LOGINRumus hidup Olla itu simpel: serang dulu, nyesel kemudian. Berawal dari dendam salah alamat, berakhir di pelaminan yang salah kontrak! Olla, sang mantan jurnalis amatir, harus rela jadi "tameng hidup" bagi Aidan Halim, politikus ganteng tapi mulutnya super pedes. Tugasnya cuma satu: pura-pura jadi istri bahagia supaya kekasih asli Aidan aman dari sorotan. Namun, menjadi istri kontrak ternyata nggak segampang yang Olla kira. Antara drama penculikan yang nggak ada di naskah, dan rahasia yang hampir bocor ke media. Olla mulai bertanya-tanya: ini dia lagi main drama Korea atau masuk ke lubang buaya, sih?
View MoreOlla sudah diberi tindakan, berupa suntik antihistamin untuk mengobati bidurannya. Untungnya gak sampai harus opname, karena gak ada sesak nafas. Sebenarnya pun dia sudah dibolehkan pulang setelah infus habis, tapi Aidan keukeuh mau merawat inapkan istri naskahnya. Dan Olla kepaksa nurut karena badannya pun sedikit lemas karena efek alerginya. Dia gak punya daya upaya untuk melawan. Pikirannya sempet mikir, kenapa Aidan malah mau menahanya disini. Dia gak tahu sudah disiapkan naskah apa lagi. Bodo amat lah. "Infus vitaminnya sudah terpasang," kata suster sambil mengecek laju infus, "Ada yang bisa saya bantu lagi, mbak Olla, pak Aidan?""Ada yang bikin kamu gak nyaman dan pingin diganti, sayang?" Tanya Aidan.Olla menggeleng. Dia memang gak butuh apa-apa lagi, "Makasih banyak, sus.""Sama-sama, mbak Olla. Kalau begitu saya permisi."Selepas suster pergi, Aidan duduk ditepian ranjang menggenggam tangan Olla. Wajahnya serius banget, "Maafin aku ya, La?"'Aku?' Olla mengula
Sebelum AIdan menjawab pertanyaannya, Lucy baru terlihat batang hidungnya. Olla melirik Lucy memintanya sembunyi sebelum bertemu Aidan. Dari sebrang, Lucy mengangguk paham."Gue ke toilet dulu."Aidan bangkit, membuat Olla terpaksa harus mendorongnya kembali duduk, "Ngapain?""Anter kamu. Ada mbak Ria.""Gak usah keseringan cari muka. Kerja aja, jangan makan gaji buta. Gaji lo tuh duit gue itu, uang rakyat sipil."Olla buru-buru ke toilet untuk mengatur strategi bersama Lucy yang sudah menunggunya disana."Luc!""Jadi gimana?""Kita harus singkirin dulu mbak Ria.""Siapa tuh?""Aspri gue, yang tadi berdiri gak jauh dari meja gue.""Anjay, beneran jadi istri pejabat lo ya, jadi iri gue.""Jadi istri pejabat gak ada enaknya, percaya sama gue. Apa-apa harus di atur, apalagi depan media."Lucy diam. Matanya melirik sinis."Kenapa lo?""Jangan-jangan pernikahan lo juga di atur."Sekarang Olla yang diam."Lo benci sama dia, sampe nuduh pacar yang dia sembu
Airan mengeluarkan ponsel dan menunjukkan chat dari Olla, "Kamu chat sharelock lokasi ini ke kakak, setengah jam lalu."Aidan merebut ponsel Airan. Dibacanya pelan-pelan isi pesan itu.Olla yang penasaran karena merasa dia gak mengirim pesan apapun pada kakak ipar palsunya, melongokan kepalanya ke layar. Dia pun menganga pada kecerobohannya sendiri. "Kamu ngapain minta kakak kesini, sayang?" Tanya AIdan sedikit ketus, "Kakak sibuk loh."Olla melirik Aidan dan Airan silih berganti. Dia gak mungkin bilang kalau dia sebenarnya ingin mengirim pesan pada Lucy, bisa berantakan rencananya untuk mengelabui Aidan soal asisten pribadi itu."Eum.. aku kayaknya gak fokus deh, kak. Aku tadi--niat laporan ke ayah. Iya, gitu." Jawabnya berusaha meyakinkan, padahal nada ragunya kentara banget."Bener kayak gitu?" Todong Aidan."Iya, mas. Aku 'kan apa-apa cerita ke ayah." Olla menatap Airan, "Maaf ya, kak.""Gak papa. Hari ini kakak lagi free kok sampe siang, jadi gak masalah."Aida
Olla menggeliat ketika gorden kamarnya dibuka lebar-lebar. Oleh siapa lagi kalau bukan manusia satu itu. "Aidan!""Kamu bisa disiplin gak? Jam berapa ini?"Olla melirik nakas, tempat dimana jam digital bertengger, "Baru jam tujuh.""Baru kamu bilang? Sekarang kamu bangun, mandi dan siap-siap. Kamu ada jadwal maen tenis hari ini.""Lo aja sana." Olla memeluk bantal.Aidan yang terbiasa hidup serba teratur, merasa menghadapi Olla adalah peer besar. Sudah suka melawan, manajemen waktunya jelek pula. Dia menghampiri Olla nyaris menciumnya, "Bangun atau saya--""Heh!" Olla mendorong Aidan, "Jangan suka cari kesempatan ya sama gue! Kita emang pernah ngelakuin itu, tapi cukup sekali! Gak sudi gue di jamah sama cowok serakah kayak lo!""Serakah?"Olla turun dari ranjang dengan wajah super kesal, "Lo punya pacar, tapi pas mabok malah maen sama gue. Apa namanya kalo bukan serakah? Jangan biasain diri bebas ngelakuin apapun karena lo politikus deh, gak mempan di gue.""Udah
Tiga jurnalis yang berasal dari Berita Pertama melongo melihat Olla dengan amat sangat berani menanyakan berita personal pada Aidan Halim. Padahal mereka sudah di briefing untuk tidak menanyakan hal itu, tapi Olla malah melanggar seenak udelnya. Jurnalis lain gak hanya diam. Mereka ikut menyecar
Olla menyeduh kopi di pantry kantor surat kabar Berita Pertama, dimana ayah juga bekerja disini sebagai jurnalis veteran. Dia baru selesai sidang skripsi dan belum tahu mau kerja apa. Mencoba magang disini untuk mencari pengalaman. Ya sukur-sukur langsung diterima kerja 'kan?"La, ayah mana? Ada be
Satu minggu kemudian... Olla membuang nafas pelan ketika diminta buka mata oleh MUA yang baru saja merias wajahnya. Sedari pagi tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya. Diberi pertanyaan apapun dia hanya mengangguk dan menggeleng. "Wah cantiknya calon istri pak Aidan," puji MUA yang d
"Mbak?" pria tua berseragam supir jongkok dibelakang tubuh Olla yang meringkuk. "Aduh, ketabrak kayaknya ini. Pak Aidan, gimana ini?" Mendengar nama itu, membuat tubuh Olla terbangun sekaligus. Dia bahkan sudah mempersiapkan ancang-ancang untuk kabur saat mendengar suara sepatu pantofel mendekat
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.