Share

1310. Part 9

last update Tanggal publikasi: 2025-07-01 14:08:46

Perpaduan dua jurus serupa hanya membuat tubuh mereka sama-sama terpental tanpa luka sedikit pun. Dalam kejap berikutnya, mereka sudah sama-sama terpental berdiri sigap dan siap lakukan serangan berikutnya. Urat Setan mengambil sikap berdiri tegak, kedua kakinya merenggang dan sedikit merendah. Lalu kedua tangannya bertelapak mengembang, tapi ibu jarinya terlipat sementara jari-jari lainnya merapat lurus. Kedua tangan itu berada di masing-masing pinggang dalam keadaan telapakannya terbuka ke at
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Jejaka Minang
satu hari satu bab kapan habis nya ini cerita bos
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Pendekar Kera Sakti   1626. Part 4

    Kini tali penjerat leher sudah dikalungkan. Baraka tetap tenang tanpa lakukan pemberontakan apa pun, tanpa perasaan sedih sedikit pun. Mereka memandang dengan penuh rasa kagum, namun ada juga yang punya rasa tak suka menganggap Baraka bocah bodoh yang menjengkelkan hati."Hukuman gantung sebagai wakil si Tua Bangka segera dilaksanakan!" teriak ketua prajurit."Sattuuu... duaaa... tigaaa...!"Singa Parna tidak menarik bangku yang diinjak Baraka, melainkan menendangnya sebagai luapan kejengkelan hatinya tadi.Braakk...!Kaki bangku patah seketika setelah ditendang Singa Parna. Maka tubuh Baraka pun tergantung, lehernya terjerat tali gantungan.Seettt...!"Huuu...!" orang-orang menggumam puas."Mampuslah kau!" teriak yang jengkel."Selamat jalan, Bocah gila!" seru yang lain.Tua Bangka tertegun bengong melihat tubuh Baraka tergantung dengan kepala terkulai mata terpejam, tapi mulutnya tidak menganga. Baraka bahkan se

  • Pendekar Kera Sakti   1625. Part 3

    Si ketua prajurit keluarkan perintah kepada petugas penggantungan, "Singa Parna, hancurkan mulutnya!"Orang berbadan kekar tanpa baju yang ternyata bernama Singa Parna itu segera melayangkan pukulannya lurus ke mulut Baraka.Wuuuttt...!Baraka menghindar dengan meliukkan badan seperti kera yang ingin tumbang.Weesss...!Pukulan itu tidak mengenai sasaran. Baraka tetap di tempat. Ketika tegak kembali, kaki Singa Parna menyambutnya dengan tendangan lurus ke depan.Wuuttt...!Badan si tampan itu meliuk kembali bagaikan orang mabuk sempoyongan.Weesss...!Tendangan itu meleset kembali. Singa Parna menjadi tambah jengkel. Maka diserangnya Pendekar Kera Sakti dengan pukulan dan tendangan secara bertubi-tubi.Wuuutt, wuutt, wesss...! Wuuk, wukk, wuuss...!Tak ada satu pun serangan yang bisa kenai tubuh Pendekar Kera Sakti. Padahal kaki Baraka tidak bergeser sedikit pun, hanya badannya yang meliuk-liuk dengan cepat

  • Pendekar Kera Sakti   1624. Part 2

    "Saudara-saudara sekalian, hari ini saudara-saudara akan menjadi saksi keadilan Kanjeng Adipati kita dengan menyaksikan acara penggantungan atas diri si Tua Bangka ini. Sekali lagi perlu ditegaskan, bahwa Tua Bangka dijatuhi hukuman gantung karena mencoba memperkosa Gusti Ayu Trahsumuning, yaitu istri Kanjeng Adipati Janarsuma.""Setuju! Setuju! Gantung saja penjahat tak tahu kesusilaan itu!""Sebelum acara penggantungan dimulai, mari kita mengheningkan cipta sebentar untuk mendoakan semoga arwah Tua Bangka diterima di sisi Yang Maha Kuasa. Berdoaaa... mulai!""Tunggu, tunggu...!" seru salah seorang. “Tidak usah didoakan. Arwah orang jahat biarkan saja masuk neraka!""Benar. Iya, benar tak usah didoakan!" sahut yang lain."Baiklah. Kalau begitu, hukuman gantung akan segera dimulai. Tapi sebelumnya, mari kita dengar kesan dan pesan dari orang yang akan kita gantung ini....""Aah... tak usah, tak usah...!" seru mereka. "Langsung gantung saja!

  • Pendekar Kera Sakti   1623. KAPAK KUBUR

    LEBIH dari dua puluh orang mengarak seorang kakek berusia sekitar tujuh puluh tahun. Kakek berbadan kurus dan mengenakan pakaian abu-abu itu dalam keadaan tubuhnya dililit tali, hingga kedua tangannya tak bisa bergerak. Lehernya dikalungi tambang lalu dituntun seperti menuntun kambing bandot."Gantung dia! Gantung saja! Ayo, gantung! Sekali gantung tetap gantung!" seru mereka bersahutan dengan hentak-hentakkan kepalan tangannya ke atas.Para pengarak itu bukan saja terdiri dari orang dewasa, malah ada yang masih remaja ikut-ikutan mengarak dan berteriak. Tapi yang menuntun kakek berambut putih pendek itu adalah seseorang yang berseragam keprajuritan, membawa pedang di pinggang. Sedangkan beberapa prajurit bertombak mengamankan daerah sekeliling. Dari ciri pakaiannya dapat diketahui bahwa mereka adalah prajurit-prajurit Kadipaten Balungan, adipatinya masih berusia sekitar lima puluh tahun kurang, bernama Adipati Janarsuma.Wajah tua yang digiring ke bukit tak seberapa tinggi itu tampak

  • Pendekar Kera Sakti   1622. Part 22

    "Karena dia menotokku, lalu dalam keadaan lemas tak berdaya dia ingin memperkosaku, Guru! Dia kejam dan jahat...!" Kismi akhirnya menangis karena tak tahan menderita sakit hati membayangkan peristiwa itu.Lalu, Ranggu Pura berseru kepada gurunya sendiri; Poci Dewa. "Guru, izinkan saya bertarung melawan Kunta Aji sekarang juga! Saya ingin beradu kejantanan dengannya demi kehormatan Cumbu Bayangan!"Kedua tokoh tua itu saling pandang dalam kebimbangan. Pendekar Kera Sakti segera memberi saran, "Rasa-rasanya tak perlu terjadi. Cukup para Guru yang saling menyadari bahwa permusuhan diantara dua perguruan yang berasal dari satu sumber ini tidak perlu terjadi lagi. Sebab jika kita saling bermusuhan, maka ada pihak lain yang akan memanfaatkan keadaan kita ini, untuk membuat kedua perguruan semakin hancur lebur. Dan kalau sudah begitu, yang berjaya adalah pihak perguruan lain, yang menderita dan menjadi korban adalah pihak kita sendiri.""Benar...!" ada orang berseru da

  • Pendekar Kera Sakti   1621. Part 21

    Blaarr... blegaar... blaang.... Duaar...!Dalam satu kesempatan, ketika mereka masih mengambang di udara tanpa pedulikan bumi dan alam yang bergetar, Buyut Gerang berhasil hantamkan pukulan telapak tangannya ke dada Poci Dewa. Sedangkan pihak Poci Dewa pun mendapat kesempatan menghantamkan tangannya yang menguncup ke ulu hati Buyut Gerang. Pukulan itu sama-sama timbulkan bunyi menggelegar secara bersamaan.Blegaarr...!Kedua tokoh tua tanpa pengikut itu sama-sama terpental dan jatuh bergulingguling. Napas mereka terengah-engah. Wajah mereka dicekam rasa sakit yang tetap dipertahankan kekuatannya. Buyut Gerang memuntahkan darah merah kental, rambutnya rontok sebagian karena pukulan Poci Dewa. Sedangkan lawannya pun mengalami hal yang serupa, rambut Poci Dewa rontok sebagian, bahkan yang semula berwarna putih sempat menjadi semburat hitam karena hangus terbakar oleh pukulan telapak tangan Buyut Gerang. Keduanya tak ada yang merasa kalah dan tak ada yang merasa lem

  • Pendekar Kera Sakti   1327. Part 2

    "Alasanku adalah demi perdamaian di antara sesama dan demi keselamatan jiwamu juga. Dewi Pedang dan Setan Bodong adalah dua tokoh yang tak bisa ditumbangkan dengan sekali-dua kali gebrak saja.""Kau salah duga," kata gadis itu sambil tertawa kecil."Justru aku akan memperlihatkan ke

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-02
  • Pendekar Kera Sakti   1292. Part 11

    Keheranan Baraka semakin besar lagi setelah melihat asap kuning yang melapisi permukaan tanah dengan ketebalan setinggi lutut itu, ternyata cepat sekali hilangnya bagaikan terserap ke dalam bumi. Hilangnya kabut kuning itu bersamaan pula hilangnya reruntuhan biara tersebut. Semua benda, baik batu

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-02
  • Pendekar Kera Sakti   1302. KITAB LORONG WAKTU

    RASA penasaran membuat Pendekar Kera Sakti segera menuju ke Lembah Canang, tempat Biara Genta berada. Ketika ia pulang dari negeri dasar laut untuk membantu Pendeta Agung Dewi Rembulan yang terkena kutuk itu, ia sempat mampir ke Biara Damai dan Biara Genta. Sebab itulah Baraka tahu ke mana arah Lemb

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-02
  • Pendekar Kera Sakti   1304. Part 3

    Wuuukkk...! Blegaarr...!Gelombang itu membentur pukulan tak bersinar dan menimbulkan ledakan yang dahsyat. Jika gelombang hawa panas itu tidak besar dan tak seberapa hebat, ledakannya tak akan membuat pohon tumbang. Tapi karena kedua pukulan tenaga dalam itu ternyata sangat besar, maka ti

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-02
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status