LOGINFitnah merenggut segalanya dari Jaya Wiratama. Kehormatan, perguruan, dan saudara seperjuangan. Dicap pengkhianat oleh Adipati Agung Surya Raksa, ia menjadi buronan persilatan. Hanya Ratri Wulan yang setia. Mereka membangun kembali Padepokan Tirta Kencana, namun konspirasi lama menyeret mereka ke perang antar perguruan. Jaya harus mengungkap dalang fitnah, sementara Ratri mempertaruhkan segalanya.
View MoreJaya justru menggenggam tangan Arya semakin erat, ia telah terlalu sering mendengar bahwa seseorang harus dilepaskan agar yang lain dapat hidup. Ia menolak menerima hukum kejam itu sebagai satu-satunya jalan, sekalipun seluruh dunia persilatan memaksanya berlutut di hadapan takdir.Lalu, dari balik bayangan Naga Langit, muncul lah sosok Ardhan. Ayahnya berdiri dengan tubuh dirantai, tetapi matanya masih menyimpan cahaya yang sama seperti saat terakhir mereka berpisah. Ia mengangkat kepala, memandang Jaya dengan kesedihan yang begitu dalam hingga putranya nyaris kehilangan tenaga.Di belakang Ardhan, ada sesuatu yang sedang bergerak. Bukan rantai dan bukan pula bayangan.Melainkan sosok lain yang wajahnya serupa dengan Jaya, hanya saja matanya merah menyala dan senyum di bibirnya tampak seperti luka yang tak pernah sembuh.Sosok itu mengangkat pedang hitam, lalu menunjuk tepat ke arah Jaya. “Kalau kamu ingin membawa mereka pulang,” bisiknya, “kamu harus lebih dulu membunuh dirimu sen
Namun, Ratri bukan perempuan yang akan menunggu nasib yang ditentukan oleh pedang orang lain.Ketika Wira mulai kehilangan kendali atas genggamannya sendiri, dengan cepat Ratri memiringkan tubuh dengan gerakan kecil. Ujung pedang itu menggores bahunya, merobek kain dan mengalirkan darah hangat. Ia menahan rasa sakit, lalu menghentakkan tumit ke tanah untuk mengganggu keseimbangan Wira. Gerakan itu hanya memberinya ruang sesaat, tetapi cukup untuk membuat Jaya bergerak.Bilah Jaya melesat tanpa suara bukan menuju tubuh Wira, melainkan menghantam sisi pedangnya dengan sudut yang tepat. Denting keras mengguncang halaman, membuat senjata Wira terlempar ke samping. Ratri segera merunduk dan menjauh, sementara Jaya menangkap lengan sahabatnya sebelum pemuda itu jatuh berlutut di tanah.Namun, sentuhan itu justru membuat tanda di dada Jaya menyala liar. Cahaya hitam merambat dari tangan Wira menuju pergelangan Jaya, menyusup ke bawah kulit seperti akar yang mencari tanah. Seketika, pandan
"Pedang yang menusuk ayahmu bukanlah pedang yang membunuhnya,” suara Kirana semakin lirih. "Aku memindahkan kesadarannya ke dalam segel agar Naga Langit tidak menguasai tubuhnya sepenuhnya,"Jaya teringat sosok Ardhan yang baru saja ia peluk, ayahnya hidup dan ayahnya kembali.Lalu ayahnya masuk ke dalam gerbang untuk menggantikan Kirana."Jadi… Ayah masih bisa diselamatkan?" tanya Jaya. Tidak ada jawaban segera, lalu Kirana berbisik. "Bisa,"Jaya menoleh kepada Ratri, harapan yang hampir padam kembali menyala di matanya.Namun Kirana melanjutkan. "Tetapi jika kamu membuka gerbang untuk membawanya pulang, maka harus ada seseorang yang menggantikannya sebagai penjara Naga Langit!”Jaya terdiam.Ratri langsung menggenggam tangannya. "Jangan!”Jaya menatap gerbang. "Siapa yang harus menggantikan Ayah?"Suara Kirana terdengar semakin dekat. "Orang yang membawa darah penjaga paling murni,”Jaya menatap lambang yang ada di dadanya, lalu kepada Arya, kemudian kepada Ratri.Kirana akhirnya m
Air mata mengalir di pipinya. "Aku hanya ingin memiliki keluarga!”Ratri meremas jemarinya.Jaya menatap gerbang sekali lagi.."Aku hanya ingin Ayah dan Ibu berada di rumah ketika aku pulang,”Dari balik gerbang terdengar tangisan yang semakin jelas dan untuk pertama kalinya, Jaya membayangkan seorang perempuan yang mungkin pernah menimangnya, mencium keningnya, lalu terpaksa melepaskan anaknya demi menyelamatkan dunia.Bayangan itu menyakitkan, tapi ia belum bisa untuk mempercayainya. Mungkin juga belum."Jangan dengarkan dia!" suara Kala memecah keheningan.Lelaki itu berdiri di dekat reruntuhan, dengan liontin keemasan masih berada di tangannya."Ibumu pandai membuat dirinya terlihat sebagai korban,”Jaya menoleh tajam. "Jelaskan maksudmu!”Kala tersenyum miring. "Dua puluh tujuh tahun yang lalu, Kirana mengetahui bahwa Ardhan berencana mengunci Naga Langit untuk selamanya! Namun ada satu masalah,”"Apa?" tanya Jaya. "Untuk menyegel makhluk itu, seluruh ikatan darah penjaga harus d
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews