Home / Pendekar / Pendekar Kera Sakti / 888. MISTERI SI PAHIT LIDAH

Share

888. MISTERI SI PAHIT LIDAH

last update publish date: 2025-01-11 01:01:30

PEREMPUAN tua itu berjalan terbungkuk-bungkuk. Langkahnya sangat pelan dan tertatih-tatih. Kadang ia oleng ke kiri, kadang oleng ke kanan. Malah sesekali mau tersungkur jatuh ke depan. Diperkirakan usianya sudah ratusan tahun. Badannya kurus sekali, seperti tengkorak berjalan. Rambutnya putih kehijau-hijauan. Kulitnya keriput, berlipat-lipat seperti kain kumal yang lusuh. Rambut anehnya itu dikonde kecil di tengah kepala, sisanya meriap ke kanan-kiri dipermainkan angin.

Nenek tua renta

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pendekar Kera Sakti   1637. Part 15

    “Tembang Selayang... rupanya kau sekarang punya pemuas dahaga semuda itu, hmm...! Pantas aku tak pernah melihatmu. Wajahmu pucat sekali. Apakah dikurung terus oleh anak muda itu?"Teebb...!Tembang Selayang mencekal tangan orang tersebut tanpa memandangnya. Wajahnya dingin dan ketus."Jangan macam-macam padaku, Guci Kopong!"Krraakk...! Terdengar seperti suara tulang patah. Guci Kopong meringis dengan mata terpejam. Mulutnya ternganga karena menahan rasa sakit."Ada yang ingin kau katakan lagi padaku!" pertanyaan itu bernada datar dan dingin, tanpa diikuti pandangan mata ke arah orang yang ditanya.Guci Kopong tak bisa menjawab karena genggaman tangan Tembang Selayang bagaikan kian meremukkan pergelangan tangannya. Pendekar Kera Sakti hanya memandanginya tanpa berbuat apa-apa. Senyumnya mekar di bibir, seakan menertawakan orang gemuk yang berlagak jagoan itu."Hei, lepaskan dia, Tembang!" seru orang berbadan agak kurus dari Guci

  • Pendekar Kera Sakti   1636. Part 14

    Gadis itu hanya sunggingkan senyum kaku. Rupanya ia tak enak hati kata-kata tersebut ikut didengar oleh Baraka, ia segera mengajak Baraka untuk duduk di salah satu bangku kosong. Sementara itu, para pengunjung kedai lainnya sibuk dengan percakapan masing-masing. Wiraga yang berpakaian serba biru dirangkap rompi merah tua itu segera mendekati tempat duduk Tembang Selayang, ia duduk di depan Tembang Selayang, sedangkan Pendekar Kera Sakti duduk di samping Tembang Selayang."Adhiyasa ingin sekali jumpa denganmu, Tembang Selayang. Temuilah dia, tapi....""Sampaikan salamku saja kepada Adhiyasa jika kau bertemu dengannya.""Kurasa kami akan lama tidak saling jumpa.""Kenapa begitu?""Adhiyasa sedang pergi. Sudah dua purnama ini tak menampakkan batang hidungnya!""Pergi ke mana?" tanya Tembang Selayang pelan, seakan tak mau didengar Pendekar Kera Sakti."Kabarnya ia sedang memburu pusaka Kapak Kubur.""Hahh...!" Tembang Selayang kage

  • Pendekar Kera Sakti   1635. Part 13

    Langkah mereka menuju ke Gunung Bunting terhenti oleh pemandangan yang menarik perhatian. Sesosok mayat mereka temukan tergeletak di rerumputan dalam keadaan hangus menjadi arang. Baraka berdebar-debar karena menyangka mayat yang tak jelas bentuk dan rupanya itu adalah salah satu dari ketiga sahabatnya yang hilang."Jangan-jangan dia adalah Pinang Sari!""Apakah kau yakin mayat ini adalah mayat seorang perempuan?""Hmm... sulit diyakini. Sama sekali tak bisa dikenali jenisnya; pria atau wanita? Tak ada sisa pakaian dan rambut sedikit pun.""Aku yakin mayat ini adalah mayat lelaki.""Dari mana kau tahu?"“Tak ada sisa perhiasan menempel di raga hangus ini."Baraka manggut-manggut membenarkan dugaan Tembang Selayang. Mayat yang sudah tidak berasap sedikit pun itu benar-benar tak ubahnya dengan seonggok arang menyerupai orang meringkuk. Sangat sukar untuk dikenali ciri-cirinya. Tak ada senjata apa pun yang tertinggal di sekitar may

  • Pendekar Kera Sakti   1634. Part 12

    "Ada kalanya manusia mengalami kelengahan, ada kalanya manusia menemukan masa kejayaannya. Sayang waktu aku melawan Branjang Kawat kelengahanku tercuri olehnya, sehingga ia hampir saja merenggut nyawaku kalau aku tak segera larikan diri.""O, begitu.. Jelasnya kau tak bisa unggul melawan Branjang Kawat. Begitu saja singkatnya."Baraka sengaja bicara dengan senyum seakan mengejek kekalahan gadis itu. Yang dilakukan oleh si gadis hanya tarik napas dan segera mengalihkan pembicaraan."Jelaskan apa maksudmu menghadang langkahku!""Aku ingin tahu namamu, Nona Cantik," jawab Baraka makin berkesan menggoda. Hati gadis itu agak jengkel dan berusaha ditahannya kuat-kuat."Untuk apa kau mengetahui namaku?""Karena aku mencurigaimu membawa lari ketiga sahabatku.""Kecurigaanmu tidak benar!""Itulah sebabnya aku ingin tahu namamu karena aku ingin meminta maaf padamu," bujuk Baraka dengan suaranya yang lembut dan punya daya pesona tersendir

  • Pendekar Kera Sakti   1633. Part 11

    Zlaapp...!"Pinang... jangan ikut mengejar! Nanti aku sendirian di sini!" Tua Bangka gemetar takut. Gerakan si pemilik sinar merah itu cukup cepat, atau memang Pendekar Kera Sakti salah arah dalam mengejarnya. Orang tersebut tak berhasil ditangkap oleh Pendekar Kera Sakti. Beberapa saat lamanya Baraka mencari orang itu ke beberapa arah, namun tetap tidak berhasil ditemukan."Agaknya aku sudah telanjur salah arah dalam mengejarnya. Sebaiknya aku segera kembali menemui Tua Bangka. Barangkali kakek ompong itu punya bayangan siapa kira-kira orang yang ingin membunuhnya itu."Namun alangkah terkejutnya Baraka begitu kembali ke tempat semula, ternyata Tua Bangka sudah tidak ada di tempat. Pinang Sari dan Darah Prabu juga tidak ada di tempat. Yang tinggal hanya mayat orang berompi hitam."Ke mana mereka perginya!" pikir Baraka sambil memandang ke sana-sini."Apakah orang yang kukejar tadi yang membawa pergi mereka? Oh, kalau begitu aku tertipu oleh pancin

  • Pendekar Kera Sakti   1632. Part 10

    "Matanya siapa?" sela Baraka menanggapi dengan santai juga."Mungkin mata kalian itulah yang dibohongi!" gerutu Tua Bangka.Darah Prabu dan Pinang Sari menjadi heran dan menampakkan wajah keraguannya. Akhirnya Darah Prabu berkata, "Aku perlu tanyakan kepada Guru tentang kebenaran pusaka itu. Ada atau tidak, dan benarkah Empu Tapak Rengat tidak mau memegang senjata pusaka lagi. Aku perlu jawaban dari Guru secepatnya.""Aku akan mendampingimu," kata Pinang Sari. "Aku juga perlu menceritakan kematian guruku kepada Resi Badranaya, sebab kudengar kabar dari seorang tokoh tua yang telah tiada; Resi Badranaya adalah kakak sepupu mendiang guruku."Baraka menyahut, "Kalau begitu aku akan ke Gunung Bunting untuk temui Empu Tapak Rengat. Akan kutanyakan kebenaran tentang pusaka itu juga.""Baiklah, kita berpisah untuk sementara waktu Baraka," kata Pinang Sari."Sepertinya kita akan jumpa lagi dalam peristiwa Kapak Kubur ini. Kita sama-sama mencari kete

  • Pendekar Kera Sakti   210. Part 6

    SETELAH BERLARI hampir sepenanakan nasi, kakek yang sejak sepuluh tahun lalu mengasingkan diri itu menghentikan kelebatan tubuhnya di sebuah padang rumput. Dia berhenti tepat di depan pintu gerbang sebuah bangunan besar berupa puri. Pondok Matahari!Sementara menunggu kedatangan Pendekar Ke

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Pendekar Kera Sakti   202. Part 8

    Suasana jadi hening. Obor-obor besar telah dinyalakan di beberapa tempat Hening terus terasa. Tak satu pun pemuda Suku Asantar yang berani unjuk diri!"Baik!" seru Kaluak Labodang lagi."Karena tak ada pemuda lain yang berniat menjadi pemimpin Suku Asantar dengan mencoba dulu kemampua

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Pendekar Kera Sakti   240. Part 12

    "Pertolongan? Siapa yang membutuhkan pertolonganmu?""Lihat itu!"Kembang Andini, Puspa Kencana, dan Sekar Telasih menoleh bersamaan, mengarahkan pandangan ke tempat yang ditunjukkan Pujangga Kramat. Walau samar-samar, mereka bertiga masih dapat mengenali sosok Kusuma Suci yang tengah

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Pendekar Kera Sakti   222. Part 7

    "Ucapanmu begitu ketus, Nek! Tidak bisakah kau bersikap sopan sedikit? Dua kali kau menamparku. Coba kalau aku tidak tertotok, mana berani kau menamparku?""Hmmm.... Punya otak juga kau, Bocah Gemblung! Kau memancingku untuk membebaskan pengaruh totokan di tubuhmu. Setelah bebas, seperti ya

    last updateLast Updated : 2026-03-19
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status