/ Fantasi / Pengendali Sistem Terkuat / 373. Pernikahan Martis (Season 2 end)

공유

373. Pernikahan Martis (Season 2 end)

작가: Rendi OP
last update 게시일: 2023-10-01 20:06:49
Beberapa Minggu kemudian, Martis yang saat ini tengah berada di ruangan kerjanya, ia menatap secangkir kopi hangat yang ada di mejanya sambil merenungkan sesuatu. Martis merenungkan hidupnya yang saat ini benar-benar jauh dari prediksinya. Ia tidak menyangka kalau ternyata hidupnya bisa menjadi sangat baik seperti yang saat ini. Martis yang menatap secangkir kopi hangat ini pun kemudian tersenyum manis saat mengingat beberapa kenangannya bersama Mia.

Dan saat sedang asik dengan lamunannya, Marti
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Pengendali Sistem Terkuat   1045. ANOMALI DI PERBATASAN

    Berbulan-bulan telah berlalu sejak penumpasan Sekte Bayangan Abadi dan penetasan Burung Phoenix Api Emas yang kini diberi nama Ignis oleh Mia. Kehidupan di Desa Lembah Asri berlangsung dalam kedamaian yang tak tergoyahkan. Kehadiran Brakas, adik kandung Estias memberikan warna baru di desa tersebut. Bersama Estias, kedua raksasa itu membantu warga membangun infrastruktur benteng dan pertanian dengan kekuatan Dominion mereka yang tak terbatas. Namun, di balik kedamaian yang melingkupi Benua Utama, Martis tidak pernah melupakan tugasnya sebagai Penguasa Mutlak. Di puncak bukit tertinggi di balik desa, Martis duduk bersila dalam meditasi. Di sekeliling tubuhnya, Tujuh Api Suci Abadi Tingkat Dewa memancar tenang, menyatu secara harmonis dengan pusaran esensi alam. Ignis melayang anggun di angkasa di atas Martis, menjaga ketenangan sang majikan. [Sistem: Melakukan Pemindaian Rutin Multiverse] [Deteksi Anomali: Terjadi Fluktuasi Energi Asing di Sektor Perbatasan Alam Bahtera!] [Tingka

  • Pengendali Sistem Terkuat   1044. KEMBALINYA SANG PEMENANG DAN DUA RAKSASA DOMINION

    Pendaran sinar matahari sore membiaskan warna keemasan di sepanjang jalan setapak menuju Desa Lembah Asri. Embusan angin sejuk membawa aroma harum bunga liar dan dedaunan basah, menyambut kepulangan rombongan Martis dari Kota Batu Berdarah. Di barisan depan, Martis melangkah dengan tenang. Di dalam pelukannya, Telur Binatang Dewa Suci berpendar hangat secara teratur, memancarkan garis-garis cahaya keemasan yang kian terang akibat pasokan energi Api Suci Abadi Tingkat Dewa yang disuntikkan Martis secara halus di sepanjang perjalanan. Di sampingnya, dua raksasa setinggi tiga setengah meter, Estias dan Brakas berjalan seraya tertawa terbahak-bahak, saling menepuk bahu batu mereka hingga memicu dentuman-dentuman kecil yang menggetarkan tanah. "Hahaha! Brakas, nanti di desa aku akan mengenalkanmu pada daging panggang bumbu pedas buatan warga!" seru Estias penuh semangat, mata raksasanya berbinar konyol. "Tapi kau harus ingat, jangan makan dua porsi sekaligus seperti waktu kita di kot

  • Pengendali Sistem Terkuat   1043. SANG PEMENANG MUTLAK

    Gema sorak-sorai dan teriakan penuh penghormatan membahana di seluruh pelosok Kota Batu Berdarah. Ribuan warga dan petarung bersujud di atas tanah, menatap sosok Martis yang melayang tenang di tengah panggung dengan mata yang dipenuhi rasa kagum mutlak. Nama Martis sang Pahlawan Api yang telah memusnahkan sosok bayangan misterius dan menyelamatkan Benua Utama kini terngiang nyata di hadapan mereka. Tetua Kaelas masih berlutut di panggung batu meteorit yang retak. Pria tua yang menjadi jawara bertahan di kota itu mengangkat kedua tangannya ke udara seraya melilitkan jubah taoisnya secara rapi. "Hamba... dan seluruh petarung di Kota Batu Berdarah," ujar Tetua Kaelas dengan suara lantang yang menggetarkan arena, "dengan ini menyatakan mundur dari sayembara! Tidak ada satu pun manusia di tempat ini yang cukup bodoh untuk mengukur kekuatan melawan sang Penyelamat Benua!" Pengawas arena yang gemetar hebat buru-buru menyapu keringat di keningnya. Dengan tangan yang menggigil, ia mengambi

  • Pengendali Sistem Terkuat   1042. IDENTITAS SANG DEWA API

    Lautan api hitam beracun milik Gideon membumbung tinggi, mengurung seluruh sudut panggung batu meteorit. Pria berzirah besi duri itu meraung murka, menghantamkan gada raksasanya lurus menuju kepala Martis dengan kecepatan yang membelah udara. "Mati kau!" jerit Gideon histeris. Martis bahkan tidak berpaling. Ia hanya mengangkat jari telunjuk tangan kanannya secara santai, menyambut ujung gada besi raksasa yang diliputi sihir api hitam tersebut. TING! Tidak ada dentuman suara ledakan. Tidak ada gelombang kejut yang meruntuhkan tribun. Hanya bunyi tingting halus yang memecah keheningan. Ujung jari telunjuk Martis menahan gada besi berbobot belasan ton itu dengan ketahanan mutlak tanpa bergeser serambut pun! Gideon terbelalak horor, matanya hampir melompat keluar dari kelopaknya. "A-Apa?! Dengan satu jari?!" Martis menatap Gideon dengan mata keemasan yang memancarkan pendaran dingin. "Ini bahkan belum mencapai seperseribu dari kekuatanku." [Sistem: Mengaktifkan Output Ener

  • Pengendali Sistem Terkuat   1041. KEMURKAAN SANG PELINDUNG

    Tekanan aura Api Suci Abadi Tingkat Dewa yang melingkupi raga Martis kian pekat, memancarkan gelombang panas yang memurnikan setiap sisa aroma racun di udara. Vanya berlutut di atas panggung batu meteorit, napasnya tersengal-sengal dengan wajah yang pucat pasi. Efek balik dari hancurnya Sihir Penggoda Purba miliknya melumpuhkan seluruh aliran energi di dalam jiwanya. Melihat mata keemasan Martis yang begitu dingin dan tak tersentuh, Vanya menyadari jurang perbedaan kekuatan di antara mereka. Ia mengepalkan tangannya di atas tanah yang membara, meremas gaun sutra hitamnya dengan bibir gemetar ketakutan. "A-Aku... aku menyerah!" jerit Vanya terengah-engah seraya menundukkan kepalanya dalam-dalam ke tanah. GONGGGGG! Suara gong perunggu berdentum nyaring menggelegar ke seluruh penjuru arena. "Pemenang babak ini... Nomor Peserta 45, Martis!" teriak pengawas arena dengan suara membahana, memecah keheningan penonton yang masih terpukau oleh pemurnian instan tersebut. Vanya berd

  • Pengendali Sistem Terkuat   1040. SANG PENYIHIR

    Suara dentuman gong perunggu kembali membelah keriuhan Kota Batu Berdarah. Asap tipis yang tersisa dari pertarungan sebelumnya perlahan memudar, memperlihatkan permukaan panggung batu meteorit yang kini dipenuhi retakan mendalam. Martis mendarat dengan anggun di tengah panggung. Jubah tempurnya yang berujung keemasan melambai tenang ditiup angin sore, sementara mata keemasannya memancarkan pendaran dingin yang teramat tenang. Di antara ribuan penonton yang memadati tribun, bisik-bisik penasaran mulai merebak. Penampilan Martis yang rapi dan tampan tampak sangat kontras jika dibandingkan dengan para petarung bersenjata berat yang mendominasi sayembara ini. "Nomor Peserta 45 telah bersiaga!" seru pengawas arena seraya mengangkat tangannya. "Dan lawannya di babak ini adalah... sang mawar beracun yang tak terkalahkan, Vanya si Penyihir Mawar Hitam!" Dari sudut panggung yang lain, sesosok wanita melangkah keluar dengan keanggunan yang menghipnotis. Ia mengenakan gaun sutra hitam be

  • Pengendali Sistem Terkuat   849. Huruf D

    Pertemuan Martis dengan Raja Garza sangat memberikan keuntungan bagi kedua pihak. Dari Martis, ia merasa untung karena akhirnya mendapatkan tempat yang sangat cocok untuknya betlatih meningkatkan kekuatannya. Sedangkan dari Kerajaan Garza, mereka merasa untung karena sejak kabar berita tentang Marti

    last update최신 업데이트 : 2026-04-03
  • Pengendali Sistem Terkuat   847. Diundang

    Dalam sejarah hidupnya, sampai saat ini hanya ada dua orang yang mampu menghadapi serangan meteor miliknya. Dan orang kedua itu adalah Martis. "Si-siapa kau sebenarnya?" tanya Edmiral Kaziru yang akhirnya penasaran. "Aku?" Martis menunjuk dirinya sendiri. "Bukankah kau sudah tahu, bahwa namaku ada

    last update최신 업데이트 : 2026-04-03
  • Pengendali Sistem Terkuat   842. Mengajari Martis

    Jendral Salim sebenarnya sudah menduga bahwa hal ini pasti akan terjadi. 'Anakku ini, rasa percayanya pada seseorang sangat hati-hati. Aku tak habis pikir, setelah Ibunya meninggal, sikapnya jadi seperti ini. Apa yang harus aku lakukan agar ia kembali seperti dulu lagi?' Sambil menatap langit, Jend

    last update최신 업데이트 : 2026-04-03
  • Pengendali Sistem Terkuat   837. Misi

    Martis dan Gozil melihat bahwa Edmiral Kaziru berhasil menahan serangan yang Gozil lakukan. Melihat itu, Gozil sangat frustasi. Matanya melotot dan ia mengeraskan rahangnya lalu berteriak, "Jangan remehkan kekuatan Ras Naga...!" Gozil pun kembali membuka mulutnya berniat sekali lagi menembakkan bola

    last update최신 업데이트 : 2026-04-03
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status