Share

Bab 64

last update publish date: 2025-06-26 09:32:27
Matanya menatap ke luar jendela, memandangi kegelapan malam yang terasa semakin menekan. Wajah Nada yang penuh ketakutan terus terbayang di benaknya. Sorot mata gadis itu yang penuh trauma terasa seperti menjerat hatinya, membuatnya tak mampu berpikir jernih.

“Aku berjanji akan melindungi kamu, Nada
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Winarsih Mama
sedih banget kisah hidupnya nada selalu bertemu dengan orang-orang yang berotak kotor,dl aq juga pernah merasakan hal demikian karena keadaan ku sebelas duabelas dg kisahnya nada , untuk melindungi diri sendiri aq ikut ekskul karate karena g ada orang kyk dafa d hidup ku..... semoga aja ending nya
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 235

    Beberapa bulan kemudian …. Cahaya senja membias indah di langit kota. Lembut dan keemasan, seolah langit pun ikut merayakan hari bahagia itu. Di sebuah gedung pernikahan yang elegan namun sederhana, Nada berdiri anggun dalam balutan kebaya putih gading berhias payet, rambutnya ditata sanggul renda

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 234

    “Astaga! Itu … itu kan Pak Gio? Guru kita, Ayu!” Nada menutup mulutnya dengan telapak tangan, suaranya nyaris tercekat di tenggorokan. Mata Ayu membelalak tak percaya. “Enggak mungkin. Dia kan di penjara! Kita lihat sendiri dia dibawa polisi waktu itu.” “Tenang. Jangan terburu-buru. Kita tunggu

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 233

    Tepat lima hari sejak Daffa terbaring koma di rumah sakit, kabut tebal mulai turun pelan menutupi jalan-jalan kota. Malam menjelma menjadi sosok yang menakutkan, seolah ikut menyembunyikan sesuatu. Langit mendung, tanpa bintang, dan udara terasa lembab karena hujan yang baru saja reda. Jalanan tam

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 232

    “Daffa!” Jerit Nada mengoyak keheningan malam. Ia mematung, matanya menatap shock dan tak percaya. Tubuh Daffa terhempas karena tabrakan keras oleh mobil itu. Kini tubuh malang tersebut tergeletak di aspal. Darah menggenang dari pelipis dan dada kirinya. Orang-orang mulai berkumpul. Lampu mobil-mo

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 231

    Langit mendung menggantung rendah sore itu. Petir samar menggeram dari kejauhan, seolah bumi pun tahu bahwa badai baru saja dimulai, bukan hanya di langit, tapi juga di hati manusia. Di dalam rumahnya yang kini terasa sempit meski luas, Hadi berjalan mondar-mandir dengan napas tersengal. Kertas anc

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 230

    “Sialan!” geram pria paruh baya itu. Tangan Hadi masih menggenggam kertas lusuh yang tadi terlipat di bawah batu. Angin malam menerpa wajahnya yang penuh peluh, meski suhu udara di luar tidak panas sama sekali. Lampu jalan berkedip pelan di kejauhan, menciptakan bayangan panjang di atas aspal yang

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 188

    Daffa menarik napas panjang, mencoba meredakan detak jantungnya yang berpacu cepat. Matanya menatap ke luar, menembus tirai hujan yang mengaburkan pandangan. “Mereka pikir mereka bisa menyentuh Nada tanpa konsekuensi…” gumamnya. “Kali ini, aku gak akan diem aja.” “Oke,” katanya lebih lantang. “Kiri

    last updateLast Updated : 2026-04-01
  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 181

    Daffa terkejut. Bahunya menegang. “Apa? Tapi bagaimana mungkin? Aku nggak pernah save nomor dia. Aku bahkan ganti nomor sejak putus dari dia. Gimana dia bisa dapat nomor itu?” Suara Daffa meninggi sedikit, bukan karena marah, tapi karena ketidakpercayaan. Ia mencoba mengingat-ingat sesuatu, tetapi

    last updateLast Updated : 2026-04-01
  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 183

    “Ahh, ini enak banget, Sayang. Ahh, hujan tubuhku lebih cepat lagi! Kamu genjot dengan kasar juga nggak apa-apa, Sayang. Ahhh!” Sofi mendesah dan nyaris berteriak-teriak saking enaknya tubuhnya dihujam dengan tempo cepat oleh Tomi. “Ahh! Ohhh! Kamu enak banget, Sofi. Tubuh kamu luar biasa.” Tomi me

    last updateLast Updated : 2026-04-01
  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 191

    “Ahh, ahh!” Nada refleks mendesah tanpa sadar, matanya merem melek, dan tubuhnya menggelinjang hingga dada membusung dan terlihat semakin besar. “Ohh, kamu seksi sekali dengan pose erotis seperti ini, Sayang. Ahh, aku ingin bermain di dada kamu sambil aku gesek-gesek milik kamu dengan jari tengah

    last updateLast Updated : 2026-04-01
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status