Share

Bab 103

Penulis: Danira Widia
Janice langsung tahu bahwa Jason pasti sedang membalas dendam karena Janice pernah menggigitnya sebelumnya. Dia memilih untuk menutup mata, siap menerima rasa sakit dan kemungkinan darah yang akan mengalir.

Namun, rasa sakit itu hanya sesaat. Gigi Jason di lehernya memberi tekanan ringan dan berat secara bergantian, seperti sedang mempermainkannya. Tubuh Janice sedikit bergetar dan bibir Jason yang ada di lehernya pun berubah gerakan dan menggesek kulitnya perlahan.

Detik berikutnya, Janice mend
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (8)
goodnovel comment avatar
Arsiyanti Yanti
seperti nya janice seneng banget di siksa sama jason
goodnovel comment avatar
Sus Wati
ceritanya gak sesuai judul dimna letak balas dendamnya, sudah rengkarnasi tapi masih di bikin bodoh, lebih baik di rubah judulnya jd gak ngajak pembacanya keliatan bodoh
goodnovel comment avatar
Abdi Utie
cape deh...kapan pembalasan nya....terus kibulin Janice..terus aja sakit hati Janice
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1805

    "Sebenarnya kamu ini siapa?""Pak Anwar, lupa padaku lagi? Aku perawatmu. Dokter dan perawat di sini semua sudah mengenalku. Kenapa kamu masih belum ingat juga?"Whitney menatap Anwar. Di permukaan dia seperti bercanda, tetapi nada bicaranya penuh ejekan. Begitu kata-kata itu selesai diucapkan, seorang perawat kebetulan masuk."Ada apa? Nggak mengenali orang lagi?""Ya, sedih sekali." Whitney tersenyum."Nggak apa-apa. Pak Anwar juga sering lupa sama kami. Nanti juga terbiasa," hibur perawat itu."Baiklah, aku bisa menunggu perlahan," kata Whitney.Whitney menatap Anwar, membuatnya sama sekali tak mampu melawan.Setelah perawat pergi, Whitney mendekat ke arah Anwar. "Bukankah dulu kamu orang yang bisa menguasai dunia dengan satu tangan? Kenapa sekarang takut?""Kamu sebenarnya siapa?" tanya Anwar dengan gelisah."Kamu lupa lagi. Pikirkan pelan-pelan.""Nggak, nggak. Kenapa kamu bisa tahu tentang Janice dan Vega?" Anwar mendesak."Kamu sendiri yang bilang padaku. Masa ucapanmu sendiri j

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1804

    Janice kurang mendengar dengan jelas dan bertanya dengan ragu, "Apa?""Nggak apa-apa. Aku butuh satu set perhiasan untuk menghadiri acara malam akhir tahun. Sebagai pendatang baru, tentu aku berharap bisa sedikit lebih menarik perhatian," ujar Whitney."Aku mengerti. Kalau begitu, apa kamu punya batu permata atau bentuk yang sangat kamu sukai?""Nggak ada preferensi khusus. Kamu saja yang desain." Whitney menggeleng."Oke." Janice menatap penampilan Whitney, lalu di dalam hatinya muncul beberapa ide. Dia menunduk dan menggambar sebuah rancangan yang sangat samar di atas kertas.Saat mengangkat kepala lagi, dia mendapati Whitney sedang menatapnya."Ada yang ingin ditanyakan?" tanya Janice."Nggak. Aku hanya sering dengar para nyonya di Kota Pakisa bilang desainmu luar biasa. Nggak kusangka aku belum mengatakan apa-apa, kamu sudah punya gambaran.""Ini baru bentuk awal. Yang terpenting tetap kepuasan klien. Kalau nggak, untuk apa orang pesan secara khusus?" jawab Janice."Aku percaya kam

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1803

    Janice tidak terlalu punya kesan tentangnya.Asistennya berkata dengan bersemangat, "Akhir-akhir ini banyak sekali kejadian di Kota Pakisa. Yang paling hebat dari Grup Jirama ini adalah mereka berhasil menghindari semua jebakan dengan sempurna dan justru menggenggam erat peluang bisnis di tengah krisis. Banyak orang bilang Bu Whitney ini seperti dewi.""Perempuan tangguh?" tanya Janice."Ya." Asisten mengangguk."Hebat sekali." Janice pun merasa kagum.Asisten tersenyum. "Bos juga hebat. Dalam waktu sesingkat ini sudah bisa mengukuhkan posisi di lingkaran perhiasan Kota Pakisa.""Jangan menjilat. Cek dulu preferensi klien, nanti siapkan teh dan camilan," ujar Janice."Oke."Janice kembali ke kantor untuk bekerja.Sekitar pukul 2 siang, asisten memberi tahu bahwa Whitney sudah tiba. Janice segera berdiri, tetapi tanpa sengaja menyenggol cangkir teh di sampingnya.Teh tumpah ke atas sketsa desainnya. Batu permata yang semula sudah diwarnai langsung kehilangan kilaunya."Bos, kamu nggak a

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1802

    Menyadari perubahan sikap Amelia, Arya pun merasa lebih tenang.Setelah makan, karena masih ada urusan di studio, Janice berniat pergi lebih dulu. Arya dan Rensia mengantarnya sampai ke luar.Sebelum naik mobil, Janice tiba-tiba teringat sesuatu dan berhenti melangkah. "Arya, bagaimana kondisi penyakit Pak Anwar sekarang? Kamu tahu detailnya?"Arya dan Rensia berpandangan. Mereka tidak tahu kenapa Janice tiba-tiba menanyakan hal itu, tetapi tetap menjawab dengan jujur."Pemeriksaan sebelumnya menunjukkan bahwa penyakitnya disebabkan oleh obat dari Anshon yang memicu penurunan fungsi otak. Dokter menyarankan perawatan konservatif, karena usia Pak Anwar sudah lanjut dan masalah jantungnya juga nggak bisa diabaikan. Kalau dipaksakan operasi, justru bisa menambah beban pada jantung dan jadi lebih bahaya."Dengan kata lain, dokter menyarankan agar Anwar menjalani masa tuanya dengan tenang saja. Bagi Keluarga Karim, mencari orang untuk merawat seorang lansia bukanlah hal sulit.Janice bertan

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1801

    Sebelum makan, Amelia menanyakan beberapa hal tentang kondisi Rensia. Setelah mendengarnya, sebagai sesama perempuan, dia merasa sedikit iba pada Rensia sekaligus diliputi rasa bersalah."Kalau nanti sudah masuk ke Keluarga Cahyadi, jangan terlalu banyak berpikir. Hanya saja Arya memang terlalu sibuk, aku takut dia mengabaikanmu."Arya tersenyum. "Dia malah lebih sibuk dariku. Justru aku yang takut diabaikan olehnya.""Sudah, sudah." Amelia melambaikan tangan.Tak lama kemudian, kepala pelayan datang memberi tahu bahwa makanan sudah siap.Setelah duduk, Janice memotret makanan, lalu mengirimkannya ke Jason.[ Urusannya selesai dengan lancar, semuanya sudah dibicarakan. ][ Secepat itu? ]Jason agak terkejut.Janice menceritakan prosesnya secara singkat, bahkan secara khusus memuji Rensia.[ Rensia benar-benar tegas dan cepat. Dia juga dapat calon suami. ][ Arya pura-pura bodoh untuk menjebak orang lagi? ][ Mana ada? Jelas-jelas Rensia yang hebat. ][ Benarkah? ]Setelah Jason bertany

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1800

    Arya terdiam lama sekali, sampai-sampai Rensia merasa dirinya terlalu memaksa."Maaf, aku ....""Kalau begitu, sekarang masih sempat nggak kalau minta Janice desain cincin pernikahan? Aku nggak mau nikah asal-asalan," ucap Arya tiba-tiba.Dia berjalan mondar-mandir dua kali di depan Rensia, lalu menambahkan, "Oh ya, akhir-akhir ini aku lagi belajar pengobatan tradisional, mungkin akan cukup sibuk. Apa tanggalnya nggak terlalu mepet?"Rensia tertawa pelan. Ternyata kekhawatirannya tadi tidak perlu. "Nggak usah terburu-buru. Kita bisa tunangan dulu.""Kalau begitu, aku suruh Ibu pilihkan hari baik. Setelah kejadian hari ini, kurasa dia nggak keberatan lagi soal kamu.""Kalau masih keberatan?" tanya Rensia."Pernikahan ini urusanku. Aku akan tetap bertahan. Paling buruk ya nggak nikah," jawab Arya dengan polos. Namun justru karena itu, jawabannya terasa sangat tulus.Rensia mendekatinya. "Arya, terima kasih."Arya menggenggam tangannya. "Terima kasih juga karena nggak meremehkanku. Mulai

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1716

    Di aula leluhur, Janice dan Jason membawa anak itu. Baru sempat mengobrol beberapa kalimat dengan Ivy dan Zachary, Yosep tiba-tiba datang.Dia seperti kepala keluarga, hilir-mudik di antara anggota Keluarga Karim dan para tamu. Setelah melihat mereka bertiga, dia berpura-pura seperti tidak melihat,

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1696

    Jason menatap dua artis wanita yang masuk, lalu mengernyitkan alisnya. "Ayo kita lihat ke dalam.""Baik," jawab Janice, lalu mengikuti Jason masuk ke dalam rumah.Kebetulan, Ivy yang menggendong anaknya datang. Dia menyerahkan anaknya ke asistennya, lalu menghampiri mereka. "Jason, kamu akhirnya kem

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1700

    Leah mendekat ke Yosep dan berbisik satu kalimat di telinganya.Mata Yosep langsung berbinar. Dia menatap Leah dengan serius. "Benarkah?""Tentu saja, ini buktinya." Leah mengeluarkan selembar dokumen dari tas dan menyerahkannya kepada Yosep.Setelah membaca, wajah Yosep tampak semakin gembira.Seni

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1691

    Vinka meremas jemarinya, terlihat ragu dan bingung.Jason berkata dengan nada dingin, "Bukan suamimu, dia nggak berani. Kalau kamu nggak mau bilang, kamu sendiri yang menanggung semua konsekuensinya. Kamu seharusnya mengerti maksudku."Mendengar itu, Vinka mengepalkan tangannya dengan kuat. Kukunya

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status