เข้าสู่ระบบSEBELUM MENUNAIKAN TUGAS yang diberikan oleh Kanjeng Ratu Nyai Roro Kidul. Angon Luwak terlebih dulu pulang untuk menemui kedua gurunya, guna meminta restu. Dan saat Angon Luwak menceritakan perihal pertemuannya dengan Kanjeng Ratu Nyai Roro Kidul dan tugas yang diterimanya. Ki Kusumo alias Tabib Tangan Dewa Dari Pulau Hantu cukup terkejut mendengar cerita dari Angon Luwak. Tapi Dedengkot Sinting tampak biasa-biasa saja mendengar hal itu.
“Jadi kau adalah pewaris sah Istana Es da
Sementara kepala pengawal ini terlempar sejauh tiga tombak dengan tubuh dikobari api. Sambil menahan rasa sakit luar biasa akibat Jilatan api yang membakar pakaiannya. Pati Jaladara berguling-guling selamatkan diri. Dia selamat begitu api padam. Namun keadaannya sangat menyedihkan. Selain sekujur tubuh dipenuhi luka. Seluruh badannya menghitam seperti kayu bakar.Bersusah payah dengan dibantu para pengawal yang lain Pati Jaladara bangkit berdiri. Setelah berdiri tegak dia berteriak."Sebagian pengawal lindungi tumenggung dan keluarganya!" Seru laki-laki itu. Para pengawal segera berpencar, berbagi tugas. Sebagian berlarian ke arah datangnya serangan. Sebagian lagi bergerak melindungi majikannya."Aku tak butuh perlindungan. Cari jahanam yang telah membunuh istri dan mencederai putriku!" Teriak Dadung Kusuma dalam sedih dan kemarahannya.Dia sendiri segera bangkit, lalu meninggalkan jenazah istrinya. Kemudian dia melangkah lebar menuju pintu gerbang yang m
Senopati sendiri hanya baru berhasil menyerap kabar bahwa para pembunuh itu berasal dari lembah bangkai. Hal ini diperkuat dengan pengakuan si Mata Bara yang telah membunuh para kerabat juga istri dan dua putri sang adipati.Seperti sama telah diketahui. Senopati sempat melakukan pengejaran terhadap sang pembunuh. Namun dia gagal meringkus si Mata Bara, bahkan senopati kena dihajar hingga wajahnya biru lebam sedangkan tulang hidungnya patah.Apa yang menimpa para sahabat sesama tumenggung tentu saja didengar oleh tumenggung Dadung Kusuma. Dia sendiri belum mengetahui mengapa pembunuh haus darah tiba-tiba muncul di wilayah yang masih berada dalam kekuasaan adipati Seta Kurana.Namun demi mengingat masa lalunya yang kelabu. Dan demi cintanya pada keluarga, tumenggung Dadung Kusuma pun memilih menyelamatkan anak istrinya.Malam menjelang hari ke tujuh setelah peristiwa pembunuhan demi pembunuhan terjadi. Dia memutuskan untuk mengungsikan anak istrinya ke kal
"Hhm, aku tak mau banyak bicara. Kau menyuruh aku begini kuikuti begini. Kau memintaku begitu aku ikut begitu. Sekarang aku sudah siap.” Jawab Angon Luwak.Dia lalu menahan nafas.Begitu nafas ditahan. Tiba-tiba Angon Luwak merasakan tanah tempat kedua kakinya berpijak bergetar hebat. Lalu Seiring dengan terdengarnya suara gemuruh aneh mengerikan dari simbol bintang bersudut lima mencuat cahaya putih menyilaukan.Cahaya itu menyebar mengikuti arus yang membentuk simbol. Tak lama cahaya mencuat ke atas membubung tinggi hingga membuat Angon Luwak lenyap dari pandangan mata. Anehnya walau Pendekar Sinting berada di tengah-tengah cahaya. Sedikitpun dia tak merasakan sengatan hawa panas yang luar biasa. Malah Angon Luwak merasa sekujur tubuhnya menjadi sejuk.Walau demikian pemuda ini tetap saja dilanda gelisah."Jiwa dalam hulu pedang apa yang terjadi?" Tanya Angon Luwak dengan suara bergetar tersendat."Jangan banyak bicara paduka. Semua
"Hasyih-hasyih.... Sial. Aku mencium bau aneh. Bau ini jelas bukan bau kentut. Bau kentut aku sudah hapal karena aku sering buang angin. Bau yang tercium olehku ini busuk sekali! Seperti bau bangkai!" Rutuk Angon Luwak."Hmm, ke tempat itulah gusti akan pergi. Ada kematian di seberang laut sana. Ada kemarahan ada dendam. Tapi upaya gusti untuk memulihkan diri belum berhasil. Cobalah tarik nafas sekali lagi, hirup udara dalam-dalam.”Merasa kapok takut kejadian pertama terulang lagi tentu saja Angon Luwak enggan memenuhi permintaan jiwa dalam hulu pedang."Aku tak mau melakukannya!" Tegas Angon Luwak terus terang."Kalau begitu gusti Saka Buana tak akan pernah kemana-mana dan tetap berada disini selamanya.”"Gila. Kau menakuti atau mengancam aku?!""Tak ada yang menakuti tak ada yang mengancam. Semua yang hamba katakan memang benar adanya.” Jawab jiwa di hulu pedang.Pendekar Sinting terdiam.Setelah berpikir d
"Menurut ketentuan takdir para dewa. Sudah waktunya bagi gusti untuk meninggalkan pulau Es ini.”"Meninggalkan pulau? Hmm, aku pernah berpikir untuk kembali ke tanah Dwipa. Tapi harapan itu rasanya hanya tinggal menjadi angan-angan. Karena sekarang aku rasakan semua kekuatanku lenyap entah kemana. Semua ini pasti gara-gara ulahmu Pedang Laut Selatan," Kata Angon Luwak penasaran."Tak usah bersedih hati, paduka. Semua ilmu kesaktian yang Paduka miliki sama sekali tidak musnah. Semua kesaktian paduka tertahan pedang akibat terjadinya tali sambung rasa antara pedang dengan paduka.”"Hah apa? Jadi antara aku dan Pedang Laut Selatan telah terjadi kontak batin?" Tanya Angon Luwak kaget dengan mulut ternganga."Begitulah yang terjadi.”"Gila betul. Cuma gara-gara kontak batin semua kekuatanku jadi tidak berfungsi dan aku berubah menjadi seperti karung basah yang tak berguna? Sekarang aku ingin tahu kapan semua kekuatanku pulih. Dan keman
Trek!Seolah tidak pernah terjadi apa-apa. Pedang Laut Selatan kembali ke dalam rangkanya. Semilir angin sepoi-sepoi akhirnya menyadarkan Angon Luwak dari pingsannya.Seperti telah dituturkan begitu sadar dan mampu dudukan diri di tengah lingkaran. Angon Luwak merasa telah kehilangan segenap kekuatan yang dia miliki."Kejadian aneh, kejadian gila. Semua kurasakan seperti mimpi paling buruk yang pernah kualami. Tapi apa betul aku bermimpi? Mengapa mataku berat, telinga seakan tuli, kaki dan tangan serasa lumpuh. Cuma mulut saja yang bisa bicara.” Kata pemuda itu tergontai-gontai.Selagi Angon Luwak merasa tak berdaya kehilangan seluruh tenaga luar dalam dan cuma mampu mengerutu dan mengomel saja. Dari bagian hulu Pedang Laut Selatan yang tegak berdiri di dalam rangkanya terdengar suara berkeletekan sebanyak tiga kali. Suara itu lalu disusul dengan suara langkah kaki dan berderitnya pintu yang terbuka.Angon Luwak yang tak kuasa membuka kelopak
"Aku tahu gadis itu melihatku ketika aku terlibat perkelahian dengan Golok Terbang dan anak buahnya. Sekarang dia pergi kemana? Aku yakin dia bukan gadis biasa. Kemunculannya punya tujuan tertentu"Dia berpikir sejenak Lalu ingat dengan bapak pemilik kedai. Angon Luwak lalu melangkah kebag
"Apa yang ingin kau katakan? Apa kau sudah berubah pikiran ingin memberitahu keberadaan senjata yang kucari?"Angon Luwak unjukkan wajah serius, tapi mulutnya tetap terpencong. Setelah menggerutu dia lalu menjawab. Jawaban yang tak lebih dari omelan layaknya orang tua yang memarahi anaknya
Satu diantara pengikutnya yang diketuk bagian keningnya kini tertawa-tawa tak karuan kejuntrungannya. Sedangkan yang diusap bagian punggungnya kini terlihat terus menggaruk sekujur tubuh seolah telah diserang penyakit gatal-gatal yang luar biasa.Sementara dua pengikut lainnya terlihat sek
Keempat laki-laki anak buah Golok Terbang pun terdiam. Si Tinggi kini bangkit berdiri, menghadap pada pemuda di depannya dengan tatap mata mencorong talam dibakar amarah."Anak muda. Siapa kau. Beraninya kau mengaku raja? Memangnya kau ini raja apa?"Si pemuda tersenyum, sambil penc





![Thai Qu Cing Si Anak Kotoran 2 [Penyembuh yang Terkutuk]](https://www.goodnovel.com/pcdist/src/assets/images/book/43949cad-default_cover.png)

