Share

Dua Belas

Penulis: Na_Vya
last update Terakhir Diperbarui: 2024-11-11 17:05:27

"Elis, ada yang bisa aku bantu?"

Shanum yang baru saja keluar dari kamar menghampiri Elis yang sedang sibuk menata meja makan.

Elis menatap Shanum, lalu tersenyum dan berkata, "Tidak perlu, Shanum. Semuanya sudah siap. Kamu hanya perlu duduk dan menikmati masakanku."

Menu makan malam ini cukup simpel. Elis sengaja tidak masak terlalu banyak karena di Villa ini hanya ada empat orang saja.

"Aku sepertinya tidak berguna di sini," cicit Shanum, ketika Elis menolak bantuannya. Dia lantas menarik kursi dan mendudukinya. Hidungnya langsung mencium aroma butter dan rempah. "Kamu membuat Pilav, Elis?" tanya Shanum, bola matanya berbinar memandang masakan yang jarang dia cicipi.

"Ya. Aku yakin kamu menyukainya, Shanum. Makanlah yang banyak." Elis duduk di samping Shanum, lalu menuangkan air di gelas kosong.

Karena sudah merasa lapar, Shanum segera menyendok Pilav ke piring kosong. Pilav sendiri merupakan nasi yang dimasak dengan butter, berbagai rempah dan dicampur kacang polong.

"Dari aromanya
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pemuas Hasrat Tuan Atasan    152~

    Semenjak Shanum menginjakkan kakinya di tempat mewah ini, isi kepala wanita itu tak berhenti memikirkan tindakan Ozkhan, yang rupanya benar-benar akan menagih janjinya. Bayangkan saja, di siang menjelang sore hari seperti ini, pria itu hendak mengajaknya bercinta, bahkan sampai menyewa kamar hotel. 'Pria ini, benar-benar tidak sabaran.' Batin Shanum sambil melirik Ozkhan, yang sangat posesif mengamit pinggangnya. Harusnya mereka mendatangi kafe atau restoran, bukannya hotel mewah. Apalagi saat ini perut Shanum mulai terasa lapar. Helaan panjang berembus dari bibir wanita, yang kini sudah berstatus nyonya Ozkhan itu. "Sebenarnya kita mau ke mana, Ozkhan? Kenapa kamu malah membawaku ke sini? Alih-alih ke restoran?" Pada akhirnya, pertanyaan itu pun meluncur dari mulut Shanum, membuat Ozkhan seketika menghentikan langkahnya. Reflek, langkah Shanum pun berhenti. Mendongak, dengan sepasang alis yang menaut, dia bertanya, "Ada apa, Ozkhan?" Yang ditanya justru tersenyum, lalu

  • Pemuas Hasrat Tuan Atasan    151~

    Semuanya berjalan dengan lancar sesuai dengan perkiraan Ozkhan. Lelaki itu rupanya sudah mempersiapkan hal ini jauh-jauh hari. Bahkan sebelum Shanum berniat membantu mengurus sekolah Gul. Mulai dari dokumen dari pihak mempelai wanita, dan persetujuan orang tua. Mulai hari ini, dia dan Shanum telah resmi menjadi sepasang suami istri. Dan mereka tinggal melakukan pemberkatan di gereja saat Ozkhan kembali dari Dubai. Tentunya, dengan pesta meriah dan mewah. Kendati pernikahan ini merupakan pernikahan kali kedua untuk mereka. Baik dari Shanum maupun Ozkhan. Namun, pria itu berniat menciptakan momen yang tak terlupakan bagi Shanum saat di pesta nanti. "Silakan disimpan salinan dokumen ini. Jangan sampai hilang." Petugas pria memberikan berkas salinan kepada sepasang pengantin baru itu. "Nanti, Anda bisa kembali lagi ke sini untuk memperbarui setelah melakukan pemberkatan." "Baik. Terima kasih." Ozkhan mengambil berkas tersebut, lalu menyerahkannya ke Shanum. "Simpanlah." Sha

  • Pemuas Hasrat Tuan Atasan    150~

    "Kamu suka dasinya?" tanya Shanum setelah memasangkan dasi pemberiannya pada Ozkhan, yang pagi ini hendak berangkat ke kantor. Wanita itu juga sudah terlihat cantik dan rapi karena hari ini dia berencana hendak ke rumah sakit. "Apa pun itu asal kamu yang memberi, aku pasti suka. Terima kasih, Sayang." Ozkhan mengecup kening Shanum begitu lama. Kemudian mengusap pipi wanitanya dan berkata lagi, "Nanti siang aku akan menjemputmu di rumah sakit." "Menjemputku?" Ozkhan mengangguk, kedua tangannya tak mau diam. Direngkuhnya pinggang Shanum, ditatapnya lekat-lekat wajah cantik yang hingga detik ini mampu membuatnya makin terpikat. "Kamu yakin sudah siap melepas alat pencegah kehamilan yang ada di rahimmu?" Semalam, Shanum sempat memberitahu Ozkhan perihal kesiapannya untuk melepas alat pencegah kehamilan yang selama ini terpasang di rahimnya. Keputusan tersebut diambil oleh Shanum semata-mata untuk membalas kebaikan Ozkhan padanya selama ini. Pria itu menginginkan anak darinya. Ten

  • Pemuas Hasrat Tuan Atasan    149~

    Selesai makan malam, Elis dan Sira membereskan meja, sedangkan Shanum dan Ozkhan naik ke kamar bersama Gul, karena gadis kecil itu meminta ditemani sebentar. Shanum membantu Gul membersihkan diri, dan menggosok gigi. Ritual sebelum tidur yang sudah menjadi kebiasaan. Sambil menunggu sang ayah yang hendak mandi terlebih dulu, dan berganti baju, baru setelah itu kembali menyusul bergabung. "Gul, ada yang bibi mau tanyakan padamu," ujar Shanum setelah memakaikan selimut untuk Gul yang sudah berbaring di tempat tidur. Wanita itu duduk di tepi, sambil mengusap-usap puncak kepala Gul. "Bibi mau tanya apa?" Gul menguap, usapan di puncak kepala membuatnya mengantuk. Sebelumnya, Shanum sudah memikirkan hal ini baik-baik. Karenanya, dia merasa perlu bertanya pada anak ini, supaya tidak menimbulkan salah paham. "Kira-kira, Gul ingin kembali ke sekolah, tidak?" Manik Shanum memerhatikan raut Gul yang seketika berubah. Mungkin, rasa kantuk gadis kecil itu pergi seketika. Terlihat je

  • Pemuas Hasrat Tuan Atasan    148~

    [Saya sudah mengantongi bukti-bukti kejahatan tuan Ahmed. Kamu tidak perlu khawatir lagi, Shanum.] Antara percaya dan tidak, perasaan Shanum saat ini sulit untuk dijelaskan. Alhasil, dia pun merasa penasaran. Dari mana Malik mendapat semua bukti itu. "Kira-kira dari mana tuan Malik mendapatkan bukti-bukti itu?" Shanum mencoba menerka-nerka sendiri, sebab ragu untuk bertanya pada Malik. "Tuan Malik itu pengacara hebat, mungkin dia mendapat bukti-bukti itu dari orang suruhannya. Tapi... Bagaimana bisa secepat itu dia mendapatkannya?" Suara deru mesin mobil terdengar dari luar jendela kamar, membuat perhatian Shanum teralihkan. "Ozkhan?" Wanita itu bergegas meletakkan ponselnya ke atas nakas, niat membalas pesan Malik pun terlupakan. Shanum berlari ke depan kaca rias sekadar menelisik penampilannya sebentar. Riasannya sudah sempurna, tanpa perlu dipoles lagi. Selanjutnya, Shanum pergi dari kamar dan turun untuk menyambut Ozkhan. Baru menuruni beberapa anak tangga, maniknya sudah

  • Pemuas Hasrat Tuan Atasan    147~

    Sekembalinya dari sesi terapi, raut Shanum terlihat berbeda. Sorot kekhawatiran tak lagi nampak di sepasang bola matanya yang bulat. Beban di pundak seolah ikut pergi bersama dengan kegamangan yang sejak beberapa hari ini menggelayut di hati. Shanum kini telah begitu yakin dengan keputusan dan pilihannya. Semua yang telah dia lalui bersama dengan Ozkhan selama ini tidak akan berakhir sia-sia. Shanum mungkin salah satu dari sekian banyak wanita di dunia ini yang beruntung. Dicintai dan sangat dilindungi merupakan hal yang sangat berarti baginya. Ozkhan tidak pernah ragu maupun goyah untuk selalu berada di sisinya. Berkat Sherin, Shanum kini menyadari betapa dia begitu mengandalkan Ozkhan dalam hidupnya. Tanpa Ozkhan, Shanum bukan siapa-siapa. Tanpa lelaki itu, hidup Shanum kemungkinan sudah berantakan dan hancur. Karena suasana hatinya sedang senang, Shanum ingin membuatkan sesuatu di hari spesial Ozkhan. Di perjalanan tadi, dia sempat mampir ke swalayan untuk membeli bahan-ba

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status