Share

9 - Kecup di Pipi

Author: Paus
last update Last Updated: 2025-07-11 11:06:17

Pagi pertama sebagai pengantin baru. Tidak ada yang terlalu spesial. Baik Gabriel ataupun Evelyn menjalani pagi mereka seperti biasanya. Tidak ada malam panas, tidak ada pelukan hangat, atau ciuman penuh hasrat.

Mereka berdua bangun di kamar masing-masing dan langsung mempersiapkan seluruh kesibukan mereka sendiri. Sebelum akhirnya keduanya sama-sama keluar melewati pintu di waktu yang bersamaan. Sungguh suatu kebetulan.

Pada jarak yang cukup jauh itu, Evelyn langsung menundukkan kepalanya ketika melihat Gabriel menatapnya dari posisi pria itu. Dirinya kemudian mulai mengambil langkah, begitu juga dengan pria itu.

Gabriel yang paling pertama tiba di bagian ujung anak tangga dan dia menunggu sampai Evelyn menghampirinya.

"Bagaimana tidurmu malam ini, Nona?" Pria itu bertanya. Sedikit menggoda Evelyn.

Hal itu langsung membuat Evelyn menundukkan kepalanya. "Ah, cukup nyenyak." Dirinya menjawabnya jujur.

"Ya, tentu saja. Karena kamar di rumahmu tidak sebesar kamar di rumahku, 'kan? Kasurn
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pengantin Pengganti Tuan Gabriel   53 - Pindah Kamar

    Saat memasuki kamar Gabriel, Evelyn menyimpulkan satu hal. Bahwa pria itu adalah orang yang sangat rapi dan detail. Sejak menikah, itu adalah pertama kalinya Evelyn memasuki kamar Gabriel. Sampai sejauh itu."Kau bisa mengambil pakaianmu untuk malam ini saja. Sisanya aku akan meminta pelayan merapikannya untukmu besok. Aku akan mandi lebih dulu," kata Gabriel bergerak ke arah meja yang ada di kamarnya. Dia meletakkan ponsel serta kunci mobilnya di sana. Di sebuah tempat berbentuk kotak untuk kunci mobil."Baiklah," katanya Evelyn menganggukkan kepalanya pelan. Saat Gabriel masuk ke kamar mandi, Evelyn meletakkan jas serta tas kerja Gabriel yang dipegang olehnya di atas ranjang. Setelahnya dirinya kembali keluar untuk pergi ke kamarnya. Hanya mengambil satu setel pakaian untuk malam itu dan dia kembali menuju kamar Gabriel.Ketika menutup pintu kamarnya, Evelyn mendengar suara langkah kaki di belakang tubuhnya. Membuatnya langsung menoleh. Evelyn mendapati salah satu pelayan di sana.

  • Pengantin Pengganti Tuan Gabriel   52 - Semua Untuk Evelyn

    "Kali ini kau tidak tertidur." Gabriel berbicara. Menyindir Evelyn yang masih duduk di sofa sambil memainkan ponselnya. Sejak siang tadi gadis itu terus terjaga dan anteng sekali duduk di sana.Kadang main ponsel, kadang saat dia Bosan, dia memilih berkeliling di ruangan Gabriel, kadang juga Hanya duduk memainkan kakinya. Seperti anak kecil."Itu karena aku khawatir kau harus menggendongku ke bawah kalau aku tertidur," sahut Evelyn akhirnya."Sebenarnya tidak masalah. Tubuhmu tidak seberat itu.""Tapi aku malu. Aku yakin ada beberapa orang yang belum pulang setiap kali aku pulang dalam keadaan digendong olehmu. Mereka pasti memperhatikanku. Kalau terus-terusan seperti itu, mau ditaruh di mana wajahku?""Bukankah itu jadi terlihat kita sangat harmonis? Semua orang pasti iri dengan hubungan kita.""Berhentilah." Evelyn berdiri dari posisi duduknya. "Daripada membicarakan itu, apa pekerjaanmu sudah selesai?" Dia bertanya bersemangat. Tidak sabar ingin pulang."Katakan saja kalau kau bosa

  • Pengantin Pengganti Tuan Gabriel   51 - Penerimaan

    "Ibuku bilang dia melahirkanku hanya sebagai alat. Katanya itu adalah kewajibanku untuk mengurusnya setelah aku besar dan bisa mencari uang sendiri." Evelyn bertanya berbicara dengan senyum tipis di bibirnya. Menyayat hati Gabriel."Aku sudah berusaha keras selama ini. Aku tidak pernah membeli barang yang kuinginkan, aku tidak pernah pergi berlibur, aku juga tidak pernah pergi bersenang-senang bersama teman-temanku. Karena aku tidak memiliki uang."Evelyn menundukkan kepalanya dalam-dalam. Tidak ingat kapan terakhir kali jadinya bercerita. Saat menyadarinya, itu tidak pernah terjadi. Karena dirinya tidak mau membuat orang lain kesulitan, kepikiran dengan masalah yang dihadapi olehnya dan akhirnya merasa kasihan.Tapi Gabriel. Perlakuan pria itu kepadanya selama ini. Itu membuatnya merasa memiliki tempat pulang paling nyaman. Itu membuatnya merasa memiliki seseorang yang paling bisa diandalkan, sesuatu yang tidak pernah dimilikinya selama ini."Aku sudah mengurus diriku sendiri sejak s

  • Pengantin Pengganti Tuan Gabriel   50 - Tempat Pulang yang Diharapkan

    "Apa kau tidak menyesal karena sudah menikah denganku?"Saat pertanyaan itu meluncur, Gabriel tahu bahwa memang ada yang tidak beres. Evelyn tiba-tiba datang tanpa alasan apa pun. Dia tidak membawa makan siangnya dan muncul dengan keadaan berantakan."Kenapa kau membicarakan hal yang aneh?" Gabriel mengangkat kedua tangannya dan mengusap basah pada pipi Evelyn. "Soal kesepakatan itu—"Sontak saja Evelyn langsung menundukkan kepalanya lagi. Dia menyambar tangan Gabriel yang sedang mengusap pipinya. Membuat ucapan Gabriel terhentiYa, soal kesepakatan. Evelyn lupa dengan hal itu. Entah pertanyaan bodoh apa yang sedang dirinya tanyakan kepada Gabriel. Seolah-olah pria itu memiliki hal lain saja. Tentu saja semuanya karena kesepakatan yang disetujui olehnya sejak awal.Pria itu mungkin tidak menyesal karena dia juga mendapatkan keuntungan dari kesepakatan pernikahan itu. Evelyn mengerti. Tapi kedatangannya kali ini seakan meminta hal lebih dari Gabriel. Atas semua hal buruk yang sudah dit

  • Pengantin Pengganti Tuan Gabriel   49 - Meminta Pelukan

    "Apa Gabriel yang ada di ruangannya?" Seperti biasa, setiap kali Evelyn datang ke kantor Gabriel, dia memastikan keberadaan suaminya itu terlebih dahulu kepada petugas resepsionis sebelum memutuskan untuk naik atau tidak."Oh, ada. Kebetulan beliau baru saja kembali dari rapat di luar. Anda bisa langsung menemuinya di ruangannya." Si petugas resepsionis itu menjawabnya dengan ramah.Evelyn langsung menganggukan kepala. "Terima kasih. Kalau begitu aku langsung pergi ke sana. Jangan lupa dengan makan siangmu. Ini sudah hampir waktunya makan siang, 'kan?" Dia memberikan perhatian di akhir dan si petugas resepsionis itu hanya tersenyum sambil menganggukan kepala.Ada yang aneh saat itu dengan istri atasannya. Itulah isi kepala si petugas resepsionis. Tapi dia tidak mengatakannya. Hanya diam-diam memperhatikan.Petugas resepsionis tahu bahwa mungkin ada sesuatu yang buruk baru saja terjadi pada istri dari atasannya itu, karena dirinya bisa melihat kedua mata Evelyn yang agak bengkak. Seper

  • Pengantin Pengganti Tuan Gabriel   48 - Rasa Muak yang Terpendam

    "Bu, bisakah kau berhenti saja?" Evelyn bertanya kepada ibunya. Sambil terus mengusapi air matanya yang malah turun semakin banyak."Berhenti bagaimana maksudmu? Sebenarnya apa yang sedang kau bicarakan ini?" Ibunya itu balik bertanya seolah-olah tidak mengerti.Semuanya. Demi Tuhan Evelyn hanya menginginkan agar semuanya berhenti. Wanita itu memperlakukannya dengan sangat buruk selama ini dan sekarang dia bahkan dengan terang-terangan mengatakan bahwa alasan kelahirannya hanyalah dimaksudkan sebagai mesin ATM, sebagai pengasuh, sebagai seseorang yang bisa memenuhi kebutuhan ibunya itu setelah dirinya bisa mencari uang sendiri.Jadi setelah banyaknya hal yang dilalui oleh ibunya setelah melahirkannya, wanita itu menginginkan balasan sebagai bayarannya. Mungkin sesuatu yang harus dilakukannya agar dia bisa hidup sejahtera sampai tua. Dia tidak perlu bekerja, karena dia memiliki seorang anak yang wajib mengurusnya.Evelyn tahu hal itu tanpa ibunya mengatakannya dengan lantang. Meski tid

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status