Share

150. Bagian 17

last update Petsa ng paglalathala: 2024-06-07 01:02:59

Di hadapan kakek yang tampaknya tengah ber semadi itu terdapat sebilah pedang terhunus. Ujung pedang berdiri menancap dl tanah sampai seperempat bagian. Anehnya, pedang berukuran besar dan panjang melebihi ukuran pedang biasa itu bilahnya berlekuk-lekuk seperti keris, dan memancarkan sinar merah berkilat! Pedang itu adalah Pedang Naga Kresna.

Sementara, Setan Selaksa Wajah sedang membangkitkan kekuatan gaibnya untuk mempengaruhi jalan pikiran empat keturunan Pendekar Naga!

Pende

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Pendekar Kera Sakti   1609. Part 9

    Ayunda menambah penjelasannya lagi. "Dulu anak itu dibuang bersama ibunya karena anak itu berupa manusia biasa, berbadan kurus, tidak seperti ayahnya. Tapi belakangan ini rupanya Gandapura sadar bahwa anak itu bagaimanapun juga adalah anaknya. Satu-satunya anak lelakinya adalah Ranggu Pura. Karenanya, ia mencari anak itu untuk menurunkan seluruh ilmunya. Jika Ranggu Pura sudah mendapat warisan ilmu dari Gandapura, maka ia pun akan menjadi manusia pemakan daging manusia."Pendekar Kera Sakti tertegun membayangkan wajah Ranggu Pura yang tampan dan punya sikap berjiwa ksatria. Dalam bicaranya pun penuh nada kejantanan dan mampu bersikap lemah lembut. Dalam hati Pendekar Kera Sakti pun berkata, "Jika Ranggu Pura mendapat warisan ilmunya Gandapura, maka sudah pasti dia akan menjadi manusia terkutuk dan membahayakan bagi keselamatan orang banyak, ia harus dimusnahkan jika sampai kembali kepada ayah kandungnya, sebab itu berarti dia sudah menerima warisan ilmu sang Ayah."Ayunda memecah kesu

  • Pendekar Kera Sakti   1608. Part 8

    "Kusarankan, batalkan niatmu datang ke Pulau Jelaga, Kisanak. Sebab orang-orang yang mengungsi kemari menceritakan kengerian yang terjadi di sana.""Kengerian apa itu, Paman?" tanya Baraka dengan dahi berkerut."Apakah kau belum mendengar kabar bahwa Penguasa Pantai Ajal yang bernama Gandapura itu sekarang ada di Pulau Jelaga!""Gandapura...!" Baraka menggumam lirih, kemudian teringat keterangan Putri Malu tentang Gandapura, manusia titisan raksasa yang gemar memakan daging manusia itu."Maksud Paman, Gandapura si pemakan manusia itu?" tanya Baraka minta dipertegas lagi."Benar, Anak muda! Gandapura sekarang sedang berusaha menguasai Pulau Jelaga, karena ia ingin mengambil alih pulau itu untuk pusat kekuasaannya. Kira-kira begitu cerita yang kuterima dari para pengungsi itu."Pendekar Kera Sakti jadi termenung memikirkan hal itu. Ia biarkan nelayan itu menurunkan barang-barang dari atas perahunya. Diamnya Baraka bukan berarti ia menuruti sar

  • Pendekar Kera Sakti   1607. Part 7

    "Begitulah aku meninggalkan dia," kata Baraka mengakhiri kisahnya kepada Ranggu Pura. Agaknya rasa sakit Ranggu Pura telah lenyap dan luka di bagian lambungnya telah sembuh. Ranggu Pura mampu berdiri dengan tegak, badannya terasa lebih segar dari sebelumnya."Jadi dia bersama Kunta Aji? Hmmm... kukira bersama pria lain.""Siapa Kunta Aji itu? Apakah kekasihnya?""Dia kakak seperguruannya.""O, jadi Kunta Aji juga murid Ki Buyut Gerang?""Benar. Kismi kurang akur dengan Kunta Aji. Sesekali mereka sering cekcok, tapi kadang-kadang kelihatan akur juga."Baraka menggumam dan manggut-manggut. Setelah itu ia bertanya kepada Ranggu Pura."Lantas, mengapa Ki Buyut Gerang menyangka kau yang membawa lari Cumbu Bayangan, muridnya itu?""Karena hubunganku dengan Kismi tidak direstui."Pendekar Kera Sakti sedikit kerutkan dahinya. "Kau dan Kismi ada hubungan cinta?""Benar. Kami saling jatuh cinta. Tapi guru kami tidak saling

  • Pendekar Kera Sakti   1606. Part 6

    "Kalau tidak memakan korban nyawa, apakah aku harus memakan dia bulat-bulat!" ketus Buyut Gerang."Percayalah, aku akan mengusahakan muridmu kembali," bujuk Baraka dengan tetap tenang. "Terserah apa maumu! Yang jelas aku menunggu sampai batas matahari tenggelam. Kalau muridku belum dikembalikan, kucari dia dan kuhancurkan perguruannya!"Setelah berkata begitu, Buyut Gerang melesat pergi bagaikan angin berhembus. Weesss...!Baraka hanya geleng-geleng kepala dan bicara pelan pada diri sendiri, "Galak juga orangtua itu! Ilmunya cukup tinggi, tapi menahan amarah masih belum bisa."Setelah mendekati Ranggu Pura, Baraka menggunakan hawa ‘Kristal Bening’ miliknya untuk mengobatinya.Setelah selesai mengobati Ranggu Pura, Baraka bertanya kepada Ranggu Pura sambil masih jongkok di depannya, "Siapa nama murid Ki Buyut Gerang itu?""Kismi, atau sering disebut Cumbu Bayangan?""Ooo...," Baraka manggut-manggut sambil berdiri,

  • Pendekar Kera Sakti   1605. Part 5

    Puiih...!Wuuuss...!Angin kencang terlepas dari mulutnya. Hembusannya begitu besar dan membadai. Tubuh yang dihembus angin kencang itu adalah tubuh Ranggu Pura. Dan anak muda yang terbakar itu terhempas dalam keadaan api birunya padam seketika.Blabb...!Baraka ingin lakukan sesuatu, namun gerakannya tertahan karena ia melihat keadaan Ranggu Pura sudah tak terbungkus api. Bahkan kulitnya tidak mengalami luka bakar sedikit pun. Pendekar Kera Sakti segera menyadari bahwa Buyut Gerang tadi melakukan penyelamatan dengan semburan napas dari mulutnya.Namun keadaan Ranggu Pura masih tak bisa berdiri karena luka tendangan tadi. Kini si jubah abu-abu memandang Baraka dengan wajah garang karena masih memendam kemarahan kepada Ranggu Pura."Apa maksudmu mencampuri urusanku, Pendekar Kera Sakti!""Kakek tahu namaku, rupanya?""rajah naga yang ada dipunggung lenganmu menjadi ciri dari nama dan gelarmu sebagai Pendekar Kera Sakti. Bagiku t

  • Pendekar Kera Sakti   1604. Part 4

    "Tentu. Tapi suling bukan sembarang suling. Harus suling mustika. Jadi jika kau ingin bisa begitu, kau harus punya suling mustika seperti yang kumiliki ini."Baraka berkata begitu sambil menunjukkan suling mustikanya yang dipegangnya. Dan pada saat itulah seberkas sinar merah melesat dari balik sebuah pohon di belakang Cumbu Bayangan. Sinar itu tidak ditujukan untuk Cumbu Bayangan, namun ada seseorang yang dengan sengaja ingin menghantam Baraka menggunakan sinar merahnya itu.Weeess...!Tentu saja Pendekar Kera Sakti mudah menangkisnya karena saat itu sedang memegang Suling Naga Krishna. Dengan badan sedikit melompat seperti kera, suling mustika itu digunakan untuk menangkis sinar merah tersebut.Deeb...!Wwuusss...! Sinar merah itu membalik arah dengan lebih cepat dan lebih besar. Akibatnya sebuah pohon menjadi sasaran sinar merah besar itu.Blegeerr...!Pohon itu hancur lebur menjadi serpihan-serpihan kecil. Sampai akarnya pun tak t

  • Pendekar Kera Sakti   223. Part 8

    "Aku melihat dia tiba-tiba berkelebat pergi. Tampaknya, dia tak suka terhadapku.""Ah! Mana boleh begitu? Aku akan mengajar adat kepadanya!""Ah! Sudahlah. Perutku lapar sekali. Kau punya makanan, Nek?" ucap Baraka, sama sekali tak sakit hati walau dirinya baru ditampar Kembang Andini

    last updateHuling Na-update : 2026-03-19
  • Pendekar Kera Sakti   206. Part 2

    "Aku tak percaya kalian tak tahu di mana orang tua jelek itu berada. Kalian tentu sengaja menutup-nutupi keberadaannya!""Terserah apa katamu, Iblis Laknat! Enyahlah kau dari tempat ini! Hiahhh...!"Mendadak, pemuda berpakaian putih merah yang bertubuh tinggi tegap itu menerjang nekat

    last updateHuling Na-update : 2026-03-19
  • Pendekar Kera Sakti   224. Part 9

    Sekar Telasih menggeleng-gelengkan kepalanya. Matanya menatap tajam sosok Pendekar Kera Sakti yang telah berdiri di sisi kanan Dewi Cinta Kasih."Eyang jangan terkecoh olehnya!" seru gadis berwajah cantik jelita itu. "Aku tak habis mengerti, bagaimana mungkin Eyang bisa begitu saja percaya

    last updateHuling Na-update : 2026-03-19
  • Pendekar Kera Sakti   201. Part 7

    Namun ketika para ksatria mulai merentang busur dan menyerang Bancakluka dengan puluhan anak panah, semua pengunjung menahan napas. Tak ada yang dapat bersuara. Demikian pula Bancakdulina. Tentu saja Bancakdulina mengkhawatirkan keselamatan putra tunggalnya. Tapi, tekad dan keinginan si kakek sud

    last updateHuling Na-update : 2026-03-19
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status