Home / Pendekar / Pendekar Kera Sakti / 120. Maafkan aku

Share

120. Maafkan aku

last update publish date: 2024-05-28 01:02:09

"Hmmm.... Kau tak menjawab pun, tak jadi apa. Kau tak perlu meminta maaf. Tapi ingat, seperti yang dulu pernah kukatakan padamu..., pandai-pandailah kau dalam menggunakan otak untuk menimbang dan berpikir. Jangan sampai kau menyesal di akhir perbuatanmu...."

"Ya! Ya, aku akan mengingat nasihat Paman," sambut Pendekar Kera Sakti. "Tapi, Paman..., apakah Paman tadi juga mendengar rentetan kata syair yang berasal dari dalam hutan ini?"

Ksatria Topeng Putih mengangguk. Tak ingin dia

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pendekar Kera Sakti   1703. Part 10

    "Seseorang... seseorang telah mengamuk di perguruanku, ia hanya seorang diri, tapi... tapi ia mampu membuat perguruanku rata dengan tanah. Sebagian besar teman-temanku mati di tangannya. Bahkan... bahkan Eyang Guruku sendiri tak tertolong jiwanya. Beliau tewas dalam keadaan hancur dihantam memakai sabuk... sabuk yang mempunyai kekuatan dahsyat...."Kinanti berbisik kepada Baraka, "Kalau orang itu tidak dalam keadaan terluka parah, ia akan mampu menceritakan ciri-ciri orang yang menyerangnya memakai sabuk dahsyat itu."Baraka paham maksud Kinanti. Gadis itu secara tak langsung menyuruh Baraka segera menyembuhkan orang tersebut. Maka tanpa bicara lagi Pendekar Kera Sakti segera dekati Bagor dan mengobatinya dengan hawa ‘Kristal Bening’-nya.Kinanti memperhatikan dari tempat duduknya. Saat itu kedai belum terlalu ramai. Hanya ada empat orang pembeli selain Baraka dan Kinanti. Keempat orang itu juga memperhatikan keadaan Bagor dengan tegang dan perasaan

  • Pendekar Kera Sakti   1702. Part 9

    Tamparan tangan kanan Sabrawi ditangkap oleh Kinanti. Pergelangan tangan itu diremasnya kuat-kuat dengan curahan tenaga dalam, hingga beberapa orang yang ada di dekat mereka mendengar suara tulang diremukkan.Krraaaak...!"Aaauh...!" Sabrawi menjerit kesakitan, sedangkan Kinanti segera melepaskan. Wajahnya tetap memandang lurus, seakan tidak melirik ke arah lawannya sedikit pun. Tangan yang meremas tulang pergelangan Sabrawi itu segera menyentak dan tubuh Sabrawi bagaikan didorong oleh tenaga kuda dengan cepat.Wuuut...! Buuurkk...!"Heegh...!"Kali ini yang terpekik tertahan adalah Polang, karena tubuhnya tertabrak badan Sabrawi. Ia jatuh terkapar dan tubuh Sabrawi menjatuhinya dengan telak."Anjing kurapan!" sentak Sabrawi sambil bangkit sempoyongan. "Heeeaat...!"Sabrawi hendak menyerang dengan satu tendangan yang disertai lompatan pendek. Tetapi jari tangan Baraka segera melepaskan jurus 'Jari Guntur' berupa sentilan kecil ke arah

  • Pendekar Kera Sakti   1701. Part 8

    "Biarlah kita satu kamar, tapi kau tidur di lantai dan jangan seranjang denganku!" ujar Kinanti agak ketus."Kenapa begitu? Kau takut aku kurang ajar padamu?""Kau nakal," jawabnya sambil melengos ke arah lain. Ia biarkan senyum pemuda tampan itu mengembang makin mekar dengan suara tawa yang mengikik lirih.Tiba-tiba pandangan mata Kinanti tertuju ke arah pintu masuk kedai. Dua orang lelaki berbadan besar baru saja memasuki kedai tersebut dan segera mengambil tempat duduk bersebelahan dengan Kinanti. Kedua lelaki itu berwajah buas, penuh dengan cambang dan kumis. Dari caranya memandang dapat diketahui sifatnya yang kasar dan urakan. Rambut mereka sama-sama panjang selewat pundak, tapi yang satu diikat dengan ikat kepala dari kulit macan tutul, yang satu lepas tanpa ikat kepala.Orang yang berikat kepala kulit macan tutul itu mengenakan celana hitam dan baju merah tua tak dikancingkan bagian depannya, sehingga sebilah golok besar yang terselip di sabuk hit

  • Pendekar Kera Sakti   1700. Part 7

    PUSAT perhatian Kinanti tertuju pada Merak Cabul di Bukit Kasmaran. Menurutnya, orang kurus yang menyerangnya dengan pisau beracun itu pasti suruhan Merak Cabul. Besar kemungkinan Merak Cabul tidak kehendaki orang Bukit Birawa ada yang masih hidup, sehingga ia menyuruh orang kurus itu untuk membunuh Kinanti. Baraka akhirnya mengalah, tak mau berdebat panjang lebar tentang perbedaan pendapat itu. Sebab menurut Baraka, Merak Cabul tidak terlibat dalam perkara pembakaran istana Lembah Birawa itu. Jika benar orang yang menyerang istana Lembah Birawa adalah orang yang bersenjata Sabuk Gempur Jagat, maka Tulang Naga itulah orangnya."Pihakku tidak ada hubungannya dengan Tulang Naga. Kami tidak kenal dengan Penguasa Telaga Siluman itu. Tak ada alasan bagi Tulang Naga untuk menyerang istana kami! Pasti serangan itu datang dari si Merak Cabul yang masih menyimpan kecurigaan tentang tersimpannya Kitab Jati Mulya di tangan ratuku!"Kinanti ngotot sekali, sehingga Baraka akhirnya hanya angkat bah

  • Pendekar Kera Sakti   1699. Part 6

    "Nyai Songket...!" gumam Baraka bagaikan tak sadar mulutnya mengucap nama itu begitu ingatannya menemukan sepotong nama tersebut. Tapi sang nenek bagaikan tak peduli dengan gumaman Baraka. Matanya yang cekung tertuju pada Kinanti. Agaknya gadis cantik itu juga sudah mengenal Nyai Songket, sehingga ia segera menyapa dengan sikap tak ramah."Rupanya kaulah yang membunuh orang kurus itu, Nyai Songket!""Tutup mulut bodohmu, Kinanti. Aku tidak mengenal mayat orang kurus itu! Aku datang untuk bikin perhitungan sendiri denganmu! Kau telah membunuh muridku; Widowidi. Sekarang aku menuntut balas atas kematian murid kesayanganku itu, Kinanti!"Baraka sempat membatin, "Bahaya! Nyai Songket ini terkenal dengan ilmu teluhnya. Kinanti tak akan mampu mengimbangi kekuatan Nyai Songket. Agaknya aku harus segera bergerak untuk mematahkan tiap serangan Nyai Songket.""Hutang nyawa balas nyawa, Kinanti!" ujar Nyai Songket sambil bergeser ke samping dan diikuti oleh pandanga

  • Pendekar Kera Sakti   1698. Part 5

    Plaaaak...!Kinanti menampar keras-keras wajah orang kurus itu hingga orang tersebut terpelanting berputar empat kali dengan cepat. Kejap berikutnya ia roboh akibat tendangan kaki Kinanti yang cukup kuat. Tubuhnya terkapar di bawah pohon dalam keadaan tidak berkutik lagi. Sebuah pekikan kecil sempat didengar oleh mereka sebelum orang itu roboh.Pendekar Kera Sakti segera mendekati orang tersebut dengan perasaan heran dan curiga, ia memeriksanya dengan pandangan mata dan dahi berkerut. Kinanti menyusul mendekati Baraka. Wajah orang kurus itu telah memucat, mulutnya ternganga dan matanya terbeliak tak berkedip. Tak satu pun bagian tubuhnya yang bergerak. Bahkan dadanya tidak kelihatan sedang bernapas."Dia tewas!" ujar Baraka sambil pegangi urat leher orang itu dan matanya memandang Kinanti. Gadis berjubah kuning gading itu setengah tidak percaya, kemudian memeriksa pergelangan tangan orang tersebut. Ternyata memang tak ada denyut nadi lagi. Itu tandanya orang ter

  • Pendekar Kera Sakti   298. Part 13

    "Baraka ... hidupku ... tidak ... lama lagi ... ""Ningrum, aku yakin kau pasti sembuh!" potong Baraka dengan cepat.Ningrum menggeleng dengan lemah. "Percuma aku hidup... kalau keadaanku seperti ini Baraka"Baraka hanya diam tak menjawab ucapan Ningrum. Sementara Ningrum mulai

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Pendekar Kera Sakti   1552. ANAK PETIR

    TIDAK ada yang lebih indah di siang teduh berangin semilir selain merebah di bawah sebuah pohon. Melepas lelah dalam buaian angin lembah sungguh merupakan hal yang menyenangkan bagi Baraka. Sayup-sayup terdengar suara alunan seruling yang meliuk-liuk bagai meninabobokan setiap sukma. Suara seruli

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Pendekar Kera Sakti   1167. Part 2

    Jleeg...!"Untung aku cepat pejamkan mata," katanya dalam hati. "Kalau tidak segera pejamkan mata, bisa buta mataku terkena sinar merah itu. Aku tahu letak kekuatan kipasnya itu. Aku tahu bagaimana cara mengatasinya. Kalau saja saat ini Cambuk Getar Bumi ada di tanganku, pasti tubuh si Muk

    last updateLast Updated : 2026-03-31
  • Pendekar Kera Sakti   1512. Part 7

    “Buktinya kau sudah pandai mencium bibirku""mencium bibir itu kan pekerjaan yang mudah. Yang sulit mencium anak panah!" Baraka menanggapi dengan kelakar, Muria Wardani geli. Keiakar itulah yang sering membuat Muria Wardani merasa betah bicara dengan Pendekar Kera Sakti.&ldqu

    last updateLast Updated : 2026-04-05
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status