LOGINSaat dalam perjalanannya, Martis ternyata menemukan sesuatu. "Apa ini?" tanyanya bingung sekaligus penasaran.Lalu Martis memungut sebuah batu warna-warni yang nampak bersinar terang sangat mencolok. Dan saat ia mengambilnya, ia terkejut.Wush...!Deru angin yang sangat kencang secara tiba-tiba berhembus, namun angin itu terasa panas.Tring!"Selamat..! Martis telah menemukan Batu Esensi Api Suci! Segera murnikan batunya, dan lengkapi Api Suci selanjutnya.""A—apa...? Batu Esensi Api Suci...? Pantas saja saat kusentuh batu ini, aku merasakan suatu yang aneh. Baiklah, aku akan memurnikannya. Sistem, bantu aku untuk berjaga-jaga."Kemudian Sistem berubah wujud dalam mode manusia. "Baiklah Martis, aku akan siaga di sini menjagamu."Martis duduk bersila sambil menggenggam erat batu yang baru saja tak sengaja ia temui di jalanan yang memang medannya terjal bebatuan dan krikil.Tapi ternyata, Martis tidak tahu kalau batu yang ada pada genggamannya saat ini teryata mampu mengundang beberapa
Di tempat lain, Lancelot ternyata masih terus mengulik peperangan yang terjadi saat ini. "Gara-gara perang Di Airen, musuh Mamarika Kini tau kelemahan Militer mereka," ucap Lancelot sambil memegangi ponsel pintar di tangan kanannya. Kemudian barulah dia terpikirkan suatu hal dan menghubungi seseorang. "Halo, ada yang ingin aku bicarakan. Sepertinya perang di Airan saat ini telah memberikan kesempatan langka bagi Chinah, Rusai, dan Korya Utara untuk mempelajari kemampuan dan keterbatasan militer Mamarika Serikat." Seseorang di seberang sana menjawab, "Berarti, melalui perang ini, ketiga negara yang dianggap sebagai ancaman keamanan itu dapat menyaksikan langsung efektivitas senjata baru Mamarika, seperti rudal presisi yang dibantu kecerdasan buatan(AI)," ujarnya sambil berpikir keras. Lancelot kembali berkata, "Benar. Namun, di sisi lain, mereka juga melihat betapa cepatnya persediaan amunisi strategis Mamarika, seperti rudal Tomahawk dan pencegat Patriot, terkuras habis dalam wa
Saat pembicaraan mereka sudah mulai keluar jalur, Mia sengaja mengalihkan kembali pembicaraan mereka tentang peperangan yang saat ini masih terus berlanjut. Mia sengaja mencari dalam ingatannya, apa yang harus ia bicarakan selanjutnya agar menarik. "Oh iya, Martis, apakah kau tau? Airen baru saja membuat tawaran yang mengejutkan dunia." Martis mulai kembali berpikir akan peperangan. "Apa itu?" tanyanya menyahuti Mia. Mia menjawab, kali ini dengan nada yang lebih serius, "Negara itu menawarkan jalur minyak gratis bagi negara mana pun yang mengusir duta besar Mamarika Surikat dan Isriwil...!" Mia masih terus lanjut berbicara, "Bukan dengan rudal. Bukan dengan drone. Kali ini Airen menggunakan senjata yang berbeda, tekanan diplomatik dan ekonomi yang memaksa negara-negara di dunia untuk memilih pihak dengan cepat." ucap Mia dengan tegas. Kemudian Mia terus berbicara pada Martis, guna memberikan informasi yang terjadi saat ini di dunia mereka. "Akan tetapi Negara tetangga ada yang
Setelah membaca banyak informasi yang akurat, Lancelot kemudian mencoba berpikir dan menghitung pasukan Mamarika saat ini. "Tepat pada saat ini, jika aku tidak salah hitung, total dua ribu lima ratus delapan puluh satu tentara Mamarika telah tewas dalam serangan balik dari tentara Airen ke beberapa pangakalan Mamarika yg berada di beberapa negara timur tengah." Lancelot sedikit memiringkan kepalanya dan melihat ke atas, "Dan aku juga baca sesuai data, bahwa ada total seribu empat ratus rakyat Isriwil dan petinggi IDF serta petinggi Isriwil turut tewas dalam rentetan serangan ke haifa." Pikiran Lancelot akan peperangan ini semakin dalam. Dia bahkan sampai menghitung semua pasukan kedua belah pihak yang gugur dan yang masih tersisa. Lancelot lanjut dengan pikirannya, "Lalu kemarin Airen sudah meluncurkan tiga ratus rudal fatah dan rudal seijil serta lima ratus pesawat tanpa awak untuk dikirim ke tol ivav. Yang aku tau, amunisi nya itu gak main-main! Seberat tiga ton dan..., bum...
Selepasnya bertemu dengan jendral Valdo, kemudian Lancelot kembali ke kediamannya. Di sana, ternyata ada seorang Gadis yang telah menunggunya. Padahal, mereka berdua belum menikah, akan tetapi mereka memang sudah bertunangan. Walaupun demikian, sebenarnya Lancelot masih belum ingin tinggal bersama dengannya. Namun, Gadis cantik yang kelihatannya galak, jutek, rewel, dan bandel di mata orang itu, sepertinya sudah ingin cepat-cepat ke pelaminan. Sehingga membuatnya akhir-akhir ini terus mendatangi kediaman Lancelot.Dan saat Lancelot masuk ke rumahnya sendiri, ia kembali dibuat terkejut. Karena melihat isi rumah yang biasanya ia tata dengan rapih, kini tengah menjadi pemandangan yang tidak biasa ia lihat dengan kedua matanya."Astaga ...! Apa yang kau lakukan?" Lancelot menarik tubuh seorang Gadis. Dan tanpa sengaja, saat ia menariknya, Gadis itu justru bersemayam dengan nyaman di dadanya yang bidang dan kekar itu."UPS...! Sorry ...!" ucap Gadis itu, yang kemudian ia mulai memainkan a
Keesokan harinya Lancelot kembali mendapatkan kabar bahwa, Otoritas Airen, kembali melakukan serangan telak terhadap Mamarika dan Zionajis Isriwil. Setelah melakukan serangan militer secara telak ke wilayah Isriwil dan sejumlah pangkalan militer Mamarika di Timur Tengah, kini Airen melakukan serangan ekonomi dan politik telak pada Mamarika dan zionajis Isriwil dengan menerapkan protokol pelintasan selat Hormouz. Airen, telah memberikan syarat mengusir Dubes Mamarika dan Isriwil bagi Negara-negara yang menginginkan kapalnya bisa melewati selat tersebut. Sebagaimana diketahui, selat Hormouz merupakan jalur pelayaran paling sibuk di dunia, dimana 20 % suplai cadangan minyak dunia melalui jalur ini. Airen telah menerapkan blokade dan memberikan syarat bagi negara-negara yang ingin melintasi jalur strategis tersebut. Airen menyatakan bahwa negara-negara (terutama Arap dan Eroba) yang mengusir duta besar (dubes) Mamarika dan Isriwil dari wilayah mereka, akan diizinkan melintasi Selat Ho
Entah apa yang ada dalam benak Martis, sehingga ia berbohong dan mengatakan bahwa ia adalah suami dari wanita tersebut. "Kau suaminya? Bagus, kalau begitu kami tidak perlu repot-repot mencarimu. Ayo teman-teman, segera tangkap dia juga!" Sedangkan wanita yang dikepung itu sempat bingung dengan keh
Martis, Mamet, dan Belmont berdiskusi tentang situasi yang terjadi, di mana mereka curiga bahwa Suku Senyap sedang memata-matai mereka. Belmont yakin bahwa orang yang memata-matai mereka berasal dari Suku Senyap, karena reputasi mereka dalam menyelinap dan memata-matai suku lain. Martis, yang terta
Dalam keadaan putus asa, Martis dihadapkan pada tantangan yang lebih besar dari sebelumnya. Dengan kekuatan Shadow Master yang semakin kuat dan jumlah monster yang tak terhitung banyaknya, Martis merasa terancam dan hampir putus asa. Namun, dalam keadaan sulit ini, di dalam hatinya Martis terus meng
Martis terus memborbardir kedua musuhnya dengan berbagai macam serangan. Akan tetapi, Martis merasa usahanya sia-sia karena ketika ia melihat hasil dari serangannya itu tidak berdampak banyak pada musuhnya. "Apakah mereka ini abadi?" tanya Martis seraya terus memperhatikan pergerakan kedua musuhnya.







