Se connecterMalam Semua ( ╹▽╹ ) Yuk mampir ke novel baru Othor: Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota (≧▽≦) Terima Kasih Kak Eny Rahayu atas hadiah Koinnya (. ❛ ᴗ ❛.) Terima Kasih Kak Sendy Zen atas hadiah Kopinya (. ❛ ᴗ ❛.) Terima kasih Kakak-Kakak Pembaca atas dukungan Gem-nya (◍•ᴗ•◍) Selamat Beristirahat (◠‿・)—☆
Namun ketika tangan Jessica Neuro bergerak hendak menutup segel, sesuatu menghentikannya.Tubuh Ryan yang berlumuran darah itu bergerak. Kedua tangannya yang gemetar menopang badannya di lantai, mencakar ubin dengan susah payah, dan perlahan ia memanjat kembali ke posisi berdiri."Kakak Senior, jangan tutup segelnya." Suaranya keluar dengan napas yang tersengal, namun tidak ada satu pun retakan di dalamnya. "Aku bisa melakukannya."'Jika segel ini saja tidak bisa aku hadapi, bagaimana aku bisa membangkitkan Garis Darah Reinkarnasi?' batinnya dengan tekad yang membara. 'Aku bahkan tidak akan layak menyentuh Tablet Reinkarnasi itu!'Ini bukan sekadar ujian dari Jessica Neuro. Ini adalah ujian dari Tablet Reinkarnasi itu sendiri.Jessica Neuro menatap ekspresi di wajah Ryan dan kata-kata yang sudah hampir meluncur dari bibirnya tertelan kembali. Ia hanya bisa diam saat menyaksikan pemuda itu mulai melangkah maju lagi, satu langkah, dua langkah, kakinya gemetar namun tidak berhenti.WUS
Ketika kata-kata itu meluncur keluar dari bibirnya, Jessica Neuro sendiri terkejut dengan dirinya sendiri.Ia tidak mengerti mengapa ia bersedia memberi Ryan kesempatan ini. Bagaimanapun, harta yang tersegel di dalam tubuhnya adalah sesuatu yang terikat langsung dengan kelangsungan hidup Sekte Moon Flower. Dari sudut pandang tertentu, apa yang ia lakukan ini tak ubahnya mengkhianati sekte itu sendiri.Namun ada sesuatu yang aneh. Sebuah suara kecil di sudut terdalam hatinya terus berbisik, mendorongnya untuk menyetujui permintaan Ryan tanpa bisa ia jelaskan alasannya.Selama waktu yang mereka habiskan bersama, ia mengenal Ryan cukup untuk menyimpulkan satu hal. Meski pemuda itu diselimuti misteri, ia jelas bukan orang berhati busuk. Ada rasa kebenaran yang mengakar kuat di dalam dirinya, sesuatu yang tidak bisa dipalsukan.Dan justru itulah yang membuat Jessica Neuro semakin penasaran dengan adik junior yang
SYIIING!Pedang Jessica Neuro meluncur keluar dari sarungnya. Niat membunuh yang dingin meledak dari seluruh tubuhnya bagai angin kutub yang tiba-tiba menyapu ruangan, membekukan udara hingga terasa berat untuk dihirup."Ryan, siapa sebenarnya kamu?!"Sorot matanya tajam bagai mata elang yang mengunci mangsanya. "Jika kamu tidak memberi jawaban yang memuaskan, aku akan membunuhmu di sini." "Saudara junior atau bukan, itu tidak akan mengubah apa pun."Ryan merasakan tekanan itu menghujam langsung ke inti jiwanya. Namun di balik tekanan itu, satu hal kini terkonfirmasi dengan jelas dalam benaknya.Tablet Reinkarnasi memang ada padanya.Ia menatap kilau dingin pedang yang terarah ke dirinya, lalu melangkah maju. Satu langkah. Tanpa gentar, tanpa ragu."Kakak Senior Jessica Neuro." Suaranya tenang. "Ada hal yang tidak bisa kujelaskan secara rinci." "Tapi benda itu benar-benar amat penting bagiku
Seorang kultivator Ranah Primordial Chaos membuat kultivator puncak Ranah Dao Integration menderita?Hari ini, wawasan mereka benar-benar terbuka selebar-lebarnya!Yang bahkan lebih sulit dicerna, Ornus Lux dan Saylo Chester hanya mampu berdiri mematung dalam diam.Mereka menatap punggung Ryan yang pergi, tangan mereka gemetar menahan amarah yang bergolak di dalam dada. Aura mereka mengeras, namun mereka memaksanya tetap tertekan dalam-dalam. Mereka tidak berani mengangkat tangan kepada Ryan.Pada akhirnya, dengan wajah sepahit empedu, mereka hanya bisa menghela napas panjang dan membawa pulang putra-putra mereka yang memalukan itu.**Malam sudah larut.Ryan duduk bersila, mengedarkan Teknik Reinkarnasi Dewa Iblis dengan penuh konsentrasi. Ia berusaha mengaktifkan keenam Dao yang masih tertidur itu, namun hasilnya tetap nihil."Sepertinya aku harus mencari cara untuk mendapatkan Tablet Reinkarnasi."Ia menghela napas panjang, rasa frustrasi menggantung di benaknya."Adik Seperguru
'Anak ini sungguh kejam. Melukainya separah ini...'Meskipun luka Renold Chester dan Endrew Lux masih bisa dipulihkan, tidak ada yang bisa menjamin bahwa tidak akan ada efek samping yang tersisa setelahnya.Namun, itu masih menjadi kekhawatiran kedua. Yang paling menyayat hati adalah kondisi batin mereka. Hati Dao kedua putra mereka telah dihancurkan berkeping-keping oleh Ryan.'Bahkan jika hati Dao mereka berhasil dipulihkan suatu hari nanti, trauma ini bisa meninggalkan bekas yang dalam. Bisa-bisa malah melahirkan setan batin yang menggerogoti mereka dari dalam.'Namun meski amarah membakar dada mereka, keduanya tidak berani bertindak.Pertama, Craig Freed sudah memberitahu mereka bahwa Ryan adalah murid Sekte Moon Flower. Mereka tahu persis apa artinya nama itu. Bahkan jika keberanian mereka berlipat seratus kali, mereka tetap tidak akan berani mengangkat tangan kepada seorang murid sekte itu.Dan yang kedua, sejak mereka pertama kali menginjakkan kaki di Jade Pavilion Restaurant
Bayangan serigala hitam yang dihantam Ryan ikut meledak seketika, berubah menjadi gumpalan kabut hitam pekat yang langsung menyelimuti seluruh tubuhnya.WUSHHH!Ryan mengayunkan tangannya dengan tenang. Energi iblis tak bertepi memancar keluar bagai badai tak kasat mata, menyapu habis kabut hitam itu hingga lenyap, bagaikan asap yang tertiup angin kencang.Ketika dia mendongak, sosok Murdock Lusius sudah raib entah ke mana.'Rupanya Murdock Lusius menggunakan kartu as penyelamat jiwanya. Bahkan rela mengorbankan beberapa teknik rahasia untuk mendongkrak kecepatan larinya seketika.'Sebenarnya Ryan bisa saja mengejar. Tapi dia tidak benar-benar berniat melakukannya.Sejak awal, tujuannya hanya satu: menguji apakah pertarungan ini mampu membangunkan keenam Dao-nya. Selain itu, dia memang tertarik pada teknik tinju Murdock Lusius dan ingin memahaminya lebih dalam.Kini, sebagian besar teknik itu sudah be







