Mag-log inTerima Kasih Kak Rubei', Kak Paparock, Kak Jaz, Kak Daniel Kak Aiyub, Kak Pengunjung7875, Kak Yon, Kak Anddim, Kak Kibutsuki, Kak Pengunjung0739, Kak Watermark, Kak Andre, Kak Pengunjung3567, dan Kak Yusuf atas dukungan Gem-nya (. ❛ ᴗ ❛.) Dengan ini, telah terkumpul 25 Gem, yang artinya ada 2 Bab Bonus lagi ( ╹▽╹ ) Akumulasi Gem Bab Bonus: 24-11-2024 (malam): 5 Gem (reset) Selamat Membaca (◠‿・)—☆ Bab Bonus Gem Hari ini: 5/6 Bab Bab Bonus Gem Antrian: 36
Yang lain ikut mengangguk. Thea Wexler bahkan mencengkeram lengan jubah Ryan, seolah takut pemuda itu langsung melesat pergi sebelum mereka sempat menghentikannya.Namun Ryan hanya menggeleng pelan dan melepaskan genggaman Thea.Dari cara Emmett Huxley menghunus pedang serta melepaskan tebasan sebelumnya, Ryan sudah bisa menilai kemampuan tempurnya dengan cukup jelas.“Instruktur Huxley bukan instruktur tempur,” ucap Ryan tenang. “Dia memang sedikit lebih kuat daripada Kultivator Ranah Star Sealed pada umumnya, tapi tidak jauh.”Ryan menatap ke arah gua. “Menurutku, dia bukan tandingan iblis itu. Kalau ingin menyelamatkannya, aku harus kembali.”Xander Jett dan yang lain langsung terpaku.Ryan ternyata bukan bertindak karena gegabah. Ia benar-benar sudah menakar kekuatan Emmett dan kultivator Ras Iblis tersebut sebelum mengambil keputusan.Namun justru karena itu, ucapan Ryan terasa semakin sulit dipercaya.Menyelamatkan instruktur?Seorang murid Ranah Creation ingin kembali untuk me
“Lagi pula, kau juga akan mendapatkan kekuatan iblis, dan kekuatanmu akan melonjak tajam. Kekuatan itu jauh melampaui apa yang bisa kau bayangkan sekarang!”Mendengar tawaran itu, Emmett Huxley terdiam. Pedang di tangannya turun beberapa senti, sementara pandangannya bergeser dari lawan di hadapannya.‘Aku hanya bekerja di Akademi Heavenly Flame,’ pikirnya. ‘Tidak ada alasan aku harus kehilangan nyawa karena urusan ini, bukan?’Kalau menolak, hasil akhirnya hampir pasti kematian. Kekuatan mereka terpaut terlalu jauh, sehingga pilihan menyerah mulai terasa lebih masuk akal daripada mati sia-sia.Pada saat yang sama, Ryan sudah membawa Xander Jett dan yang lain sampai ke tempat Elang Windchaser menunggu.Tepat saat itu, suara Demon Emperor terdengar dari dalam Mata Iblis. ‘Aku tidak salah. Firasatku benar. Altar di gua itu memang sebuah kesempatan.’‘Suruh yang lain pergi, lalu masuklah sendirian.’Ryan tidak langsung menjawab.‘Ada iblis besar yang tersegel di dalam altar itu. Kalau
Ryan hanya melirik Emmett Huxley dan klon iblis itu sekilas. Ia bisa menilai situasinya dengan cepat. Emmett mungkin masih sanggup menahan lawannya untuk beberapa saat, tetapi jelas tidak akan bertahan lama. Sementara itu, membawa lima orang yang tidak sadarkan diri sambil ikut bertarung sama saja dengan menjadikan mereka sasaran hidup. Ryan tidak membuang waktu. Dengan Zane Stern, Xander Jett, Lena Sharpe, Thea Wexler, dan Roxanne Carr dalam pelukannya, ia langsung melesat keluar dari gua dan berlari secepat mungkin menuju tempat Elang Windchaser menunggu. Baru beberapa saat ia meninggalkan gua, sebuah ledakan dahsyat mengguncang bagian belakang Hutan Polaris. Tanah bergetar hebat. Gelombang benturan menyapu pepohonan di sekitar gua dan membuat dedaunan beterbangan seperti hujan hijau. Burung-burung beterbangan panik dari pucuk pepohonan, ranting-ranting berjatuhan, sementara binatang iblis yang tak terhitung jumlahnya meraung ketakutan di bawah tekanan serangan tersebut. Ba
Sudut bibir klon iblis itu perlahan terangkat membentuk senyum dingin. Ia memang berniat memperkenalkan Ryan kepada tuannya, tetapi bukan sebagai seorang tamu atau bawahan. Yang ia incar hanyalah raga Ryan. Di matanya, tubuh pemuda itu adalah wadah terbaik yang pernah ia temui. “Oh? Begitukah?” Ryan melirik pemuda bengis itu dengan tatapan dingin. Tangannya bergerak, lalu sebilah pedang hitam muncul di genggamannya. Permukaannya kusam dan tampak reyot, seperti besi tua yang sudah lama terkubur di dalam tanah. Pedang Feralrot. Melihat senjata itu, pemuda Ras Iblis tersebut justru tertawa keras sampai suaranya memantul di dinding gua. “Sekalipun memakai pedang rongsokan itu, kau tetap tidak punya kekuatan untuk menghancurkan Rantai Myriad Demon!” “Kalau Rantai Myriad Demon semudah itu dihancurkan, rantai itu tidak akan pantas menyandang namanya!” Ia sangat yakin. Ryan masih berada di Ranah Creation. Menurutnya, mustahil seorang kultivator di tingkat itu mampu memutus Rantai My
Melihat perubahan sorot mata Ryan, kultivator Ras Iblis itu mencibir. “Sepertinya kau sudah ingat. Dulu di Pulau Sorna, kau berhasil lolos. Kali ini kau tidak akan seberuntung itu.” Senyumnya perlahan melebar. “Aku benar-benar menginginkan tubuhmu.” Ryan akhirnya mengingatnya. Kultivator Ras Iblis di hadapannya adalah klon iblis yang pernah ia hadapi di Pulau Sorna. Jelas sekali, klon itu sudah merebut tubuh seorang kultivator lain. Tidak hanya itu, kultivasinya kini bahkan sudah mencapai Ranah Star Sealed. Emmett Huxley menarik napas dalam-dalam. Tangannya yang menggantung di sisi tubuh sempat bergetar sedikit sebelum akhirnya mengepal. Tanpa melepaskan pandangan dari klon iblis tersebut, ia berbisik kepada Ryan. “Ryan, sebentar lagi aku akan menahannya. Kau selamatkan Xander Jett dan yang lain lebih dulu, lalu bawa mereka keluar dari gua.” “Baik.” Ryan mengangguk. Dengan kekuatannya sekarang, ia sebenarnya tidak gentar menghadapi klon iblis itu. Namun keselamatan Xander
Kalau hanya dirinya sendiri yang tertangkap, Xander Jett tidak akan pernah sudi menundukkan kepala kepada iblis itu, sekalipun nyawanya menjadi taruhan. Namun ia tidak sendirian di dalam gua ini. Zane Stern, Lena Sharpe, Thea Wexler, dan Roxanne Carr juga ada di sana dalam keadaan terikat dan tidak sadar. Zane yang selalu tertawa paling keras, Lena yang diam-diam paling tabah, serta Thea dan Roxanne yang bertarung sampai tenaga terakhir sebelum akhirnya tumbang. Demi mereka, Xander rela menelan penghinaan apa pun. Xander tidak mungkin hanya memikirkan harga dirinya sendiri sekarang. Kalau harus diam agar tetap sadar dan mencari celah, ia akan melakukannya. ** Pada saat yang sama, Emmett Huxley dan Ryan sedang melesat menembus Hutan Polaris menuju altar. Mereka sudah meninggalkan Elang Windchaser di tanah lapang di tepi hutan. Pepohonan di dalam terlalu rapat untuk dilewati binatang iblis sebesar itu. Lina Jirk mengikuti dari belakang. Langkah kecilnya hampir tidak menimbulkan







