Home / Urban / Pembalasan Tuan Muda Terkuat / Bab 3390: Hari Kesepuluh

Share

Bab 3390: Hari Kesepuluh

Author: Rianoir
last update publish date: 2026-05-31 07:11:59
lHari kesepuluh.

Rodick Blazesky berdiri di tempat yang sama seperti kemarin, dan kemarinnya lagi, dan hari-hari sebelumnya.

Matanya sudah memerah dari begadang tanpa tujuan jelas.

Bukan karena dia tidak tidur, melainkan karena setiap kali dia mencoba, matanya selalu kembali terbuka dan menatap ke arah yang sama.

Ke arah segel-segel yang mengelilingi Kolam Langit.

Dia tidak pernah menganggap dirinya sebagai orang yang mudah terikat pada urusan orang lain.

Selama puluhan tahun memimpin Ke
Rianoir

Pagi Semua (⁠ ⁠╹⁠▽⁠╹⁠ ) Ini bab pertama pagi ini. Selamat long weekend (⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆

| 48
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3438: Jiwa Kelas Merah

    "Tapi kepadatan energi di setiap kelas itu berbeda sangat jauh," lanjut Serena. "Bahkan kelas semi-oranye pun sudah jauh melampaui kelas kuning penuh." "Dan genius yang bisa memicu jiwa kelas kuning saja sudah termasuk yang luar biasa langka. Kebanyakan kultivator sepanjang hidupnya tidak pernah menyaksikan kemunculan satu pun."Dia berhenti sebentar sebelum melanjutkan. "Jangankan kelas merah atau oranye penuh. Kelas semi-oranye pun kemungkinan besar sudah jadi yang tertinggi dalam ujian kali ini." "Kelas oranye baru muncul sekali setiap seratus tahun. Sedangkan kelas merah... itu sudah masuk ke wilayah legenda.""Tidak ada kultivator dari generasi yang hidup sekarang yang pernah menyaksikannya langsung."Ryan mendengarkan semuanya dengan wajah yang tenang. Matanya tidak sekali pun bergerak dari arena.'Kalau aku ikut ujian ini, aku ingin menantang jiwa kelas merah itu.'Bukan karena sombong. Tapi kalau sudah masuk ke

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3437: Dua Kuning, Satu Setengah Oranye

    Ryan memiringkan kepalanya sedikit ke arah Serena. "Kenapa Klan Unicorn Naga tidak membawa peserta dari luar?"Serena melirik sekilas, lalu menjawab dengan nada datar. "Klan-klan yang lemah biasanya membawa anggota sekte besar sebagai pendamping." "Tugasnya melindungi anggota berdarah spirit mereka selama ujian berlangsung, supaya tidak jadi sasaran empuk di dalam.""Tapi klan sekelas Klan Unicorn Naga tidak butuh itu." Ia melanjutkan tanpa jeda. "Kekuatan mereka sendiri sudah cukup membuat siapa pun berpikir dua kali sebelum berani mengusik." "Mereka datang sendiri, tanpa pendamping, tanpa bantuan dari mana pun. Karena memang tidak ada yang perlu mereka minta."Ryan mengangguk singkat dan mengalihkan pandangannya ke depan.**Ketiga genius Klan Unicorn Naga kini sudah duduk bersila di hadapan Patung Seratus Binatang, punggung tegak, wajah tenang.Tidak ada yang usianya melampaui dua puluh sembilan t

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3436: Patung Seratus Binatang

    Ryan menarik tangan Serena dan menempelkannya langsung ke sisi tubuhnya, tepat di area tulang rusuk yang beberapa jam lalu menjadi sasaran cakar Chase Vale. Langsung, tanpa aba-aba. Jari-jari Serena menyentuh kulit yang terasa padat dan hangat di balik robekan jubahnya. Jantungnya berdegup satu kali di tempat yang salah. Pipinya memanas sebelum sempat ia cegah, sesuatu yang tidak biasa terjadi pada wanita seperti dirinya. Tapi yang jauh lebih mengejutkan adalah apa yang tidak dia temukan di bawah telapak tangannya. Tidak ada jaringan yang membengkak. Tidak ada titik yang menyentak ketika ditekan. Tidak ada jejak apa pun dari luka yang baru dicakar ulang dengan penuh tenaga beberapa jam lalu. Kulit di sana terasa mulus, seolah tidak pernah disentuh apa pun. Serena menarik tangannya perlahan. Tangannya berhenti sejenak di udara sebelum ia turunkan. Dia menatap Ryan beberapa detik, mata tidak bergerak, sebelum ekspresinya ia kendalikan kembali menjadi datar. "Kau benar-benar

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3435: Dua Jam

    Ryan menatap kepalan tangannya yang berlumuran darah sebentar, lalu memandang ke dalam lubang tempat Hugh terjatuh. Ternyata tidak sesederhana yang dia kira. Kekuatan tinju itu seharusnya cukup untuk melemparkan Hugh jauh, seperti yang terjadi pada Theo dan Chase. Tapi tubuh Hugh Vale tidak merespons seperti itu. Dia jatuh ke bawah, bukan terpental jauh. Bukan soal kekuatan. Ketahanan tubuh Hugh jauh di atas saudaranya, dan itu membuat perbedaan yang cukup mencolok. Di hadapan Ryan, Celia Vale tidak bergerak. Pandangannya menelusuri Theo yang tergeletak dengan dada amblas, Chase yang berlutut dengan pandangan kosong meski sudah diberi pil pemulih, dan lubang di tanah tempat Hugh tidak sadarkan diri. Wajah Celia sepenuhnya kosong. Rahangnya tidak mengeras, matanya tidak sempit, tidak ada amarah yang terbaca. Seperti seseorang yang baru menyadari bahwa semuanya sudah terlambat, dan tidak ada gunanya marah kepada siapa pun lagi. Tidak ada yang tersisa untuk Ujian Darah Roh. Ket

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3434: Sebelum Ujian Dimulai

    Dua kilatan itu bukan cahaya.Itu cakar.Chase Vale dan Hugh Vale muncul bersamaan dari dalam pusaran bayangan cakar, satu dari kiri dan satu dari kanan, menjepit Ryan di antara keduanya tanpa memberi ruang pelarian sedikit pun. Gerak mereka sinkron sempurna, dua orang yang sudah terlalu sering berburu bersama dan sudah hafal di mana titik lemah lawan berada.Ryan menyipitkan matanya.Tubuhnya berputar ke kanan. Cakar Hugh Vale menebas udara di sisi kirinya dengan tenaga yang membuat desiran anginnya memotong ujung jubah Ryan menjadi beberapa helai robek.Kuat. Lebih kuat dari Chase.Tapi kecepatannya tidak secepat yang Ryan duga.Chase Vale yang berdiri di sisi berlawanan menyaksikan ini semua. Sudut bibirnya melengkung. Tubuh Ryan kini menghadap ke arah Hugh, punggungnya terbuka lebar, dan luka sayatan dari golok Theo di tulang rusuk kanannya masih tampak merah segar.'Bocah itu t

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3433: Serigala Kegelapan

    Ryan sudah tidak ada di sana.Belum sempat Theo memproses apa yang terjadi, sesuatu meledak di sisi kanannya dari arah yang sama sekali tidak dia antisipasi."Minggir!"BOOOOMM!Kepalan yang diselimuti cahaya emas menghantam lambung Theo dari samping. Tidak ada peringatan, tidak ada ruang untuk menghindar. Theo Tanner hanya sempat mengaktifkan artefak pelindungnya secara refleks, dan perisai ungu tipis mengembang di sekeliling tubuhnya.Tidak cukup.Cahaya emas itu menghancurkan perisai seperti kertas basah dan meneruskan seluruh momentum langsung ke dalam tubuh Theo. Tulang-tulang di sisi kiri dadanya remuk dalam satu benturan, bunyinya seperti kayu kering yang dipatahkan empat sekaligus. Darah memuncrat membasahi jubahnya sebelum tubuh itu sempat terpelanting.BRAKK!Theo Tanner melesat ke belakang seperti batu yang ditembakkan dari ketapel, meninggalkan jejak udara terk

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 2250 - Penghinaan di Kota Spiritum

    Mata Luna Pendragon berbinar-binar penuh harapan. Alisnya dipenuhi tekad yang membara saat dia berkata dengan suara yang penuh keyakinan, "Kak Ryan, kau pasti bisa! Aku tidak pernah meragukan kemampuanmu barang sedetik pun!" "Aku juga percaya sepenuhnya pada Ketua Guild!" seru seorang kultivator

    last updateLast Updated : 2026-04-01
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 2233 - Sphinx Beraksi

    Ryan segera memanfaatkan kesempatan berharga ini. Dengan tangan yang masih gemetar, dia mengeluarkan beberapa pil obat berkualitas tinggi dari cincin penyimpanannya dan menelannya dengan cepat. Energi hangat langsung menyebar ke seluruh tubuhnya yang penuh luka, mulai menyembuhkan kerusakan yang p

    last updateLast Updated : 2026-04-01
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 2261 - Dilema

    "Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Tetua Agung Sekte Blood Heaven dengan ekspresi wajah yang tampak sangat tidak senang dan frustrasi. Kedua tangannya terkepal erat hingga buku-buku jarinya memutih. "Murid terbaikku yang sangat berbakat telah terbunuh dengan kejam oleh bocah itu, t

    last updateLast Updated : 2026-04-01
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 2224 - Konfrontasi (II)

    Tetua tersebut tiba-tiba bergerak dengan kecepatan yang sulit diikuti mata. Anehnya, dia tidak melancarkan serangan fisik yang kuat, melainkan hanya membentuk segel spiritual berwarna merah darah dengan jari-jarinya, yang dengan mudah menghancurkan tebasan sabit raksasa Ryan menjadi berkeping-kepi

    last updateLast Updated : 2026-04-01
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status