author-banner
SamL9
SamL9
Author

Novels by SamL9

Tukar Ranjang Puaskan Rasa

Tukar Ranjang Puaskan Rasa

Satu malam. Satu kesepakatan. Tapi, rasa ini tak bisa ditukar. -------------- "Satu malam saja. Aku mohon. Aku akan berikan uang sepuluh juta untukmu kalau mau bertukar ranjang denganku. Aku ingin merasakan suamimu, Faela. Kamu gantikan aku tidur dengan Bald," pinta Nyonya Laura dengan wajah memelas. "Ta-tapi ... janji satu malam saja, Nyonya? Saya juga takut kalau Tuan Bald tahu dan saya bisa di ...." "Dia tidak akan protes. Dia main hanya sebentar. Dia hanya lama saat pemanasan dan selalu mematikan lampu. Tenang saja," pungkas Nyonya Laura yang ingin mempercepat kesepakatan.
อ่าน
Chapter: Bab 65 - Mahkota Tanpa Cela
"Kalau aku jadi ratu ... kamu harus jadi rajanya." Guntur kembali menggelegar, menggetarkan kaca-kaca jendela penthouse mewah itu hingga berderak pelan. Namun di dalam ruangan, badai yang jauh lebih liar tengah berlangsung. Edward mengangkat tubuh Laura dengan mudah, menjauhkannya dari genangan darah yang perlahan meresap ke dalam karpet sutra. Ia membawa ratunya menuju ranjang king-size di kamar utama penthouse, membaringkan wanita itu dengan sentuhan yang memadukan kekasaran seorang pembunuh dan pemujaan yang buta. Gaun sutra merah marun yang dikenakan Laura dilucuti tanpa sisa kesabaran, robek di bagian bahu tatkala tangan kokoh Edward merenggutnya. Pria itu mengungkung tubuh Laura sepenuhnya, menatap setiap inci kulit wanita itu dengan mata yang gelap, lapar, dan sangat posesif. "Tidak akan ada lagi yang berani menatapmu, apalagi menyentuhmu," geram Edward rendah, napas panasnya menerpa dada Laura. "Malam ini, aku akan menghapus setiap ingatan tentang ayah maupun anak sialan it
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-09-20
Chapter: Bab 64 - Darah di Atas Karpet Sutra
"Dasar lelaki tak tahu diri! Sial!"Tubuh Victor menegang kaku bagaikan patung batu. Hawa dingin dari laras pistol peredam milik Edward yang menempel di tengkuknya seolah membekukan darah di pembuluhnya. Sisa-sisa arogansi yang beberapa detik lalu menguasai wajah pewaris Bald itu lenyap tak berbekas, digantikan oleh kepanikan instingtual seekor mangsa yang tertangkap masuk ke dalam perangkap."Kau ...." suara Victor bergetar, mencoba mempertahankan sisa wibawanya meski peluh dingin mulai membasahi pelipisnya. "Kau berani menarik pelatuk itu, video rekaman pembunuhan ayahku akan tersebar ke seluruh dunia. Sistem di ponselku ....""Sistem Dead Man's Switch milikmu yang terenkripsi itu?" potong Edward dengan nada mengejek yang sangat dingin.Dari sudut ruangan, Laura berjalan dengan langkah gemulai mendekati sofa. Ia memungut jas basah Victor, merogoh saku bagian dalamnya, dan mengeluarkan ponsel pintar milik pria itu. Dengan senyum seringai yang begitu mematikan, Laura mengetuk layar ya
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-09-19
Chapter: Bab 63 - Memamerkan Tubuh
Pukul sembilan tepat. Hujan badai yang mengguyur kota sejak sore belum juga mereda. Kilat sesekali menyambar, menerangi kaca jendela penthouse mewah di lantai empat puluh yang menjadi arena jebakan malam ini. Di dalam ruangan, lampu sengaja diredupkan, menyisakan pendaran keemasan dari lampu hias dan perapian elektrik. Alunan musik jazz klasik mengalun pelan, menyamarkan ketegangan yang mengudara kental.Pintu ganda penthouse terbuka dengan bunyi klik pelan. Victor Bald melangkah masuk, mengibaskan tetesan air hujan dari mantel panjangnya. Senyum pongah menghiasi wajah tirusnya yang angkuh. Matanya langsung tertuju pada sosok Laura yang tengah berdiri di dekat minibar, menuangkan cairan amber ke dalam dua gelas kristal.Gaun sutra merah marun yang dikenakan Laura menempel bak kulit kedua, mempertegas setiap lekuk tubuhnya dengan sempurna. Belahan gaun yang tinggi memamerkan paha putihnya yang jenjang setiap kali ia bergerak. Bagi Victor, pemandangan itu adalah trofi kemenangannya. Ia
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-09-18
Chapter: Bab 62 - Candu Mengikat Jiwa
Jarum jam di dinding marmer baru menunjukkan pukul tujuh malam. Hujan deras yang mengguyur kota sejak senja kini berubah menjadi badai, menghantam kaca-kaca jendela mansion keluarga Bald dengan suara bergemuruh.Di ruang persenjataan bawah tanah yang tersembunyi di balik garasi utama, Edward berdiri di depan meja logam. Ia sedang memeriksa perangkat kloning peretas nirkabel seukuran kotak korek api, memastikan alat mematikan itu berfungsi sempurna sebelum pertemuan mereka dengan Victor pukul sembilan nanti. Pistol semi-otomatis dengan peredam suara sudah terselip rapi di balik jas hitamnya.Namun, indra predator Edward yang tajam tiba-tiba menangkap suara sekecil apa pun. Derit halus sol sepatu bot di atas lantai beton. Bukan hanya satu orang, melainkan tiga.Edward tidak membalikkan badan, tangannya tetap tenang merakit sisa peralatannya. "Kalian tahu, menyelinap di belakangku saat aku sedang memegang senjata adalah cara tercepat untuk mati."Tiga pria berseragam hitam melangkah kelu
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-09-17
Chapter: Bab 61 - Umpan Berbisa Sang Ratu
"Ternyata apa yang terlihat indah, terkadang tidak seindah itu ... apa aku sudah salah melangkah, ya?" batin Laura bergejolak.Pemandangan kota metropolitan yang membentang di bawah sana seakan menjadi saksi bisu dari keliaran yang meledak di lantai teratas menara Bald Corporation. Dinding kaca yang dingin berembun oleh napas Laura yang tersengal, berpadu dengan panas tubuh Edward yang mengungkungnya tanpa ampun. Setiap sentuhan, setiap ciuman yang dihujamkan Edward dipenuhi oleh rasa cemburu yang gelap, amarah yang mendidih, dan kepemilikan mutlak."Katakan padaku," geram Edward di sela-sela ciuman basahnya di leher Laura, jemarinya mencengkeram pinggul wanita itu dengan kuat, mengklaim setiap jengkal kulit yang berani ditatap oleh Victor beberapa menit lalu. "Katakan siapa penguasa tubuh ini, Laura.""Hanya kau... ahh... hanya kau, Edward," rintih Laura tertahan, jari-jarinya meremas erat rambut gelap pria itu, menariknya semakin dalam ke pusaran gairah yang menyesakkan dada.Penyat
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-09-16
Chapter: Bab 60 - Ultimatum Sang Pewaris
Ketegangan di ruang rapat lantai teratas itu terasa begitu pekat, seolah menyedot seluruh oksigen yang tersisa. Laras pistol Edward masih terarah kokoh di antara kedua mata Victor Bald. Jari telunjuk pengawal itu sudah menekan pelatuk setengah jalan. Satu tarikan napas saja, dan kepala pewaris sah keluarga Bald itu akan berlubang.Namun Laura, dengan ketenangan yang mengerikan, mengangkat tangan kirinya dan menyentuh lengan Edward yang tegang."Turunkan senjatamu, Edward," perintah Laura pelan, namun nadanya mutlak tak terbantahkan.Rahang Edward mengeras hingga otot-ototnya menonjol. Matanya memancarkan kilatan pembunuh yang haus darah. "Dia memegang bom waktu, Laura. Jika aku membunuhnya sekarang, kita bisa membersihkan tim IT-nya nanti.""Dan memicu protokol keamanan otomatis yang akan mengirimkan video itu ke seluruh dunia dalam hitungan menit?" sahut Victor dengan tawa meremehkan, memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku mantel. "Oh, ayolah, anjing penjaga. Jangan bodoh. Kau pi
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-09-15
Pemuas Hasrat Tante Muda

Pemuas Hasrat Tante Muda

"Kamu dibayar untuk memuaskan aku, bukan hal lain!" Almara merupakan wanita cantik dengan usia matang yang pernah trauma dengan pria. Dia masih perawan, tetapi selalu membayar mahal para pria muda untuk memuaskan gairah hasratnya hanya dengan lidah, tidak lebih. Cantik, kaya raya, punya kekuasaan membuat Almara bisa dengan mudah berganti-ganti pria muda. Namun, ketika seseorang yang awalnya terpaksa melayani, justru jadi jatuh hati ... Apakah Almara akan luluh hatinya?
อ่าน
Chapter: BAB 25 – Mimpi Buruk di Balik Panggung
Suara musik menggema memenuhi seluruh stadion. Puluhan ribu penonton bersorak ketika lampu utama menyala dan Leo bersama keempat anggota boyband-nya muncul di atas panggung.Senyum mereka terlihat sempurna. Gerakan mereka kompak. Tidak seorang pun penonton mengetahui bahwa di balik senyum itu, Leo sedang menahan kepanikan luar biasa. Matanya beberapa kali melirik ke arah kamera utama.Bukan kepada penggemar. Melainkan kepada monitor besar di sisi panggung yang menampilkan siaran langsung. Dia berharap menemukan sesuatu.Apa pun.Tanda bahwa Tante Almara masih baik-baik saja. Namun tidak ada. Hanya lautan manusia dan sorotan lampu."Leo!" Salah satu anggota grup menepuk bahunya saat pergantian formasi.Leo tersadar dan segera mengikuti koreografi. Dia tidak boleh membuat kesalahan.Bukan malam ini.Bukan ketika Tante Almara sudah mempertaruhkan dirinya demi konser ini.----------Sementara itu, di ruang misterius, Tante Almara masih berada di bawah pengawasan Faizal.Wanita itu berusah
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-08-08
Chapter: BAB 24 - Tante Almara Diculik! (18+++)
Jantung Leo berdetak semakin keras. Tangannya masih menggenggam ponsel milik Tante Almara yang berisi pesan terakhir wanita itu."Maafkan Tante. Apa pun yang terjadi nanti, jangan tinggalkan panggung. Selamatkan konser ini."Bagaimana mungkin dia tetap berdiri di atas panggung ketika wanita yang dicintainya sedang berada dalam bahaya?"Leo!" Suara manajer membuatnya menoleh."Kamu di sini? Semua orang mencari kamu! Lima menit lagi pembukaan!"Leo menggertakkan rahangnya. "Bu Almara hilang."Manajer mengernyit. "Apa maksudmu?""Seseorang membawanya pergi."Belum sempat manajer bertanya lebih jauh, Rama datang berlari sambil membawa tablet di tangannya. "Leo!""Ada kabar?"Rama mengangguk cepat. "Aku berhasil menemukan rekaman CCTV yang sempat hilang.""Lihat."Leo menatap layar tablet. Rekaman itu hanya berlangsung beberapa detik. Terlihat Tante Almara berjalan seorang diri menuju lorong servis di bawah tribun stadion. Wajahnya tenang, tetapi langkahnya terlihat tergesa-gesa, seolah se
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-07-17
Chapter: BAB 23 - Membawa Kabur Tante Almara
Pagi hari yang seharusnya menjadi awal paling membahagiakan bagi Almara Entertainment justru dipenuhi kecemasan. Sejak pukul enam, kawasan sekitar stadion sudah dipadati para penggemar. Ribuan lightstick berwarna biru muda memenuhi pelataran. Spanduk raksasa bergambar Leo dan anggota boyband lainnya terbentang di berbagai sudut.Namun, di balik kemeriahan itu, suasana di ruang kontrol keamanan jauh dari kata tenang. "Semua akses belakang sudah diperiksa?""Sudah, Pak.""Tim keamanan VIP?""Lengkap.""Petugas backstage?""Stand by."Rama berdiri di depan monitor CCTV bersama kepala keamanan. Puluhan layar menampilkan setiap sudut stadion. Tetapi perasaannya justru semakin tidak nyaman."Tambah personel di pintu barat," perintah Rama."Kenapa?""Perasaanku nggak enak."Di ruang ganti artis, Leo sedang mengenakan kostum panggung. Hari itu seharusnya menjadi hari yang selama bertahun-tahun dia impikan. Tur nasional pertama. Puluhan ribu penonton. Siaran langsung ke berbagai platform digit
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-07-14
Chapter: BAB 22 – Skandal yang Meledak
Suasana di depan gedung Almara Entertainment berubah kacau. Puluhan wartawan berdesakan di depan pintu utama. Kilatan kamera menyala tanpa henti. Beberapa reporter bahkan melakukan siaran langsung. "Benarkah CEO Almara Entertainment memiliki hubungan spesial dengan salah satu artisnya?" "Apakah berita yang beredar di media sosial itu benar?" "Siapa idol yang dimaksud?" Pertanyaan demi pertanyaan terus bermunculan. Petugas keamanan berusaha menahan mereka agar tidak memasuki area lobi. Di lantai dua puluh, Tante Almara berdiri memandangi kerumunan itu dari balik kaca. Tangannya perlahan mengepal. "Dia berhasil..." Leo berdiri tidak jauh darinya. Tatapannya sama dinginnya. "Belum." Tante Almara menoleh. "Ini baru permulaan." Di ruang rapat darurat, seluruh jajaran direksi sudah berkumpul. Ekspresi mereka tampak tegang. "Bu Almara, harga saham perusahaan mulai bergerak turun setelah rumor itu menyebar." "Kami juga mendapat telepon dari dua sponsor utama." "Mere
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-07-13
Chapter: BAB 21 – Topeng yang Mulai Terbuka
Pagi itu suasana di kantor pusat Almara Entertainment jauh lebih sibuk daripada biasanya. Para staf berlalu-lalang membawa berkas. Tim promosi sibuk membahas jadwal tur nasional boyband yang dipimpin Leo, sementara divisi media terus menerima telepon dari berbagai pihak.Namun di balik kesibukan itu, Tante Almara sama sekali tidak bisa berkonsentrasi. Semalaman dia tidak tidur. Pesan terakhir Faizal terus menghantui pikirannya."Nikmati dua hari terakhir kalian sebelum semuanya berubah."Kalimat itu bukan lagi terdengar seperti ancaman. Melainkan sebuah rencana. Sebuah rencana yang sudah disusun dengan matang.--------Leo memasuki ruang direktur tanpa mengetuk. Wajahnya terlihat tegang. "Tante."Tante Almara langsung berdiri. "Ada apa?"Leo menyerahkan tablet yang dibawanya. "Coba lihat."Di layar terpampang sebuah akun media sosial anonim. Akun itu baru dibuat beberapa jam lalu. Namun unggahan pertamanya langsung menarik ribuan perhatian. Isinya hanyalah sebuah foto siluet seorang w
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-07-07
Chapter: Bab 20 - Situasi Genting dan Tegang
BAB 20Ruangan rapat di lantai paling atas gedung Almara Entertainment dipenuhi suasana tegang. Beberapa direktur, manajer artis, dan kepala divisi pemasaran sudah duduk mengelilingi meja oval besar. Di layar proyektor terpampang jadwal konser nasional yang akan dimulai dua bulan lagi."Kalau tidak ada perubahan, tiket akan mulai dijual minggu depan," ujar salah seorang manajer.Tante Almara mengangguk pelan. "Pastikan semua persiapan berjalan sesuai jadwal. Aku tidak ingin ada kesalahan sekecil apa pun."Semua mengiyakan. Namun di balik wajah tenangnya, pikirannya sama sekali tidak berada di ruang rapat itu.Pesan-pesan Faizal.Foto-foto yang diam-diam diambil.Ancaman yang semakin berani.Semua itu membuatnya sulit berkonsentrasi.Setelah rapat selesai, para peserta satu per satu meninggalkan ruangan. Baru saja Tante Almara hendak duduk kembali, sekretarisnya mengetuk pintu."Bu Almara.""Ya?""Ada wartawan hiburan yang menghubungi. Katanya ingin meminta konfirmasi mengenai rumor sa
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-26
บางทีคุณอาจจะชอบ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status