Share

167. Part 3

last update publish date: 2026-04-22 01:01:26

Sosok tinggi hitam berpakaian berupa jubah hitam berambut panjang memakai ikat kepala hitam yang tak lain adalah Maha Sesat itu merasa usahanya untuk memasuki gua di dalam perut bukit semakin jauh dari harapan.

Angin Pesut ternyata tidak hanya memiliki tubuh dengan ukuran sangat besar, namun tenaga luar maupun tenaga dalamnya juga sangat luar biasa.Yang membuat Maha Sesat lebih tercengang lagi.

Angin Pesut sanggup menghancurkan setiap serangan ganas yang dilancarkannya. Ketika A

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   174. Part 10

    Di pedataran selatan yang hanya dipisahkan oleh gundukan bukit kecil Momok Laknat tiba-tiba menyela. "Paduka.. Sebagai pewaris tahta mungkin kelak paduka perlu kiranya mengangkat diriku menjadi seorang maha patih di Istana Es""Nenek yang berada di seberang. Soal tahta dan Istana saya belum memikirkannya. Tapi bila kau berhasrat menjadi patih. Rasanya kau pantas memangku jabatan sebagai patih. Dan mengingat aku hanya seorang Pendekar Sinting kemungkinan kau layak menjadi patihnya orang gila".Ucapan Pendekar Sinting ini tentunya mengundang gelak tawa bagi yang lain-lainnya. Sambil bersungut-sungut si nenek berujar. "Menjadi patih orang gila Juga tidak mengapa paduka. Aku rasa Pendekar Sinting patut berpasangan dengan patih gila. Hik hik hik.""Aku menghargai usul itu. Tapi mengapa kau dan sahabatmu puteri Pemalu tidak mau datang kemari bergabung bersama kami," Tanya Pendekar Sinting.Puteri Permalu melangkah maju. Dengan malu-malu dan tutupi wajahnya dia

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   173. Part 9

    Mereka menyerang lawan dengan jurus-jurus serta pukulan mematikan. Tetapi walau mahluk-mahluk menyerupai kera ini mempunyai kelebihan dapat menggandakan diri. Namun Angin Pesut ternyata mengetahui kelemahan mereka.Dengan segala kelebihan yang dimiliki si kakek mengambil bumbung emas dari dalam mulutnya. Tabung itu berisi sejenis kutu ganas dan biasa menyerang bagian telinga tembus sampai ke otak.Di dalam otak lawan sang kutu membuat berbagai kekacauan dan kerusakan. Tanpa ampun di saat kawanan perajurit alam gaib semakin mengganas hingga membuat empat lawannya jedi sangat kewalahan.Di saat seperti itu sang kutu yang oleh Angin Pesut diberi nama Kutu Gila menyelinap masuk ke dalam telinga para mahluk. Mula-mula mahluk-mahluk berujud kera berwarna coklat dan hitam merasakan telinga masing masing terasa gatal luar biasa di bagian liang dalam. Setelah itu rasa gatal menjalar kesekujur tubuh hingga membuat mereka terpaksa menggaruk.Dalam keadaan yang demik

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   172. Part 8

    Ketika tangan ditarik ke belakang lalu dihantamkan ke depan. Dua tangan yang dikepal segera dibuka. Dari tangan kiri yang terbuka melesat cahaya hitam disertai hawa panas luar biasa. Cahaya panas memecah menjadi sembilan bagian. Bergerak meliuk-liuk seperti sembilan ekor ular ganas berkepala lancip. Sedangkan dari tangan kanan berkiblat cahaya biru redup melesat sedemikian rupa tidak ubahnya seperti kilat yang menyambar sebelum munculnya petir di tengah hujan.Sekejab saja kilatan cahaya menghantam Maha Sesat di sembilan titik mematikan pada bagian tubuhnya. Maha Sesat yang semula bersikap acuh terkesan memandang sebelah mata serangan lawan jadi terkesima begitu merasakan sekujur tubuhnya seperti disedot dan diremas oleh satu kekuatan maha dahsyat yang tak dapat dilihatnya.Dalam kejut selagi sekujur tubuh menggeletar hebat, laki laki ini segera miringkan tubuh sekaliigus menyambut serangan Pendekar Sinting dengan pukulan sakti Muslihat Di Balik Kegelapan.Ketik

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   171. Part 7

    "Kau tak mengerti apa-apa. Kau masih hijau, bocah ingusan. Segala rahasia perseteruan antara aku dan ayahandamu salah satunya menyangkut pedang keramat itu. Tapi juga ada hal-hal yang tak perlu kau ketahui. Aku tak perlu menjelaskan, kelak kau akan mengetahuinya sendiri. Sekarang kau mau berbuat apa? Ingin menuntut balas atas kematian keluargamu? Aku sangat ragu kau sanggup melakukannya! Ha ha!"Lagi-lagi Maha Sesat mengumbar tawa berderai.Pendekar Sinting tidak menjawab. Sebaliknya dengan tak terduga tiba-tiba saja pemuda itu berkelebat ke arah lawan. Secepat kilat dengan tangan terkembang seperti cakar sepuluh jemari tangan Pendekar Sinting yang telah berubah memutih seperti perak mencengkeram siap menjebol perut dan dada lawannya.Kejut di hati Maha Sesat bukan kepalang. Serangan Cakar Rajawali yang dilancarkan Pendekar Sinting bukan saja mempunyai kecepatan yang sangat luar biasa. Tapi juga terasa ganas disertai deru hawa dingin mematikan. Diserang dengan c

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   170. Part 6

    Teriakan Maha Sesat disambut pekik riuh gegap gempita dari mahluk-mahluk berujud kera bersenjata berbagai jenis. Serentak mahluk-mahluk itu dengan beringas menyerang ke arah Angin Pesut, Dewi Harum juga Pendekar Sinting.Sedangkan sebagian lagi menyebar menyerbu ke arah Momok Laknat dan Puteri Pemalu. Mendapat serangan mahluk mahluk itu Momok Laknat tertawa mengekeh."Mahluk-mahluk celaka tidak tahu diri. Kita sama sama bertampang buruk. mengapa menyerang kami,""Mungkin dia mengira kita ini musuh bebuyutan nenek moyang mereka nek" Sahut Puteri Pemalu.Berkata begitu gadis ini segera mengumbar pukulan ganas mengerikan. Momok Laknat mendengus. Tidak tanggung tanggung dia menggunakan senjata tulangnya untuk menghalau sekaligus mematahkan serangan mahluk-mahluk ganas itu.Di bagian lain Dewi Harum terpaksa mengumbar pukulan sekaligus memutar pedang kayunya untuk mencerai-beraikan gabungan serangan kawanan mahluk kegelapan yang demikian berbahaya. Seda

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   169. Part 5

    "Kkk... kau.., apakah kau putra terakhir prabu Sangga Langit? Apakah kau yang bernama Angon Luwak dan dikenal dengan sebutan Pendekar Sinting?" Tanya Maha Sesat dengan bergetar.Walau dendam dan kemarahannya pada Maha Sesat setinggi langit sedalam lautan namun Pendekar Sinting malah manggut-manggut sambil sunggingkan senyum mengejek.Menatap sekilas pada Maha Sesat, Pendekar Sinting kemudian alihkan perhatiannya pada Angin Pesut dan Dewi Harum. Merasa diperhatikan oleh pemuda tampan, hati sang dara sempat dak dik duk tak karuan. Apalagi tatapan itu disertai kedipan mata. Jelas Dewi Harum jadi tersipu.Dengan wajah merah cepat gadis ini alihkan perhatian ke arah ratusan perajurit alam gaib yang berpenampilan seperti kawanan kera. Angin Pesut kiranya melihat Pendekar Sinting mengedipi saudara angkatnya.Tanpa merasa canggung dan sungkan membuka mulut berucap. "Anak muda melihat matamu berkedip. Apakah kau sedang kelilipan? Atau memang ada yang salah pada ur

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   109. Part 18

    SATU sosok tubuh bergerak cepat melesat laksana anak panah meninggalkan Lembah Tapa Rasa. Terpaut jarak yang cukup jauh. Di belakang berpakaian putih mengenakan mantel berbulu terus mengikuti satu sosok lainnya. Sosok kedua yang tertinggal di belakang berusaha menyusul orang yang berada di depan.

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   108. Part 17

    Bangunan pondok yang terbuat dari susunan tulang paus berguncang hebat. Puteri Pemalu terpaksa kerahkan tenaga dalam lindungi telinga dari pengaruh tawa si nenek. Sekujur tubuh yang merah dipenuhi urat-urat darah bersembulan berubah merah pekat.Puteri Pemalu cepat menyela dengan berkata.

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   107. Part 16

    Mendengar pertanyaan seperti itu Momok Laknat terdiam sesaat. Tapi kemudian dia segera berucap."Apa yang kucari? Aku hanya mencari kebenaran serta arti hidup yang sesungguhnya.""Hik hik hik. Kau sudah cukup umur jangan membuat malu diri sendiri. Bukannya aku tak bermalu, bukannya

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   106. Part 15

    Kepala-kepala itu botak plontos tanpa kulit, berwarna kemerahan terbalut otot dan susunan pembuluh darah yang menyembul diantara kumpulan-kumpulan daging berwarna darah. Dari keseluruhan penampilan, sosok berujud manusia tanpa kulit ini tak ubahnya seperti seonggok membentuk sebuah kesatuan tubuh

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status