Home / Fantasi / Pengendali Sistem Terkuat / 1035. KEPUTUSAN SANG PENGEMBARA

Share

1035. KEPUTUSAN SANG PENGEMBARA

Author: Rendi OP
last update publish date: 2026-08-31 07:14:09

Sinar matahari sore membias jingga di atas bukit Desa Lembah Asri. Angin sejuk berembus pelan, menggoyangkan dedaunan dan membawa aroma tanah basah yang menenangkan. Di tepi tebing yang menghadap langsung ke arah bentangan luas Benua Utama, Martis, Mia, dan Lancelot berdiri bersama.

Atmosfer di antara mereka bertiga terasa begitu tenang namun diselimuti oleh kecanggungan yang amat dalam. Lancelot menarik napas panjang, merapikan cengkeraman pedang di pinggangnya, lalu berbalik menghadap ked
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pengendali Sistem Terkuat   1035. KEPUTUSAN SANG PENGEMBARA

    Sinar matahari sore membias jingga di atas bukit Desa Lembah Asri. Angin sejuk berembus pelan, menggoyangkan dedaunan dan membawa aroma tanah basah yang menenangkan. Di tepi tebing yang menghadap langsung ke arah bentangan luas Benua Utama, Martis, Mia, dan Lancelot berdiri bersama. Atmosfer di antara mereka bertiga terasa begitu tenang namun diselimuti oleh kecanggungan yang amat dalam. Lancelot menarik napas panjang, merapikan cengkeraman pedang di pinggangnya, lalu berbalik menghadap kedua orang tuanya. "Ayah... Ibu..." buka Lancelot dengan suara yang mantap dan tegas. "Ada sesuatu yang harus kusampaikan." Mia dan Martis menatap putra mereka. Martis tetap berdiri tegak dengan mata keemasannya yang tenang, seolah telah menduga apa yang akan diucapkan oleh Lancelot. Sementara itu, jemari Mia meremas kain gaunnya, firasat seorang ibu berbisik tajam di dalam dadanya. Lancelot berlutut di hadapan mereka berdua, menyilangkan satu tangannya di dada sebagai bentuk penghormatan te

  • Pengendali Sistem Terkuat   1034. KESEDIHAN YANG TERSEMBUNYI

    Pagi di Desa Lembah Asri menyambut dengan hangat. Cahaya matahari menerobos celah-celah dedaunan rindang, membiaskan warna keemasan di sepanjang jalan setapak desa. Suara gelak tawa warga yang mulai beraktivitas dan dentuman batu benteng yang diangkat oleh Estias terdengar riuh dari kejauhan. Di teras sebuah rumah kayu yang tenang, Martis dan Mia duduk berdampingan. Kedua pasang mata mereka tertuju lurus ke arah lapangan kecil di tepi bukit. Di sana, Lancelot berdiri sendirian, mengayunkan pedangnya secara perlahan. Setiap tebasan Lancelot tampak presisi dan anggun, namun gerakan itu kehilangan pendaran semangat yang seharusnya ada. Tatapan matanya yang keemasan sering kali tertuju kosong ke arah batas horizon langit, tertegun cukup lama sebelum akhirnya menghela napas panjang yang sarat akan beban duka. Mia meremas jemarinya sendiri di atas pangkuan, matanya memancarkan rasa kepedihan seorang ibu. Ia bersandar pelan pada bahu Martis. "Martis..." bisik Mia dengan suara yang

  • Pengendali Sistem Terkuat   1033. REUNI DI LEMBAH ASRI

    Pusaran angin hangat membawa rombongan Martis meninggalkan daratan es Pegunungan Es Abadi. Setelah badai emosi dan pencarian panjang yang melelahkan, keputusan terbaik yang diambil Martis adalah membawa Mia, Lancelot, Estias, dan Rafaela kembali ke tempat di mana benih kedamaian pertama kali mereka tanam di Benua Utama, di Desa Lembah Asri. Kedatangan mereka disambut oleh gemuruh sukacita yang memenuhi seluruh alun-alun desa. Sang tetua desa, yang kini tampak jauh lebih sehat dan bugar, memimpin ribuan warga menyongsong pahlawan mereka. Anak-anak kecil berlarian mengejar langkah raksasa Estias, sementara para wanita yang dulu dibebaskan Martis dari penjara bawah tanah meneteskan air mata haru seraya membawa nampan-nampan berisi buah-buahan segar dan roti hangat. "Tuan Martis! Tuan Estias!" seru sang tetua desa seraya membungkuk dalam penuh hormat. "Sejak kepergian kalian, desa kami tidak pernah lagi disentuh oleh penindas. Kehidupan telah kembali, dan semua ini berkat jasa besar

  • Pengendali Sistem Terkuat   1032. BADAI DI PEGUNUNGAN ES ABADI DAN SEGEL CAHAYA PERAK

    Komet cahaya keemasan yang membawa Martis, Mia, Estias, dan Rafaela membelah angkasa Benua Utama dengan kecepatan yang melampaui batas nalar. Lanskap hijau dan gurun batu di bawah mereka perlahan berganti menjadi daratan tandus yang tertutup hamparan salju tebal dan puncak-puncak gunung es yang menjulang tinggi menembus awan. Suhu udara di Pegunungan Es Abadi merosot drastis hingga puluhan derajat di bawah nol. Angin badai es bertiup kencang, membawa kristal-kristal es tajam yang sanggup merobek kulit manusia biasa. Namun, di dalam lingkaran perisai Api Suci Abadi Tingkat Dewa milik Martis, udara terasa amat hangat dan tenang. Martis mendarat anggun di sebuah jurang es yang terjal, disusul oleh hentakan kaki raksasa Estias yang membuat lapisan es tebal di sekeliling mereka meretak halus. "Brrr! Tempat ini dingin sekali!" seru Estias seraya menepuk-nepuk dadanya yang dilapisi zirah kulit batu keemasan. Energi Evolusi Dominion di dalam raganya meletup halus, menciptakan pendaran

  • Pengendali Sistem Terkuat   1031. JEJAK CAHAYA PERAK

    Asap keemasan yang membumbung di atas Lembah Tengkorak Berdarah perlahan-lahan menyusut, terbawa oleh angin kering yang melintasi bukit-bukit batu hitam. Martis melangkah perlahan keluar dari dasar kawah yang telah rata dengan tanah. Pakaian tempurnya melambai tenang, dan pendaran amarah di mata keemasannya telah meredup sepenuhnya, berganti menjadi kedamaian dingin yang amat dalam. Mia melangkah maju menghampiri suaminya. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun tentang keganasan yang baru saja terjadi, Mia merengkuh jemari Martis yang masih terasa hangat oleh sisa-sisa Api Suci. Martis menatap istrinya, lalu beralih menatap Estias dan Rafaela yang melangkah mendekat. Estias mengusap tengkuk raksasanya seraya menyunggingkan senyuman canggung, sementara Rafaela mengangguk pelan dengan pendaran mata penuh empati. "Maafkan aku..." bisik Martis dengan suara yang sangat rendah. "Aku membuat kalian khawatir lagi." Mia menggelengkan kepalanya seraya tersenyum lembut, meremas jemari Mart

  • Pengendali Sistem Terkuat   1030. PELAMPIASAN DEWA API

    Pendaran Api Suci Abadi Tingkat Dewa kemudian meledak dari raga Martis bagaikan gunung berapi yang meletupkan seluruh lava intinya. Suhu panas ratusan ribu derajat seketika membakar tanah Lembah Tengkorak Berdarah, bahkan sampai melelehkan batuan hitam beracun menjadi lautan magma dalam hitungan mikrodetik. Mengerikan! "LARI! ORANG INI IBLIS SEJATI!" jerit Panglima Manusia Iblis saat melihat aura emas murni yang menutupi seluruh kawah. Ia menyebut Martis Iblis, padahal dia sendiri manusia iblis. Namun ternyata, tidak ada jalan lari bagi mereka. BOOOOOOOOOOMMMM! Martis melesat menembus barisan ribuan Manusia Iblis dengan kecepatan yang melampaui batas nalar manusia biasa. Ia tidak lagi sekadar bertarung untuk membasmi kejahatan. Pada setiap tebasan, pukulan, dan pancaran apinya adalah wujud dari kepedihan, penyesalan, dan amarah yang meremas dadanya selama tiga bulan terakhir. "LANCELOT! AKU HARAP KAU BAIK-BAIK SAJA!" Raungan keras Martis membelah angkasa saat tangan kana

  • Pengendali Sistem Terkuat   827. Makhluk aneh

    Si Topi Merah sangat yakin bahwa kali ini ia berhasil menghabisi Martis. Namun keyakinannya itu runtuh setelah ia melihat bahwa yang ia hantam hanyalah lantai, tanpa ada tubuh Martis di sana. "Ke mana dia...?" Si Topeng Merah melihat ke sekelilingnya guna menemukan keberadaan Martis. Akan tetapi s

    last updateLast Updated : 2026-04-02
  • Pengendali Sistem Terkuat   780. Terjerat

    Martis kemudian mendekatkan wajahnya pada Mona. Martis memperhatikan kedua bola matanya. Dan akhirnya, Martis menemukan sesuatu yang terasa janggal. "Tunggu...! Siapa namamu?" tanya Martis, ia segera menarik tangan Mona yang hendak berbalik badan kemudian pergi. Jantung Mona berdebar lebih cepat sa

    last updateLast Updated : 2026-04-01
  • Pengendali Sistem Terkuat   794 Jreng...!

    Setelah Martis mendengar dan melihat keadaan pasukannya yang kurang baik, ia bergegas menuju gerbang depan wilayah kekuasaannya. Wilayah kekuasan Martis ini memang terbilang tidak terlalu luas, dan wilayah itu kini disebut Rebelco. Penamaan Rebelco sendiri terbentuk karena desas-desus yang beredar d

    last updateLast Updated : 2026-04-02
  • Pengendali Sistem Terkuat   808. Kutukan

    Hari ini adalah hari di mana hati dan pikiran Martis dipenuhi tanda tanya. Namun, untuk saat ini Martis tidak mau terlalu pusing dengan keadaan dan situasi saat ini. Pikirnya, yang terpenting setidaknya ia dapat menghilangkan rasa rindunya pada keluarga kecil yang amat dicintainya. Setelah mereka s

    last updateLast Updated : 2026-04-02
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status