Share

Bab 34 — Pernikahan

Penulis: SamL9
last update Tanggal publikasi: 2026-10-21 14:34:04

“Leo, kamu yakin ingin menikah sesederhana ini? Tante bahkan belum sempat memesan gaun yang benar-benar sesuai dengan keinginanku.”

Almara berdiri di depan cermin ruang rias, mengenakan gaun pengantin putih dengan potongan elegan dan sederhana. Rambut panjangnya ditata rapi, sementara sebuah buket bunga putih berada di tangannya. Ia terlihat cantik, tetapi kegugupan membuatnya terus memperhatikan detail kecil pada penampilannya.

Di belakangnya, ibu Leo tersenyum sambil membetulkan ujung veil ya
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Berondong Kesayangan Tante Muda   Bab 35 — Selamanya, Berondong Kesayangan Tante

    “Leo, kalau kamu terus menggendongku seperti ini, bagaimana kita bisa sampai ke ruang makan? Ibumu sudah menunggu sejak tadi, dan Tante yakin beliau akan mengira kita sengaja menghindari sarapan bersama.”Almara tertawa ketika Leo menurunkannya perlahan di depan pintu kamar. Lelaki itu masih mengenakan kaus santai, sementara Almara sudah bersiap dengan gaun rumah sederhana yang membuatnya terlihat jauh lebih muda daripada biasanya.“Tidak apa-apa, sayang. Ibu pasti mengerti kalau pengantin baru membutuhkan waktu untuk menikmati pagi mereka.”Almara langsung menepuk lengannya.“Leo, jangan bicara sembarangan. Kita baru menikah kemarin, tetapi kamu sudah mulai menggunakan alasan pengantin baru untuk menghindari sarapan.”Leo tersenyum jahil, kemudian menggenggam tangan istrinya.“Kalau begitu, aku akan menemani Tante sarapan sekarang. Tetapi setelah itu, kita harus membicarakan rencana liburan pertama kita sebagai pasangan suami istri.”Almara mengangkat alis.“Rencana liburan? Kamu bah

  • Berondong Kesayangan Tante Muda   Bab 34 — Pernikahan

    “Leo, kamu yakin ingin menikah sesederhana ini? Tante bahkan belum sempat memesan gaun yang benar-benar sesuai dengan keinginanku.”Almara berdiri di depan cermin ruang rias, mengenakan gaun pengantin putih dengan potongan elegan dan sederhana. Rambut panjangnya ditata rapi, sementara sebuah buket bunga putih berada di tangannya. Ia terlihat cantik, tetapi kegugupan membuatnya terus memperhatikan detail kecil pada penampilannya.Di belakangnya, ibu Leo tersenyum sambil membetulkan ujung veil yang sedikit miring.“Almara, kamu sudah terlihat sangat cantik. Jangan terlalu memikirkan hal-hal kecil, karena Leo pasti lebih memperhatikan wajahmu daripada gaun yang kamu kenakan.”Almara tertawa pelan.“Bu, justru itu yang membuat saya semakin gugup. Leo selalu mengatakan hal-hal manis ketika saya sedang tidak siap.”Tiba-tiba pintu ruang rias terbuka, dan Leo muncul dengan setelan jas hitam yang membuat penampilannya terlihat jauh lebih dewasa. Ia berhenti beberapa langkah dari Almara, menat

  • Berondong Kesayangan Tante Muda   Bab 33 — Lamaran untuk Tante Almara

    “Leo, Tante sudah bilang kamu tidak perlu membawa banyak orang ke rumahku, tetapi kenapa sekarang ibumu, Rama, dan hampir seluruh anggota boyband ikut datang?”Almara berdiri di depan pintu rumahnya dengan wajah terkejut, sementara Leo yang berada di barisan paling depan justru tersenyum lebar. Di belakangnya, seorang perempuan paruh baya membawa buket bunga, disusul beberapa anggota boyband yang berusaha menahan tawa karena melihat Almara kebingungan.“Maaf, Tante, tetapi aku tidak mungkin meminta izin menikah tanpa memperkenalkan perempuan yang selama ini membuatku bahagia kepada ibuku.”Almara menatap perempuan paruh baya itu, lalu segera merapikan rambutnya yang sedikit berantakan.“Ya ampun, kenapa tidak memberi kabar lebih dulu? Rumahku bahkan belum siap menerima tamu sebanyak ini.”Ibu Leo tertawa lembut, kemudian mengulurkan tangan untuk menyapa Almara.“Tidak apa-apa, Nak. Kami datang bukan untuk menilai rumahmu, tetapi untuk mengenal perempuan yang sangat berarti bagi anakku

  • Berondong Kesayangan Tante Muda    Bab 32 — Kencan

    “Tante, kalau hari ini aku mengajakmu berkencan, jangan membawa laptop, jangan membicarakan kontrak, dan jangan menerima telepon dari siapa pun selama dua jam.”Almara menatap Leo yang berdiri di depan pintu ruang kerjanya sambil membawa sebuah kotak kecil berwarna putih. Sejak pagi, lelaki itu sudah tiga kali mengingatkan tentang janji mereka, sampai Almara merasa dirinya sedang menghadapi artis paling manja di seluruh agensi.“Leo, Tante masih punya rapat dengan tim produksi pukul empat sore, jadi jangan membuat rencana yang terlalu jauh.”Leo menghela napas panjang, kemudian meletakkan kotak kecil itu di meja.“Makanya aku mengajak Tante pergi sekarang, supaya kita punya waktu sebelum rapat itu dimulai. Aku bahkan sudah meminta Rama memastikan tidak ada jadwal latihan yang mengganggu.”Almara mengangkat alis.“Kamu meminta Rama mengatur jadwalku juga?”“Tidak, aku hanya meminta dia memastikan Tante tidak membatalkan kencan kita dengan alasan pekerjaan.”Almara tertawa kecil, lalu m

  • Berondong Kesayangan Tante Muda   Bab 31 — Berondong Kesayangan

    “Kalau Tante terus memandangku seperti itu, aku bisa lupa kalau kita sedang berada di kantor dan semua orang sedang menunggu keputusanmu.”Almara yang berdiri di dekat jendela langsung memalingkan wajah, berusaha menyembunyikan senyum kecil yang sejak tadi muncul tanpa izin. Leo memang selalu punya cara untuk membuatnya kehilangan ketegasan, bahkan ketika perempuan itu sedang menghadapi masalah yang seharusnya membuat kepalanya pusing.“Leo, kamu bisa tidak berhenti menggodaku sebentar saja? Tante sedang mencoba menyelesaikan pekerjaan yang menumpuk sejak kemarin.”“Bisa, tetapi Tante juga harus berhenti memanggilku berondong kesayangan hanya ketika sedang membutuhkan bantuan.”Almara menoleh dengan mata membulat.“Siapa yang memanggilmu begitu? Jangan sembarangan membuat cerita, nanti orang-orang kantor mengira Tante benar-benar tidak bisa menjaga jarak dengan artisnya sendiri.”Leo tertawa kecil, kemudian berjalan mendekat sambil membawa dua gelas kopi yang baru dibelinya dari kafe

  • Berondong Kesayangan Tante Muda   Bab 30 — Rahasia yang Dibawa Maya

    “Almara, jangan bilang kau sudah menemukan dia!” "Maksudnya? A-aku tak paham." Suara Almara terdengar gemetar ketika panggilan telepon itu masih tersambung.Adrian Mahendra tersenyum tipis, seolah baru saja menemukan celah yang selama ini disembunyikan perempuan itu. Sementara Leo berdiri di samping Almara, berusaha memahami mengapa nama Maya mampu membuat wajah perempuan yang biasanya begitu tegar mendadak pucat.“Siapa Maya, Tante?” tanya Leo pelan, tetapi Almara tidak segera menjawab.Dari pengeras suara, terdengar suara perempuan yang cukup tenang meskipun ada kesedihan tertahan di dalamnya.“Almara, aku sudah berada di Jakarta, dan aku membawa sesuatu yang seharusnya sudah sampai kepadamu sejak bertahun-tahun lalu.”Adrian mengulurkan tangan hendak mengambil ponsel itu, tetapi Almara langsung menjauhkan perangkatnya.“Jangan sentuh ponselku, Adrian, karena kali ini aku tidak akan membiarkanmu mengatur hidupku lagi!”“Kenapa kau begitu takut mendengar kabar dari Maya?” Adrian men

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status