แชร์

18. Jual Mahal Sibocah

ผู้เขียน: KSATRIA PENGEMBARA
last update วันที่เผยแพร่: 2025-10-10 01:02:46

"Hendak ke mana kau?!" Bentak Ki Kusumo, baru saja empat langkah Angon Luwak menjejakkan kaki di atas pasir pantai.

Mendadak saja, tubuh Angon Luwak sulit digerakkan. Bukan cuma sepasang kakinya yang memberat seperti dipaku langsung ke dalam bumi, tubuhnya pun sulit digerakkan. Anak itu mematung dalam posisi orang melangkah, membelakangi Ki Kusumo.

"Kalau kau ingin terus berdiam diri di situ sampai beberapa hari, kau boleh menolak ajakanku sekarang," Ancam Ki Kusumo. Main-main t

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   252. Part 20

    "Orang menghina mengapa pangeran diam saja?""Lebih baik kita habisi pemuda gila itu!"Tak sabar kembaran kedua ikut menimpali”Kalian harus bersabar. Membunuhnya adalah perkara semudah membalikkan telapak tangan. Tapi aku harus menanyainya dulu” sahut sang PangeranSetelah berkata begitu kini dia kembali menatap ke arah Pendekar Sinting."Kunyuk berpedang. Kuharap kau mau berterus terang dan mau mengatakan siapa dirimu. Dengan begitu aku bisa memberikan jalan kematian padamu dengan cara yang mudah.""Begitu" sahut Pendekar Sinting tersenyum lalu manggut-manggut."Mendengar ancamanmu aku menjadi takut. Rupanya kau malaikat maut yang baru datang dari neraka? Tapi jangan salah duga dan mengira aku manusia paling tolol sekolong langit. Aku sudah mendengar semua yang kau katakan. Aku juga sudah mengetahui apa yang terjadi walau memang belum semuanya..." Ucapan Pendekar Sinting terputus karena tiba-tiba Pangeran Durjana memotong.

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   251. Part 19

    Seseorang yang memiliki ilmu kesaktian dan tenaga dalam yang belum sempurna bila diserang tubuhnya menjadi kaku sementara jantungnya bakal mengalami kerusakan. Nila Agung sadar benar akan hal itu. Itu sebabnya sambil berkelit hindari dua gebukkan. Nila Agung menangkis pukulan yang mengarah kebagian kepala.Sementara pedang ditangan kanan dipergunakan untuk membabat lima jari tangan yang siap menyambar dadanya.Wuuues!Sret!Ces!Kembaran pertama menjerit. Tangan yang dipergunakan untuk menotok terbabat putus. Kutungan jemari bertebaran di tanah. Laki-laki itu melompat mundur hindari tebasan pedang yang ke dua. Sementara tindakan penyelamatan diri yang dilakukan sang puteri ternyata tidak berlangsung mulus. Walau dia berhasil selamatkan kepala dari pukulan orang namun punggungnya masih kena ditendang oleh kembaran ke tiga.Gadis ini jatuh terjengkang namun segera bangkit dan menatap ke arah lawan-lawannya. Dia melihat darah mengucur dari tang

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   250. Part 18

    "Ha ha ha! Gadis jenaka dan cerdik. Dengan hanya melubangi tumitku, bukan berarti kau sudah mengalahkan aku? Kau tihat sekarang aku tidak sendiri. Aku punya kembaran yang lain." kata Pangeran Durjana disertai tawa dingin."Bagaimana mungkin tiba-tiba dia bisa menjadi lima orang!" desis Arum Senggini dengan mata setengah terpejam dan menahan sakit luar biasa."Aku juga tidak tahu." Lirih Nila Agung menjawab."Apakah mungkin dia mempunyai saudara kembaran?" gadis itu balik bertanya pula."He he he. Kalian tidak usah bingung memikirkan kami. Ketahuilah, saudara tuamu itu telah terkena pukulan Selubung Gaib Mayat Es. Lebih baik kau serahkan dia padaku. Hanya aku yang bisa mengobatinya! Kalau tidak segera ku tolong dia pasti mati." ucap sang Pangeran ditujukan pada Nila Agung"Aku tak akan menyerahkan saudaraku pada mahluk busuk sepertimu!" jawab gadis itu sengit.Belum sempat Pangeran Durjana membuka mulut tanggapi ucapan puteri Nila Agung. Tiba

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   249. Part 17

    Belum lagi gema suara gadis berlesung pipit ini lenyap. Tahu-tahu dia telah jatuhkan diri di atas pasir. Selanjutnya seperti batangan kayu Nila Agung gelindingkan tubuhnya ke arah Pangeran Durjana. Melihat lawan menyerang dengan cara yang aneh.Pangeran Durjana sempat dibuat tertegun. Dia tak tahu kalau Nila Agung yang sangat menguasai jurus sakti Inti Bumi ini tengah mengerahkan jurus-jurus yang menjadi andalannya."Aku hantam dia dari bawah, Kalau benar tubuhnya alot, kebal dengan senjata begitu dia lambungkan diri kau serang dia dari atas. Aku yakin saat tidak menyentuh tanah dia menjadi mudah untuk dilukai." kata Nila Agung melalui ilmu ngiangan suara.Arum Senggini anggukan kepala. Dalam hati dia memuji kecerdikan adiknya."Hiat.... Putus kedua kakimu!" teriak Nila Agung. Sambil berguling tak ubahnya ombak yang bergulung-gulung pedang ditangan sang puteri berkiblat membabat ke arah kedua kaki Pangeran Durjana dengan kecepatan luar biasa. Cahaya putih

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   248. Part 16

    "Ah kau jangan keterlaluan. Aku sudah besar begini kau suruh pipis dicelana?""Perduli apa? Tidak ada yang melihat ini!" Dengus Arum Senggini sinis.Nila Agung terdiam. Dia tidak ingin membuat saudara tuanya jadi tambah marah. Sementara suara tawa menggelegar tiba-tiba terhenti.Deru angin dingin yang membuat butiran pasir beterbangan lenyap. Kemudian ada suara orang berkata. Yang mengejutkan suara itu datang dari balik hamparan pasir tak jauh dari tempat mereka berdiri."Dua orang gadis cantik dan puteri raja pula. Kalian datang terlambat. Sayang lebah-lebahku terlanjur pergi jauh. Padahal seharusnya lebah lebah itu mengantuk dan menyengat kalian. Dengan begitu kalian akan menjadi pengantinku. Tapi tidak mengapa, aku datang menjemput membuang waktu menyempatkan diri menghampiri kalian. Bagiku kalian adalah sebuah karunia dewa serta hadiah yang tak ternilai harganya.""Sayangku, apakah kalian sudah siap pergi bersamaku? Ha ha ha.""Apa katak

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   247. Part 15

    "Iblis itu datang bersama lebah-lebah pembunuh. Dia memasuki rumah seluruh penduduk di pantai ini. Anak-anak gadis entah mengapa mendadak bertingkah aneh begitu disengat oleh kawanan lebah. Mereka pergi mengikuti iblis itu" terangnya dengan suara terbata."Lalu apa yang membuat dirimu dan yang Lainnya terkapar? Kulihat kau menderita keracunan hebat ki..." Puteri Arum Senggini bertanya pula."Yang yang menyerang kami kawanan lebah itu juga." jawab si orang tua dengan tubuh mulai bergetar.Kedua puteri ini saling pandang."Serangan mahluk yang sama, tapi mengapa akibatnya berbeda?" kata Arum Senggini"Seumur hidup baru kali ini aku menyaksikan ada kawanan lebah bisa membunuh begini banyak."ujar Nila Agung pula. Kemudian sang puteri kembali menatap orang tua itu. Dari keadaan luka dan beberapa dari sengatan yang parah.Gadis sadar jiwa orang tua itu tak bakal tertolong. Tidaklah heran Nila Agung buru-buru ajukan pertanyaan.”Ki kami akan b

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   169. Part 5

    "Kkk... kau.., apakah kau putra terakhir prabu Sangga Langit? Apakah kau yang bernama Angon Luwak dan dikenal dengan sebutan Pendekar Sinting?" Tanya Maha Sesat dengan bergetar.Walau dendam dan kemarahannya pada Maha Sesat setinggi langit sedalam lautan namun Pendekar Sinting malah manggu

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   167. Part 3

    Sosok tinggi hitam berpakaian berupa jubah hitam berambut panjang memakai ikat kepala hitam yang tak lain adalah Maha Sesat itu merasa usahanya untuk memasuki gua di dalam perut bukit semakin jauh dari harapan.Angin Pesut ternyata tidak hanya memiliki tubuh dengan ukuran sangat besar, nam

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   165. PEDANG LAUT SELATAN

    KETIKA SUASANA MEMANAS.Dalam ruangan gua Empat Ruang Satu Pintu, altar pertama tiba-tiba saja meledak begitu cahaya bulan empat belas hari menyinari simbol bintang di permukaan altar. Ledakan besar itu membuat lereng bukit Induk mengalami kehancuran disertai munculnya banyak lubang yang l

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   161. Part 21

    "sepertinya aku pernah melhatmu. Tapi aku lupa di mana..!""Paduka, kalau dia mengenalmu mengapa dia memukulku dengan cara pengecut seperti Itu!" Tukas Bocah Ontang Anting kesal.Kakek ini segera berdiri sambil mengusapi perutnya yang berdenyut sakit Angon Luwak tersenyum."T

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status