แชร์

Bab 359

ผู้เขียน: Danira Widia
Segera, Jason melangkah perlahan ke arah Malia. "Setelah ini, kirimkan rekaman itu padaku."

"Baik." Malia menjawab dengan mata merah, wajahnya tampak penuh kepedihan. "Pak Jason, aku benaran nggak nyangka Janice bisa sekejam ini. Semua ini salahku."

"Aku nggak tahan lagi dengan cara dia diam-diam bersekongkol dengan orang lain untuk menindasku. Makanya, hari ini aku datang untuk memohon agar dia melepaskanku. Aku nggak nyangka dia malah memanfaatkan kesempatan ini untuk mencelakai Vania."

"Siapa
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (11)
goodnovel comment avatar
Jenculicaeng Bini Gua
yg bermasalah di sini si ivy ibu yg takberguna tinggalin tuchh jackhary dan pergi bawa anak lu jauh2 dari manusia2 licik itu
goodnovel comment avatar
Clarissa M
mau lindungi janice dalam diam, tapi sanggup biakan janice dilukai, dicederakan, terseksa, dihina..... ini bukan kisah pembalasang sang istri, tapi bagaimana sialnya hidup seorang janice.... huh, koin nya mahal tapi bertele²
goodnovel comment avatar
Sreenk Iemood
istri tertindas yang ditaindas lagi... dasar taaaaiiiiii
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1805

    "Sebenarnya kamu ini siapa?""Pak Anwar, lupa padaku lagi? Aku perawatmu. Dokter dan perawat di sini semua sudah mengenalku. Kenapa kamu masih belum ingat juga?"Whitney menatap Anwar. Di permukaan dia seperti bercanda, tetapi nada bicaranya penuh ejekan. Begitu kata-kata itu selesai diucapkan, seorang perawat kebetulan masuk."Ada apa? Nggak mengenali orang lagi?""Ya, sedih sekali." Whitney tersenyum."Nggak apa-apa. Pak Anwar juga sering lupa sama kami. Nanti juga terbiasa," hibur perawat itu."Baiklah, aku bisa menunggu perlahan," kata Whitney.Whitney menatap Anwar, membuatnya sama sekali tak mampu melawan.Setelah perawat pergi, Whitney mendekat ke arah Anwar. "Bukankah dulu kamu orang yang bisa menguasai dunia dengan satu tangan? Kenapa sekarang takut?""Kamu sebenarnya siapa?" tanya Anwar dengan gelisah."Kamu lupa lagi. Pikirkan pelan-pelan.""Nggak, nggak. Kenapa kamu bisa tahu tentang Janice dan Vega?" Anwar mendesak."Kamu sendiri yang bilang padaku. Masa ucapanmu sendiri j

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1804

    Janice kurang mendengar dengan jelas dan bertanya dengan ragu, "Apa?""Nggak apa-apa. Aku butuh satu set perhiasan untuk menghadiri acara malam akhir tahun. Sebagai pendatang baru, tentu aku berharap bisa sedikit lebih menarik perhatian," ujar Whitney."Aku mengerti. Kalau begitu, apa kamu punya batu permata atau bentuk yang sangat kamu sukai?""Nggak ada preferensi khusus. Kamu saja yang desain." Whitney menggeleng."Oke." Janice menatap penampilan Whitney, lalu di dalam hatinya muncul beberapa ide. Dia menunduk dan menggambar sebuah rancangan yang sangat samar di atas kertas.Saat mengangkat kepala lagi, dia mendapati Whitney sedang menatapnya."Ada yang ingin ditanyakan?" tanya Janice."Nggak. Aku hanya sering dengar para nyonya di Kota Pakisa bilang desainmu luar biasa. Nggak kusangka aku belum mengatakan apa-apa, kamu sudah punya gambaran.""Ini baru bentuk awal. Yang terpenting tetap kepuasan klien. Kalau nggak, untuk apa orang pesan secara khusus?" jawab Janice."Aku percaya kam

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1803

    Janice tidak terlalu punya kesan tentangnya.Asistennya berkata dengan bersemangat, "Akhir-akhir ini banyak sekali kejadian di Kota Pakisa. Yang paling hebat dari Grup Jirama ini adalah mereka berhasil menghindari semua jebakan dengan sempurna dan justru menggenggam erat peluang bisnis di tengah krisis. Banyak orang bilang Bu Whitney ini seperti dewi.""Perempuan tangguh?" tanya Janice."Ya." Asisten mengangguk."Hebat sekali." Janice pun merasa kagum.Asisten tersenyum. "Bos juga hebat. Dalam waktu sesingkat ini sudah bisa mengukuhkan posisi di lingkaran perhiasan Kota Pakisa.""Jangan menjilat. Cek dulu preferensi klien, nanti siapkan teh dan camilan," ujar Janice."Oke."Janice kembali ke kantor untuk bekerja.Sekitar pukul 2 siang, asisten memberi tahu bahwa Whitney sudah tiba. Janice segera berdiri, tetapi tanpa sengaja menyenggol cangkir teh di sampingnya.Teh tumpah ke atas sketsa desainnya. Batu permata yang semula sudah diwarnai langsung kehilangan kilaunya."Bos, kamu nggak a

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1802

    Menyadari perubahan sikap Amelia, Arya pun merasa lebih tenang.Setelah makan, karena masih ada urusan di studio, Janice berniat pergi lebih dulu. Arya dan Rensia mengantarnya sampai ke luar.Sebelum naik mobil, Janice tiba-tiba teringat sesuatu dan berhenti melangkah. "Arya, bagaimana kondisi penyakit Pak Anwar sekarang? Kamu tahu detailnya?"Arya dan Rensia berpandangan. Mereka tidak tahu kenapa Janice tiba-tiba menanyakan hal itu, tetapi tetap menjawab dengan jujur."Pemeriksaan sebelumnya menunjukkan bahwa penyakitnya disebabkan oleh obat dari Anshon yang memicu penurunan fungsi otak. Dokter menyarankan perawatan konservatif, karena usia Pak Anwar sudah lanjut dan masalah jantungnya juga nggak bisa diabaikan. Kalau dipaksakan operasi, justru bisa menambah beban pada jantung dan jadi lebih bahaya."Dengan kata lain, dokter menyarankan agar Anwar menjalani masa tuanya dengan tenang saja. Bagi Keluarga Karim, mencari orang untuk merawat seorang lansia bukanlah hal sulit.Janice bertan

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1801

    Sebelum makan, Amelia menanyakan beberapa hal tentang kondisi Rensia. Setelah mendengarnya, sebagai sesama perempuan, dia merasa sedikit iba pada Rensia sekaligus diliputi rasa bersalah."Kalau nanti sudah masuk ke Keluarga Cahyadi, jangan terlalu banyak berpikir. Hanya saja Arya memang terlalu sibuk, aku takut dia mengabaikanmu."Arya tersenyum. "Dia malah lebih sibuk dariku. Justru aku yang takut diabaikan olehnya.""Sudah, sudah." Amelia melambaikan tangan.Tak lama kemudian, kepala pelayan datang memberi tahu bahwa makanan sudah siap.Setelah duduk, Janice memotret makanan, lalu mengirimkannya ke Jason.[ Urusannya selesai dengan lancar, semuanya sudah dibicarakan. ][ Secepat itu? ]Jason agak terkejut.Janice menceritakan prosesnya secara singkat, bahkan secara khusus memuji Rensia.[ Rensia benar-benar tegas dan cepat. Dia juga dapat calon suami. ][ Arya pura-pura bodoh untuk menjebak orang lagi? ][ Mana ada? Jelas-jelas Rensia yang hebat. ][ Benarkah? ]Setelah Jason bertany

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1800

    Arya terdiam lama sekali, sampai-sampai Rensia merasa dirinya terlalu memaksa."Maaf, aku ....""Kalau begitu, sekarang masih sempat nggak kalau minta Janice desain cincin pernikahan? Aku nggak mau nikah asal-asalan," ucap Arya tiba-tiba.Dia berjalan mondar-mandir dua kali di depan Rensia, lalu menambahkan, "Oh ya, akhir-akhir ini aku lagi belajar pengobatan tradisional, mungkin akan cukup sibuk. Apa tanggalnya nggak terlalu mepet?"Rensia tertawa pelan. Ternyata kekhawatirannya tadi tidak perlu. "Nggak usah terburu-buru. Kita bisa tunangan dulu.""Kalau begitu, aku suruh Ibu pilihkan hari baik. Setelah kejadian hari ini, kurasa dia nggak keberatan lagi soal kamu.""Kalau masih keberatan?" tanya Rensia."Pernikahan ini urusanku. Aku akan tetap bertahan. Paling buruk ya nggak nikah," jawab Arya dengan polos. Namun justru karena itu, jawabannya terasa sangat tulus.Rensia mendekatinya. "Arya, terima kasih."Arya menggenggam tangannya. "Terima kasih juga karena nggak meremehkanku. Mulai

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1315

    "Selamat datang, Pak Jason dan Pak Landon. Belakangan ini kalian terus sibuk mencari orang, aku sempat kira kalian nggak akan datang lagi. Bagaimana? Orangnya sudah ketemu?" kata Yosep.Tatapan Jason langsung menjadi tajam dan auranya penuh tekanan. "Menurutmu?"Senyuman Yosep menjadi makin dalam da

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1292

    Setelah keluar dari kamar mandi, Janice tak peduli rasa lelahnya. Dia menarik Jason duduk, lalu membuka perbannya. Detik berikutnya, dia menatap pria itu dengan sedikit geram."Jason, kamu nggak merasa perlu menjelaskannya kepadaku?"Jason mengangkat tangannya, memeriksa plester tahan air di telapak

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1274

    Saat melihat foto itu, Jason langsung tertegun dan gerakan tangannya pun ikut terhenti.Janice membuka mata saat menyadari hal itu, lalu berbalik dan mendekat untuk melihat layar ponsel Jason. Yang terlihat ternyata adalah sebuah foto lama. Ada seorang pria paruh baya yang sangat berwibawa di foto i

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1342

    Chelsea maju dan memutar mundur video itu sampai kembali ke saat Sissy berbicara. "Sissy jelas sedang membimbing mereka untuk mengatakan hal-hal itu. Saat di kapal, Sissy ada bilang dia membunuh gadis-gadis itu demi mendapatkan kepercayaan Nyonya Verica. Jadi, dia buat video ini pasti untuk menunjuk

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status