Home / Urban / Pembalasan Tuan Muda Terkuat / Bab 3840: Riak Selene

Share

Bab 3840: Riak Selene

Author: Rianoir
last update publish date: 2026-09-07 05:39:03
Kata-kata yang dipenuhi keilahian itu menghantam tepat ke bagian paling rapuh dalam hati Cassian Weston.

Dalam sekejap, setiap kalimat Ryan Pendragon seperti pisau tak terlihat yang menggerogoti hati Daonya.

Setelah itu, bekasnya tertinggal jauh di dalam Jiwa Primordial Cassian.

Cap milik Ryan, yang sarat dengan jejak keilahian, terukir begitu dalam hingga sulit digoyahkan.

Bahkan seorang Kultivator Ranah Star Sealed pun belum tentu sanggup menghapusnya.

Selene Chase yang semula hanya sedik
Rianoir

ini bab kedua pagi ini. Selamat Beraktivitas (⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆

| 53
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4156: Racun yang Tidak Mempan

    Mendengar penjelasan Pertapa Cassian tentang Api Dewa Lebur, Reinhard Harrow merasakan hawa dingin menjalar di punggungnya. Tanpa sadar, genggamannya pada pedang emas-perak semakin erat.Selama ini, ia hanya mengetahui bahwa Cassian merupakan kultivator Ranah Star Sealed tingkat lima dengan teknik kultivasi yang tidak biasa. Namun baru sekarang Reinhard memahami betapa mengerikannya metode yang digunakan pertapa tersebut untuk membunuh seseorang.Racun yang membakar jiwa selama berhari-hari, sementara korbannya tidak mampu menghentikan penderitaan itu. Membayangkan dirinya terkena racun semacam itu saja membuat Reinhard bergidik.'Aku tidak boleh sampai bermusuhan dengan orang ini.'Cassian seolah tidak menyadari perubahan sikap Reinhard. Ia masih tersenyum ramah, lalu kembali memandang Ryan."Ada alasan kenapa aku memilih Api Dewa Lebur untuk Jarum Roh Tak Kasatmata," katanya. "Teknik kultivasiku m

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4155: Racun Api Dewa Lebur

    Pupil Ryan menyempit ketika beberapa jarum nyaris transparan melesat ke arahnya. Tanpa suara dan tanpa kilatan mencolok, senjata-senjata kecil itu membidik titik-titik vital pada tubuhnya.Namun indra spiritual Ryan sudah menangkap lintasannya sejak jarum-jarum tersebut meninggalkan tangan Pertapa Cassian. Senyum dingin terbit di sudut bibirnya. Alih-alih menghindar, Ryan tetap berdiri di samping Silva Clint dan menggerakkan kedua tangan.Ting! Ting! Ting!Bunyi benturan pelan terdengar berturut-turut. Ketika Ryan membuka kepalan tangannya, beberapa jarum tipis ternyata sudah berada di antara jemarinya. Tidak satu pun berhasil mencapai mata, jantung, ataupun bagian tubuh lain yang diincar Cassian.Reinhard Harrow terpaku melihatnya. Ia tahu betapa cepat dan tersembunyinya serangan itu. Seorang kultivator Ranah Creation biasa mungkin bahkan tidak menyadari bahaya tersebut sampai tubuhnya tertembus. 

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4154: Serangan Tersembunyi Pertapa Cassian

    Ucapan Ryan membuat Reinhard Harrow tertegun. Bahkan kemarahannya sempat tertahan ketika mendengar pemuda Ranah Creation itu menyatakan tidak takut menghadapi dua ahli Ranah Star Sealed tingkat lima sekaligus.Sesaat kemudian, Reinhard tertawa keras. Namun tidak ada kegembiraan dalam tawanya."Bagus! Kau memang luar biasa berani!" serunya. "Dengan kultivasi Ranah Creation, kau sanggup melukai putraku sampai seperti itu." "Aku mengakui kemampuanmu, tetapi berani meremehkanku di hadapanku sendiri bukan keberanian lagi. Itu kebodohan!"Matanya yang memerah tertuju kepada Ryan. "Bocah, kau harus mati!"Di belakangnya, Fabian masih tergeletak dengan napas lemah. Pemandangan itu terus mengobarkan amarah Reinhard. Putra yang selama ini menjadi harapan keluarganya telah dilumpuhkan tepat di rumah mereka sendiri, sementara pelakunya justru berbicara seolah tidak terjadi apa-apa.Reinhard mengangkat pedang emas-peraknya. Kilau kedua warna itu berpendar pada bilah senjata, sementara energi sp

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4153: Amarah Kepala Keluarga Harrow

    "Satu."Suara Ryan tidak keras, tetapi cukup membuat Fabian Harrow semakin gemetar. Di ruang rahasia yang sudah rusak itu, setiap hitungan terdengar jelas. Fabian tergeletak di lantai dengan wajah berlumuran darah, sementara Ryan berdiri di hadapannya tanpa sedikit pun melonggarkan tatapan."Dua."Fabian berusaha membuka mulut. Rasa sakit akibat tamparan tadi membuat rahangnya sulit digerakkan, tetapi ia tahu Ryan tidak sedang menggertak. Kalau hitungan itu sampai selesai, ia mungkin tidak akan mendapat kesempatan bicara lagi.Dengan susah payah, Fabian akhirnya mengaku, "Itu... aku."Ia tidak berani berbohong. Pemuda yang baru saja menghancurkan teknik pedangnya dengan satu tinju itu jelas mampu mengetahui kalau dirinya sedang mencoba mengelak.Ryan mengangkat kaki. Tepat saat itulah bentakan keras terdengar dari lorong yang terbuka di atas ruang rahasia."Bajingan! Hentikan!"Dua sosok melayang di atas lubang yang dibuat Ryan sebelumnya. Tekanan kultivasi mereka mengalir ke bawa

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4152: Tiga Detik untuk Menjawab

    Fabian Harrow masih berdiri dengan pedang di tangan, tetapi kepercayaan dirinya mulai runtuh. Serangan Pedang Ilahi Pembantai Naga yang selama ini dibanggakannya baru saja dihancurkan Ryan dengan satu tinju. Tidak ada benturan panjang ataupun jurus rumit. Pemuda Ranah Creation itu sekadar mengangkat tangan, lalu naga pedangnya lenyap.Ryan sendiri tidak berkata apa-apa. Ia kembali memusatkan perhatian kepada Silva Clint, membiarkan energi obat yang sudah disalurkan bekerja di dalam tubuh sahabatnya. Kehangatan merambat melalui pembuluh darah Silva, perlahan meredakan nyeri akibat siksaan dan memulihkan tenaga yang terkuras.Warna mulai kembali ke wajah Silva. Ryan memperhatikan perubahan itu dan akhirnya mengembuskan napas lega. Setidaknya keadaan sahabatnya tidak lagi separah ketika pertama kali ditemukan."Silva, sebenarnya apa yang terjadi selama kita berpisah?" tanya Ryan. "Bisakah kau menceritakannya?"Silva menc

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4151: Satu Tinju Penghancur Naga

    Fabian Harrow menatap Ryan yang sedang menopang Silva Clint. Ia sudah mengarahkan pedangnya kepada penyusup itu dan menuntut agar senjata hitamnya diserahkan. Namun sampai sekarang, Ryan belum menunjukkan tanda-tanda akan menuruti perintahnya.Fabian sebenarnya yakin tekanan seorang Kultivator Ranah Star Sealed tingkat satu cukup untuk membuat pemuda Ranah Creation itu gentar. Kalaupun tidak langsung menyerah, setidaknya Ryan seharusnya memperlihatkan kegelisahan. Namun Fabian belum berani menyerang sembarangan. Ia masih mengingat bagaimana Pedang Feralrot memutus rantai besi dingin laut dalam tanpa kesulitan. Senjata yang mampu melakukan hal itu jelas memiliki asal-usul luar biasa, sehingga Fabian lebih memilih memaksa pemiliknya menyerah terlebih dahulu.Sayangnya, yang terjadi justru sebaliknya.Ryan bahkan tidak menoleh. Ia mengeluarkan sebutir pil dari cincin penyimpanan, lalu mengambil tangan Silva yang tergeletak di lan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status