LOGINPagi Semua <( ̄︶ ̄)> Terima Kasih Kak Andi, Kak Jhonny, Kak Rismanto, Kak Hari, Kak Cypa, Kak ridhofatahilah99, Kak DeSopian8, Kak AdrenaJirar, dan Kak Pengunjung4871 atas dukungan Gem-nya (. ❛ ᴗ ❛.) Dengan ini, telah terkumpul 26 Gem, yang artinya ada 2 Bab Bonus. ( ╹▽╹ ) Akumulasi Gem Bab Bonus: 25-11-2024 (pagi): 6 Gem (reset) Bab Bonus Gem Hari ini: 0/3 Bab Bonus Gem Antrian: 36 Bab Reguler: 1/2 Bab Selamat membaca, dan selamat beraktivitas (◠‿・)—☆
“Instruktur Chester, apakah kita akan langsung terbang ke akademi?” tanya Ryan ketika kapal terbang itu sudah melaju stabil di angkasa.Nolan Chester meliriknya sekilas.“Tentu saja tidak.”Ia menunjuk ke depan, tetapi arah yang ia tunjuk bukanlah tujuan sebenarnya.“Bagaimanapun cepatnya kau terbang, kau tidak akan pernah bisa mencapai akademi hanya dengan cara biasa.” “Selain itu, meskipun kau sudah menjadi murid Akademi Heavenly Flame, lokasi akademi tidak mungkin diungkapkan begitu saja kepadamu.”Ryan mengangguk pelan.Nolan melanjutkan, “Kita akan menuju formasi teleportasi rahasia. Aku akan mengatur koordinatnya sendiri, lalu kita langsung berpindah ke sana melalui formasi itu.”Sehari kemudian, kapal terbang mereka akhirnya tiba di sebuah tempat tersembunyi.Di sana terdapat formasi teleportasi kuno yang dijaga sangat ketat. Nolan Chester mengeluarkan lencananya, lalu mengaktifkan formasi tersebut. Setelah memastikan koordinatnya benar, cahaya dari formasi itu segera menyala
Kali ini, urusan di Death Domain Universe telah menahan Ryan terlalu lama.Sekarang ia harus segera mendaftar ke Akademi Heavenly Flame. Ada beberapa hal penting yang menunggunya di sana. Sebelum tertidur, Demon Emperor sempat mengatakan bahwa di Akademi Heavenly Flame terdapat benda yang berkaitan dengan pemulihan tubuh sejatinya.Ryan harus mendapatkannya, apa pun caranya.Selain itu, salah satu Tablet Reinkarnasi juga berada di sana. Bagi Ryan, tablet itu sama pentingnya. Dua alasan ini sudah cukup untuk membuatnya tidak boleh menunda lebih lama lagi. Perjalanan ini bukan sekadar pendaftaran akademi biasa, melainkan langkah berikutnya untuk membuka rahasia yang lebih besar.Ryan menatap Eliot Lane, lalu mengepalkan tangan memberi hormat.“Guru, aku harus pergi sekarang. Lina Jirk masih belum sadar, jadi tolong jaga dia untukku. Setelah urusan pendaftaran selesai, aku akan kembali ke Myriad Sword Palace.”Eliot Lane mengangguk.“Bagus. Akademi Heavenly Flame memang memiliki bayan
“Enyah atau mati!” bentak Eliot Lane.Suaranya menggema di atas Myriad Sword Palace, membawa dingin yang menusuk sampai ke tulang.“Kalian pikir bisa menumbangkan sekteku hanya dengan mengirim beberapa Kultivator Ranah Star Sealed tahap akhir? Sungguh menggelikan!”Para kultivator dari Spirit Hall, Divine Palace, dan Keluarga Celestedragon saling berpandangan. Raut wajah mereka berubah semakin buruk. Tidak ada satu pun yang berani maju lagi.“Mundur!” seru salah satu dari mereka dengan suara berat.Kekuatan seseorang yang sudah begitu dekat dengan Ranah Great Void bukanlah sesuatu yang bisa mereka hadapi. Kembalinya Eliot Lane telah menghancurkan seluruh rencana mereka. Jika mereka masih nekat menyerang Myriad Sword Palace, tindakan itu tidak lagi disebut keberanian, melainkan mencari mati.Pasukan dari berbagai faksi besar itu mulai bersiap pergi dengan wajah pucat. Selama Eliot berdiri di sini, mereka tidak punya peluang.Namun tepat ketika mereka hendak mundur, dinding es seting
Mereka tidak punya waktu lagi untuk menunggu.Tekanan dari berbagai faksi semakin dekat, dan kesempatan Myriad Sword Palace untuk bertahan sudah nyaris habis. Divine God Raging Flame sebenarnya berharap keadaan bisa sedikit berbeda. Andai Eliot Lane sempat kembali lebih cepat, andai formasi terlarang masih berada di puncak kekuatannya, mungkin mereka tidak perlu sampai pada pilihan pahit ini.Namun pikiran seperti itu hanya bertahan sesaat.Ia segera menekan semua keraguan dan menurunkan perintah satu demi satu.Para murid muda Myriad Sword Palace harus bersiap melarikan diri. Mereka adalah benih terakhir sekte. Selama mereka masih hidup, Myriad Sword Palace belum benar-benar punah.Adapun para kultivator kuat dari generasi tua, mereka telah membuat keputusan.Mereka akan hidup dan mati bersama sekte.Divine God Raging Flame melangkah keluar dari aula bersama para tetua dan kultivator kuat l
“Namun mereka sama sekali tidak menyangka akan ada benda seajaib Kuburan Pedang di dunia ini.” Eliot Lane menatap Ryan dengan sorot dalam. “Siapa yang berani membayangkan banyak sosok perkasa akan memakai jiwa mereka sendiri untuk mewariskan ilmu penantang langit kepadamu? Itulah kesempatan terbesar yang dianugerahkan padamu.” Ia menepuk dadanya sendiri. “Aku adalah sosok perkasa pertama yang berhasil kau selamatkan. Ini baru permulaan. Mulai hari ini, Myriad Sword Palace akan menjadi pendukung terkuatmu.” Suara Eliot berubah lebih berat. “Kau harus selalu ingat. Kau bukan hanya harapan bagi banyak sosok perkasa itu. Mereka juga akan menjadi pendukung terkuatmu.” Untuk pertama kalinya, hati Ryan terasa begitu berat. Selama ini, ia terus bertarung demi bertahan hidup. Ia melawan musuh kuat demi melindungi orang-orang di sekitarnya. Namun sekarang ia sadar, di pundaknya juga tersandang harapan seratus jiwa perkasa yang rela menyerahkan warisan mereka kepadanya. Beban itu nyata
Ryan tersenyum lemah. “Guru, sepanjang perjalanan ini aku sudah menghadapi banyak musuh kuat. Jadi apa artinya kalaupun aku harus bermusuhan dengan Kerajaan Ilahi?” Ucapan itu terdengar tenang, tetapi keteguhan di dalamnya jelas. Bagi Ryan, musuh sebesar apa pun tetap harus dihadapi jika mereka berdiri di jalan yang ia pilih. Setelah menyaksikan Kerajaan Ilahi hampir membunuh Lina Jirk dan Kaelen, tidak ada lagi ruang baginya untuk gentar. Tiba-tiba, ia teringat sesuatu. “Oh ya, Guru, mengapa Guru bisa terperangkap begitu lama di Death Domain Universe?” tanya Ryan. “Dan mengapa kota mati itu disebut penjara milik Kerajaan Ilahi?” Mendengar pertanyaan itu, mata Eliot Lane dipenuhi amarah. Butuh beberapa saat sebelum ia bisa menenangkan diri. Ia berjalan ke haluan kapal terbang, berdiri dengan kedua tangan terlipat di belakang punggung, lalu menatap dunia luas di bawah mereka. Setelah itu, Eliot mengangkat tangan dan menunjuk ke arah makhluk hidup yang tersebar di bawah sana.







