang itu langsung terbelah dari bahu kiri sampai pinggang kanan. Dua

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3996: Para Tawanan Gurun

    Suara Ryan langsung membangunkan Clara Celestedragon dari tidurnya. “Ada apa?” Clara buru-buru merangkak keluar dari ceruk batu tanpa sempat merapikan pakaiannya. Ryan sempat melihat tali gaunnya melorot dari bahu, lalu segera mengalihkan pandangan ke arah kegelapan. ‘Bukan waktunya.’ Dari kejauhan terdengar suara malas dan serak, seperti milik orang yang sudah bertahun-tahun jarang berbicara dengan manusia. “Sepertinya aku masih bisa bersenang-senang sebelum berburu lebih jauh.” Wush! Sebuah jarum beracun yang dibungkus daya hukum tiba-tiba melesat dari kegelapan. Ryan mendengus dingin. Pedang Feralrot bergerak dan memotong jarum itu menjadi dua. Namun serangan berikutnya langsung datang. Wush! Wush! Wush! Puluhan jarum beracun memancarkan cahaya tujuh warna dan menutup hampir seluruh ruang di depan mereka. Clara segera menggerakkan pita merah mudanya. Pita itu memanjang lalu melingkar membentuk perlindungan di sekitar dirinya dan Ryan. Ting! Ting! Ting! Jarum-jarum

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3995: Nyamuk Haus Darah (II)

    "Api Mistik, keluar!" Ryan memanggil Api Mistik dan menyelimuti Pedang Feralrot dengan kobaran panas. Ia menduga Nyamuk Haus Darah takut pada api, lalu mulai menebas berulang kali. Dugaannya benar. Setiap nyamuk yang menyentuh api langsung terbakar menjadi abu dengan bunyi mendesis. Sayangnya, jumlah mereka terlalu banyak. Meski Api Mistik efektif, kawanan hitam itu tetap memenuhi pandangan. "Teknik Pedang Pemenggal Langit!" Esensi pedang Ryan memadat di udara. Detik berikutnya, kekuatan pedang menyapu ke depan. Nyamuk Haus Darah yang menempel di tubuhnya langsung berubah menjadi kabut darah. Clara Celestedragon menatap pemandangan itu dengan perasaan rumit. Ryan bisa membunuh mereka dalam jumlah besar dengan satu serangan, sedangkan pita merah mudanya hanya sanggup meremukkan beberapa puluh ekor sekaligus. Namun Ryan tahu pertarungan ini tidak bisa diteruskan terlalu lama. Jumlah musuh terlalu besar. Ia segera melepaskan diri dari pusat kawanan lalu kembali ke sisi Cla

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3994: Nyamuk Haus Darah

    "Dewa Pembantaian Pendragon, kau mendengarkan aku atau tidak?" tanya Clara Celestedragon.Sejak memasuki alam rahasia, Clara merasa tingkah Ryan sedikit aneh. Ia tidak tahu apa penyebabnya, tetapi pemuda itu jelas terlihat berbeda dari para tamu pengawal lain.Lebih tepatnya, Ryan seperti sedang mencari sesuatu.Clara menggeleng lalu memanggilnya beberapa kali lagi sebelum Ryan akhirnya tersadar.Meski ikatannya dengan Luna sudah kembali tersambung, menemukan gadis itu di tengah gurun tanpa ujung tetap bukan perkara mudah. Untuk sementara, Ryan hanya bisa mengikuti petunjuk yang muncul sedikit demi sedikit."Kau bilang apa tadi?" tanyanya.Clara memutar bola mata. "Aku bilang kita ke timur dulu. Pengawal macam apa yang malah melamun di hari pertama?""Baiklah."Ryan tidak keberatan. Ia langsung mengikuti Clara bergerak ke arah timur.Sekitar satu jam kemudian, keduanya berhenti.

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3993: Luna Ada di Sini

    "Clara, kau pasti sengaja!" Yvonne menjerit sampai suaranya hampir pecah. Rasa malu membuat wajahnya memerah, terlebih karena ia tahu kejadian ini pasti segera tersebar di Keluarga Celestedragon. Begitu kabar bahwa pengawalnya tewas dalam satu tebasan menyebar, ia pasti menjadi bahan tertawaan. Ryan sama sekali tidak tertarik menanggapi. Ia menyarungkan pedangnya tanpa melirik mayat Garrick Hale di lantai, lalu kembali berdiri di belakang Clara. Baginya, pertengkaran antara dua keturunan langsung Keluarga Celestedragon tidak berarti dibandingkan urusan Luna. "Bagus sekali!" Nada suara Clara terdengar jauh lebih ringan daripada sebelumnya. Ini pertama kalinya ia memuji Ryan secara langsung. Bagaimanapun, Ryan baru saja membuatnya memperoleh kehormatan di depan keturunan lain sekaligus mempermalukan Yvonne. Suasana aula yang sempat membeku segera ramai kembali. Namun kali ini, cara orang-orang memandang Ryan sudah berbeda. Beberapa pengawal yang sebelumnya meremehkannya ba

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status