Share

166. Part 2

last update publish date: 2026-04-21 01:01:53

Maut Merah jatuh terbanting, berkelojotan sebentar lalu diam tak berkutik lagi. Puteri Pemalu menyeringai sambil balikkan badan.

Dia terkejut ketika melihat Maut Hijau menyerangnya dengan senjata berbentuk bulan sabit.

Breet!

"Aih, jebol perutku!" Teriak Puteri Pemalu.

Dia memandang bagian perutnya yang robek besar. Isi perut berbusaian keluar, darah mengucur dan luka seperti pancuran. Tapi begitu gadis ini meniup bagian lukanya. Luka itu segera bertaut kembali.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   174. Part 10

    Di pedataran selatan yang hanya dipisahkan oleh gundukan bukit kecil Momok Laknat tiba-tiba menyela. "Paduka.. Sebagai pewaris tahta mungkin kelak paduka perlu kiranya mengangkat diriku menjadi seorang maha patih di Istana Es""Nenek yang berada di seberang. Soal tahta dan Istana saya belum memikirkannya. Tapi bila kau berhasrat menjadi patih. Rasanya kau pantas memangku jabatan sebagai patih. Dan mengingat aku hanya seorang Pendekar Sinting kemungkinan kau layak menjadi patihnya orang gila".Ucapan Pendekar Sinting ini tentunya mengundang gelak tawa bagi yang lain-lainnya. Sambil bersungut-sungut si nenek berujar. "Menjadi patih orang gila Juga tidak mengapa paduka. Aku rasa Pendekar Sinting patut berpasangan dengan patih gila. Hik hik hik.""Aku menghargai usul itu. Tapi mengapa kau dan sahabatmu puteri Pemalu tidak mau datang kemari bergabung bersama kami," Tanya Pendekar Sinting.Puteri Permalu melangkah maju. Dengan malu-malu dan tutupi wajahnya dia

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   173. Part 9

    Mereka menyerang lawan dengan jurus-jurus serta pukulan mematikan. Tetapi walau mahluk-mahluk menyerupai kera ini mempunyai kelebihan dapat menggandakan diri. Namun Angin Pesut ternyata mengetahui kelemahan mereka.Dengan segala kelebihan yang dimiliki si kakek mengambil bumbung emas dari dalam mulutnya. Tabung itu berisi sejenis kutu ganas dan biasa menyerang bagian telinga tembus sampai ke otak.Di dalam otak lawan sang kutu membuat berbagai kekacauan dan kerusakan. Tanpa ampun di saat kawanan perajurit alam gaib semakin mengganas hingga membuat empat lawannya jedi sangat kewalahan.Di saat seperti itu sang kutu yang oleh Angin Pesut diberi nama Kutu Gila menyelinap masuk ke dalam telinga para mahluk. Mula-mula mahluk-mahluk berujud kera berwarna coklat dan hitam merasakan telinga masing masing terasa gatal luar biasa di bagian liang dalam. Setelah itu rasa gatal menjalar kesekujur tubuh hingga membuat mereka terpaksa menggaruk.Dalam keadaan yang demik

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   172. Part 8

    Ketika tangan ditarik ke belakang lalu dihantamkan ke depan. Dua tangan yang dikepal segera dibuka. Dari tangan kiri yang terbuka melesat cahaya hitam disertai hawa panas luar biasa. Cahaya panas memecah menjadi sembilan bagian. Bergerak meliuk-liuk seperti sembilan ekor ular ganas berkepala lancip. Sedangkan dari tangan kanan berkiblat cahaya biru redup melesat sedemikian rupa tidak ubahnya seperti kilat yang menyambar sebelum munculnya petir di tengah hujan.Sekejab saja kilatan cahaya menghantam Maha Sesat di sembilan titik mematikan pada bagian tubuhnya. Maha Sesat yang semula bersikap acuh terkesan memandang sebelah mata serangan lawan jadi terkesima begitu merasakan sekujur tubuhnya seperti disedot dan diremas oleh satu kekuatan maha dahsyat yang tak dapat dilihatnya.Dalam kejut selagi sekujur tubuh menggeletar hebat, laki laki ini segera miringkan tubuh sekaliigus menyambut serangan Pendekar Sinting dengan pukulan sakti Muslihat Di Balik Kegelapan.Ketik

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   171. Part 7

    "Kau tak mengerti apa-apa. Kau masih hijau, bocah ingusan. Segala rahasia perseteruan antara aku dan ayahandamu salah satunya menyangkut pedang keramat itu. Tapi juga ada hal-hal yang tak perlu kau ketahui. Aku tak perlu menjelaskan, kelak kau akan mengetahuinya sendiri. Sekarang kau mau berbuat apa? Ingin menuntut balas atas kematian keluargamu? Aku sangat ragu kau sanggup melakukannya! Ha ha!"Lagi-lagi Maha Sesat mengumbar tawa berderai.Pendekar Sinting tidak menjawab. Sebaliknya dengan tak terduga tiba-tiba saja pemuda itu berkelebat ke arah lawan. Secepat kilat dengan tangan terkembang seperti cakar sepuluh jemari tangan Pendekar Sinting yang telah berubah memutih seperti perak mencengkeram siap menjebol perut dan dada lawannya.Kejut di hati Maha Sesat bukan kepalang. Serangan Cakar Rajawali yang dilancarkan Pendekar Sinting bukan saja mempunyai kecepatan yang sangat luar biasa. Tapi juga terasa ganas disertai deru hawa dingin mematikan. Diserang dengan c

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   170. Part 6

    Teriakan Maha Sesat disambut pekik riuh gegap gempita dari mahluk-mahluk berujud kera bersenjata berbagai jenis. Serentak mahluk-mahluk itu dengan beringas menyerang ke arah Angin Pesut, Dewi Harum juga Pendekar Sinting.Sedangkan sebagian lagi menyebar menyerbu ke arah Momok Laknat dan Puteri Pemalu. Mendapat serangan mahluk mahluk itu Momok Laknat tertawa mengekeh."Mahluk-mahluk celaka tidak tahu diri. Kita sama sama bertampang buruk. mengapa menyerang kami,""Mungkin dia mengira kita ini musuh bebuyutan nenek moyang mereka nek" Sahut Puteri Pemalu.Berkata begitu gadis ini segera mengumbar pukulan ganas mengerikan. Momok Laknat mendengus. Tidak tanggung tanggung dia menggunakan senjata tulangnya untuk menghalau sekaligus mematahkan serangan mahluk-mahluk ganas itu.Di bagian lain Dewi Harum terpaksa mengumbar pukulan sekaligus memutar pedang kayunya untuk mencerai-beraikan gabungan serangan kawanan mahluk kegelapan yang demikian berbahaya. Seda

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   169. Part 5

    "Kkk... kau.., apakah kau putra terakhir prabu Sangga Langit? Apakah kau yang bernama Angon Luwak dan dikenal dengan sebutan Pendekar Sinting?" Tanya Maha Sesat dengan bergetar.Walau dendam dan kemarahannya pada Maha Sesat setinggi langit sedalam lautan namun Pendekar Sinting malah manggut-manggut sambil sunggingkan senyum mengejek.Menatap sekilas pada Maha Sesat, Pendekar Sinting kemudian alihkan perhatiannya pada Angin Pesut dan Dewi Harum. Merasa diperhatikan oleh pemuda tampan, hati sang dara sempat dak dik duk tak karuan. Apalagi tatapan itu disertai kedipan mata. Jelas Dewi Harum jadi tersipu.Dengan wajah merah cepat gadis ini alihkan perhatian ke arah ratusan perajurit alam gaib yang berpenampilan seperti kawanan kera. Angin Pesut kiranya melihat Pendekar Sinting mengedipi saudara angkatnya.Tanpa merasa canggung dan sungkan membuka mulut berucap. "Anak muda melihat matamu berkedip. Apakah kau sedang kelilipan? Atau memang ada yang salah pada ur

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   91. Part 22

    Mendengar penjelasan Jerit Nyawa, Kupu Kupu Putih jadi terdiam sambil kerutkan keningnya."Mencari Rajawali Emas? Hmm, burung itu pernah kulihat dalam wangsitku. Tidak hanya rajawali saja tapi aku juga melihat seekor mahluk besar berupa naga berwarna hijau di pantai Karang Es.” Gumam

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   90. Part 21

    Sang Kupu Kupu tahu apa yang ada dalam pikiran dan hati Kalebu. Namun dia berlagak bodoh. Dia kemudian berkata. "Untuk sementara aku harus mengesampingkan semua wangsit yang kudapat. Aku harus menunggu kabar dari Sobo Guru lebih dahulu. Tetapi bila sampai menjelang tengah hari nanti Sobo Guru tid

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   89. Part 20

    Kupu Kupu Putih menatap sekilas pada laki-laki muka hijau tersebut. Kemudian perhatiannya dialihkan ke mulut gua. Dia berkata. "Hal itu tak dapat kubuktikan. Saat ini Sobo Guru telah sepuh. Beliau menyerahkan semua persoalan yang belum terselesaikan kepadaku. Ketika penyerbuan ke Istana Es dilaku

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   88. Part 19

    Kedua laki-laki yang sesungguhnya memiliki nama Kalebu dan Kalametu ini kemudian merasakan tubuhnya melayang sedemikian rupa, lalu meluncur jatuh di undakan anak tangga tak jauh dari tumpukan tengkorak.Si gadis tertawa mengekeh begitu Kalebu dan Kalametu menghaturkan sembah sambil benturk

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status