LOGINRiak dari empat tetes saripati darah itu membuat ruang di sekitar mereka berguncang.Udara tampak berlapis-lapis seperti permukaan air yang terkena batu. Keempat tetes darah tersebut melayang di tengah formasi, lalu memancarkan cahaya tajam yang menusuk mata.Ryan tetap berdiri di tempatnya.Tubuhnya sudah penuh luka. Energi spiritualnya hampir kering. Namun pikirannya masih bekerja cepat, mencari satu jalan keluar sebelum formasi itu benar-benar sempurna.Ia tidak akan menyerah.Bahkan jika tubuhnya tinggal menyisakan satu tarikan napas, ia tetap akan mencari cara untuk hidup.Ryan mengangkat kepala dan menyapu pandangan ke sekitar.Tak jauh dari sana, sekitar seribu meter dari posisinya, ada sebuah jurang besar yang membelah tanah. Mulut jurang itu gelap, dalam, dan tidak memperlihatkan apa pun di bawahnya.Ryan tidak tahu apa yang ada di dasar sana.Namun ia tahu satu ha
Waktu berlalu dalam keheningan.Asap hitam masih menggantung di atas medan perang kuno. Tanah yang tadinya dipenuhi reruntuhan kini berubah menjadi cekungan besar. Semua yang berada dalam radius ledakan lenyap, seolah pernah disapu oleh bencana yang jatuh dari langit.Tak lama kemudian, suara batuk terdengar dari balik debu."Uhuk! Uhuk! Uhuk!"Seorang kultivator Spirit Hall perlahan bangkit dari tanah. Tubuhnya gemetar, dan setiap tarikan napas membuat darah merembes dari lukanya."Orang gila itu..." gumamnya dengan suara serak.Ia mengangkat kepala dan melihat sekeliling.Tidak ada rumput.Tidak ada batu utuh.Bahkan sisa aura dari formasi dan teknik sebelumnya hampir tak terasa lagi. Ledakan tadi benar-benar menghapus semua yang ada di sekitar mereka.Satu demi satu, kultivator Spirit Hall lainnya yang tersisa juga bangkit dengan susah payah.
Kultivator Spirit Hall yang sebelumnya menjaga rekannya yang terluka akhirnya tak bisa tinggal diam.Melihat tiga rekannya terus dipukul mundur oleh Asura Nether, ia segera melepaskan orang yang dipapahnya dan melesat maju. Jika ia terlambat beberapa napas saja, tiga orang itu mungkin benar-benar akan mati di bawah hantaman raksasa tersebut.Ryan sendiri sempat terperangah melihat hasilnya."Asura ini sekuat itu?" tanyanya dengan nada heran.Mata Iblis tersenyum tipis."Kunci teknik ini bukan hanya bentuk Asura, tapi sumber energinya.""Teknik Pemanggil Asura membutuhkan energi iblis dalam jumlah besar. Tempat seperti ini jarang sekali ada. Karena itu, teknik ini akan jauh lebih berguna ketika kau pergi ke Wilayah Iblis nanti."Ryan sedikit menyipit. "Jadi ini tidak bisa dipakai kapan saja?""Tentu tidak," jawab Mata Iblis. "Dan wujud ini juga tidak bisa bertahan lama."Suaranya menjadi lebih serius."Kau tidak merasakannya? Aura Asura Nether mulai turun. Energi iblis di sekitar sini
"Death Domain Universe adalah salah satu tempat paling misterius di seluruh Benua Valorisia. Menarik sekali," ujar Mata Iblis.Suaranya terdengar tenang, tetapi Ryan bisa menangkap nada serius di baliknya."Tempat ini sudah ada sejak zaman kuno. Selama bertahun-tahun, Benua Valorisia mengalami banyak perubahan, tetapi Death Domain Universe tetap sama. Tidak berubah sedikit pun."Ryan tidak menyela.Di depannya, tiga Kultivator Ranah Star Seed tingkat enam masih menekan dari arah berbeda. Dua lainnya berada sedikit lebih jauh, salah satunya terluka parah akibat serangan Ryan sebelumnya."Guru yang sedang kau cari juga terkurung di tempat ini," lanjut Mata Iblis. "Menurutku, pasti ada rahasia besar di balik semua ini."Ryan mencengkeram Pedang Feralrot semakin erat."Meski kau sudah mencapai Ranah Dao Integration tingkat sembilan, kultivasimu belum sepenuhnya stabil. Pengalamanmu juga belum cukup untuk menghadapi lima orang seperti mereka dalam waktu lama."Mendengar itu, mata Ryan sed
Kultivator Spirit Hall itu sudah tidak punya ruang untuk menghindar.Ryan terlalu dekat.Pedang Feralrot sudah turun dari belakangnya, dan aura tajam dari bilah itu lebih dulu menyayat kulit sebelum pedangnya benar-benar tiba.Kultivator tersebut menghentikan langkahnya dengan paksa. Ia tahu melarikan diri hanya akan membuat punggungnya terbuka lebih lebar. Dalam sekejap, aura hitam meledak dari tubuhnya dan membungkus seluruh badannya.Aura itu memadat menjadi baju zirah hitam.Boom!Pedang Ryan menghantam zirah tersebut.Kraak!Retakan panjang langsung muncul di permukaannya. Garis-garis retak itu menyebar seperti jaring laba-laba, mulai dari titik benturan hingga ke seluruh dada.Tubuh kultivator itu terpental jauh.Ia menabrak reruntuhan pilar di belakangnya, lalu jatuh dengan keras ke lantai.Pfft!Darah menyembur dari mulutnya.Wajahnya memucat, sementara baju zirah hitam di bagian dada hancur sebagian. Pecahannya rontok satu demi satu dan berjatuhan ke tanah.Namun ia belum mat
Begitu domain terbentuk, udara dalam radiusnya langsung berubah berat.Debu yang tadi berhamburan akibat reruntuhan istana mendadak berhenti di udara. Pecahan batu yang masih jatuh pun seolah melambat. Di dalam wilayah ini, semua gerak terasa tertahan oleh niat membunuh yang Ryan lepaskan.Inilah Domain Pembantaian.Dengan bantuan domain itu, Ryan bisa meniru sebagian bentuk Pedang Pemenggal Langit yang sesungguhnya. Kekuatannya memang masih jauh dari versi asli, tetapi untuk keadaan sekarang, serangan itu sudah cukup untuk memaksa lima lawannya berhati-hati.Ryan mengangkat Pedang Feralrot.Seluruh kekuatan yang sudah ia kumpulkan masuk ke bilah pedang."Pedang Pemenggal Langit!"Wuuush!Pedang itu berayun.Di dalam domain tersebut, segala sesuatu di depan Ryan seperti dipotong paksa oleh satu garis kematian. Udara terbelah, lantai retak, dan sisa pilar yang bera







