LOGIN"Hmm, Janji tetap kupenuhi. Itu sebabnya aku datang kemari membawa orang banyak. Selain itu aku juga masih punya pasukan gaib yang ampuh. Bila keadaan memaksa aku bakal mengerahkan mereka!" Ujar Sang Maha Sesat.
Kupu Kupu Putih tersenyum puas. Dia sama sekali tidak tahu dalam hati Sang Maha Sesat sesungguhnya berkata lain.
"Pedang Pusaka Istana Es, mana pantas kuberikan pada orang yang sudah mampus. Sebagai penyihir kuanggap kau sebagai orang bodoh. Andai saja kau gunakan tongka
Hawa dingin dan hawa panas menderu silih berganti. Rasanya Sulit bagi Puteri Pemalu dapat meloloskan diri dari serangan. Tapi si gadis bersikap tenang. Dia malah tertawa mengikik. Sambil tertawa dia membuat satu gerakan aneh, tubuh berputar sambil melompat tinggi.Wuus! Crak! Bum! Bum!Puteri Pemalu lenyap.Serangan bersaudara Tiga Pembawa Maut mengenai tempat kosong. Tiga Pembawa Maut geram. Serentak mereka dongakkan kepala. Memandang ke atas lawan raib entah kemana."Aku disini!" Kata Puteri Pemalu memberi tahu.Maut Merah, Maut Hijau dan Maut Biru balikkan badan. Menatap ke depan mereka belalakan mata sekaligus keluarkan seruan kaget.Di luar dugaan lawan ternyata telah berada di depan hidung mereka sedangkan dua tangan Puteri Pemalu yang berkuku panjang menyambar deras siap menghunjam di bagian wajah mereka."Keparat!" Maki Maut Biru sambil cepat selamatkan wajah dengan melompat ke belakang."Jadah!" Maki Maut Merah dan Hij
Si Gadis yang bersama si kakek yang tak lain adalah Dewi Harum alias Puteri Pedang Harum terkejut tak menyangka Kupu Kupu Putih mau membeberkan kesalahan gurunya. Sambil berdecak kagum dan menatap Kupu Kupu Putih yang berjarak sejauh lima belas tombak di depannya.Dewi Harum berucap dengan suara lantang."Para manusia terkutuk. Kalian semua akan aku binasakan. Tapi terus terang aku merasa kagum karena baru malam ini kudengar ada seorang murid mau mengakui kesalahan gurunya. Sayang... aku tidak melihat gurumu Penyihir Racun Utara hadir disini, Walau begitu kau cukup layak menggantikan gurumu untuk menebus dosa-dosanya!""Hik hik hik! Kalian punya hubungan apa dengan kerabat istana Pulau Es?" Tanya Kupu Kupu Putih disertai tawa tergelak."Soal itu bukan urusanmu" Jawab Dewi Harum.Sang Maha Sesat menyeringai."Katakan memang bukan urusan kami. Tapi sadarilah kalian cuma berdua. Sedangkan kami sangat banyak sekali. Bagaimana mungkin seekor mony
"Hmm, Janji tetap kupenuhi. Itu sebabnya aku datang kemari membawa orang banyak. Selain itu aku juga masih punya pasukan gaib yang ampuh. Bila keadaan memaksa aku bakal mengerahkan mereka!" Ujar Sang Maha Sesat.Kupu Kupu Putih tersenyum puas. Dia sama sekali tidak tahu dalam hati Sang Maha Sesat sesungguhnya berkata lain."Pedang Pusaka Istana Es, mana pantas kuberikan pada orang yang sudah mampus. Sebagai penyihir kuanggap kau sebagai orang bodoh. Andai saja kau gunakan tongkat untuk melihat keadaan gurumu. Aku yakin kau pasti berubah pikiran. Kau tidak lagi datang demi pedang tapi demi menghabisi nyawaku. Gadis cantik luar biasa. Aku akan memanfaatkanmu. Dan sesungguhnya telah lama sekali aku ingin mendapatkan kehangatan tubuhmu! ""Saya berterima kasih karena ternyata kau memegang janji, paman." Sahut Kupu Kupu Putih sambil tersenyum."Gusti Ayu, saya merasa Sang Maha Sesat telah menyembunyikan sesuatu. Jangan percaya dengan segala bualannya." Kata Ma
Bocah Ontang Anting yang merasa diselamatkan keluarkan suara raungan lalu lepaskan cekalan pada ujung kotak selanjutnya berguling menjauh selamatkan diri. Benturan cahaya hitam dan dua pukulan yang dilepaskan Angon Luwak tak dapat dihindari lagi.Dentuman keras di dalam gua mengguncang seluruh penjuru bukit dan menimbulkan lubang menganga lebar di seluruh lereng bukit Induk. Pijaran api bekas ledakan memenuhi seluruh penjuru ruangan gua.Kepulan asap menghalangi pandangan. Angon Luwak tergontai menatap ke arah altar di antara keremangan cahaya.Dia melihat kotak hitam bergerak-gerak dengan sendirinya. Dan melihat Bocah Ontang Anting berusaha bangkit kembali hendak mengambil kotak hitam.Di sudut yang gelap terdengar suara makian."Jadah! Menggagalkan niatku berarti kematian bagimu," Teriak satu suara."Keparat penyusup. Jangan cuma menyumpah serapah. Perihatkan dirimu agar aku bisa melihat seperti apa tampang rupamu!" Maki Pendekar Sinting s
Melihat kejadian ini Bocah Ontang Anting dengan suara lantang membuka mulut berucap. "Gua Gaib jagad gaib. Kunci gaib simbolnya berupa bintang. Bintang merindukan bulan. Bulan memancarkan cahaya kasihnya pada yang merindukan. Atas restu dewa, kunci gaib simbol gaib melebur. Pintu ruang menuju kotak penyimpanan terbuka. Kemudian atas ijin pemilik langit bumi. Kutitah pada Pedang Pusaka Istana Es untuk keluar dari tempat penyimpanan. Seiring dengan itu hiduplah siapa saja yang menjadi sahabat. Sahabat yang muncul apapun ujud dan rupanya saling menolong dalam hal kebaikan bukan tolong menolong dalam kejahatan!"Selesai dengan ucapannya Bocah Ontang Anting mengusap wajahnya sebanyak dua kali. Setelah mengusap wajah, kakek ini cepat berjongkok lalu usapkan dua tangan yang dipergunakan mengusap wajah ke permukaan simbol bintang yang disinari cahaya.Begitu usapan selesai dilakukan. Bocah Ontang Anting melompat turun menjauhi altar. Begitu kedua kaki menjejak lantai gua yang
KEGELISAHAN menunggu saatnya bulan mencapai titik tertinggi ternyata tidak hanya dirasakan oleh Kupu Kupu Putih, Sang Maha Sesat, Dewl Harum atau Momok Laknat dan Puteri Pemalu yang datang belakangan bersama si nenek.Di dalam gua Empat Ruangan Satu Pintu yang berada dalam perut bukit Induk. Hyang Kelam yang bersembunyi di balik pelindung gaib bersama muridnya Untari nampaknya juga sudah mulai tidak dapat menahan sabar.Kepada sang murid Hyang Kelam yang ujud aslinya berupa seorang kakek renta bertubuh kurus kering macam jerangkong dan mengenakan pakaian aneh berupa selempang pipih mirip kulit pohon berkata."Muridku Untari. Bila menuruti kata hati sesungguhnya aku sudah tidak sabar menunggu bulan sampai berdiri tegak di atas kepala. Selain itu pikiranku juga tidak tenang karena aku melihat di luar sana para tamu yang tidak diundang telah berdatangan. Saat Ini aku ingin menyambut mereka dan membinasakan mereka semua yang ada di sana hingga tidak bersisa."
Sekali mengitarkan pandang. Dia tidak yakin Puteri Pemalu tewas terbunuh di tangan Hyang Kelam. Tak ada yang bisa membunuh Puteri Pemalu. Takdir kematiannya hanya terjadi bila muncul petir di tengah hari di delapan Puteri Pemalu."Dimana kau!" Teriak Momok Laknat.Sekali lagi dia me
"Hei, kau laki-laki aku juga. Jangan berlagak sesuci dewa. Aku ini manusia jujur. Kelakuanku tidak buruk sekali." Tanya Bocah Ontang Anting sambil tersenyum."Dasar tua bangka aneh. Aku bosan bicara denganmu. Sekarang ini kurasa lebih baik kita lanjutkan perjalanan. Bukit induk sudah di de
Sang Maha Sesat bangkit berdiri. Pipinya menggembung, rahang bergemeletukan. Tapi dia sangat terkejut ketika melihat ke depan Angin Pesut ternyata raib dari hadapannya.Penasaran Sang Maha Sesat dongakkan kepala ke atas. Rajawali raksasa dan si kakek tak terlihat lagi hilang lenyap di kege
"Apa yang terjadi denganmu, Kataran?" Tanya Angin Pesut pada sang penjaga yang ternyata bernama Kataran.Laki-laki itu membuka mulut hendak mengucapkan sesuatu. Tapi nampaknya begitu sulit. Nafas memburu, lidah terjulur keringat dingin menetes deras membasahi sekujur tubuhnya. Melihat ini Angin Pes







