Share

Bab 237

Penulis: Danira Widia
"Siapa yang bilang begitu?"

"Menurutmu? Pokoknya aku nggak mau! Aku nggak akan pakai yang sama denganmu ...."

Janice merasakan dasi di pergelangan tangannya mengencang. Tubuhnya terhuyung ke depan. Saat berikutnya, Jason menciumnya dengan kuat, membuatnya tidak bisa berbicara lagi.

Janice berusaha melawan sekuat tenaga. Di tengah perlawanannya, dia merasakan dingin pada pergelangan tangannya. Jam tangan itu akhirnya terpasang.

Beberapa saat kemudian, Jason melepaskan dasi dari pergelangan tangannya dan membawanya turun dari mobil. Janice menjulurkan tangan untuk melepaskan jam tangannya.

Jason memegang dasi yang ada di tangannya dan berkata, "Kalau kamu berani, lepaskan saja."

Janice mengutuk dalam hati, merasa pria ini gila. Namun, dia tahu Jason bisa melakukan apa saja. Pada akhirnya, Janice menurunkan tangannya dan mengikuti langkahnya.

Jason membawanya ke restoran di sekitar. Sepertinya dia sudah memesan tempat sebelumnya. Manajer langsung mengantar mereka ke meja yang sudah dipesa
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1751

    Dalam pernyataan itu, bahkan dilampirkan bukti pembelian perhiasan yang lengkap dengan ukuran perhiasannya.Begitu melihat ukuran perhiasannya, Verica yang merupakan sahabat baik Ivy pun langsung tahu itu bukan ukuran Ivy. Dia terdiam sejenak, lalu tiba-tiba tertawa terbahak-bahak dan akhirnya berubah menjadi sangat mengejek dirinya sendiri. Dia menopang tubuhnya, lalu menyeret rantai di kakinya hingga menimbulkan suara gesekan yang menusuk telinga. "Ternyata semuanya palsu."Setelah mengatakan itu, Verica tiba-tiba menoleh dan menatap Ivy. Rambutnya menutupi setengah wajahnya, membuat ekspresinya terlihat makin menyeramkan. "Apa kamu tahu kehidupan seperti apa yang aku jalani?""Kehidupan seperti apa?" tanya Ivy.Bibir Verica bergerak sedikit, tetapi pada akhirnya dia tidak mengatakan apa pun.Melihat Verica tetap diam, Ivy melanjutkan, "Aku sudah mengatakan apa yang perlu aku katakan, aku harap kamu juga menepati janji dan menyerahkan daftar nama itu."Saat hendak membuka pintu, Ivy

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1750

    Verica meneguk teh dengan tidak acuh."Aku nggak pernah menyuruhmu melakukan itu. Aku malah mengira kamu akan membuang anak haram itu ke panti asuhan.""Kamu .... Bagaimana bisa kamu begitu? Anak itu bukan benda mati! Kamu memang nggak mau bertanggung jawab, tapi kamu ... kamu menyerahkannya kepadaku. Kamu menangis sambil memohon agar aku membantumu.""Sejak saat itu, aku sudah dicap sebagai perempuan yang melahirkan anak di luar nikah, padahal usiaku belum genap 20 tahun!" Ivy yang mulai kehilangan kendali akhirnya mengungkapkan kebenaran.Janice bukanlah anaknya. Dia adalah anak Poppy dan penipu itu. Inilah kebenaran yang selama ini dia dan Jason sembunyikan, sekaligus alasan mengapa Verica terus-menerus memprovokasinya di depan Jason.Dia yakin Jason tidak berani memberi tahu Janice kebenarannya. Seorang ibu kriminal dan seorang ayah penipu profesional. Lebih baik Janice menjadi anak Ivy.Kini, Janice sudah memulai hidup baru, karier baru. Dia tidak seharusnya menanggung kesalahan o

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1749

    Jason tidak terburu-buru.Kemungkinan besar Verica mencari Ivy adalah untuk memancing reaksinya, memaksanya menunjukkan celah di depan Janice. Dengan rasa ingin tahu Janice, dia pasti akan mencari tahu kebenarannya.Seto berpikir sejenak, lalu berkata, "Baik. Oh ya, tadi ada seorang pengacara yang datang menemui Verica. Dari sikapnya, sepertinya dia berharap Verica mengakui kesalahan dan menjalani pembinaan.""Keluarga Azhara sudah nggak punya siapa pun yang akan mencarikan pengacara untuknya. Orang ini kemungkinan bermasalah. Hati-hati," ujar Jason."Hmm."....Tanpa terasa, hari berganti lagi. Setelah berpikir panjang, Ivy akhirnya datang ke kantor polisi.Seto memberinya beberapa pesan, "Bu Ivy, perkataannya kemungkinan besar akan ekstrem. Jangan dimasukkan ke hati.""Sudah bertahun-tahun berlalu. Setelah tahu dia masih hidup, rasanya sudah nggak ada lagi yang bisa memancing emosiku. Aku hanya ingin tahu kenapa dulu dia menipuku."Itulah simpul di hati Ivy. Dia benar-benar tidak men

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1748

    Verica menatap pintu itu, seketika menyadari bahwa pihak lawan sengaja mencarinya.P ... Poppy.Nama ini hanya diketahui oleh ayah dan anak dari Keluarga Azhara. Mereka masih ingin mengandalkannya untuk merawat Leah, jadi mustahil mereka yang menyebutkan nama ini. Lantas, siapa lagi?Urat di dahi Verica menegang. Dia tiba-tiba menghantam meja dengan keras.Suara itu menarik perhatian polisi di luar. "Ada apa?""Aku mau bertemu asistenku!" teriak Verica.Polisi itu mengerutkan kening dan hendak berbicara, tetapi sebuah tangan dari belakang menghentikannya.Saat menoleh, yang berdiri di sana adalah Seto. Seto menatap Verica sambil berkata, "Asistenmu nggak akan menemuimu lagi.""Nggak mungkin!" Verica menatap Seto dan seketika memahami segalanya.Asistennya telah berkhianat. Lebih dari 20 tahun dia mengatur segalanya dengan susah payah, tetapi akhirnya dikhianati oleh orang terdekatnya.Dia merapikan rambutnya dan tertawa pahit. "Aku nggak akan kalah.""Verica, berjuanglah untuk keringan

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1747

    Leah seakan-akan melihat secercah harapan. Dia menggigit bibirnya dan mengangguk kuat.Bayu memberi beberapa pesan dan penjelasan. Setelah itu, waktu kunjungan pun habis.Dengan berat hati, Leah berpamitan pada ayahnya, lalu bangkit dan keluar dari ruangan.Seto berdiri tepat di luar pintu.Leah mengangkat tangan dan berkata, "Apa yang dikatakan ayahku barusan seharusnya juga sudah kamu dengar. Aku bersedia memberikan kesaksian untuk menuduh Poppy."Seto memasangkan borgol padanya sambil mengingatkan, "Demi anakmu, jalani pembinaan dengan baik."Keduanya meninggalkan penjara. Saat pintu perlahan tertutup, seorang petugas menoleh ke sekeliling, lalu keluar dari penjara untuk menelepon."Barusan Leah datang menemui Bayu, katanya ....""Baik, aku sudah tahu."Pihak di seberang langsung menutup telepon.....Di kantor polisi, setelah mengantar Leah kembali ke rumah sakit, Seto membawa barang bukti kembali. Semuanya berjalan jauh lebih lancar dari yang dibayangkan.Saat Seto baru saja mengh

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1746

    "Ayah, bukan begitu. Aku sangat merindukanmu, aku benar-benar merindukanmu. Keluarga Azhara sudah nggak punya apa-apa lagi."Kerapuhan Leah langsung meledak.Mendengarnya, Bayu menoleh melihat sekeliling. Dia mendekatkan wajahnya ke kaca, lalu berkata pelan kepada Leah, "Tenang saja. Ayah sudah menyiapkan semuanya untukmu. Ibumu seharusnya sudah bilang padamu, 'kan?"Leah menahan air mata, terpaku di tempat.Ternyata memang begitu. Jadi selama ini, ayah dan anak itu sama-sama dipermainkan oleh Verica.Leah mengangkat tangan, menempelkan telapak tangannya ke kaca, lalu bertanya dengan terisak, "Ayah, aku mau tanya. Verica yang sekarang ini benar-benar ibuku?"Bayu terdiam, jelas tidak menyangka Leah akan bertanya seperti itu."Leah.""Ayah, hidupku nggak baik-baik saja. Harta yang Ayah tinggalkan untukku semuanya diambil Ibu dengan alasan membangun kembali Keluarga Azhara. Dia mendirikan perusahaannya sendiri, sementara aku menikah dengan Yosep. Sekarang aku hamil, lalu kami semua ditan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status