Share

Bab 327

Penulis: Danira Widia
"Janice, pasar malam ada di dekat hotel. Aku sarankan kamu coba makanan lokal yang enak," lanjut Vania.

Mendengar itu, Janice benar-benar kehilangan selera makan. Jadi, semalam Jason keluar tengah malam hanya untuk mencari jajanan untuk Vania? Tidur di kamarnya juga agar Vania tidak tertular flu?

Janice merasa itu sangat konyol, tetapi semua ini memang hal yang akan Jason lakukan untuk Vania di kehidupan sebelumnya.

Janice meletakkan setengah potong roti bakar, lalu meminum setengah gelas susu. "Bu, aku sudah kenyang. Aku akan kembali ke kamar untuk bersiap-siap."

"Mm. Aku juga akan balik, sebentar lagi penata rias akan datang." Amanda juga tidak ingin mendengar omongan Vania yang tidak berguna.

Keduanya berdiri dan pergi, sementara Vania memegang cangkir kopi dan tersenyum tipis.

Saat Janice menuju pintu restoran, kebetulan Jason masuk dengan diikuti oleh dua pria paruh baya. Mereka saling bertemu pandang. Janice langsung membalikkan badan dan pergi tanpa menatapnya.

Di belakangnya, t
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (2)
goodnovel comment avatar
Ruth Warnati
mantap diam menjadi pelindung cinta sejati nya
goodnovel comment avatar
LastutiA
gak penting tapi kamu terus mengurusnya,benarkan paman?"
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1731

    Menebus kesalahan dengan berjasa dan menjadi informan pihak kepolisian.Anwar menarik napas dalam-dalam. Dia benar-benar tidak bisa memahami, sejak kapan sebenarnya rencananya terbongkar."Kapan kamu mengetahuinya?"Janice mengangkat pandangan ke arah Jason. Dia juga sangat penasaran.Jason berkata dengan nada datar, "Sejak kamu membiarkan Yosep dan Verica semakin sering berhubungan secara diam-diam, aku sudah mulai waspada. Kamu selalu curigaan. Sekalipun kamu memihak Yosep, kamu nggak mungkin membiarkannya bekerja sama dengan Verica begitu saja.""Kemudian, kamu mengganti tim medis milikmu sendiri dan membiarkan kekasih Senia masuk ke Keluarga Karim. Saat itu, aku semakin yakin.""Aku sudah bilang, kamu sangat curigaan. Nggak mungkin setelah tahu Yosep dan Verica terlalu dekat, kamu masih mau menuruti perkataannya untuk mengganti dokter.""Ditambah lagi obat yang kuberi pada Janice untuk menggantikan obatmu, khasiatnya sebenarnya hanya setengah dari obat jantung. Tapi Janice bilang s

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1730

    Asisten Verica menatap Anwar, lalu menggeleng."Pak Anwar yang membinaku. Ini memang sudah seharusnya aku lakukan."Jawaban itu membuat Anwar sangat puas. Dia mengangguk dan berkata, "Bagus. Barangnya di mana?"Asisten itu mengeluarkan sebuah koper sandi dari belakang tubuhnya."Di dalam ini ada komputer milik Bayu yang disimpan di brankas bank luar negeri. Di dalamnya tersimpan banyak rahasia para tokoh berkuasa di ibu kota.""Verica memanfaatkan hal ini untuk membuat Yosep bekerja sama dengannya, membantunya menggunakan jet pribadi Keluarga Karim untuk mengangkut barang.""Tapi Verica tetap waspada terhadapku. Setiap kali membuka koper, dia nggak pernah membiarkanku berada di tempat dan selalu memeriksa apakah ada alat pengawas di ruangan. Jadi, aku nggak tahu kode sandi koper itu."Anwar menatap koper sandi itu sambil tersenyum. "Kamu nggak perlu tahu karena aku tahu."Asisten itu tertegun, menatap Anwar dengan pandangan kosong.Anwar menyipitkan mata. "Heran kenapa aku bisa tahu?"

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1729

    "Kamu terluka?""Bukan darahku."Jason menyahut sambil menerima mantel yang disodorkan Norman, lalu memakainya untuk menutupi noda darah. Dia takut menakuti Vega.Vega mendongak, menatapnya dengan wajah penuh kekhawatiran.Jason menggendong Vega dan tersenyum. "Aku nggak apa-apa, cuma bantu polisi menangkap orang jahat."Vega menyentuh wajahnya. Setelah telapak tangannya merasakan sentuhan yang familiar, barulah dia mengangguk."Kalau Papa seperti ini, aku takut."Jason tertegun. Secara refleks, dia memeluk Vega lebih erat. Dia berjanji, "Lain kali nggak akan begitu lagi."Vega mengangguk pelan.Tepat saat itu, Seto berjalan mendekat. "Setelah Verica ditangkap, dia hanya mengatakan satu hal, yaitu dia ingin bertemu asistennya. Kalau nggak, dia nggak akan mengatakan apa pun. Yosep juga belum sadar sekarang, jadi sama sekali nggak ada cara untuk membuka mulutnya."Mendengar nama Yosep, Janice langsung teringat sesuatu. "Pak Seto, aku tahu obat lain yang ada di tas Senia itu disiapkan unt

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1728

    Bandara pribadi.Pesawat itu sudah lama dikepung. Seto memegang pengeras suara dan berteriak keras ke arah orang-orang yang berada di dalam pesawat."Perhatian untuk semua orang yang ada di dalam pesawat. Kalian sudah dikepung. Silakan inisiatif turun dan bekerja sama dalam penyelidikan. Kalau nggak, kami akan mengambil tindakan," kata Seto.Masih ada sandera di dalam pesawat, sehingga Seto harus memastikan keselamatan sandera itu terlebih dahulu sebelum bertindak. Dalam situasi seperti ini, orang-orang di pesawat yang terpojok biasanya akan memilih untuk bernegosiasi. Selama masih bisa berunding, kemungkinan besar masalahnya bisa diselesaikan secara damai.Waktu perlahan-lahan berlalu, Seto pun menggenggam pengeras suara itu makin erat. Dalam hatinya, dia berharap Jason bisa lebih cepat. Karena begitu tembakan dilepaskan, tidak ada seorang pun yang bisa menjamin akibatnya.Saat itu, pintu kabin pesawat terbuka. Semua orang menahan napas dengan tegang dan para anggota pasukan khusus me

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1727

    Ucapan Verica saling bertentangan, tetapi dia malah bisa mengabaikan semuanya dan tetap menyalahkan Ivy. Begitu mendengar perkataan itu, ekspresinya tiba-tiba berubah seperti baru tersadar dari mimpi. "Dia bilang begitu?""Apa ada yang salah?" tanya Janice balik.Verica menatap wajah Janice. "Aku benar-benar nggak menyangka ternyata Ivy begitu mencintaimu. Sungguh lucu."Janice tidak mengerti maksud perkataan Verica itu. Namun, dari semua perkataan tadi, Verica termasuk sudah mengakui dirinya adalah Poppy. "Bu Verica, kamu sudah mengakuinya. Kalau nggak, mana mungkin kamu bisa tahu begitu banyak.""Benarkah? Kata-kata mana yang aku bilang itu adalah pengakuan? Kamu sudah bersama Pak Jason begitu lama, tapi tetap nggak bisa menahan amarahmu. Sejak awal aku bicara tentang orang lain, semua kabar itu hanya hasil penyelidikanku. Mengenal lawan adalah hal yang penting, benar kan Bu Janice?" kata Verica sambil tertawa.Janice menggigit bibirnya, benar-benar tidak menyangka Verica masih bisa

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1726

    Pertanyaan Janice membuat Verica tertegun sejenak, tetapi dia jelas tidak ingin menerima bentuk keraguan apa pun. "Itulah hebatnya ibumu, dia selalu membuat orang merasa dia bodoh. Tapi, dengan statusnya dan membawamu yang sebagai beban, apa Pak Zachary mau menikahinya kalau dia nggak punya cara? Pak Zachary bahkan memutuskan pacarnya yang dicintainya saat itu, lalu bersamanya."Mendengar itu, Janice tertegun sejenak. Dalam hatinya, dia makin yakin bahwa wanita di depannya ini memang Poppy dan terus memperhatikan Ivy selama bertahun-tahun sebagai Verica. Jika tidak, Verica tidak mungkin tahu detail tentang Ivy setelah pergi. Hanya saja, Verica ini jelas sudah terjebak prasangka sejak awal.Sebenarnya, banyak orang yang awalnya mengira Ivy adalah wanita yang sangat licik. Namun, setelah benar-benar berinteraksi dengannya, mereka baru sadar pikirannya memang benar-benar polos.Janice berkata, "Kamu dengar semua kabar ini dari siapa? Netizen atau mantan rekan kerjamu?"Melihat Verica terd

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status